
Suasana semakin terasa mencekam saat terdengar sayup-sayup suara tembakan yang cukup keras terdengar dari arah luar. Ayyara mendekap erat tubuh Arsen, dia tahu kalau putra nya itu pasti sangat ketakutan sekarang ini.
Pastinya, Arsen tidak pernah berada di posisi seperti ini. Malam yang terasa sangat mencekam, dia tidak pernah merasakan nya dan saat ini dia sangat ketakutan bahkan tubuh nya hingga gemetaran.
"Boy, jangan takut ya? Disini ada Mommy, Mommy pasti bakalan jagain kamu." Ucap Ayyara, Arsen percaya kalau Daddy nya pasti sudah menyiapkan sesuatu di luar sana. Tidak mungkin pria itu pergi begitu saja meninggalkan dirinya juga wanita yang teramat dia cintai.
Arsen ingat, kalau Jayden meminta nya untuk mulai belajar menembak, awalnya Arsen tidak paham kenapa Daddy nya meminta nya untuk belajar menembak, padahal dia masih kecil. Ternyata inilah jawaban nya, Daddy nya bukanlah orang sembarangan. Dari wajah nya saja, Arsen bisa menilai kalau wajah sangat Jayden terlihat seperti seorang mafia. Apalagi cara berpakaian nya yang selalu mengenakan pakaian serba hitam.
"Daddy.." Lirih Arsen, membuat Ayyara mengeratkan pelukan nya.
"Daddy pasti akan cepat kembali, sayang." Jawab Ayyara.
Sedangkan di luar, anak buah Jayden tengah melawan pasukan musuh, ada yang melakukan baju tembak, ada juga yang sedang bertarung satu lawan satu. Disana, ada Arka dan juga Bima. Sedangkan David dan Agnes di tugaskan di markas, jadi dia tidak bisa melindungi putri nya.
Tapi bagaimana pun, dia harus percaya pada Jayden sebagai pemimpin dan juga suami putri nya, dia pasti punya cara tersendiri untuk melindungi istri nya dari musuh. Jadi, dia tetap melawan musuh secara profesional.
"Seraaanggg!!" Perintah Bima, pasukan nya pun maju. Di depan kediaman mewah itu sudah banyak mayat yang bergeletakan karena terkena tembakan mau pun terkena pukulan.
__ADS_1
Seseorang yang memantau pertempuran di luaran sana nampak tersenyum, dia memantau situasi. Kapan kira nya dia bisa masuk untuk menangkap Ayyara, karena Jayden dan Jack sudah pergi ke markas sejak tadi.
'Jack dan Jayden sudah pergi ke markas, pertahanan terkuat klan mafia the black wolf sudah melemah, hanya ada Arka dan Bima disini.'
Sang pria yang sedari tadi menunggu di dalam mobil tersenyum smirk, dia pun memerintahkan orang kepercayaan nya untuk melanjutkan rencana.
"Masuk sekarang dan bawa wanita itu padaku!" Tegas nya. Orang suruhan nya pun segera bergerak sesuai perintah yang di berikan pemimpin mereka.
Mereka langsung memasuki rumah secara mengendap-endap. Namun, seperti nya mereka tidak mengetahui sesuatu. Disana, di dalam post satpam ada orang yang melihat semua nya dengan mata tajam nya, dia adalah Roy.
"Musuh masuk, bersiaplah." Ucap nya, pria itu pun kembali mematikan alat komunikasi nya agar tidak terdeteksi musuh. Dia pun bergabung bersama pasukan Arka dan Bima untuk melawan musuh.
Seseorang tersenyum jahat, dia memainkan pistol di depan nya. Disana juga ada seseorang yang mereka yakini telah pergi ke markas tadi, jika Jack dan Jayden ada disini, lalu yang pergi ke markas dengan sepeda motor tadi, siapa?
Ini tipuan? Ya, benar. Ini adalah tipuan yang di lakukan Jack dan Jayden. Mereka tidak pergi kemana-mana, mereka bersembunyi di dalam rumah.
Jayden tersenyum, lalu dia mulai melepaskan satu tembakan ke arah musuh dan hasilnya pria itu langsung terkapar bersimbah darah.
__ADS_1
"Tangkap pria yang ada di depan." Pinta Jayden, Jack dengan sigap menyiapkan amunisi nya, hingga baku tembak di dalam rumah itu tidak bisa terhindari lagi. Suara-suara tembakan itu bergema di seluruh ruangan, hingga memecahkan banyak perabotan mewah yang ada di dalam nya. Tapi Jayden tak peduli, yang dia inginkan hanya menangkap pemimpin pihak musuh.
Bukan tanpa alasan Jayden meminta Jack untuk menangkap pria yang berdiri paling depan, dia percaya kalau pria itu pasti orang terpercaya yang di miliki musuh. Nyata nya, Jayden lebih cerdik. Dia lebih pintar dalam mengambil tindakan dan keputusan, tentu nya di dampingi Jack yang kepandaian nya tidak perlu di ragukan lagi.
Tak lama kemudian, Roy masuk dengan wajah datar nya. Dia tersenyum karena ternyata musuh di sini sudah tumbang semua, dia terlambat.
"Oh, sudah selesai kah? Gak kebagian." Gumam Roy, dia berjalan ke arah Jayden dan membisikan sesuatu. Jayden mengangguk dan setelah nya Roy kembali keluar, entah apa yang pria itu bisikan.
Jack masih kesulitan menangani pria itu, kali ini mereka duel adu bela diri, namun Jack adalah pemegang sabuk hitam taekwondo jadi jangan ragukan kemampuan nya lagi. Dalam beberapa kali pukulan, pria itu terkapar namun dia masih sadarkan diri.
Sekali lagi Jack memukul nya, sudah bisa di pastikan kalau dia akan jatuh tak sadarkan diri. Tapi, Jack berhenti atas perintah Jayden.
"Jangan, Jack. Kau memukul nya lagi, bisa-bisa dia mati."
"Kau menganggu kesenangan ku, Jay!" Gerutu Jack, dia melampiaskan amarah nya yang sedang memuncak itu ke tembok yang sama sekali tidak bersalah.
"Bawa dia!" Arka dan Bima langsung membawa pria itu ke gudang. Tentu nya, ini bukan gudang sembarangan, karena disana ada ruangan bawah tanah dengan berbagai macam senjata yang Jayden miliki. Itulah alasan nya kenapa pintu gudang selalu Jayden kunci, kapanpun.
__ADS_1
. ....
🌻🌻🌻🌻🌻