
Jayden dan Ayyara pun pulang ke kediaman David, kedua nya langsung menyambut bahagia kedatangan pasangan itu. Tentu nya, mereka telah di beritahu oleh Jack kalau Ayyara tengah mengandung saat ini. Mendengar kabar gembira itu, mereka sangat bahagia. Meskipun awalnya mereka cukup terkejut karena berita itu.
Jayden baru saja melamar Ayyara untuk menjadikan nya istri, tapi Ayyara malah di nyatakan hamil. Artinya, dia hamil di luar nikah. Terlebih lagi, posisi mereka saat ini belum benar-benar aman sepenuh nya. Musuh-musuh yang mengincar nyawa Jayden masih berkeliaran di luar sana.
Tidak menutup kemungkinan kalau Ayyara akan menjadi target mereka lagi, karena dia adalah orang yang paling dekat dengan Jayden sebagai istrinya. Apalagi kalau berita Ayyara sedang mengandung bocor keluar, bisa di pastikan Ayyara akan berada di posisi yang berbahaya.
Itulah resiko nya karena dekat dan berhubungan dengan seorang mafia, di jadikan sasaran empuk oleh musuh-musuh sang kekasih.
"Gimana cucu Mama, sayang?" Tanya Agnes sambil mengusap perut Ayyara yang masih rata itu dengan lembut.
"Dia baik-baik saja, hanya saja dokter belum bisa mengatakan jenis kelamiin nya."
"Boy or girl, kita akan tetap menyambut nya dengan suka cita, sayang." Ucap Jayden bijak, dia mendekat dan mengelus kepala Ayyara dengan lembut.
"Putri ku sudah hamil, jadi kapan kamu akan menikahi nya, Jay?" Tanya David tegas, anggap saja dia sedang mode ayah saat ini.
"Besok lusa, aku akan menikahi Ayyara." Jawab Jayden membuat Ayyara berbalik dan menatap sang pria dengan tatapan tak percaya. Lusa? Secepat itukah status nya akan berganti, dari gadis menjadi seorang istri?
"L-lusa?" Tanya Agnes, dia juga sama terkejut nya dengan Ayyara. Bukankah itu terlalu singkat untuk menyiapkan semua nya? Acara pernikahan itu tidak se simpel itu kan?
"Ya, lusa. Aku akan menikahi Ayyara, tapi tanpa pesta. Aku ingin merahasiakan pernikahan ini karena aku punya alasan." Jelas Jayden, David dan Agnes menganggukan kepala mereka pertanda kalau kedua nya mengerti dengan apa yang di ucapkan oleh Jayden.
Tapi berbeda dengan Ayyara, dia adalah gadis remaja yang pikiran nya masih sangat sempit. Dia menginginkan pesta mewah untuk pernikahan nya, tapi saat mendengar kalau Jayden akan menikahi nya tanpa pesta, seketika harapan nya pupus sudah.
Kecewa? Ya, sedikit. Dia sudah mencari referensi gaya pernikahan impian nya, tapi ternyata itu tidak akan terlaksana. Ya sudahlah, yang penting mereka resmi menikah saja dulu. Masalah pesta, bukankah itu bisa di lakukan setelah menikah nanti.
"Kenapa, baby?" Tanya Jayden saat dia menyadari ada yang salah dengan ekspresi yang di tunjukkan oleh Ayyara.
"Tidak apa-apa, Dad."
"Kamu kecewa karena Daddy tidak akan mengadakan pesta pernikahan kita, sayang?" Tanya Jayden dengan peka nya. Dia mengerti benar kalau Ayyara pasti kecewa dengan semua ini, tapi keputusan ini dia ambil bukan tanpa alasan. Justru alasan dia tidak mengadakan pesta adalah demi menjaga keselamatan sang gadis.
"Sedikit, Daddy."
"Maaf ya, karena Daddy tidak bisa mewujudkan pernikahan impian kamu. Tapi, tolong mengerti ya? Posisi kita saat ini masih belum aman, jadi Daddy khawatir kalau musuh bisa saja menyusup di pesta dan membahayakan mu." Jelas Jayden dengan lembut, dia mengusap wajah Ayyara dengan lembut.
