Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 93 - Ketakutan Arsen


__ADS_3

Flashback On..


Jayden dan Jack saling menatap, lalu mereka memutuskan untuk berunding sebentar. Disana ada juga Arka, Roy, Bima yang sengaja Jayden panggil ke rumah nya begitu mengetahui kalau musuh mulai bergerak. 


"Jadi, kita harus bagaimana?"


"Kau dan kau, menyamar jadi aku. Pakai pakaian ku dan ini.." Ucap Jayden, dia melemparkan sebuah topeng yang seperti kulit manusia asli.


"Baik, kami akan pergi ke sana sekarang." Jawab anak buah Jayden yang bernama Antonio. Dia yang memerankan peran sebagai Jayden palsu dan pergi ke markas dan bertarung sebagai Jayden. 


"Ya, bertindak seolah kau adalah aku. Kau paham?"


"Baik, Tuan." Jawab Antonio. Yang satu nya juga, dia langsung berangkat dengan menggunakan jaket, topeng dan motor milik Jayden dan Jack. 


Jayden menatap anak buah nya satu persatu, dia tersenyum kecil.


"Kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan? Lindungi istri dan anak ku, jangan sampai orang-orang itu bisa membawa Ayyara atau Arsen. Kalau tidak nyawa kalian taruhan nya, mengerti?" Tanya Jayden. 


"Baik, Tuan." Jawab mereka kompak. Selesai, semua nya bubar ternyata Arka, Roy dan Bima. Sedangkan Jack dan Jayden menunggu di dalam rumah hingga suasana nya mulai memanas karena musuh menyerang tanpa henti.


Jayden dan Jack hanya menunggu di dalam rumah sampai musuh datang mengantarkan nyawa mereka langsung. Barulah mereka bertindak. 


Flashback Off..

__ADS_1


"Jack, aku ingin melihat keadaan anak dan istri ku."


"Ya, aku yakin Arsen pasti ketakutan sekarang. Aku akan membantu yang lain membereskan dan membuang mayat-mayat ini." Jawab Jack, Jayden pun menganggukan kepala nya. Dia pun segera pergi ke arah tangga dan meniti satu persatu anak tangga dengan cepat. Pria itu setengah berlari karena ingin segera sampai di kamar. Dia ingin melihat keadaan istri dan juga anak nya. 


Jayden memutar handel pintu, namun seperti nya pintu rumah itu terkunci dari dalam. Dia mengetuk-ngetuk nya dengan tak sabar, membuat Ayyara dan Arsen semakin ketakutan di dalam sana. Mereka menyangka kalau itu adalah musuh yang mengincar mereka. 


"Mom, Boy, ini Daddy.." Ucap Jayden, membuat Ayyara tersenyum kecil. Tapi dia masih belum yakin, apa itu benar-benar suami nya atau justru orang lain yang mengaku-ngaku sebagai suami nya untuk mengelabui nya.


"Mommy, ini Daddy sayang. Tolong buka pintu nya, kalian baik-baik saja kan? Tolong jangan buat Daddy khawatir." Ucap Jayden, dia benar-benar khawatir karena tidak ada jawaban apapun dari dalam. 


"Mom.."


"Itu benar-benar Daddy kan?"


"Kalau begitu, jawab ini. Siapa nama putra pertama kita?"


"Astaga, Mommy. Kenapa bertanya seperti itu?" Tanya Jayden membuat Ayyara semakin ragu kalau yang saat ini berada di luar kamar itu bukanlah Jayden suami nya.


"Jawab saja, kalau kau bisa menyebutkan nya, artinya kau memang benar-benar suamiku." 


"Arsenio Aryan Wiratama, aku sendiri yang memberikan nama itu pada putra ku, Arsen." Jawab Jayden, membuat Ayyara yakin kalau itu memang benar-benar suami nya. Dengan perlahan, Ayyara membuka pintu dan seketika itu juga Jayden langsung menghambur memeluk istri nya.


"Are you okay, Honey?"

__ADS_1


"Yes, i'm okay, Daddy." Jawab Ayyara, dia membalas pelukan Jayden dengan erat. Bahkan wanita itu menangis di pelukan hangat suami nya. 


"I'm so scared, Dad.."


"Semua nya sudah selesai, sayang. Tidak perlu khawatir, semua nya sudah berakhir." Jawab Jayden membuat Ayyara semakin mengeratkan pelukan nya pada sang suami.


"Mana Arsen, Mom?" Tanya Jayden. 


"Dad.." Panggil Arsen, Jayden melerai pelukan nya dan melihat ke arah asal suara. Ternyata Arsen masih berada di pojokan sambil memeluk lutut nya, Jayden menggendong tubuh putra nya dan memeluk nya. 


"Kamu takut, Boy? Maafkan Daddy melibatkan mu dalam situasi seperti ini, tapi Daddy berjanji akan selalu melindungi kamu, kapanpun semampu Daddy." Ucap Jayden lirih sambil mengusap-usap punggung Arsen yang bergetar karena dia sedang menangis lirih di pangkuan sang Daddy. Anak itu memeluk Jayden dengan erat, seolah dia takut kehilangan sosok pria berwajah tampan itu.


"Apa Daddy tahu bagaimana takut nya Arsen saat suara-suara tembakan itu terdengar? Arsen takut, Dad. Takut sekali, Arsen gak mau kehilangan orang tua Arsen, Dad. Arsen gak mau." Ucap Arsen, membuat kedua mata Jayden terasa memanas. 


Ucapan anak itu membuat hati nya tersentuh. Sungguh demi apapun, dia tidak pernah menangis hanya karena mendengar ucapan seseorang. Kalau itu benar-benar mampu membuat seorang Jayden menitikkan air mata, artinya ucapan orang itu benar-benar tulus dan menyentuh hati nya.


"Tapi, nyata nya Daddy kembali dengan keadaan sehat, Boy. Daddy tidak terluka sedikit pun, artinya Daddy sudah menepati janji Daddy, bukan?"


"Tetap saja, Daddy membuat Arsen takut. Arsen gak mau kehilangan orang tua Arsen lagi." Ucap Anak itu, membuat kedua mata Ayyara berkaca-kaca, begitu juga dengan Jayden. 


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2