Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 87 - Menyenangkan Arsen


__ADS_3

"Apa kamu tahu, kalau sering berbohong itu akan membuat orang-orang tidak akan percaya sama kita meskipun apa yang kita bicarakan itu benar adanya lho, boy."


"Benarkah itu, Om?"


"Ya, tentu saja. Makanya, kalau ada apa-apa langsung bicara sama Om ya. Jangan sama Daddy dulu, bicara nya sama Om. Oke?" Tanya Roy, Arsen menganggukan kepala nya. Dia paham benar ucapan Roy, lagi pun dia tak mungkin membiarkan Daddy nya memukul Om Roy hanya karena dirinya berbohong kan.


"Janji kelingking?" Roy mengacungkan jari kelingking nya, Arsen pun menautkan jari kelingking nya disana. 


"Janji, Om." 


"Baguslah, tumbuh jadi anak yang hebat dan bisa membanggakan Mommy dan Daddy mu ya, Boy."


"Baik, Om. Untuk itu, Arsen harus belajar dengan sungguh-sungguh kan?" Ucap anak kecil itu. 


"Tentu saja, Boy. Jadi kita makan burger hari ini?" Tanya Roy. Dia melirik sekilas ke arah Arsen yang sudah menunjukkan wajah antusias nya. Dia benar-benar antusias karena akan mencoba makanan yang selama ini hanya bisa dia lihat dari luar restoran karena dia tak mampu untuk membeli makanan itu. 


"Oke, let's go.." 


Aneh saja, tiba-tiba Roy menjelma menjadi pria yang ceria dan banyak bicara. Padahal biasa nya, dia tidak terlalu suka bicara. Kalau pun bicara hanya seperlu nya saja, dia juga tidak terlalu menyukai anak kecil, tapi hal itu benar-benar berbeda saat dia melihat Arsen. 


Anak yang tampan dengan penuh energi fositif di dalam dirinya, anak yang lucu namun sayang sekali memiliki nasib yang kurang baik. Untung saja ada Jayden dan Ayyara yang menemukan Arsen, kalau tidak, mungkin saja saat ini Arsen masih menjadi anak gelandangan. 


Sesampai nya di tempat yang menjual burger, Roy pun menggandeng tangan kecil Arsen untuk masuk ke dalam kedai yang cukup ramai itu. Sontak saja, melihat kedatangan Roy, pengunjung langsung berteriak histeris melihat ketampanan seorang Roy. 


"Itu pada kenapa ya, Om?"


"Kamu gak ngeuh gitu kalau Om itu tampan?" Tanya Roy dengan percaya diri, membuat Arsen terkekeh.

__ADS_1


"Om pede banget deh."


"Ya haruslah. Yuk pesen, mau yang mana?" Tanya Roy sambil melihat ke arah layar yang memperlihatkan banyak aneka burger yang tersedia.


"Arsen gak tahu mau yang mana?"


"Om pesenin yang biasa Om pesen aja gimana? Enak kok."


"Iya, Om. Tapi Arsen minum nya pengen ini." Tunjuk Arsen ke gambar minuman bersoda.


"Gak boleh, itu minuman bersoda buat orang dewasa. Kamu minum nya ini aja, oke?" Arsen menunjuk ke arah minuman dengan tokoh kartun penguin. 


"Yaudah, Arsen mau dua."


"Siap, Tuan muda." Jawab Roy sambil tersenyum kecil. 


"Duduk dulu yuk, sambil nunggu." Ajak Roy, Arsen pun menurut. Tapi ternyata hanya ada satu bangku kosong yang tersisa. 


"Kamu saja yang duduk, Boy." 


"Om saja." 


"Ya sudah, biar adil kamu duduk nya di pangkuan Om saja." Jawab Roy, dia pun duduk sambil memangku Arsen di pangkuan nya. 


'Huaaaa, andai aja gue yang bisa duduk di pangkuan tuh cowok. Pasti seneng banget.' Ucap salah satu gadis yang duduk tepat di belakang kursi yang di duduki oleh Roy dan Arsen. 


"Heboh bener dah, keliatan banget norak nya. Apa dia baru melihat orang ganteng apa gimana?" Gumam Roy sambil menggelengkan kepala nya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, pesanan Roy pun selesai. Pria itu segera mengambil dan membayar nya, setelah itu dia kembali menggandeng tangan kecil Arsen keluar dari kedai itu. Mereka pun masuk ke dalam mobil. 


"Nah, makan nya di jalan aja ya? Nanti Daddy kamu marah kalau kamu terlambat pulang."


"Iya, Om. Terimakasih, ya." Arsen pun membuka salah satu bungkusan makanan siap saji itu dan memakan nya. Arsen memejamkan mata nya sambil menikmati makanan yang tengah dia kunyah. 


Arsen melihat burger yang sedang dia makan, rasanya sangat enak. Sekali lagi, Roy melihat kalau kedua mata Arsen berkaca-kaca. Tapi dengan cepat dia mengusap nya. 


Dulu, Arsen hanya bisa melihat dari kaca jendela restoran makanan ini sambil menelan ludah nya dengan kepayahan. Tapi sekarang, dia sedang memakan makanan ini dengan lahap. Sungguh, ini adalah suatu kebahagiaan bagi Arsen. 


"Kenapa hmm? Om perhatikan, sedari tadi kamu berkaca-kaca sambil makan. Kamu kenapa?" Tanya Roy lirih.


"H-aahh, enggak kok Om."


"Kamu gak bisa bohong dari Om, mata kamu menjelaskan semua nya." Jawab Roy, membuat Arsen menundukan kepala nya. 


"Dulu, Arsen sering lihatin makanan ini dari jendela restoran itu, Om. Mau makan ini, tapi uang nya gak ada. Tapi sekarang, Arsen memakan nya." Lirih Arsen membuat hati Roy lagi-lagi tertampar oleh kenyataan yang menyakitkan. 


"Kamu mau makan ini setiap hari? Bilang saja sama Om, ya. Sekarang, apapun yang Arsen mau, pasti Om beliin." Jelas Roy.


"Tidak, Om. Nanti Om di marahin sama Daddy, soalnya ini makanan gak sehat kan?" 


"Hmm, ya sudah kalau mau makan yang lain nanti bilang sama Om ya?" ucap Roy lagi.


"Iya, Om. Terimakasih.." Ucap Arsen, dia pun kembali memakan burger nya dengan lahap. 


.....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2