Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 62 - Memanjakan Bumil #2


__ADS_3

Jayden menggandeng lengan sang istri dengan mesra, kedua nya sepakat untuk pulang setelah Jayden selesai berbelanja pakaian dinas khusus laki-laki. Tak lupa, dia juga membelikan pakaian dinas untuk istri nya. Pasti dia akan sangat menggemaskan saat mengenakan pakaian dinas dengan perut yang membuncit, membayangkan nya saja membuat Jayden tersenyum manis. 


"Mom, mau beli cemilan dulu buat di rumah?" Tanya Jayden, kedua nya sedang berjalan ke parkiran. 


"Nanti berhenti di minimarket deh, aku mau sosis gitu terus di goreng pake mentega." Jawab Ayyara, membuat Jayden tersenyum lalu menganggukan kepala nya. Dia membukakan pintu mobil untuk sang istri, setelah memastikan sang istri duduk dengan nyaman, barulah dia berlari memutari mobil dan ikut masuk. 


Jayden menghidupkan mesin mobil sport nya, lalu melajukan nya dengan kecepatan rata-rata. Ayyara nampak menikmati perjalanan, dia masih asik dengan cemilan di tangan nya. Tahu pom-pom yang tadi belum habis, karena Ayyara membeli yang kemasan besar. 


"Mom.."


"Iya, Daddy.." 


"Nyobain dong, kayaknya enak." Pinta Jayden, Ayyara mengangguk dan menyuapi suami nya dengan cemilan miliknya. 


"Enak kan?"


"Iya, enak Mom. Nanti kalau kita jalan-jalan lagi, beli yang banyak." Jawab Jayden, dia pun membiarkan istri nya melanjutkan acara ngemil nya. Dia juga fokus mengemudikan kendaraan roda empat nya. Hingga di depan minimarket, Jayden menghentikan laju kendaraan nya. Ayyara dan Jayden turun dengan tangan yang masih saling bertautan dengan mesra. 


Pasangan suami istri itu masuk dan Jayden memilih mengekor di belakang istri cantik nya dengan menenteng keranjang, barangkali istri nya akan berbelanja cukup banyak. 


"Dad, aku mau beli sosis sama bakso ini. Katanya enak, Dad." 


"Beli, kalau perlu borong sekalian buat stok di rumah kalau kamu bosen tinggal makan aja sosis sama bakso nya." Jawab Jayden sambil tersenyum. Ayyara tersenyum, dia mengambil beberapa bungkus sosis dan juga bakso nya. Dia juga membeli beberapa minuman sehat untuk nya. 


"Beli ini ya, Dad?"


"Apa itu?" Tanya Jayden, dia mana tahu minuman apa yang di pegang oleh istrinya.


"Susu gitu tapi ada rasanya, aman buat bumil kok. Yang ini yoghurt, kayaknya enak kalo aku bikin salad buah." 


"Ohh, yaudah beli saja, sayang. Nanti Daddy minta Jack untuk membeli buah-buahan nya sekalian." Jawab Jayden. Ayyara pun mengiyakan saja, wanita hamil itu mengambil beberapa cemilan dan juga mie instan. Meskipun dia sempat beberapa kali berdebat dengan suami nya, karena Jayden tim makan makanan sehat. 


"Mommy, jangan beli mie instan. Gak baik buat kesehatan kamu."


"Isshh, Daddy! Tapi kan aku mau." Rajuk Ayyara sambil cemberut, iya sih dia meletakan kembali mie yang sudah dia ambil, tapi ekspresi nya terlihat tidak terima.


"Mommy, kamu harus mikirin janin yang ada di perut kamu juga dong."


"Tapi kan kata dokter juga gapapa kalau makan nya gak setiap hari, Dad." Jawab Ayyara, dia masih berusaha membujuk suami nya agar mengizinkan nya untuk membeli mie instan.


"Masalah nya, kamu itu kalo di rumah ada mie instan pasti bawaan nya pengen terus. Daddy tahu gimana gilaa nya kamu sama mie instan."


"Daddy, pliss ya? Janji deh aku gak bakalan makan ini sering-sering." 


