Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 84 - Sekolah


__ADS_3

"Kamu senang, Boy?" Tanya Ayyara, saat ini dia sedang membantu Arsen untuk bersiap-siap. Ya, hari ini Arsen akan bersekolah. Sejak tadi malam, anak itu gelisah karena tak sabar ingin segera pergi ke sekolah, dan akhirnya hari ini pun tiba. 


Selama ini, Arsen tidak pernah bermimpi untuk bisa sekolah karena dia tahu benar keadaan nya, dia saja hidup di jalanan tanpa tahu siapa orang tua nya. Dia tak punya tempat yang di namakan rumah, jangankan untuk sekolah, masih bisa makan saja dia sudah sangat bersyukur rasa nya. 


"Sangat senang, Mom. Terimakasih karena sudah mewujudkan impian yang selama ini Arsen kubur dalam-dalam." 


"Jangan selalu berterima kasih, Boy. Sekarang kamu adalah anak Mommy, putra sulung keluarga ini, artinya ini adalah kewajiban Mommy. Memberikan pendidikan yang terbaik untuk kamu adalah keharusan untuk Mommy, jadi tidak perlu terus berterimakasih sama Mommy atau Daddy ya?" Ucap Ayyara sambil membingkai wajah tampan Arsen. 


"Iya, Mommy." Jawab Arsen. Dia tersenyum pada sang Mommy yang menatap nya dengan tatapan hangat. 


"Ya sudah, semangat sekolah hari pertama nya ya, Boy."


"Baik, Mommy. Arsen akan belajar dengan tekun dan rajin biar bisa banggain Mommy sama Daddy nanti nya." Arsen kecil membuat Jayden yang berdiri di ambang pintu sambil melihat pemandangan yang menghangatkan hati nya itu tersenyum kecil.


"Ya, Arsen memang harus membanggakan Mommy sama Daddy ya." 


"Iya, Dad. Tentu saja, jadi Arsen akan belajar dengan rajin." Jawab Arsen membuat Jayden mengusap pelan puncak rambut Arsen dengan lembut. Untung nya, Ayyara masih belum menyisir rapih rambut putra nya, kalau dia sudah menyisir nya pasti bahaya karena wanita hamil itu akan marah besar karena dia sudah mengacak-acak rambut yang sudah dia tata serapih mungkin.


"Mulai sekarang, kamu adalah Arsenio Aryan Wiratama. Kamu adalah putra Daddy, putra pertama kami berdua." Ucap Jayden, dia menyematkan nama nya di belakang nama putra nya. 


Ayyara tersenyum mendengar nya, dia benar-benar bahagia. Tak tanggung-tanggung, Jayden memberikan nama nya di belakang nama Arsen. Artinya, Jayden sudah benar-benar menerima Arsen sebagai putra nya. 


"Daddy.."


"Yes, Mommy?"

__ADS_1


"Tidak, tapi terimakasih karena sudah menyayangi Arsen." Ucap Ayyara sambil tersenyum kecil. 


"Apa yang kamu katakan, Mom? Arsen juga anak ku, dia anak kita. Jadi sudah sewajarnya aku menyayangi nya bukan?"


"Masalah nama, aku sudah memikirkan nya baik-baik." Jawab Jayden membuat kedua mata Ayyara berkaca-kaca. Satu kali berkedip saja, di pastikan air mata Ayyara akan menetes. 


"Terimakasih, Daddy."


"Sama-sama, Mom. Jangan menangis ya." 


"Mommy gak boleh nangis dong, Mom. Nanti adik bayi nya ikutan sedih di dalam sana." Ucap Arsen sambil memeluk perut buncit sang mommy lalu mengusap-usap nya dengan lembut. Dan seperti biasa nya, seolah bayi yang ada di dalam perut Ayyara mengerti kalau yang mengusap-usap nya adalah Kakak nya, jadi dia langsung bergerak.


"Wah, adik bayi nya bergerak, Mom." 


"Seperti nya, adik bayi senang ya saat aku memeluk dan mengajak nya bicara ya?" Tanya Arsen dengan wajah polos nya.


"Iya, tentu saja. Hanya sama kamu saja dia seperti ini, bahkan sama Daddy dia gak gini tuh." 


"Mom.." ucap Jayden membuat Ayyara terkekeh. 


"Sudah, ayo berangkat sudah siang. Nanti kamu telat ke sekolah nya, Om Roy sudah menunggu di luar." 


"Om Roy, Dad?" Tanya Arsen. 


"Iya, Om Roy. Dia anak buah Daddy yang akan mengantar jemput kamu ke sekolah, dia juga yang akan menjaga kamu, Boy."

__ADS_1


"Wahh, benarkah?"


"Iya, tentu saja." Jawab Jayden. Dia tersenyum lalu menggandeng tangan putra nya ke luar, Ayyara juga membawakan tas berisi buku milik Arsen. 


Arsen berjalan dengan langkah riang, dia benar-benar bahagia karena hari ini adalah hari pertama dia sekolah. Meskipun dia langsung lompat kelas karena usia nya yang sudah terlalu besar kalau harus masuk ke kelas satu. Jadi, Ayyara mengatakan kalau Arsen adalah kelas tiga. Jadi saat ini dia masuk langsung kelas tiga.


"Selamat pagi, Tuan muda.." Sapa Roy dengan wajah ramah nya.


"Dad.."


"Iya, Boy. Dia Om Roy, orang yang akan menjaga dan mengantar jemput kamu."


"Ohh, selamat pagi kembali Om Roy." Balas Arsen, membuat Roy gemas sendiri saat melihat anak angkat atasan nya yang terlihat sangat menggemaskan. Sungguh, dia ingin mengunyel-unyel pipi Arsen, tapi itu akan membuat nyawa nya terancam. Jadi sebaiknya jangan mencari gara-gara, kalau tidak mau leher nya di tebas oleh Jayden.


"Ya sudah, ayo berangkat. Semangat sekolah nya, sayang."


"Terimakasih, Mom." 


"Jaga anak ku dengan baik, jika ada hal yang mencurigakan, langsung eksekusi." Perintah Jayden. Roy menganggukan kepala nya dengan patuh. 


Arsen pun masuk ke dalam mobil dan Roy juga, dia mengemudikan kendaraan roda empat nya menjauhi rumah besar milik Jayden. Ayyara masih berdiri sambil melambaikan tangan nya ke arah mobil yang melaju dan perlahan menghilang. 


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2