Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 81 - Kasih Sayang Ayyara


__ADS_3

David datang ke meja makan sambil membawa sebuah kresek di tangan nya, tadi Ayyara meminta papa nya untuk membelikan dirinya jajanan karena dia sedang ingin. Tapi dia ingin papa nya yang membelikan, bukan Jayden. Seperti nya bumil itu merasa bosan kalau suami nya terus yang membelikan makanan. 


"Ini jajanan nya, bumil." Ucap David sambil meletakan kresek itu di meja. 


"Yee, terimakasih."


"Hmmm.." Pria itu hanya berdehem saja saat mendengar ucapan putri nya, dia langsung duduk di dekat Jayden yang sedang sibuk melihat putra nya meminum susu nya.


"Ini anak mu itu, Jay?" Tanya David. Jayden menoleh, dia menganggukan kepala nya. 


"Iya, kenapa? Bukankah dia sangat lucu?" Tanya Jayden. David menganggukan kepala nya, tiba-tiba saja menyukai anak angkat putri nya yang bernama Arsen. 


"Memang, dia sangat lucu." Jawab David, dia tersenyum saat melihat noda susu di atas bibir anak kecil itu. 


"Boy, kamu berkumis susu." Ucap Jayden, Arsen tersenyum lalu mengusap bibir nya dengan tissu. Ya, meskipun dia selama ini tinggal di jalanan, tapi dia belajar menjadi anak yang bersih sekarang. Menyesuaikan dengan tempat tinggal nya sekarang. 


"Lucu sekali.." Ucap Jayden sambil mengacak-acak rambut Arsen dengan gemas. 


"Boy, mandi dulu ya?"


"Iya, Mommy." Jawab Arsen, dengan cepat dia turun dari kursi nya lalu meletakan gelas kotor bekas dia meminum susu di wastafel lalu mencuci nya terlebih dulu, setelah itu barulah dia pergi ke kamar untuk membersihkan tubuh nya. 


"Kalian lihat? Dia anak yang manis dan mandiri, bukan?"


"Ya, selain itu dia juga tampan. Hanya saja agak sedikit hitam." Celetuk David membuat Jayden mendelik.


"Dia akan bersih setelah tinggal bersama ku, maklumi saja selama ini dia tinggal di jalanan." Jawab Jayden dengan ketus. 

__ADS_1


"Hahaha, kau sensitif benar."


"Aku tak suka ada yang mengata-ngatai anak ku seperti itu!" Jawab Jayden, dia memalingkan wajah nya ke samping. Dia benar-benar tersinggung dengan ucapan ayah mertua nya, meskipun itu benar. 


Selama ini Arsen hidup di jalanan, panas ya kepanasan, kalau hujan ya kehujanan. Tempat tinggal nya tidak jelas, hari ini dia bisa tidur di teras toko, besok nya dia kebingungan akan tidur dimana karena dia akan di usir jika semisal dia datang dan tidur di toko yang sama. 


Tapi sekarang, ada Jayden dan Ayyara yang membawa nya, memberikan nya fasilitas yang selama ini hanya bisa Arsen bayangkan saja. Tapi kini bayangan nya itu benar-benar menjadi kenyataan, dreams come true. 


"Maaf, Jay."


"Harus nya kau tahu bagaimana aku, aku paling tidak suka ada yang mengusik keluarga ku. Dan Arsen adalah putra ku, kau tak bisa seenaknya mengatai nya seperti itu." Jawab Jayden, dia pun memilih pergi dari sana. Ayyara yang melihat itu melongo, semarah itu kah suami nya hanya karena ayah nya mengatakan kalau Arsen sedikit hitam?


"Astaga, Daddy sensitif sekali." Gumam Ayyara, bahkan David maupun Agnes tidak menyangka kalau Jayden akan semarah itu, padahal tadi David hanya mengatakan kalau Arsen sedikit hitam saja. Tapi ternyata hal itu bisa membuat seorang Jayden tersinggung.


"Sudahlah, ayo kita lanjut memasak." Ajak Agnes, Ayyara pun mengangguk dan kembali melanjutkan acara memasak nya. 


"Mommy, Daddy kemana?"


"Ke kamar mungkin, kenapa nanyain Daddy, boy?" Tanya Ayyara sambil tersenyum kecil. 


"Tidak, hanya bertanya saja soalnya tadi Daddy disini kan." 


"Iya, tapi Daddy nya ke kamar sekarang. Kamu sudah mandi, boy?" Tanya Ayyara, hanya sebagai basa basi saja, karena dengan melihat nya saja Ayyara sudah tahu kalau Arsen sudah mandi.


"Sudah, Mom. Coba cium deh, Arsen udah wangi." 


"Benarkah? Coba kesini dong." Arsen menurut, dia berjalan mendekat. Ayyara berlutut dan mencium aroma yang menguar dari tubuh Arsen, dia mengecupi wajah putra nya dengan gemas. 

__ADS_1


"Wah, iya ya. Jagoan Mommy udah wangi gini." Puji Ayyara membuat Arsen tersenyum senang. 


"Boy, Mommy membuatkan pudding buah untuk kamu. Makan ya? Pasti deh kamu suka." 


"Dimana, Mom? Arsen mau makan pudding." Jawab Arsen dengan antusias. 


"Di kulkas, makan ya."


"Baik, Mommy. Terimakasih."


"Sama-sama, sayang." Jawab Ayyara, sambil tersenyum. Arsen berlari kecil ke arah kulkas. Dia membuka nya dan mengambil mangkuk berisi pudding buah. 


"Ini apa, Mom?"


"Itu saus susu nya, di tiang di atas pudding nya biar enak." 


"Ohh, begitu ya, Mom?" Tanya Arsen lagi, Ayyara menganggukan kepala nya. Arsen pun membawa pudding nya ke atas meja, dengan cepat dia menuang saus susu di atas pudding nya lalu memakan nya dengan lahap. Setiap mengunyah nya, Arsen selalu memejamkan mata nya lalu menatap ke arah mangkuk berisi pudding yang sedang dia makan. 


David memperhatikan itu, dia bahkan melihat saat kedua mata anak kecil itu berkaca-kaca. Tapi dengan cepat dia mengusap nya, lalu mengganti nya dengan senyuman kecil. 


"Enak kan, sayang?"


"Iya, ini enak sekali, Mom. Terimakasih." Jawab Arsen dengan senyum manis nya. Tapi, David bisa menangkap sesuatu dari tatapan anak itu, ya rasa sakit. Ada rasa sakit yang di sembunyikan oleh anak itu. 


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2