Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 70 - Menemani Arsen


__ADS_3

"Sayang, sudah malam kamu mau tidur sekarang?" Tanya Ayyara begitu melihat Arsen yang terlihat seperti mengantuk. 


"Iya, Mom. Arsen mengantuk." Jawab anak itu, Ayyara beranjak dari duduk nya dan menggandeng tangan Arsen. 


"Mari tidur, biar Mommy temani kamu." 


"Terimakasih, Mommy." Jawab Arsen sambil tersenyum kecil, dia begitu bahagia karena memiliki ibu seperti Ayyara. Dia tidak pernah bermimpi kalau kehidupan nya akan berubah drastis, dari gelandangan yang hanya tinggal di jalanan, sekarang dia bisa hidup bersama Ayyara dan Jayden yang berbaik hati menerima nya dengan baik. 


"Sama-sama, sayang." Jawab Ayyara, kedua nya pun masuk ke dalam kamar dan Ayyara membantu putra nya berbaring di ranjang yang empuk. Lagi-lagi, Arsen merasa terharu karena selama ini dia tidur hanya beralaskan kardus di teras toko. Dingin dan berisik sudah menjadi teman bagi nya, tapi sekarang dia bisa merasakan ranjang yang empuk dengan ruangan yang terasa sangat nyaman karena di lengkapi AC. 


"Arsen suka kamar nya kan?"

__ADS_1


"Suka sekali, Mom. Sekarang, kalau hujan Arsen gak bakalan kehujanan lagi." Jawab Arsen membuat hati Ayyara terenyuh, dia menatap anak itu dengan sendu. 


"Hmm, syukurlah kalau memang kamu menyukai nya. Besok, kita beli mainan buat kamu sekalian alat-alat sekolah kamu."


"Iya, Mom. Terimakasih ya."


"Sama-sama, sayang. Kamu tidur ya? Ini sudah cukup larut, kamu gak boleh tidur kemalaman." Peringat Ayyara, Arsen pun mengangguk. Dia memeluk guling dan Ayyara mengusap-usap rambut anak itu dengan penuh kelembutan. Sungguh demi apapun, dia sudah jatuh hati saat pertama kali dia melihat Arsen yang sedang berjalan dengan memikul karung besar di punggung kecil nya. 


Tapi itu semua tidak masalah bagi Ayyara, dia menyayangi nya dan akan selalu seperti itu, meskipun anak nya sendiri sudah lahir nanti. Itu semua takkan mengurangi rasa sayang nya pada Arsen, sedikit pun. Dia akan selalu menyayangi Arsen layaknya pada anak kandung nya sendiri dan dia berharap Jayden juga melakukan hal yang sama, tidak membeda-bedakan kasih sayang nya pada Arsen dan pada anak yang saat ini masih ada di dalam kandungan nya. 


Bagaimana pun juga, Arsen adalah anak yang kekurangan kasih sayang karena sedari kecil dia sudah di telantarkan oleh kedua orang tua nya, bukan sekedar di telantarkan lagi, tapi di buang. Membuat Arsen kecil harus berjuang sekeras mungkin untuk bisa bertahan hidup. Miris sekali, jika mengingat itu semua hati Ayyara selalu terasa sakit. 

__ADS_1


Bagaimana bisa, anak sekecil Arsen menanggung beban yang begitu berat di dunia yang begitu kejam ini? Sungguh, demi apapun kalau dia yang berada di posisi Arsen, dia tidak yakin kalau bisa bertahan sampai sekarang ini. 


"Arsen, kamu adalah anak yang kuat, Nak. Baju mu di bangun sekuat baja, Mommy bangga sama kamu karena sudah bertahan sejauh ini." Gumam Ayyara, tak terasa air mata nya menetes tanpa bisa di cegah, dengan cepat Ayyara mengusap air mata nya. Dia menyelimuti tubuh mungil Arsen dan beranjak dari duduk nya, dia mematikan lampu kamar lalu keluar dari kamar sang putra. 


"Lho, kenapa kamu nangis, Mom?" Tanya Jayden saat melihat istri nya keluar dari kamar Arsen dengan mata sembab. Ayyara duduk di samping suami nya, dia menyandarkan kepala nya di pundak kokoh suami nya. Tapi dia kembali menangis, tentu saja itu membuat Jayden keheranan. Sebenarnya, ada apa dengan istri nya?


"Hei, bicara sama Daddy. Mommy kenapa?" 


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2