
"Ini yang katanya mafia kejam itu, yakin?" Tanya Ayyara lagi membuat Jayden terkejut, dari mana gadis nya tahu kalau dirinya seorang mafia?
"Bby, dari mana kamu tahu kalau Daddy mafia?"
Ayyara terkekeh, dia mencubit pelan pipi Jayden yang padahal sudah memerah karena ulah nya tadi.
"Dari mana ya?"
"Baby.."
"Dari Om Jack." Jawab Ayyara, membuat Jayden membulatkan mata nya. Berani-berani nya pria itu mengatakan hal itu, padahal dia belum mengatakan nya karena belum siap. Dia benar-benar belum siap untuk mengatakan nya pada Ayyara, dia takut kalau Ayyara akan meninggalkan nya setelah tahu dia adalah seorang mafia yang terkenal akan ke kejaman nya.
"Jangan menyalahkan Om Jack, dia tak sengaja mengatakan nya dan aku tak sengaja menguping."
"Maksud mu, sayang?" Tanya Jayden. Ayyara pun menjelaskan semua nya, termasuk bagaimana cara dia menguping pembicaraan antara Jayden dan Jack.
"Jadi, kamu sudah tahu dari lama, baby?" Tanya Jayden, Ayyara menganggukan kepala nya. Dia memang sudah mengetahui kalau Jayden adalah seorang mafia sudah lama kan?
"Kenapa kamu tidak menanyakan nya pada Daddy, Bby?" Tanya Jayden lagi, Ayyara tersenyum lalu menarik tangan Jayden ke balkon.
"Kenapa harus? Aku yakin, Daddy pasti punya alasan tersendiri bukan? Kenapa Daddy menyembunyikan identitas Daddy?"
"Hmmm, iya sayang."
"Jadi, sekarang katakan, Dad. Apa yang membuat Daddy tidak jujur sama Ayya."
"Jujur saja, Daddy takut kamu gak menerima Daddy. Itu saja, Bby. Daddy gak mau kamu menjauh." Jawab Jayden yang membuat Ayyara terkekeh pelan.
"Memang nya kenapa? Tidak apa-apa, Daddy. Setiap orang pasti punya jati diri masing-masing kan? Aku tidak masalah, meskipun Daddy adalah mafia. Selama Daddy bisa membuat aku nyaman, aku tidak mempermasalahkan nya." Ayyara tersenyum sambil menatap wajah tampan Jayden.
"Terimakasih, Baby."
__ADS_1
"Sama-sama, Daddy. Aku akan menerima siapa pun Daddy dan apa pun tentang Daddy, aku gak peduli." Jawab Ayyara, Jayden tersenyum lalu kemudian memeluk Ayyara dengan erat. Dia benar-benar senang karena akhirnya semua pikiran dan prasangka nya selama ini tentang Ayyara meleset jauh.
Siapa yang menyangka kalau Ayyara akan menerima dirinya yang merupakan iblis berwujud manusia itu? Dengan semua yang sudah dia lakukan, membuat reputasi nya sangat buruk. Tapi, ternyata semua ketakutan Jayden tidak pernah terjadi. Dia bersyukur karena Ayyara mau menerima nya dengan tulus.
"Lindungi aku ya, Dad?" Ucap Ayyara, Jayden menundukan kepala nya lalu mengecup singkat bibir Ayyara yang kemerahan.
"Of course, baby." Jawab Jayden sambil tersenyum.
Ayyara membalas pelukan Jayden, keduanya berpelukan mesra di balkon. Tanpa menyadari kalau ada seseorang yang mengawasi mereka. Mata nya terlihat tajam menatap ke arah kedua insan yang tengah di mabuk asmara itu.
"Lihat saja, aku akan membuat dunia mu hancur, Jay!"
Setelah selesai dengan adegan uwu, Ayyara pun berpamitan untuk pulang. Dengan berat hati, Jayden pun mengizinkan gadis nya untuk pulang. Ayyara pun berjanji, kalau besok dia akan datang kemari untuk menghabiskan waktu bersama nya. Itu sedikit membuat Jayden senang, sesimpel ini membuat senyuman pria itu terbit.
"Janji ya besok kesini lagi?"
"Iya, Daddy ku sayang." Jawab Ayyara, dia mengecup singkat bibir Jayden dengan mesra.
