Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 48 - Rumah Tepi Sungai


__ADS_3

"Shiiit!" Jayden mengumpat kasar, dia bahkan langsung menendang meja dengan keras hingga menimbulkan kegaduhan. Jack yang mendengar itu langsung masuk, dia khawatir begitu mendengar suara yang keras di dalam ruangan Jayden.


"Jay.."


"Ayyara, Jack!" 


"Ya, Ayyara kenapa?" Tanya Jack, dia berjalan mendekat ke arah Jayden yang terduduk dengan tangan yang menjambak rambut nya sendiri.


"Ayyara di culik, Jack!"


"H-aahh? Kenapa bisa?" 


"Aku tak tahu, Jack. Kenapa bisa Ayyara di culik, sialan!" Jayden terus merutuki dirinya sendiri, membuat Jack menghela nafas nya. Dia memutar mata nya dengan jengah. 


"Bukankah kau yang akan mengorbankan gadis itu sebagai umpan agar musuh mau keluar, Jay? Seharusnya kau senang sekarang." Jawab Jack, membuat Jayden mendongak. Dia tersenyum kecut, sebenarnya dia hanya ingin menjebak musuh melalui gadis nya, tapi dia terlambat. Dia terlalu lengah, hingga akhirnya gadis nya di culik. 


"Jack, ini bukan saat nya menertawakan kebodohaan ku." 


"Ya, kau memang boddoh, Jay! Sejak kau jatuh cinta dengan gadis itu, kau jadi boddoh dan ceroboh. Masih mending kalau kelakuan mu itu tidak merugikan atau mengancam nyawa orang lain." Ketus Jack, lalu mengambil ponsel Jayden yang tergeletak di lantai begitu saja, seperti nya ponsel itu baru saja menjadi korban kekerasan. Jack melacak dimana kah letak ponsel gadis itu agar lebih memudahkan pencarian. 


"Kau akan terus memarahi ku atau mulai bertindak, Jack? Kau bisa memarahi ku nanti, tapi sekarang bantu aku mencari gadis ku." 


"Kau tidak lihat aku sedang berusaha melacak ponsel gadis mu, Jay?" Tanya Jack membuat Jayden beranjak dari duduknya. Dia ikut melihat cara Jack melacak lokasi pemilik ponsel. 


"Tempat ini.." Gumam Jack, dia memperbesar lokasi terakhir sinyal dari ponsel itu tertangkap. 


"Kau tahu tempat ini, Jack?"


"Ya, ini ada di pinggiran kota. Kau tahu? Rumah di pinggir sungai." Jawab Jack, dia tahu benar tempat ini. Karena beberapa tahun yang lalu, dia pernah ke tempat ini untuk menyelesaikan misi. 


"Tempat itu? Pastikan dengan benar, jangan sampai salah sasaran." 


Jack memastikan kembali tempat itu dan benar, dia benar-benar yakin akan tempat itu. 


"Benar, Jay. Ini adalah tempat dimana hari itu kita menyelesaikan misi." Ucap Jack, Jayden kembali mengingat sesuatu. 


Beberapa tahun silam, tepatnya sekitar sepuluh tahun lalu, mereka pernah datang ke tempat ini untuk menyelesaikan sebuah misi. Yakni menghabisi nyawa seorang musuh yang cukup berbahaya, saat itu ayah Jayden juga masih menjabat sebagai pemimpin. Jayden dan Jack juga masih menempuh dunia pendidikan saat berhasil menyelesaikan tugas yang berbahaya itu. 


Di rumah pinggir sungai Jayden dan Jack bekerja sama untuk menghabisi seorang pria paruh baya yang dulu nya adalah pemasok senjata, namun suatu hari dia ketahuan menggelapkan dana dan malah menjual senjata hasil rakitan nya itu pada orang lain. Which is, pada musuh orang tua Jayden. 


Maka dari itu, Alex memerintahkan pasukan untuk menghabisi pria itu karena telah menghianati kepercayaan nya selama ini. Hari itu, terjadi pertumpahan darah di rumah yang keberadaan nya cukup jauh dari perkotaan. Jadi, suara-suara tembakan tidak akan mengganggu siapapun. 

