Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 68 - Drama Pengusiran


__ADS_3

"Ada apa ini?" Tanya seseorang yang baru saja turun dari kamar nya, dia menuruni tangga dengan wajah super duper datar nya. Tapi tatapan nya menyalak tajam, terutama pada maid yang saat ini sedang berhadapan dengan istrinya, maid itu menunduk. 


Entah ketakutan atau malu, yang jelas Jayden takkan pernah mentoleransi siapa pun yang sudah berani berurusan dengan istri nya, inti nya keluarga nya. Jayden akan sangat marah kalau dia melihat istrinya di sakiti. 


"Dad, dia memakai putra kita." Ayyara mengadukan semua nya pada suami nya. Dia benar-benar tidak terima maid itu memaki-maki Arsen, putra nya. 


"Benarkah?" Tanya Jayden. Tapi begitu melihat ekspresi murung anak itu, dia juga terlihat ketakutan. Dia menyembunyikan wajah nya di perut Ayyara sambil memeluk nya. 


"Apa Daddy berpikir aku berbohong? Lihat saja, Arsen sampai ketakutan begini, Dad." 


"Tapi Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar tidak mengetahui kalau anak ini adalah putra kalian." Lirih Maid itu sambil menundukkan kepala nya, dia tak berani menatap ke arah Jayden maupun Ayyara. 


"Tapi, Dad. Harusnya dia tuh gak perlu memaki-maki anak kecil, sebagai orang yang berpendidikan, hal ini benar-benar gak pantas. Apalagi kata-kata kasar nya tak pantas di ucapkan pada anak kecil." 

__ADS_1


"Istriku benar, ini menyangkut kesopanan mu. Ini benar-benar menyinggung perasaan ku, juga istriku. Jangan lupakan, putraku juga!" Tegas Jayden, urat-urat di leher nya menegang karena amarah. 


"Tuan, maafkan saya. Saya benar-benar minta maaf, saya tidak tahu."


"Tetap saja, mulut mu itu harus di ajari sopan santun!" Tegas Jayden, dia pun memanggil penjaga keamanan di rumah dan saat itu juga maid itu di seret keluar dari mansion.


"Dad, tapi apa itu tidak terlalu berlebihan?" Tanya Ayyara saat melihat maid itu di seret dengan paksa. Dia meronta, tapi karena perintah yang tegas dari Jayden, petugas keamanan sekaligus bodyguard itu tidak melepaskan nya dan tetap menyeret maid itu dengan kasar. 


"Tidak, siapapun yang sudah mengusik keluarga ku, takkan aku beri ampun." Jawab Jayden, membuat Ayyara tersenyum. Begini saja dia sudah merasa senang karena tanda nya Jayden sudah menerima Arsen menjadi putra nya. 


"Sayang, jawab Mommy.." Ayyara meraih dagu Arsen, membuat anak laki-laki itu mendongak menatap wajah nya. Ayyara begitu terkejut saat melihat raut sendu Arsen, bahkan ada air mata yang menggenang di pelupuk mata nya. 


"Sayang, maafin Mommy.." Lirih Ayyara, dia langsung meraih Arsen ke dalam pelukan nya. Dia tidak tega melihat ekspresi yang di perlihatkan oleh Arsen. 

__ADS_1


"Maaf, karena Mommy datang terlambat." Lirih wanita hamil itu sambil memeluk Arsen, dia mengusap-usap kepala anak itu dengan lembut. 


"Tidak apa-apa, Mom. Arsen baik-baik saja."


"Kamu anak yang baik, sayang." Ucap Ayyara, dia mengecup kening dan pipi Arsen lalu mengusap air mata yang sedari tadi menghiasi kedua mata polos Arsen. 


"Kita makan ya? Mommy masak cumi asam manis sama soto, Arsen suka kan?" Tanya Ayyara. Arsen mengangguk perlahan, ketiga nya pun pergi ke ruang makan dengan Ayyara yang menggandeng lengan kecil Arsen. 


Arsen melirik-lirik ke arah Jayden, dia ingin juga di gandeng oleh Jayden, sebagai ayah harusnya itu. Tapi, dia takut kalau melintas nya secara langsung. Jujur saja, dia takut saat melihat wajah garang pria itu. 


Tapi seolah mengerti dengan apa yang di inginkan oleh Arsen, Jayden pun meraih tangan kecil Arsen dan menggandeng nya seperti Ayyara. Wanita hamil itu melihat apa yang di lakukan oleh suami nya, dia menyunggingkan senyuman manis saat melihat Jayden melakukan hal yang sama dengan nya. 


Jayden juga melirik ke arah sang istri, dia juga tersenyum begitu melihat istri nya terlihat senang melihat apa yang di lakukan nya, jadi dia yakin kalau apa yang dia lakukan ini sudah benar. 

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2