Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 60 - Wedding Jayden & Ayyara


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh Jayden dan Ayyara, hari ini mereka akan melakukan pernikahan. Meskipun tanpa adanya pesta, hanya ada acara pemberkatan dan di hadiri oleh keluarga dan orang-orang terdekat saja. 


Alex tersenyum saat melihat sang putra nampak gagah dengan setelan jas hitam dan bunga mawar merah yang terselip di saku depan nya. Pria itu tersenyum kecil saat tatapan mata nya tak sengaja bertemu dengan tatapan sang ayah yang juga tengah menatap nya dengan mata tua nya. 


Awalnya Alex terkejut saat tiba-tiba saja Jayden datang ke rumah dan mengatakan dia akan menikah besok dengan seorang gadis. Tak lupa, Jayden juga mengatakan kalau calon istri nya tengah mengandung saat ini. Jelas saja dia tidak bisa berkutik begitu mendengar kabar yang sangat membahagiakan ini. Jadi, mau tidak mau dia harus memberikan restu nya untuk pernikahan sang putra dan wanita pilihan nya. 


Dan disinilah dia saat ini, berdampingan dengan David dan Agnes. Lagi-lagi, Alex di buat terkejut setengah mati saat mengetahui kalau gadis yang berhasil meluluhkan hati seorang Jayden adalah seorang putri dari pasangan yang menjadi bawahan nya. Benar-benar tidak bisa di duga, tapi demi kebahagiaan nya, biarlah Alex mengalah. 


Awalnya, Alex menentang pernikahan putra nya dengan gadis itu. Tentu nya dia punya alasan yang cukup kuat untuk menentang semua nya, karena Jayden adalah seorang mafia. Menikahi seorang gadis, artinya Jayden membuat nyawa orang tak bersalah berada dalam bahaya. 


Tapi, saat melihat orang tua gadis itu. Alex pun paham, jadi dia tidak terlalu khawatir karena kedua orang tua gadis itu juga seorang mafia, jadi ini cukup aman. Lagi pun, Jayden pasti takkan membiarkan istri nya pergi sendirian tanpa pengawasan. 


'Kau benar-benar mewujudkan keinginan mu, boy. Papah berharap kalian berdua di berkati, berbahagia selalu.' Batin Alex, kedua mata nya berkaca-kaca saat melihat Jayden menggandeng gadis bernama Ayyara itu ke atas altar tempat mereka akan mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan. 


Jayden mengatakan janji suci dengan tegas, tanpa keraguan sedikit pun. Begitu juga dengan Ayyara, kedua nya saling melempar senyuman sesaat setelah menyelesaikan janji suci mereka. 


"Aku Ayyara Marshka Anggita, menerima King Jayden Wiratama sebagai suami ku. Ayah dari anak-anak ku, sebagian dari jiwa dan bersedia mendampingi nya dalam keadaan suka maupun duka. Di saat sehat maupun sakit." Ucap Ayyara. Dengan ini, kedua nya pun resmi menyandang status suami istri. 


Jayden mengambil cincin dan memakaikan nya di jari manis Ayyara. Lalu bergantian, kini Ayyara yang memasangkan cincin itu di jari manis Jayden. Lalu kedua nya berciuman dengan mesra. Suara tepukan tangan dan sorak sorai mewarnai sebuah gedung yang menjadi saksi bisu kedua insan itu mengikat janji suci pernikahan.


'Aku akan selalu melindungi mu, sayang. Itu adalah janji ku di depan Tuhan.' Batin Jayden, dia tersenyum melihat Ayyara yang terlihat sangat bahagia. Dia terus menyunggingkan senyuman manis nya sedari tadi. 


"Maaf, karena Daddy tidak bisa mewujudkan pernikahan impian mu, sayang."


"Tidak apa-apa, Dad. Ternyata menikah secara sederhana seperti ini saja terasa sangat membahagiakan karena aku menikah dengan pria yang aku cintai. Lagi pun, menikah secara rahasia seperti ini terasa lebih sakral." Ucap Ayyara, membuat Jayden tersenyum lalu membingkai wajah cantik sang istri. 


Kurang beruntung apa lagi dia bisa memiliki Ayyara sebagai istri nya? Gadis ini begitu sempurna, tanpa malu menunjukkan kekurangan dan kelebihan nya, dia berani tampil apa adanya. Tapi itulah daya tarik nya, salah satu alasan kenapa Jayden menyukai Ayyara bahkan sejak malam pertama yang mereka lewati hari itu. 


