
Tak berapa lama, akhirnya Arsen terbangun dari tidurnya. Anak itu mengucek mata nya dengan perlahan, menghilangkan rasa kantuk nya. Arsen berjalan pelan ke kamar mandi untuk mencuci wajah nya, lalu dia keluar dari kamar.
"Mommy.." Panggil Arsen, anak itu celingukan mencari Mommy nya.
"Iya, boy. Ada apa?" Tanya Ayyara, wanita itu keluar dari arah dapur. Dia sedang memasak bersama ibu nya sekarang.
"Enggak kok, Mom. Mommy lagi apa?"
"Lagi masak buat makan malam, sayang. Kamu mau minum susu?" Tanya Ayyara lagi, dia membiasakan Arsen untuk meminum susu agar pertumbuhan nya terjamin.
"Biar Arsen buat sendiri, Mom."
"Hmmm, baiklah." Jawab Ayyara. Arsen menggandeng tangan ibu nya dan berjalan ke dapur dengan tangan yang saling bergandengan.
"Mom, siapa itu?" Tanya Arsen sambil menunjuk ke arah Agnes yang sedang sibuk memasak.
"Itu nenek, Mama nya Mommy." Jawab Ayyara membuat Arsen terdiam.
"Ohh, hai boy.." Sapa Agnes dengan ramah, Arsen mendongak menatap wajah Mommy nya. Ayyara tersenyum lalu menganggukan kepala nya.
"Hai, Nek."
"Astaga, Ayya.."
"Kenapa, Ma?" Tanya Ayyara. Dia mengernyitkan kening nya saat melihat ibu nya perlahan mulai mendekat ke arah putra nya, Arsen.
__ADS_1
"Dia sangat menggemaskan, astaga. Bagaimana bisa orang tua nya menyia-nyiakan anak semanis dia." Ucap Agnes sambil memeluk Arsen, dia mengecupi wajah Arsen dengan gemas.
"Nah kan, apa Ayya bilang. Mama pasti bakalan langsung suka pas ketemu sama Arsen."
"Iya, dia sangat menggemaskan." Jawab Agnes.
"Sayang, mau minum susu? Nenek buatkan ya."
"Tak apa, Arsen bisa membuat susu sendiri kok, Nek." Jawab Arsen sambil tersenyum kecil.
"Kok sendiri?"
"Iya, kata Daddy tuh Arsen harus belajar mandiri biar gak ngerepotin Mommy. Kasian Mommy nya pasti kecapean ngurusin adek bayi." Jelas Arsen, membuat Agnes menatap wajah Arsen dengan nanar. Sekecil ini tapi sudah belajar mandiri? Sungguh, Arsen ini memang anak yang sangat baik dan pengertian.
"Ya sudah, susu nya ada di lemari." Arsen menganggukan kepala nya, dia mengambil kaleng susu dan mengambil beberapa sendok lalu menyeduh nya dengan air panas.
"Enak, sayang?"
"Enak, Mom. Tapi buatan Mommy lebih enak sih, hehe." Jawab Arsen sambil terkekeh pelan.
"Ya udah, nanti biarin Mommy yang buatkan."
"Gak usah, Mom. Mommy pasti capek, biar aja Arsen bikin sendiri." Jawab Arsen, dia pun membawa gelas berisi susu nya ke meja dan duduk anteng.
"Hey, boy.." Sapa Jayden, dia berjalan mendekati Arsen yang sedang duduk sambil meminum susu nya. Dia mengusap rambut Arsen dengan pelan.
__ADS_1
"Iya, Dad." Jawab Arsen sambil tersenyum.
"Minum susu nya yang banyak ya, biar cepet tinggi."
"Iya, Dad. Susu nya enak, Dad." Jawab Arsen sambil tersenyum.
"Hmm, tapi lebih enak punya Mommy."
"Hah, apa Daddy suka minum susu punya Mommy?" Tanya Arsen, Ayyara mendelik ke arah suami nya. Bisa-bisa nya dia mengatakan hal itu pada anak sekecil Arsen.
"Iya, susu Mommy lebih enak dari pada susu yang kamu minum itu lho, Boy."
"Daddy.."
"Hehe, bercanda Mom." Jawab Jayden. Dia tersenyum salah tingkah, dia cukup takut karena mendapat teguran dari istri nya. Itu akan berpengaruh pada jatah malam nya.
"Mom, mau kopi."
"Iya sebentar, tanggung ini lagi goreng ikan, nanti gosong."
"Iya, Mom." Jawab Jayden, dia pun menunggu sambil sesekali mengobrol dengan putra nya, Arsen.
Agnes yang melihat hal itu tersenyum kecil, ternyata Jayden adalah sosok pria yang hangat. Jauh berbeda saat dia berada di markas, tidak ada hangat-hangat nya sama sekali. Hanya ada ke kejaman dan kesadisan yang melekat padanya.
Tidak akan ada yang menyangka kalau Jayden adalah seorang mafia kalau dia sedang mode hangat seperti ini. Bahkan Agnes sendiri kadang tidak tidak percaya saat melihat kehangatan dan bagaimana pria itu memperlakukan istri dan anak nya. Benar-benar jauh berbeda.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