Ayyara nampak terkejut, ternyata alasan Jayden melakukan hal ini, tidak lain dan tidak bukan juga demi menjaga keselamatan nya. Sebegitu penting nya kah dia di dalam hidup Jayden, hingga dia melindungi nya dengan segala cara? Sungguh demi apapun, Ayyara tidak pernah membayangkan kalau kisah cinta nya dengan Jayden akan seperti ini.
__ADS_1
"Setelah situasi nya kondusif nanti, Daddy janji akan mewujudkan pernikahan impian mu, sayang."
"Terimakasih, Daddy. Maaf karena aku bersikap ke kanak-kanakan seperti ini." Lirih Ayyara, Jayden tersenyum tipis. Dia mengerti benar kalau hormon kehamilan pasti mempengaruhi Ayyara, padahal biasa nya dia tidak pernah begini. Dia selalu bisa melihat semua nya dengan persepsi yang bijak. Tapi sejak dia hamil, seperti nya hal-hal seperti ini akan lebih sering terjadi.
"No problem, baby. Daddy mengerti kok."
"Terimakasih, sudah sangat memahami aku, Dad."
"Tentu, itu sudah tugas ku sebagai suami kamu."
"Suami? Masih calon kan?" Tanya Ayyara, membuat Jayden terkekeh.
"Hanya satu malam lagi, setelah itu kamu akan menjadi milik Daddy seutuhnya."
"Ya, aku milik Daddy sepenuhnya." Jawab Ayyara sambil tersenyum, Jayden pun meraih tubuh Ayyara ke dalam dekapan hangat nya. Dia mengusap pelan punggung Ayyara, lalu beberapa kali mengecup mesra kening Ayyara. Membuat kedua orang tua Ayyara saling menatap satu sama lain.
'Ternyata Tuan mafia yang satu ini begitu bucin pada gadis nya, di luar saja sangat, menakutkan, kejam juga seperti singa. Tapi saat bersama pawang nya, dia tak ubah nya seekor kucing.' Mungkin, seperti itulah kedua nya membatin saat melihat interaksi antara Jayden dan Ayyara. Sungguh, ini adalah pemandangan yang sangat langka.
Kalau saja bisa di abadikan, pasti mereka akan mengabadikan nya dengan kamera ponsel. Tapi sayang sekali, dengan melakukan hal nekat seperti itu sama saja dengan bunuh diri bukan? Karena belum banyak yang tahu seperti apa wajah Ayyara, jadi melakukan hal itu sangat lah beresiko bahkan bisa di bilang berbahaya.
"Ee-eemm, tadi ada anak buah anda yang mengantarkan buah ini, Tuan." Ucap Agnes, balik lagi kalau saat ini dia adalah seorang bawahan dari Jayden. Meskipun dia mertua dari pria itu, tapi tetap saja dia takkan berani untuk melawan seorang Jayden. Sama juga nyari mati kalau dia berani melakukan hal semacam itu, jadi cari aman saja.
"Hahaha, baiklah."
"Buah apa ini?" Tanya Jayden sambil membuka kresek yang di berikan oleh Agnes.
"Mangga muda."
"Wahh, horee buah nya udah ada. Yuk ngerujak yuk?" Ajak Ayyara pada ibu nya, Agnes tersenyum lalu mengangguk. Ayyara pun mengambil sekantong buah mangga muda itu dan membawa nya ke dapur. Ngerujak siang-siang begini, mana udara di luar sangat panas, memang cocok.
"Sayang, jangan pedes-pedes rujakan nya." Teriak Jayden karena Ayyara sudah pergi bersama Agnes ke dapur untuk membuat bumbu rujak, sekalian mengupas buah mangga nya.
"Iyaaa." Jawab Ayyara. Kini, hanya ada dua orang pria di ruang tamu, kedua nya duduk dengan saling berhadapan. Jayden menatap David dengan datar, begitu juga dengan David. Kedua nya saling menatap satu sama lain, hingga akhirnya David kalah. Dia menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Ada apa, pah?"