Malam hari nya, kedua nya langsung pulang ke apartemen milik Jayden dengan pengawalan yang cukup ketat. Jayden khawatir kalau ada musuh yang mengikuti mereka dari tempat pernikahan. Sesampai nya di apartemen, mereka pun langsung berganti pakaian. Jayden memeluk Ayyara dari belakang, sedangkan gadis itu sedang membuka hiasan di rambut nya. 


"Daddy.."


"Yes, Mommy." Jawab Jayden sambil mendusel manja di ceruk leher Ayyara. 


"Geli, Daddy. Biarkan aku membuka hiasan rambut ini terlebih dulu." 


"Daddy ingin seperti ini, Mom." Ucap Jayden, dia masih betah memeluk istrinya dari belakang. Dia juga menikmati aroma yang menguar lembut dari permukaan kulit istri nya, aroma ini benar-benar membuat dirinya menggila. Bahkan tanpa di komando, si junior langsung terbangun. Berdiri dengan tegak, membuat celana Jayden mendadak terasa sempit sekarang. 

__ADS_1


"Mom, Daddy pengen.." lirih Jayden, membuat Ayyara melirik ke arah suami nya. Memang sudah cukup lama kedua nya tidak menyatu, sudah ada sekitar dua minggu yang lalu, terakhir kedua nya melakukan hubungan itu. 


"Sebentar, Daddy. Aku cuci muka dulu, setelah itu kita main ya."


"Beneran, Mom?" Tanya Jayden. 


"Beneran, Daddy. Sanaan dulu kamu nya, biar cepet selesai." Jayden pun langsung menurut, dia pun memilih menunggu sang istri dengan duduk-duduk di sisi ranjang sambil memperhatikan apa yang di lakukan oleh istri cantik nya itu. 


Setelah selesai melepas hiasan rambut nya, Ayyara pun pergi ke kamar mandi untuk membersihkan wajah nya. Hanya beberapa menit saja, setelah itu dia keluar dengan handuk kecil yang di tepuk-tepuk ke wajah nya.


Ayyara menggantung handuk di tempat nya, lalu berjalan mendekat ke arah suami nya yang sudah menunggu nya sedari tadi. 


"Mom.."


"Mau main sekarang?" Tanya Ayyara, Jayden menganggukan kepala nya dengan cepat. 


"Yaudah, aku pake lingerie dulu."


"Iya, sayang. Jangan lama ya? Pake warna merah biar lebih hot." Ucap Jayden. Ayyara pun mengangguk, dia masuk ke ruang ganti dan dengan cepat mengganti piyama tidur nya dengan lingerie tipis menerawang berwarna merah cerah, sesuai pesanan suami nya. 


Ayyara keluar dari ruang ganti, dia berjalan berlenggak lenggok di depan Jayden, membuat pria itu menelan ludah nya dengan kepayahan. Hampir saja dia ngeces, tapi ingat kalau dia mafia. Mana ada mafia ngeces kan ya? Lucu pasti kalau Jayden beneran ngeces hanya karena melihat istri nya memakai lingerie. 


"Tunggu apa lagi, Dad? Ayo main." Ajak Ayyara, Jayden pun mengangguk. Dia menarik Ayyara dan mendudukan istri nya di pangkuan, dengan cepat dia mencium bibir sang istri yang sedari tadi menggoda nya. Pria itu melumaat nya dengan nikmat, Ayyara juga menikmati yang di lakukan oleh suami nya. 


Wanita itu melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Jayden, pria itu juga memeluk pinggang ramping istrinya dengan posesif. Kedua nya berciuman dengan mesra, layaknya pasangan yang akan menikmati malam pertama. Ya, ini juga malam pertama setelah mereka menikah. Sama saja bukan? Meskipun melakukan hal itu, bukanlah yang pertama kali, tapi sudah yang kesekian kali nya.


"Aaahhh.." Ayyara mendesaah nikmat saat Jayden mulai mengecupi bagian lain, dia menyesap leher Ayyara hingga meninggalkan bekas kemerahan yang berjejer rapi di leher sang istri. 


Jayden menurunkan tali spaghetti yang ada di pundak sang istri dan memainkan bukit kenyal istri nya, dia juga menyusu di dada sang istri dengan lahap nya, seolah dia adalah bayi yang kehausan hingga menyesap buah kenyal itu dengan rakus. 


