Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 69 - Adik Bayi


__ADS_3

Sesampai nya di meja makan, Ayyara mempersilahkan putra nya untuk duduk, dia mengambilkan nasi juga lauk nya. Tentu saja hal itu membuat Arsen terharu, dia malah menangis di sela makan nya. 


Melihat hal itu, tentu saja Ayyara keheranan. Apa mungkin masakan nya tidak enak sampai membuat Arsen menangis seperti ini?


"Sayang, kok nangis? Kamu kenapa? Apa makanan nya gak enak, sampai-sampai kamu nangis begini?" Tanya Ayyara sambil menyeka air mata anak itu dengan jemari nya. 


"Terimakasih, Mom. Arsen terharu, makanan buatan Mommy enak sekali, terimakasih." 


"Begitu ya? Mommy kira masakan Mommy gak enak sampai bikin kamu nangis." Ucap Ayyara, dia tersenyum saat tiba-tiba saja Arsen menghambur memeluk nya. Ayyara mengusap lembut kepala Arsen, juga melayangkan kecupan-kecupan singkat disana. 


"Sudah, jangan nangis ya? Ayo lanjutkan makan nya, sayang. Makan yang banyak, biar cepet besar. Nanti kalau Arsen sudah besar, Arsen bisa lindungi Mommy sama adik kamu." 


"Adik, Mom?" Tanya Arsen, dia langsung melerai pelukan nya dengan Ayyara. 


"Iya, Mommy sedang hamil adik kamu. Nanti, Arsen jagain adik bayi ya?" 


"Wah, Arsen bakalan punya adik ya? Mana adik bayi nya, Mom?" Tanya Arsen dengan antusias. 

__ADS_1


"Ini, masih disini." Tunjuk Ayyara ke arah perut nya yang membuncit. Arsen tersenyum kecil, dia senang kalau semisal dia akan memiliki adik nanti nya. 


"Arsen boleh mengusap nya, Mom?"


"Boleh, sayang. Tentu saja, kenapa harus izin segala?" Ucap Ayyara, tapi Arsen malah melirik singkat ke arah Jayden yang nampak melayangkan tatapan tajam ke arah nya, seakan melarang saat Arsen meminta izin pada Ayyara untuk mengusap perut nya.


"Terimakasih, Mommy." Ucap Arsen, tangan mungil itu mengusap lembut perut buncit Ayyara. Dia juga mendekatkan telinga nya di perut Ayyara. 


Sedangkan Ayyara, dia menatap tajam ke arah sang suami. Begitu di tatap seperti itu, Jayden langsung salah tingkah dan memilih makan dengan lahap dari pada harus bertatapan dengan tatapan tajam sang istri. Dia paling tidak bisa di tatap seperti itu oleh wanita cantik nya, itu adalah kelemahan Jayden. Pokoknya, semua yang ada pada wanita itu adalah kelemahan bagi nya. 


"Hai, adik bayi. Sedang apa di dalam sana? Ini kakak Arsen." Ucap Arsen, seolah mengajak calon adik nya bicara dan seolah mendengar ucapan Arsen, bayi itu bergerak pelan, menendang kecil perut Ayyara hingga membuat wanita yang sedang minum itu meringis.


"Lho, Mommy kenapa?" Panik Jayden. 


"Mom, kenapa?" Tanya Arsen, dia juga sama panik nya dengan Jayden. Dia khawatir terjadi sesuatu pada Mommy nya.


"Tidak kok, ini adik bayi nya menendang perut Mommy. Seperti nya, dia mendengar ucapan Kakak nya."

__ADS_1


"Ohh, benarkah, Mom?" Tanya Arsen dengan antusias, begitu juga dengan Jayden. 


"Iya lho, ini adik bayi nya pinter banget." 


"Iya dong, adik bayi nya pinter kayak Daddy nya." Bangga Jayden membuat Ayyara mendelik kesal, begitu mendengar ucapan Jayden yang kelewatan percaya diri nya. 


"Dih, kepedean." 


"Kan bener, Mom. Adik bayi pinter karena pengaruh gen dari Daddy nya." Jawab Jayden sambil tersenyum. 


"Sudahlah, dari pada aku darah tinggi mending aku diam." Ucap Ayyara, dia pun memilih diam tidak menjawab lagi. Wanita itu sibuk makan dengan lahap, begitu juga dengan Arsen dan Jayden. Ayyara tersenyum kecil saat melihat Arsen makan dengan lahap, dia menghabiskan makanan nya dengan bersih. Nyaris tidak ada satu butir nasi pun di piring nya.


"Makan nya habis, pinter. Anak Mommy memang pinter." Puji Ayyara sambil mengusap rambut Arsen. Dia senang karena Arsen begitu menghargai makanan, itu adalah hal yang harus di apresiasi dan di ajarkan sedari kecil agar tidak menyia-nyiakan makanan. 


Karena, masih banyak orang-orang yang kesulitan bahkan hanya untuk sekedar makan saja, termasuk Arsen dulu. Sebelum dia bertemu dengan Ayyara dan wanita itu merangkul nya dengan tangan yang terbuka lebar, wanita itu memeluk nya dengan hangat. 


.....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2