Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 82 - Penyerangan


__ADS_3

Saat ini, Jayden pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan Jack. Nyata nya dia tidak berada di rumah saat ini, dia ingin melupakan sejenak amarah nya karena ulah ayah mertua nya.


"Jay.." Panggil Jack saat melihat Jay datang. Disana ada Bima, Arka dan juga Roy. Ini semacam pertemuan ketua kelompok, karena ke empat orang itu memiliki divisi nya masing-masing dengan keahlian yang di miliki. 


"Hmm." Pria itu hanya menjawab dengan deheman saja. 


"Kau terlihat tidak baik-baik saja, ada apa?" Tanya Jack lagi, yang lain nya hanya diam saja menyimak. 


"Tidak ada, aku baik-baik saja." Jawab Jayden sambil mengambil rokok lalu menyalakan pemantik nya yang terletak di atas meja dan menyesap nya. Asap rokok pun terbang dengan bebas memenuhi ruangan yang tidak terlalu besar itu.


"Katakan, ada hal penting apa?"


"Begini, Tuan. Pergerakan musuh semakin terlihat, kemarin salah satu dari mereka terlihat berada di kawasan apartemen tempat anda tinggal." Jelas Bima. 


"Aku sudah pindah dari sana." 


"Tapi, hari ini anak buah saya melihat orang itu berada di komplek perumahan tempat anda tinggal, Tuan." Jelas Arka.


"Apa? Jadi mereka tahu tempat tinggal ku?"


"Seperti nya ada informasi yang bocor dan membuat musuh mulai bergerak untuk memantau anda, Tuan." Jelas Bima lagi, sedangkan Roy hanya terdiam sambil menyesap rokok nya sesekali. 


"Dan lagi, seperti nya mereka sudah mengetahui siapa Arsen sekarang. Mereka tahu kalau Arsen adalah anak mu." Ucap Jack, membuat Jayden terhenyak. Bagaimana hal ini bisa bocor secepat itu, padahal Arsen baru tinggal beberapa hari saja bersama nya. 

__ADS_1


'Sial, kenapa bisa bocor? Artinya Arsen dalam bahaya?' Batin Jayden. Dia harusnya sudah menyiapkan semua pengamanan yang ketat untuk melindungi Arsen, karena dirinya yang sudah membaw Arsen ke dalam ke kehidupan nya, jadi dia juga yang harus bertanggung jawab atas keselamatan anak itu sekarang ini. 


"Apa informasi yang kalian berikan ini real?"


"Real, tuan. Saya sudah meretas cctv di beberapa rumah yang berdekatan dengan rumah anda, silahkan di lihat dulu." Roy memberikan rekaman kamera pengawas yang berhasil dia retas. 


Jayden mengambil laptop dan memutar rekaman cctv di beberapa tempat yang berhasil Roy retas. Benar, ada seseorang yang seolah memantau dirinya. Dari gerak gerik nya saja sudah terlihat sangat mencurigakan. 


"Besok, Arsen mulai sekolah. Bisakah kau yang mengawasi nya langsung, Roy?" Tanya Jayden. Roy segera menyanggupi perintah atasan nya, bagi nya itu tidak masalah. 


"Baik, Tuan. Akan saya lakukan."


"Ya, pantau anak ku dengan baik. Aku yakin mereka pasti mengincar Arsen, karena istriku takkan keluar dari rumah jika tak bersama ku. Jadi sasaran mereka sekarang pasti Arsen." Jelas Jayden. Roy menganggukan kepala nya, begitu juga dengan Jack, Arka dan Bima. 


"Bagus, kalau saja anak ku sampai tergores sedikit saja, ku pastikan kepala mu melayang, Roy!"


"B-baik, Tuan." Jawab Roy terbata. Berarti ini benar-benar hal yang serius, karena Jayden sudah mengatakan hal yang sangat mengerikan. Dia tak ingin kepala nya terpisah dari tubuh nya, jadi dia harus melakukan perintah Jayden dengan baik agar dia masih bisa melihat dunia luar esok hari. 


"Sudah selesai? Aku harus pulang sebelum makan malam, ada mertua ku di rumah. Aku sudah janji pada Arsen akan mengajari nya menembak." Jawab Jayden, dia bersiap bangkit dari duduknya saat mendengar Jack bicara sesuatu.


"Kau yakin, Jay? Arsen masih sangat kecil, dia masih berusia sepuluh tahun. Jangan mengajari nya terlalu dini seperti ini, Jay. Dia memang putra mu, tapi jangan rampas kebebasan nya untuk bermain seperti layaknya anak-anak lain." 


"Ya, aku juga tidak akan memaksa anak ku sendiri. Aku ayah nya, jelas aku lebih tahu apa yang terbaik untuk putra ku!" Tegas Jayden, lalu dia beranjak dari duduknya dan pergi dengan mengendarai mobil sport kesayangan nya.

__ADS_1


"Kita kawal dia, aku khawatir terjadi sesuatu padanya." Ucap Jack, ketiga orang yang ada bersama nya pun langsung membereskan barang-barang nya dan pergi dari tempat itu untuk menyusul Jayden.


Dan benar saja ke khawatiran Jack benar-benar terjadi, sedari Jayden pergi dari tempat pertemuan dia sudah di kuntit oleh musuh, hingga adegan tembak menembak tidak bisa terhindarkan lagi. 


Jayden cuku terdesak karena dia hanya sendiri dan musuh berjumlah cukup banyak, ada belasan motor yang mengikuti pria itu dari belakang dengan masing-masing membawa satu senjata api.


"Sial, bagaimana aku bisa ceroboh seperti ini." Gumam Jayden, dia sedang memantau situasi dan mengisi peluru senjata nya.


Suara tembakan benar-benar tidak berhenti hingga membuat mobil kesayangan nya rusak total karena terkena banyak sekali peluru. Jayden menggeram marah, dia tidak suka mobil nya ikut menjadi korban musuh. Ini adalah mobil kesayangan nya, dari sekian banyak nya mobil dia lebih sering menggunakan mobil ini. 


Dor.. dor.. dor.. 


Suara tembakan bersahut-sahutan membuat Jayden melongokkan kepala nya, dia merasa lega saat melihat ke empat anak buah kepercayaan nya datang dan langsung menyerang musuh dengan membabi buta. 


Jack menghajar satu persatu musuh, bahkan Bima langsung di keroyok beberapa orang sekaligus, tapi dia tidak takut sama sekali, dia menghadapi nya langsung membuat orang-orang itu tumbang seketika. 


Jayden keluar setelah musuh di habisi, banyak musuh yang tak sadarkan diri berserakan di jalanan. Jack menyandera salah satu pria dari kelompok musuh untuk dia bawa ke markas dan akan di interogasi esok hari. 


Jack meminta Jayden pulang saja, sisa nya dia yang akan membereskan nya. Dia tahu kalau putra Jayden, Arsen. Pasti sudah menunggu di rumah, begitu pula dengan istri nya.


"Terimakasih, aku memang bisa mengandalkan kalian." 


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2