Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 76 - Siapa Jayden?


__ADS_3

"Tuan, saya mohon maafkan saya." Ucap staff itu, dia memohon agar Jayden memaafkan nya. Tapi Jayden tentu nya takkan semudah itu memaafkan seseorang yang sudah mengusik ketenangan nya, istri dan juga anak nya. Dia benar-benar merasa di permalukan oleh staff wanita itu.


"Tidak akan pernah!" Jawab Jayden dengan tegas. 


"Maaf Tuan, ada apa ini?" Tanya seorang staff yang terlihat sudah berumur. Sedari tadi dia hanya terdiam menyaksikan keributan itu. 


"Kau staff juga seperti nya, bukan?" 


"Iya, Tuan. Saya juga pegawai disini, maaf ada apa ya?"


"Dimana pemilik toko ini?" Tanya Jayden membuat staff itu terkejut. Apalagi saat melihat teman seprofesi nya menunduk dalam. 


"Kebetulan pemilik toko nya sedang tidak hadir disini, Tuan."


"Ckk, kau tahu dia bukan sekali atau dua kali berbuat congkak seperti ini kan? Kami datang kesini dengan niat baik-baik, tapi istri saya harus menanggung malu karena ulah teman mu ini." 


"Maaf, Tuan. Apa yang sudah dia lakukan?" Tanya nya lagi.


"Dia memberikan sepatu palsu pada istriku!" Jawab pria itu lagi, membuat staff wanita itu terkejut. Kedua mata nya membeliak, dia benar-benar tidak percaya dengan apa yang dia lakukan. Ini sudah benar-benar kelewatan. 

__ADS_1


"Saya akan menghubungi pemilik toko ini, Tuan. Mari menunggu sebentar, saya rasa ini sudah benar-benar kelewatan. Maafkan kami, Tuan." Ucap staff itu, membuat staff yang tadi mendongak. Dia terkejut bukan main, kalau sudah berurusan dengan pemilik toko, artinya dia takkan bisa mengelak lagi. 


'Sial, memang nya siapa pria ini? Kenapa dia begitu berkuasa?' Batin nya.


"Tapi Daddy, kita belum mendapatkan sepatu yang cocok untuk Arsen." Ucap Ayyara.


"Sambil menunggu, mari saya antar anda melihat-lihat sepatu nya. Mari, nyonya." 


Ayyara terlihat ragu, tapi Arsen menarik tangan nya. Jadi dia ikut saja, mungkin tak ada salah nya jika dia mencoba percaya dengan staff yang lain. Dia harus percaya kalau tidak semua pegawai di toko ini berkelakuan minus akhlak seperti staff yang tadi.


Sepeninggal nya Ayyara dan Arsen yang mengikuti staff wanita itu, Jayden memilih kembali duduk di sofa. Dia sedang bertukar pesan dengan Jack, ada hal yang harus dia bicarakan dengan pria itu. Tapi dia tak bisa bertemu dengan Jack di rumah, karena untuk saat ini dia tidak ingin Arsen mengetahui identitas nya sebagai mafia. 


"Dad, ini bagus kan?" Tanya Arsen dengan antusias. Jayden memalingkan pandangan nya dari ponsel dan melihat sepatu yang di pakai oleh Arsen.


"Iya yang ini bagus, boy. Mana mommy?" Tanya Jayden. 


"Itu dia Mommy nya." Tunjuk Arsen sambil melihat Ayyara yang berjalan pelan sambil mengusap perut nya.


"Kenapa perut nya di usap-usap gitu, Mom?" Tanya Jayden dengan khawatir, tapi Ayyara malah tersenyum kecil.

__ADS_1


"Biasa, dia menendang cukup keras di dalam sana, Dad." Jawab Ayyara. 


"Ohh, dia sedang bermain bola itu, Mom. Nanti kalau adik bayi nya sudah lahir, bisa main bola sama Arsen. Iya kan, Mom?" 


"Iya, sayang. Tentu saja." 


Tak lama kemudian, seorang pria paruh baya masuk ke dalam toko. Dia memanggil seseorang dan staff yang tadi mengantar Ayyara mendapatkan sepatu yang di inginkan Arsen pun langsung berjalan mendekat. 


"Ada apa kamu memanggil ku kesini?" Tanya nya. 


"Maaf, Tuan. Tapi.." Staff wanita itu menjelaskan semua nya dari awal, di mulai dengan kemarahan Jayden dan sifat tak terpuji yang di lakukan oleh salah satu pegawai di toko nya.


"Mana orang nya?"


"Ada di belakang anda, Tuan." Pria itu berbalik dan seketika itu juga dia membulatkan mata nya begitu melihat siapa yang berdiri gagah di belakang nya. 


"T-tuan Jayden.."


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2