
Masih dalam suasana yang cukup mengejutkan bagi Ayyara, gadis itu sedang duduk bersisian dengan Jayden. Kedua orang tua nya menatap nya dengan penuh kehangatan, berbeda dari biasa nya.
"Sayang, maafin papah ya? Maaf, kalau selama ini kami terlalu sibuk dengan pekerjaan. Tapi maaf, calon suami mu lah yang meminta papah pergi kesana kemari untuk menyelesaikan misi." Ucap David membuat Ayyara mau tak mau pun harus mempercayai apa yang sedang dia hadapi saat ini, karena semua ini adalah kebenaran.
"Tak apa-apa, pah." Jawab Ayyara sambil tersenyum manis. Sedangkan Jayden menatap Ayyara dengan senyum manis yang tersungging di bibir nya, membuat David dan Agnes cukup takjub. Kenapa? Ya, karena ini adalah pertama kali nya mereka melihat Jayden tersenyum seperti itu.
"Ternyata, dia bisa tersenyum semanis itu ya, pah?" Bisik Agnes pada David.
"Iya, Mah. Padahal kalo di markas vibes nya beda jauh ya, gak ada-ada nyeneng-nyenengin nya. Yang ada cuma nakutin, tapi disini aura mafia nya gak ada." Balas David sambil berbisik juga.
"Ngapain kalian bisik-bisik gitu hmm?"
"Aaa, tidak-tidak, tuan." Jawab David pelan. Takut? Jelas saja, dia takut pada Jayden. Menyenggol nya sedikit saja, sudah bisa di pastikan nyawa nya akan melayang. Tapi, sekarang dia adalah mertua nya kan? Jadi, mungkin saja Jayden takkan sekejam itu pada mertua nya sendiri bukan? Tapi entahlah, dia tidak tahu. Untuk sekarang, dia memilih jalur aman saja agar hidup nya tenang.
"Daddy.." Panggil Ayyara lirih, membuat Jayden langsung menatap wajah sang gadis dengan tatapan hangat.
"Yes, baby.."
"Maaf, karena tadi aku sempat merasa kesal sama Daddy."
"No problem, baby." Jawab Jayden sambil mengusap puncak kepala Ayyara dengan lembut. Gadis itu juga tersenyum saat Jayden mengusap kepala nya, inilah yang dia sukai dari Jayden. Dia selalu memperlakukan nya dengan sangat baik dan penuh kelembutan. Meskipun katanya dia adalah seorang mafia kejam, tapi dengan kekuatan cinta bahkan jelmaan iblis sekalipun akan luluh.
"Jadi, maksud kedatangan kalian kemari itu untuk apa? Meminang putri kami?" Tanya David, kali ini dia bersikap sebagai seorang ayah yang tegas. Bukan sebagai bawahan dan Jayden adalah atasan nya.
"Iya, saya Jayden ingin melamar putri anda untuk menjadi istri dan ibu dari anak-anak saya nanti." Jawab Jayden. Nada suara nya terdengar jelas tanpa keraguan sedikit pun. Dia juga mengubah cara bicara nya menjadi formal seperti ini, ya di depan calon mertua harus sopan kan, biar di terima langsung. Kalau tidak di terima, setidaknya Jayden sudah menanam benih bayi di rahim Ayyara. Jadi biarlah cucu yang bicara nanti.
"Saya sama istri, terserah sama Ayyara nya aja. Kalau dia nya bersedia, saya tak mungkin melarang. Apalagi ini demi kebahagiaan nya." Jawab David. Dia menatap putri nya yang juga tengah menatap nya dengan kedua mata yang berkaca-kaca.
Jujur saja, dia benar-benar terharu saat ini karena ucapan sang ayah yang benar-benar membuat hati nya menghangat. Akhirnya, dia menyadari kalau sang ayah ternyata sangat menyayangi nya. Meskipun di awal, dia sempat kecewa karena sang ayah yang terlalu sibuk dengan pekerjaan nya. Tapi ternyata, Jayden lah yang sudah memberikan kedua orang tua nya tugas.
"Jadi, bagaimana Baby? Apa kamu bersedia?" Tanya Jayden, membuat Ayyara terlihat sedikit terkejut karena awalnya dia sedang bengong.
