Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 71 - Janji Jayden


__ADS_3

"Hei, bicara sama Daddy. Mommy kenapa? Ada apa hmm?" Tanya Jayden sambil mengusap lembut air mata sang istri yang masih menetes tanpa bisa di cegah.


"Tidak tahu, Dad. Mommy juga tidak tahu kenapa Mommy selalu sedih saat melihat Arsen." 


"Ohh, Arsen ya?" Tanya Jayden lagi, dia tersenyum saat melihat istri nya menganggukan kepala nya. 


"Iya, seketika aku merasa bersyukur karena hari itu aku menemukan nya. Aku bahagia karena bertemu dengan nya, Dad."


"Daddy akan selalu mendukung apapun keputusan Mommy, selama itu membuat Mommy bahagia." Jelas Jayden, dia tersenyum lalu mengecup singkat kening sang istri. 


"Daddy janji kalau anak ini sudah lahir nanti, Daddy akan tetap menyayangi Arsen tanpa membeda-bedakan kasih sayang Daddy pada Arsen?" Tanya Ayyara membuat kening Jayden berkerut heran. 


"Kenapa Mommy mengatakan hal itu?"


"Ya, karena Arsen bukan anak kandung kita." Jelas Ayyara, membuat Jayden terkekeh pelan. Ucapan sang istri terdengar lucu bagi nya, kenapa bisa Ayyara berpikir sejauh itu?

__ADS_1


"Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu, Mom? Tentu saja tidak akan, Daddy tidak akan pernah membeda-bedakan kasih sayang Daddy antara bayi ini atau Arsen. Karena dia sama-sama putra Daddy." Jawab Jayden dengan senyuman kecil nya, dia mengacak rambut sang istri dengan gemas. 


"Benarkah? Syukurlah kalau begitu, aku merasa lega mendengar nya. Terimakasih, Daddy." 


"Sama-sama, Mom." Jawab Jayden. Ayyara pun memeluk suami nya dengan erat, dia bahagia kalau Jayden tidak akan melakukan hal-hal semacam itu. Arsen berhak mendapatkan banyak kasih sayang dari mereka berdua sebagai orang tua nya. 


"Mom, tapi Daddy minta izin untuk memberikan nya pendidikan agar dia bisa menjaga diri nya sendiri. Mengingat dia tinggal bersama kita, tidak menutup kemungkinan kalau musuh akan mengendus identitas nya, Mom." Jelas Jayden membuat Ayyara langsung menjauhkan tubuh nya.


"Tapi, Arsen masih sangat kecil, Dad."


"Kalau Arsen nya menolak bagaimana, Dad?" Tanya Ayyara, jujur saja dia takkan tega membiarkan Arsen menempuh pendidikan bela diri bersama Jack atau Jayden. Dia tahu kalau suami nya maupun pria yang berstatus sebagai asisten sang suami itu begitu keras, bagaimana cara mereka mengajar benar-benar keras dan tegas. Ayyara takut kalau Arsen ketakutan dan tak sanggup untuk bertahan, mengingat kalau dia masih sangat kecil.


"Daddy akan menunggu nya hingga dia siap, Mom. Ini adalah suatu kewajiban, minimal nanti dia bisa menggunakan senjata." Jelas Jayden, Ayyara mengangguk pelan. Dia yakin anak yang sekarang masih ada di dalam kandungan nya juga akan di didik seperti militer. 


"Daddy, aku mengantuk. Tidur yuk?" Ajak Ayyara, Jayden pun mengangguk dan segera menggendong istri nya ala bridal style. Kalau istrinya sudah memberikan kode mengajak tidur, Jayden mengerti kalau istri nya pasti mengajak yang lain sebelum tidur. Bagi nya, ini adalah suatu keberuntungan karena setiap malam dia akan mendapatkan jatah nya tanpa harus meminta pada sang istri. 

__ADS_1


"Main dulu yuk, Dad." Ajak Ayyara dengan senyum menggoda nya dan dengan senang hati Jayden pun menuruti keinginan sang istri, malam itu pun di penuhi dengan kehangatan dan suara-suara erotis yang mewarnai dingin nya malam.


Kedua sejoli itu terus mendesaah menikmati permainan panas yang tengah mereka lakukan, hingga akhirnya semua berakhir tepat setelah satu jam permainan. 


"Aaarghhh, Mommy.." Jayden mengerang tertahan sambil memejamkan kedua mata nya saat dia mendapatkan pelepasan nya setelah dia berjuang keras untuk meledak selama satu jam lama nya. 


"Hangat, Dad." Lirih Ayyara, Jayden pun melepaskan penyatuan di bawah sana dan pria itu mengambil tissu basah untuk mengelap milik sang istri yang kebanjiran karena ulah sang suami.


"Daddy meledak banyak sekali, Mom." 


"Aneh ya kan, padahal setiap hari si junior muntah, tapi kok gak habis-habis." Celetuk Ayyara, membuat Jayden terkekeh. Ada-ada saja istri nya ini. 


.....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2