__ADS_1


Hari itu, Jayden dan Jack pulang dengan membawa kemenangan. Alex merasa sangat bangga pada kedua nya, maka dari itu dia pun menunjuk Jay sebagai pemimpin yang baru untuk menggantikan nya. Awalnya, Jayden menolak karena dia tidak ingin selama nya terikat dengan dunia kegelapan yang membuat sang ibu terbunuh.


Tapi, pada akhirnya Jayden pun menerima takdir nya dan menjalankan tugas nya dengan baik sebagai pimpinan sebuah klan mafia. Bagi Jay, di tunjuk secara langsung oleh sang ayah untuk menggantikan nya itu cukup membebankan. Mau bagaimana lagi dan akhirnya, inilah dirinya yang sekarang. 


Mengerikan, kejam, sadis. Sudah akrab tersemat di belakang nama nya, karena pada dasarnya memang semua itu pantas dia dapatkan. 


"Rumah pemasok senjata.."


"Iya, Jay."


"Apa pikiran mu sama dengan ku, Jack?"


"Maybe yes, maybe not, Jay. Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan, aku bukan cenayang yang bisa membaca isi pikiran orang lain." Jawab Jack. Tangan nya terus bergerak lincah di atas keyboard untuk mengunci lokasi terakhir. 


"Apa mungkin seseorang yang menculik Ayyara sekarang, ada hubungan nya dengan peristiwa puluhan tahun silam, Jack?"


"Aku rasa mungkin saja, kita tidak tahu kalau tua bangka itu punya keturunan bukan? Bisa saja, ini adalah ulah anak nya yang ingin membalas dendam." Jelas Jack, Jay mengepalkan kedua tangan nya. Kalau benar ini adalah upaya balas dendam, harusnya dirinya lah yang saat ini di culik, bukan Ayyara. 


Dia tidak mengetahui apapun, bahkan dia tidak bersalah sedikit pun tapi kenapa dia menjadi korban disini? Miris memang. Mereka mengambil sisi lemah nya untuk bisa memancing dirinya keluar dari persembunyian dan bersedia menunjukkan identitas asli nya.


"Ini keterlaluan, Jack. Gadis ku tidak bersalah apa-apa, harusnya dia tidak di ikut campurkan dalam masalah ini." 


"Ya, tapi ini semua sudah terjadi. Kita harus bergerak secepatnya, aku khawatir penyakit Ayyara kambuh seperti waktu itu."


"Ya, sudah tugas ku, Jay!" Jawab Jack, dia pun pergi keluar untuk menyiapkan pasukan dan berdiskusi dengan beberapa anak buah nya, termasuk Bima, Arka dan Roy. Mereka adalah satu kesatuan yang solid, di tambah duo maut yakni Jayden dan Jack membuat klan mafia mereka kuat. 


Jack mengumpulkan para anggota untuk misi menyelamatkan nona muda milik sang pimpinan. Pria itu pintar dalam mengatur strategi, maka dari itu membagi anggota yang ada menjadi beberapa kelompok berdasarkan kemampuan mereka di unit masing-masing. 


"Bima, pimpin kelompok pertama. Unit senjata, ikuti dia sebagai ketua kalian." Ucap Jack, Bima menganggukan kepala nya. Anggota yang merasa cukup ahli dalam bidang itu segera berkumpul di belakang Bima. 


"Unit senjata senyap, ikuti Arka sebagai ketua kalian di kelompok kedua."


"Unit bela diri, kalian ikut Roy." 


"Pimpin mereka dengan baik, aku berharap banyak untuk keberhasilan misi kali ini. Karena yang akan kita selamatkan adalah gadis milik Jayden, pemimpin kita. Paham?" Tegas Jack, mereka menganggukan kepala nya pertanda mereka paham akan apa yang di ucapkan oleh Jack.


"Sisa pasukan, ikut dengan ku." 


"Tuan, kalau boleh saya mengusulkan. Mengingat kalau misi kali ini berada di rumah pinggir sungai, apa sebaiknya kita membawa orang-orang yang ahli menjinakkan bom?" Usul Arka. Dia juga ikut dalam misi itu, di usia nya yang masih sangat muda saat itu. 


"Ya, masing-masing kelompok harus memiliki beberapa orang yang ahli menjinakan bom. Terimakasih sudah mengingatkan aku, Ar."