"Pelan-pelan saja, Dad. Asshhh.." Ucap Ayyara, tapi Jayden sudah terlanjur bernafsuu, Jadi dia tidak terlalu menghiraukan permintaan istrinya. 


Jayden beranjak dari duduknya dan membaringkan istri nya tanpa melepaskan pagutaan bibir nya, dia membuka seluruh pakaian nya hingga kedua nya sama-sama polos.


Akhirnya Jayden berbuka puasa, dia menyatukan inti tubuh mereka dengan perlahan. Malam itu dia benar-benar menikmati penyatuan nya, dia menghentak pinggang nya dengan kuat dan cepat, membuat Ayyara mendesaah keenakan di bawah kungkungan tubuh nya.


"Aaaahhh, lebih cepathh Daddy.." Pinta Ayyara meracau, Jayden menurut dan mempercepat gerakan maju mundur nya. Hingga akhirnya Ayyara mendesaah panjang setelah berhasil mendapatkan klimaaks nya yang entah ke berapa kali nya di penyatuan malam ini. 

__ADS_1


"Sekarang Daddy ya, Mom."


"Ya, Dad." Jawab Ayyara, dia mempercepat gerakan nya, dia ingin melepaskan rasa yang sudah di ujung nya. Dia ingin meledak dan akhirnya dia melepaskan nya di dalam sana. 


Pria itu mengerang nikmat dengan kepala terdongak dan kedua mata yang terpejam rapat menikmati sesuatu yang terasa sangat nikmat dan melegakan. Seketika, kepala nya terasa ringan saat ini.


"Terimakasih, Mommy." Lirih Jayden di telinga Ayyara, dia pun mengecup kening sang istri dan Ayyara mengusap lembut keringat yang mengucur di kening sang suami.


"Sama-sama, Daddy." Jawab Ayyara, setelah berhasil menetralkan nafas nya, dia pun turun dari tubuh sang istri dan kedua nya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh mereka. Setelah nya, mereka kembali ke atas ranjang dan tidur dengan saling berpelukan. 


Seolah mendukung bagi pasangan suami istri yang baru saja resmi itu, hujan turun dengan lebat nya, bahkan beberapa kali terlihat petir menyambar dan menimbulkan bunyi yang cukup kuat. Ayyara terlihat gelisah saat tidur, dan Jayden bisa merasakan hal itu. Dia mempererat pelukan nya di tubuh sang istri dan rupanya itu berhasil mengurangi rasa takut Ayyara akan suara petir.


Berbeda lagi dengan suasana di markas, Jack yang sedang berkumpul dengan anggota lain merasa kesal karena hujan turun deras dan lama. Kalau sudah begini, mendingan tidur saja di markas, dari pada pulang hujan-hujanan. 


"Aaahh sial, hujan kek gini emang enak nya main di ranjang sama istri, ya gak sih Bim?" Tanya Jack pada Bima. Pria itu juga ada di markas setiap hari karena tugas nya menjaga markas agar tetap aman.


"Bener, tapi lu kan jomblo, Jack. Jadi percuma aja ujan, kalo Lu cuma ngekepin guling." Jawab Bima, membuat Jack mendelik kesal. 


"Gak balik, Jack?"


"Hujan, males ujan-ujanan." Jawab Jack pada pertanyaan yang di ajukan oleh Arka. 


"Kan lu bawa mobil, ngapain ujan-ujanan?" Tanya nya lagi, membuat Jack menganga. Lah, iya juga. Dia kesini kan naik mobil ya, jadi harusnya gak masalah kalau hujan pun karena dia ada di dalam mobil.


"Lah, iya ya.."


"Dih, efek kelamaan jomblo tuh jadi nya pikun. Cariin dia calon, Ka. Kasian kelamaan Joni nya gak di pake, nanti karatan." Celetuk Bima, membuat Jack menatap nya dengan tajam. 


"Dahlah, kalian berdua gak asik. Gue cabut aja."


"Dih, pundungan dia." 


"Masalah jomblo emang sensitif sih ya." Ucap Arka sambil terkekeh. Dia pun ikut duduk dan menuang minuman lalu meminum nya dalam sekali tegukan.


'Sialan, gimana cerita nya gue bisa lupa kalau gue kesini pake mobil? Malu-maluin aja, jadi nya di ledekin gini gue.' 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻



__ADS_2