
Sesampai nya di rumah, mengetahui Arsen yang tertidur di pelukan istri nya, Jayden langsung dengan sigap menggendong Arsen dan membawa nya ke kamar untuk menidurkan nya.
Ternyata di dalam rumah ada orang tua Ayyara yang sengaja datang berkunjung ke rumah, Agnes dan David kompak mengernyitkan kening mereka saat melihat Jayden membawa seorang anak laki-laki di gendongan nya.
Tak lama kemudian, Ayyara masuk dengan menenteng beberapa paperbag di tangan nya. Wanita hamil itu terlihat kaget saat melihat kedua orang tua nya sudah duduk tenang di ruang tamu.
"Mama, Papa, kalian datang?" Tanya Ayyara, dia berjalan mendekat dan menaruh paperbag berisi peralatan sekolah untuk Arsen di atas meja.
"Iya, kami merindukan mu, sayang." Jawab Agnes, dia beranjak dari duduknya dan memeluk putri nya.
"Ayya juga merindukan kalian, sering-sering dong main kesini nya." Ucap Ayyara sambil tersenyum.
"Apa kabar cucu Mama, dia baik-baik saja kan disini?"
"Tentu saja, aku, Jayden dan Kakak nya menjaga nya dengan baik." Jawab Ayyara dengan senyum kecil nya.
"Kakak?"
__ADS_1
"Iya, bayi ini memiliki kakak. Dia Arsen, anak kecil yang di gendong oleh Jayden tadi. Kalian pasti melihat nya bukan?" Tanya Ayyara sambil tersenyum, dia mengusap-usap perut nya yang sudah membuncit itu.
"Arsen? Kapan kamu hamil, kenapa ada anak lain selain yang sedang kau kandung, Nak? Apa itu anak Jayden dari wanita lain?" Tanya Agnes, membuat Ayyara membulatkan mata nya.
"Astaga, Ma. Tidak, aku menemukan Arsen di jalan. Dia adalah anak yang sangat baik, jadi aku membawa nya ke rumah dan mengadopsi nya sebagai anak." Jelas Ayyara.
"Bagaimana tanggapan Jayden, Nak?" Tanya David.
"Dia setuju-setuju saja, bahkan saat ini Jack sedang mengurus surat menyurat adopsi Arsen." Jawab Ayyara.
"Tapi.."
"Tidak, kalau itu memang sudah keputusan kalian berdua. Kami akan menerima nya dengan baik, jadi Arsen tidur ya? Sayang sekali, Mama ingin berkenalan dengan nya."
"Tunggu saja sampai dia bangun, tadi kami habis jalan-jalan di mall, membeli perlengkapan sekolah, terus lanjut main di play zone. Jadi dia agak sedikit kelelahan mungkin, jadinya ketiduran." Jelas Ayyara.
"Hmm, kalian juga akan menyekolahkan nya?"
__ADS_1
"Tentu saja, dia masih berusia sepuluh tahun. Jadi ada wajar nya kami menyekolahkan nya, Ma. Kenapa memang nya?" Tanya Ayyara.
"Tidak, hanya bertanya saja." Jawab Agnes sambil tersenyum, sedangkan David hanya menyimak saja.
Tak lama kemudian, Jayden keluar dari kamar dengan wajah datar nya. Dia mendekat ke arah sang istri yang sedang asik mengobrol dengan kedua orang tua nya.
"Mom, Arsen bobok nya lasak ya?"
"Hmm, Arsen bilang kasur nya empuk banget. Biasa nya dia tidur cuma beralaskan kardus katanya, kalau hujan kehujanan." Jelas Ayyara membuat Jayden terdiam seketika. Begitu juga dengan Agnes dan David.
"Kok pada diem?" Tanya Ayyara, ketiga nya kompak menggeleng.
"Yaudah, kalo gitu Ayya mau liatin Arsen dulu." Pamit Ayyara, dia membawa peralatan sekolah itu ke kamar Arsen. Wanita hamil itu tersenyum saat melihat Arsen tidur dengan nyenyak.
"Jagoan Mommy tidur nya berantakan sekali." Gumam Ayyara sambil tersenyum, dia menatap wajah tenang Arsen dengan senyum yang melengkung dari sudut bibir nya.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