__ADS_1


"Sama-sama, Tuan." Jawab Arka sambil menundukkan tubuh nya. Jack pun kembali mengatur strategi sebaik mungkin, sedangkan Jayden memilih bersiap-siap di ruangan lain. 


'Tunggu aku sebentar lagi, sayang. Aku akan datang menyelamatkan mu, aku pastikan kamu akan baik-baik saja setelah ini. Maaf karena aku sudah lalai menjaga mu, Ayya.' Pria tampan itu membatin, dia mengambil sarung tangan dan baju Anti peluru miliknya, lalu memakainya. Sebentar lagi, mereka akan pergi untuk misi penyelamatan Ayyara. 


Sedangkan di lain tempat, Ayyara belum juga sadarkan diri. Dia di ikat di sebuah kursi, kalau pun bangun sudah pasti gadis itu takkan bisa melawan karena tangan dan kaki nya di ikat dengan kencang. 


Byuurr.. 


Ayyara terkejut, dia langsung terbangun dari pingsan nya. Gadis itu menggelengkan kepala nya, jujur saja dia benar-benar terkejut karena tiba-tiba ada air yang mengenai tubuh nya.


"Aasshh, dingin.." Gumam Ayyara, dia membuka kedua mata nya lalu mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan yang terasa sangat sunyi ini. Tempat yang di dominasi oleh warna hitam membuat suasana nya terasa lebih mencekam, di tambah lagi dengan tidak ada satu orang pun disini kecuali dirinya.


"Tempat apa ini? Menyeramkan sekali." Gumam gadis itu lagi. 


Hingga tiba-tiba saja, ada kecoa yang merayap menaiki kaki nya. Ayyara yang memang phobia terhadap hewan itu langsung heboh, dia menjerit keras saking takut nya, hingga membuat ruangan itu gaduh hanya karena satu gadis yang takut dengan seekor kecoa kecil. 


"Aaaa, tolong.. Jauhkan hewan itu dariku.." Jerit gadis itu sambil berusaha bergerak, tapi sialnya dia tidak bisa melakukan nya karena tangan dan kaki nya yang di ikat oleh seseorang. 


"Asshh, sakit.." Gumam Ayyara setelah kecoa itu pergi. Dia melihat tangan dan kaki nya berdarah, jadi bisa di bayangkan sekuat apa tali yang mengikat Ayyara? Bahkan setelah dia bergerak-gerak pun, bukan nya longgar tapi malah menyakiti tubuh nya. 


Beberapa detik kemudian, Ayyara mendengar sebuah langkah kaki yang terdengar semakin mendekat, gadis itu langsung berteriak meminta tolong, dia berharap kalau orang itu datang untuk menolong nya.


"Tolonggg.. tolong aku.." Teriak Ayyara, namun langkah kaki itu malah hilang bersama angin lalu. Tidak ada seorang pun yang datang ke tempat ini, tapi Ayyara tidak menyerah, dia terus berteriak meminta tolong.


"Siapapun itu, aku mohon tolong aku.." 


"Berisik!"


Dor…


Ayyara langsung diam seketika begitu melihat apel di depan nya terkena tembakan hingga pecah berhamburan. Gadis itu menelan ludah nya dengan kepayahan, dia benar-benar di landa ketakutan saat ini. Bagaimana tidak? Seumur hidup, dia baru mendengar atau melihat orang yang memegang pistol. Ada wajarnya kalau dia merasa ketakutan hingga membuat tubuh nya gemetar.


"Hahaha.." pria itu tertawa, Ayyara benar-benar kesulitan menahan saliva nya.


"Kau sudah bangun, baby angel?" Tanya nya membuat Ayyara bungkam. Suara nya terdengar sangat menakutkan bagi gadis itu. 


"Siapa kau? Kenapa kau melakukan ini padaku, lepaskan aku!"


"Melepaskan mu? Jangan mimpi. Susah payah aku melancarkan rencana ku, dan sekarang kau ingin mengacau? Lakukan saja jika kau siap kepala mu melayang." Lagi-lagi, Ayyara kesulitan untuk menelan ludah nya sendiri. Dia benar-benar takut saat ini. 


'Dad, Daddy dimana? Ayyara takut, Dad. Cepatlah bawa Ayyara dari tempat kotor ini, Ayya takut. Ada banyak kecoa di tempat ini.' Batin Ayyara.

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2