"Ya sudah, Mom. Beli saja kalau begitu, tapi awas ya kalau kamu makan nya setiap hari." Peringat Jayden, membuat Ayyara tersenyum kesenangan. 


"Oke, Daddy." Jawab Ayyara, dia pun mengambil beberapa bungkus mie instan ala Korea dan menyimpan nya ke dalam keranjang yang di pegang oleh suami nya.

__ADS_1


"Makan mie instan, di pakein sosis sama bakso. Wah, pasti enak banget deh."


"Pakai telor, biar kenyang." Celetuk Jayden membuat wajah Ayyara berbinar. Ya, telur nya setengah matang. Pasti akan sangat enak, apalagi di makan nya sambil menonton drama Korea. Wihh, sempurna.


"Ayoo beli, di rumah nanti aku mau langsung bikin." 


"Iya, Mom." Jayden menjawab dengan senyuman kecil nya, dia merasa lucu saja saat melihat wajah istri nya yang sangat menggemaskan bagi nya. Ayyara pun menarik tangan Jayden ke etalase yang menjual telur ayam. Ada juga telur bebek, tapi sepertinya Ayyara tidak menyukai nya. 


"Beli yang omega, Mom." 


"Yang biasa juga ya?" Tanya Ayyara, Jayden mengangguk. Ayyara pun membeli dua box telur omega masing-masing berisi 12 butir. Wanita hamil itu juga membeli telur biasa satu box berisi enam butir. 


"Cukup?"


"Cukup, Dad." Jawab Ayyara, setelah itu mereka pun membayar. Ya, tepatnya Jayden yang membayar, bukan Ayyara. Bumil itu hanya melihat-lihat saja, tapi mata nya malah salah fokus ke arah coklat yang terpampang jelas di etalase dekat kasir.


"Dad.." Bisik Ayyara sambil menggandeng lengan besar suami nya.


"Yes, Mommy. Why?" Tanya Jayden.


"Mau coklat, boleh?"


"Of course, Mommy. Anything for you, how many?" Tanya pria itu, sebisa mungkin dia tidak akan pernah menolak apapun yang istri nya inginkan, selama itu tidak membahayakan dan membuat mood bumil nya baik-baik saja. 


"Beli tiga ya, Dad."


"Oke, Mom." Jawab Jayden. Dia pun mengambil tiga batang coklat dan meletakan nya di kasir. 


"Tapi istri saya mau nya cuma tiga." Jawab Jayden. Dia mana suka saat istri nya makan barang gratisan, selagi dia mampu dia akan membelikan nya saja, tanpa peduli itu barang promo atau tidak. 


"Tapi.."


"Yang satu nya, ambil saja untukmu. Istriku alergi barang gratis." Jawab Jayden dengan wajah datar nya, kasir itu pun menganggukan kepala nya. Dia pun mengambil satu batang coklat yang di promokan itu, lalu Jayden pun membayar semua belanjaan nya. 


"Total nya delapan ratus tiga puluh, Tuan." Ucap kasir itu. Jayden mengambil uang cash dari dompet nya yang tebal karena berisi uang dan kartu-kartu yang berderet. Dia mengulurkan sembilan lembar uang berwarna merah ke arah kasir itu. 


"Ambil saja kembalian nya, terimakasih." Jawab Jayden datar, dia pun menggenggam tangan sang istri lalu kedua nya pun pergi. Sedangkan kasir itu senyam senyum sendiri, sudah dapet satu batang coklat gratis, dapet bonus tujuh puluh ribu pula. Itu sudah lebih dari lumayan, bukan?


Sesampai nya di rumah, Ayyara pun menata cemilan dan barang belanjaan nya di lemari, ada juga beberapa yang dia simpan di kulkas. 


"Mom, boleh minta bikinin kopi?"


"Boleh, Dad. Sebentar ya." Jayden mengangguk, dia mengecup singkat pipi kanan kiri sang istri lalu meninggalkan nya di dapur. Pria itu mendudukan pantaat nya di sofa ruang tamu, dia bersandar nyaman di sandaran sofa sambil memejamkan mata nya. Tubuh nya cukup lelah juga setelah seharian menemani bumil jalan-jalan dalam rangka memanjakan nya. 