"Hati-hati di jalan nya, Baby"
"Iya, Daddy." Jawab Ayyara, dia pun keluar dari unit apartemen milik Jayden. Gadis itu pergi sendirian tanpa menyadari kalau bahaya selalu mengintai di sekeliling nya.
Di dalam apartemen, Jayden menghubungi anak buah nya untuk menugaskan mereka menjaga Ayyara, dia tak ingin sesuatu terjadi pada gadis nya.
'Hallo, Tuan..'
"Gadis ku baru saja keluar dari unit ku, kawal dia sampai ke rumah nya dengan selamat. Paham?"
'Baik, Tuan.' Jawab mereka serempak. Jayden pun mematikan sambungan telepon nya, pria itu kembali ke balkon. Tempat dia bermesraan dengan sang gadis tadi.
Entah kenapa, hatinya merasa tak tenang. Dia punya firasat yang kurang enak, itu alasan nya kenapa Jayden langsung mengerahkan anak buah nya untuk mengawal gadis nya.
__ADS_1
Di jalan, Ayyara merasa kalau mobil nya ada yang mengikuti, sedari tadi saat dia keluar dari apartemen milik sang pria, mobil itu terus saja mengikuti nya.
"Siapa ya? Dari tadi ngikutin aku terus." Gumam Ayyara, kenapa dia yakin kalau mobil di belakang nya mengikuti nya? Tadi, dia sempat berhenti sejenak untuk menambal mobil nya yang pecah, mobil itu juga berhenti di bengkel mobil tapi tidak memperbaiki apapun. Aneh bukan?
Dan sekarang, dia belok mobil itu juga ikutan belok. Benar-benar mengikuti nya, kira-kira siapa itu? Kenapa harus mengikuti nya, apa alasan nya? Itu yang membuat Ayyara bertanya-tanya. Apa dia punya kesalahan, hingga membuat nya di ikuti seperti ini?
"Astaga, Daddy tolongin aku.." gumam Ayyara, dia terus mengemudikan kendaraan nya dengan cukup tinggi. Gadis itu tidak mengemudikan kendaraan nya ke rumahnya. Dia memilih berputar-putar di tempat yang sama.
Tapi, benar-benar seperti dewa penolong, beberapa mobil langsung menyiap mobil yang sedari tadi mengikuti mobil Ayyara, hingga menghalangi jalan mobil penguntit itu.
Ini adalah kesempatan yang bagus bagi Ayyara, dia menginjak pedal gas dengan kuat. Seketika itu, mobil nya pun melesat jauh meninggalkan mobil-mobil itu.
"Aahh syukurlah." Gumam Ayyara sambil mengusap dada nya dengan lega. Akhirnya, dia bisa pulang ke rumah tanpa di ikuti siapapun.
Ayyara memarkir mobil miliknya lalu dia mengunci nya melalui remot, gadis itu masuk ke dalam rumah. Dia mengernyit saat melihat tidak ada siapa-siapa di rumah, hanya ada Sania.
"Bibi, mama sama papa kemana?" Tanya Ayyara, sambil meneguk air di dalam gelas.
"Bibi kurang tahu, Non. Tapi tadi mereka pergi dengan terburu-buru." Jawab Sania.
"Ohh, yaudah deh kalo gitu. Ayya ke kamar dulu, kalo nyari Ayya, di kamar ya Bi."
"Iya, Nona." Jawab Sania. Ayyara pun pergi ke kamar nya dengan meniti satu persatu anak tangga dengan perlahan.
Ayyara merebahkan tubuh nya yang lelah di atas kasur, jujur saja saat ini perut nya terasa sangat sakit. Iya, Ayyara sedang menstruasi hari pertama. Kebayangkan rasa sakit nya seperti apa? Ayyara juga merasakan itu saat ini. Dia benar-benar tersiksa dengan semua rasa sakit yang dia rasakan setiap bulan nya ini.
"Aaassh, sakit sekali.." Gumam Ayyara, sambil mengusap perut nya yang terasa sangat sakit.
Karena merasa kelelahan, akhirnya Ayyara pun tertidur, dia tidur dengan lelap. Dia benar-benar kelelahan saat ini, jadi dia memilih tidur saja dari pada menunggu hal yang belum pasti.
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