"Tidak ada apa-apa, hanya saja aku merasa kalau kabar kehamilan Ayyara jangan sampai bocor keluar. Itu akan sangat membahayakan nyawa nya, terlebih lagi kita belum mengetahui dimana dan siapa musuh yang selalu mengintai kita kapan pun." Jelas David membuat Jayden terdiam. Benar, semua yang di ucapkan oleh David adalah kebenaran.
__ADS_1
Mau bagaimana pun, mafia atau bukan, dia tetap seorang ayah yang ingin selalu melindungi putri nya dengan segenap tenaga. Dia tidak ingin putri nya menanggung karma atas perbuatan nya.
"Ya, aku rasa juga begitu. Kita harus memberikan pengawalan khusus untuk Ayyara."
"Bukankah itu tidak berguna? Saat Ayyara di culik oleh Rendy, kemana mereka? Tidak ada bukan?" Tanya David pelan namun terdengar sangat menyinggung kalau saja Jayden tidak di bekali mental yang kuat.
"Hmmm.."
"Aku tahu kalau mereka juga manusia yang tak akan pernah luput dari kesalahan, tapi kesalahan yang di lakukan oleh anak buah mu itu sangat fatal, Jay."
"Baik, aku mengerti. Aku akan merekrut orang-orang baru dari bawah perintah Jack." Ucap Jayden dengan tatapan yakin.
"Aku percaya kalau kau bisa melindungi putri ku, Jay. Tapi jangan pilih pengawal yang bodooh, untuk apa kau membayar nya mahal-mahal kalau tidak bisa melindungi satu orang saja?" Tanya David membuat Jayden terkekeh geli. Tapi, yang di katakan oleh David memang ada benar nya juga.
Untuk apa dia menghambur-hamburkan uang untuk orang yang tidak berguna? Sayang uang nya, dari pada di kasih ke orang-orang seperti itu. Ada baiknya dia memberikan uang nya itu pada author kesayangan kita semua ini, yang baik dan tidak sombong ini. Readers juga bisa memberikan dukungan sama author dengan memberikan gift berupa kopi, atau bunga ya. (Malah promosi, wkwk)
"Ya, aku paham. Aku juga ingin merahasiakan pernikahan ini untuk mencegah musuh bisa menyusup."
"Aku dan Agnes sudah sepakat dengan hal ini, tapi bagaimana dengan Ayyara? Dia cukup kecewa bukan?" Tanya David, dia juga mengkhawatirkan keadaan putri nya.
"Dia akan mengerti, Ayyara adalah gadis yang pengertian. Itulah yang membuat aku akan berjuang sekuat tenaga untuk menjaga nya dengan baik."
"Aku pegang kata-kata mu, Jay. Kau harus memastikan keselamatan putri ku." Peringat David, membuat Jayden menatap wajah sang papa mertua dengan tatapan penuh arti. Artinya apa? Entahlah, hanya Jayden yang mengetahui nya.
"Ya, kau bisa memegang kata-kata ku. Aku akan melakukan apapun agar Ayyara baik-baik saja."
"Tentu saja, sekali saja kau menyakiti Ayyara, aku akan segera membawa nya pulang." Tegas David. Jayden tersenyum kecil lalu menganggukan kepala nya.
"Baik, papa mertua." Jawab Jayden. lagi-lagi dia tersenyum kecil.
David hanya menatap wajah tampan Jayden sekilas, lalu juga tersenyum kecil. Dia harus percaya pada Jayden, dia adalah pria yang tepat untuk menjaga putri nya dari penjahat. Tapi, Jayden lah yang menjadi penyebab nyawa nya di incar. Dendam-dendam musuh Jayden lah yang mengincar nyawa Ayyara.
Kalau saja Ayyara tidak berhubungan dengan Jayden, tapi mungkin inilah yang di namakan takdir. Takdir lah yang mempertemukan mereka. Pertemuan tidak terduga yang membuat kedua nya saling terikat satu sama lain hingga sekarang ini.
.....
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1