"H-ahh, apa?"
__ADS_1
"Astaga, Ayya.." Agnes menggelengkan kepala nya, disaat seperti ini saja putri nya ini masih sempat-sempatnya bengong seperti itu.
"Hehe, maaf.."
"Ayyara, malam ini aku datang dengan niat yang sudah cukup lama aku rencanakan, mungkin terasa tiba-tiba bagimu, tapi tidak bagiku. Aku tidak ingin selama nya mengikat mu dalam suatu hubungan yang tidak jelas, maka dari itu.." Jayden menjeda ucapan nya, jujur saja ini adalah pertama kali nya dia bicara sepanjang ini di depan banyak orang.
"Aku King Jayden Wiratama, datang untuk melamar mu. Meminang mu untuk menjadi istri dan anak-anak ku kelak, so will you marry me?" Tanya Jayden, dia menatap wajah Ayyara dengan intens.
Jujur saja, Ayyara belum siap dengan komitmen seperti ini. Tapi, begitu melihat kesungguhan nya dan juga melihat kedua orang tua nya yang menyerahkan semua keputusan padanya, akhirnya gadis itu menghela nafas pelan lalu menganggukan kepala nya.
"Yes, i will, Daddy. Tolong ingatkan aku, jika aku salah. Aku akan belajar tentang cara menjadi seorang istri dan ibu yang baik untuk anak-anak kita nanti." Jawab Ayyara membuat wajah Jayden berbinar cerah. Dia sangat bahagia karena akhirnya gadis pujaan nya menerima pinangan nya.
Ya, meskipun dia sudah yakin kalau Ayyara takkan bisa menolak karena dia lah pria yang sudah merenggut kesucian gadis itu untuk yang pertama kali nya. Jadi, rasanya akan sedikit boddoh jika Ayyara menolak lamaran Jayden.
"Terimakasih, baby.." Jayden meraih Ayyara ke dalam pelukan nya, tapi di tengah-tengah acara yang hangat itu, tiba-tiba saja ada kilatan cahaya di langit, Ayyara menyadari nya dan ternyata itu adalah pesta kembang api yang sengaja Jayden siapkan untuk menyambut rasa suka cita nya karena lamaran nya di terima.
Ya, berarti pria itu sudah sangat percaya diri kalau lamaran nya akan di terima, terbukti dari rencana yang sudah tersusun rapih, bahkan pesta kembang api nya pun memakai nama Ayyara di langit. Membuat gadis itu terlihat sangat bahagia, bagaimana tidak bahagia? Dia di lamar dengan cara yang cukup mengejutkan, tapi benar-benar membuat nya bahagia, sangat bahagia.
Jelas saja, hal itu membuat semua orang yang ada disana panik, terutama Jayden. Dia langsung memeluk dan berusaha membangunkan Ayyara, tapi hasilnya nihil karena gadis itu tak kunjung sadarkan diri juga.
"Sayang, hey bangun. Kamu kenapa, sayang?" Jayden menepuk-nepuk pelan pipi Ayyara, tapi usaha itu belum juga membuahkan hasil.
"Jack, siapkan mobil. Kita ke rumah sakit sekarang!" Perintah Jayden, Jack pun menurut dan langsung menyiapkan mobil. Sedangkan David dan Agnes sudah rempong, mereka benar-benar kaget dengan putri nya yang tiba-tiba saja jatuh pingsan. Padahal dari tadi, dia baik-baik saja.
"Sayang, bangunlah. Kamu kenapa, Nak? Tolong jangan buat Mama mu ini khawatir, sayang." Ucap Agnes, wanita itu sudah menangis bombay.
"Cepat, kita bawa Ayyara ke rumah sakit. Aku khawatir terjadi sesuatu padanya." Ucap Jayden, David dan Agnes langsung setuju dan mereka pun mengekor di belakang Jayden untuk pergi ke rumah sakit. David duduk di depan bersama Jack, di bangku belakang ada Jayden yang memangku Ayyara di paha nya dan ada Agnes juga yang ikut.
"Astaga, apa yang terjadi padamu, sayang?"
