
Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya mobil yang di kemudikan oleh Roy pun sampai di rumah besar milik Jayden. Arsen langsung keluar dari mobil dengan berlari, dia membawa paperbag di tangan nya berisi burger yang belum dia habiskan. Tadi, Roy membeli dua burger dan itu untuk Arsen semua nya.
"Mommy.." Teriak Arsen sambil menghambur memeluk Ayyara yang kebetulan sedang berada di taman berjalan-jalan.
"Wah, jagoan Mommy sudah pulang ternyata." Ucap Ayyara, dia membalas pelukan Arsen. Wanita itu mengecupi wajah tampan putra nya, juga mengunyel-unyel pipi Arsen yang sekarang sudah nampak berisi.
Awal-awal, pipi nya masih tirus tapi sekarang sudah berubah menjadi cabi karena Ayyara selalu memanjakan perut putra nya dengan makanan-makanan bergizi.
"Mommy, tau gak? Arsen udah punya dua teman lho di sekolah."
"Benarkah? Wah, baguslah. Jangan sulit bergaul ya, biar banyak teman." Ucap Ayyara sambil mengusap lembut puncak kepala putra nya.
"Iya, Mom. Arsen juga dapat nilai yang bagus di ulangan nya, Mom."
"Benarkah, sayang? Coba Mommy lihat." Ucap Ayyara, Arsen pun dengan senang hati memperlihatkan hasil ulangan nya dengan nilai A.
"Wah, ini nilai yang sangat bagus."
"Arsen mau berusaha lagi biar dapat nilai A+ nanti, Mom." Jelas Arsen.
"Tapi jangan terlalu memaksakan diri ya? Ini juga sudah bagus sekali nilai nya, sayang."
__ADS_1
"Iya, Mom."
"Lho, lagi pada ngapain disini?" Tanya Jayden. Dia menyusul istri nya ke taman, tapi ternyata ada Arsen juga disini.
"Dad, sudah pulang?"
"Hmmm, iya kangen anak istri." Jawab Jayden sambil tersenyum kecil.
"Dad, lihat deh ini nilai ulangan nya Arsen." Ucap Ayyara, dia menunjukkan hasil ulangan putra nya dengan antusias.
"Mana?"
"Ini, Dad. Baguskan?"
"Iya dong, anak siapa dulu gitu?" Ucap Ayyara, dia memeluk Arsen dan mengecupi wajah nya dengan gemas.
"Itu apa, hmm?"
"Hehe, burger Dad." Jawab Arsen sambil tersenyum kecil.
"Siapa yang beliin?"
__ADS_1
"Om Roy, Dad. Plis, jangan marahin Om Roy. Ini Arsen yang minta, soalnya penasaran sama rasa nya, maafin Arsen ya Dad." Ucap Arsen membuat Jayden mengernyit.
"Kamu pikir Daddy marah, Boy? Tidak sama sekali. Daddy tidak melarang kamu memakan apapun, kamu boleh memakan apapun tapi jangan terlalu sering apalagi junk food seperti ini. Oke?"
"Iya Daddy, maafin Arsen ya. Penasaran sama rasa nya, terus Om Roy nawarin tadi." Ucap Arsen lirih. Jayden mengacak rambut Arsen dengan gemas, anak nya ini terlalu menggemaskan.
"Daddy maafin kok."
"Apa Daddy bakalan marah sama Om Roy?"
"Tidak, masa Daddy marah sama orang yang sudah ngasih kesenangan buat putra Daddy sih." Jawab Jayden. Dia pun tersenyum sambil mengusap wajah putra nya itu dengan lembut.
"Masuk yuk? Udara nya semakin dingin, gak baik buat bumil."
"Iya, Dad." Jawab Ayyara, dia pun menggandeng tangan putra nya ke dalam rumah sambil tersenyum.
Jayden juga menggandeng tangan putra nya dengan lembut, mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia. Siapa yang akan menyangka kalau Arsen bukanlah anak kandung Jayden, melihat pria itu yang terlihat sangat menyayangi putra nya itu, siapa pun takkan menyangka.
"Keluarga cemara yang bahagia." Gumam Roy saat melihat kebersamaan sang pemimpin itu dengan anak dan istri nya.
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