Ya, hari ini Jayden benar-benar tidak bisa mengatakan tidak pada istri nya. Apapun yang dia inginkan, semua nya Jayden belikan. Termasuk mie instan, pria itu paling anti dengan makanan instan karena bagi nya itu tidak sehat. Tapi saat Ayyara menginginkan nya, dia langsung memperbolehkan. Dari pada mood bumil itu memburuk, sebaiknya di turuti saja. 


Tak lama kemudian, Ayyara datang dengan secangkir kopi di tangan nya. Dia meletakan nya di atas meja, Ayyara mendekat lalu duduk di samping sang suami. Dia tahu benar kalau suami nya pasti kelelahan, dia pun memijat lengan suami nya dengan perlahan. 

__ADS_1


Sontak saja, Jayden langsung membuka kedua mata nya. Dia melirik ke samping, dimana ada sang istri yang tengah memijat lengan nya.


"Mom.."


"Iya, Dad. Kenapa?" Tanya Ayyara sambil menebar senyum manis nya ke arah sang suami. 


"Jangan memijat, nanti kamu kecapean."


"Dih, cuma mijet doang capek apa nya? Paling cuma pegel doang, kecuali mijet nya sambil main di kasur." Jawab Ayyara sambil tertawa. 


"Kamu ini, Mom.." Jayden menyentil pelan hidung mancung sang istri dengan gemas. 


"Sakit lho ini, Dad." Rengek sang istri, membuat Jayden tertawa. Sejak berhubungan dengan Ayyara, Jayden menjadi lebih sering tertawa lepas karena tingkah laku gadis itu yang selalu membuat mood nya membaik. 


"Hehe, maafin Daddy ya, Mom."


"Gapapa kok, Dad. Aku mau masak mie aja ya, laper soalnya."


"Laper? Tapi kita kan tadi makan sushi sama ramen, Mom. Belum lagi cemilan nya."


"Gak boleh ya?" Tanya Ayyara, sambil menatap suami nya dengan sendu. Ya dia tidak tahu kenapa menjadi se sensitif ini setelah hamil. Bahkan perkataan yang menurut Jayden biasa saja, bisa memercik pertengkaran hebat sekarang. Jadi, Jayden harus ekstra berhati-hati saat bicara dengan istri cantik nya yang tengah di landa mood swing karena kehamilan nya. 


"Boleh kok.."


"Yaudah, aku bikin dulu ya. Daddy mau?" Tawar Ayyara, tapi suasana nya memang benar-benar mendukung. Di luar sana sedang hujan deras, pasti akan sangat enak jika memakan mie instan pedas dengan sosis dan bakso. 


"Boleh deh, Daddy mau mie yang pedes."


"Okeh." Jawab Ayyara, dia pun pergi ke dapur untuk membuat mie instan nya. Wanita hamil itu mendidihkan air terlebih dulu, lalu memasukkan mie nya dan juga sosis, bakso nya. Setelah itu dia menambahkan dua butir telur omega, lalu menuang bumbu nya sekalian. Dia juga menambahkan sayuran dan juga jamur. 


"Dad, udah mateng." Teriak Ayyara, Darren pun langsung mendekat ke arah sang istri dan duduk manis menunggu sang istri menyajikan mie untuk nya. 


"Ini buat Daddy.."


"Terimakasih, Mom." Jawab Jayden, Ayyara mengiyakan. Dia juga mengambil mie untuk nya sendiri, lalu kedua nya makan dengan lahap. 


"Enak kan, Dad?"


"Gak tahu karena mie nya yang memang enak, atau karena kamu yang masak makanya rasa nya jauh lebih enak." Jawab Jayden yang membuat Ayyara terkekeh. 


"Daddy bisa aja, ayo tambah lagi Dad."


"Mommy juga harus makan yang banyak ya, biar adek bayi nya seneng."


"Oke, Daddy." Jawab Ayyara, dia pun makan dengan lahap. Rasa mie yang dibuat oleh Ayyara benar-benar enak, rasa gurih, pedas bersatu padu menciptakan sensasi rasa yang luar biasa. 


.....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻



__ADS_2