"Tuan, seharian ini Ayyara tidak makan." Celetuk salah satu maid yang duduk di belakang, asal kalian tahu saja kalau maid itu ternyata adalah orang suruhan Jayden. Di rumah David, Jayden mengutus beberapa orang yang menyamar menjadi penjaga keamanan, maid dan beberapa orang lain, salah satu nya ya yang menyamar jadi tukang bakso hari itu. Tapi sekarang, bakso jualan nya bangkrut karena banyak yang ngutang.
"Kenapa?"
__ADS_1
"Saya kurang tahu, bahkan makanan favorit nya yang di masakan ibu pun sama sekali tidak dia sentuh, Tuan." Jelas nya membuat Jayden terkejut.
"Apa dia tidak makan apapun, sama sekali?"
"Hanya memakan sepiring buah, itu saja. Tapi, tadi saya sempat menanyakan apa kah Nona Ayya sedang sakit, karena dia terlihat lemas, bibir nya pucat, bahkan dia sempat muntah-muntah di kamar mandi, tuan."
"Muntah-muntah?" Tanya Jayden dengan kening yang mengernyit keheranan.
"Iya, Tuan. Begitu saya tanya, Nona Ayya mengatakan kalau dia hanya masuk angin biasa. Maka dari itu, saya membuatkan nya teh jahe." Ucap nya, Jayden dan Agnes saling bertatapan, seperti nya ada yang salah dengan Ayyara hingga bisa pingsan seperti ini. Seharian ini juga dia tidak makan apapun. Jadi, bukan kah harusnya dia patut curiga dengan kondisi sang gadis saat ini?
'Aku berharap, semoga ini bukanlah sekedar masuk angin.' Jayden membatin, dia benar-benar berharap kalau Ayyara bukanlah masuk angin tapi kemasukan bayi, alias hamil. Bisa di bayangkan akan semenyenangkan apa kalau sampai Ayyara benar-benar hamil? Dia akan memuja wanita itu seumur hidup nya karena sudah mau mengandung anak nya.
Jack mengemudikan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan tinggi, semua nya sudah terbiasa dengan hal itu, jadi tidak ada yang berani komplain. Mereka hanya diam, Jayden terus mengusapi kepala Ayyara.
Setelah sampai di rumah sakit, Jayden langsung menggendong Ayyara keluar dari mobil. Sedangkan Jack, dengan sigap dia membawa brankar dari ruangan IGD, sekalian dia memberitahukan perawat yang berjaga kalau ada pasien yang datang.
Perawat pun langsung sibuk menyambut kedatangan pasien yang terlihat lemas tak sadarkan diri.
"Harap menunggu disini sebentar, kami akan memeriksa nya."
"Baik, sus." Jawab David. Perawat itu pun mengangguk dan mendorong brankar yang berisi Ayyara yang tak sadarkan diri itu masuk ke dalam ruangan. Jayden menatap kepergian sang gadis, di iringi dengan pintu dan gordeng yang tertutup hingga dia tidak bisa melihat Ayyara lagi.
Pria itu terlihat sangat khawatir, dia berjalan mondar mandir kesana kemari dengan gelisah, hingga membuat David dan juga Jack kompak menggelengkan kepala mereka saat melihat tingkah Jayden yang menurut mereka agak sedikit berlebihan. Selain itu mereka juga pusing, karena Jayden terus berlalu lalang seperti sebuah setrikaan.
"Ternyata melihat pemimpin mafia yang katanya sadis plus kejam lagi panik gini lucu juga ya, Om."
"Iya, tapi mafia juga manusia, Jack." Jawab David sambil tersenyum kecil. Benar, sekuat apapun seorang pria, dia akan tetap terlihat lemah saat berhubungan dengan orang yang dia cintai, termasuk Jayden. Dia tidak peduli dengan reputasi kejam dan sadis yang sudah dia bangun sejak lama hilang. Karena saat ini yang dia khawatir kan hanyalah keadaan Ayyara.
'Semoga kamu baik-baik saja, sayang. Aku sangat berharap kalau sebenarnya kamu tidak sakit, tapi sedang mengandung buah cinta kita.' Batin Jayden. Entahlah, dia benar-benar sangat berharap kalau saat ini Ayyara sedang mengandung, meskipun pada kenyataan nya dia tidak tahu sebenarnya Ayyara kenapa, apakah dia sakit atau hanya mabok ayang, alias mabuk kecebong.
.......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1