Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 103 - Ayyara Sadar


__ADS_3

"Jay, Arsen demam." Ucap Agnes di seberang telepon, membuat Jayden membulatkan kedua mata nya. 


"Putra ku demam? Panggil dokter cepat!" Perintah Jayden dengan tegas. 


"Mama sudah menghubungi dokter dan dia mengatakan kalau Arsen terlalu kelelahan dan shock, hingga membuat nya demam." 


"Astaga, tolong jaga dia dulu. Jack akan kesana, kalau demam nya tidak kunjung turun, bawa ke rumah sakit segera." Ucap Jayden. 


"Baik, Jay." Jawab Agnes. Panggilan pun selesai, pria itu terlihat sangat khawatir. Pria tampan itu sangat mengkhawatirkan keadaan Arsen, putra nya sekarang ini. 


"Dia sakit pasti karena menunggui Ayyara dan menangis seharian kemarin." Gumam Jayden sambil mengusap wajah nya dengan kasar. 


"Kenapa, Jay?" Tanya Jack sambil duduk di samping pria itu. 


"Arsen demam, Jack."


"Benarkah? Kata siapa?"


"Mama, tapi sekarang dia sudah di periksa dokter. Dokter itu mengatakan kalau Arsen terlalu kelelahan dan shock." Jelas Jayden, membuat Jack terdiam. 


"Hmmm, aku akan kesana sekarang."


"Baiklah, terimakasih Jack."


"Ya, sama-sama. Kalau ada apa-apa atau perkembangan tentang keadaan istri mu, segera kabari aku." Jelas Jack, Jayden menganggukan kepala nya lalu pergi menjauh dari pria yang terlihat frustasi itu. 


"Hmm.." Jayden hanya menjawab dengan deheman. 

__ADS_1


Jayden menatap punggung Jack yang perlahan mulai menjauh dan menghilang di lorong rumah sakit. 


"Tuan Jay.."


"Iya, saya sendiri. Ada apa, sus?"


"Putra anda, apakah anda ingin menjenguk nya?" Tanya perawat itu. Jayden mengangguk dengan cepat dan pergi bersama perawat itu. 


Kedua nya masuk ke dalam sebuah ruangan khusus bayi. Pria itu tersenyum melihat wajah tampan putra kedua nya yang sedang tertidur dengan lelap. 


Jayden mendekat dan mengusap lembut pipi kemerahan bayi tampan itu. Dia sangat tampan, persis seperti dirinya saat masih kecil. Kenapa Jayden tahu? Karena dia melihat album foto semasa dia kecil. 


"Hey, boy. Maaf karena Daddy baru menjenguk, Daddy terlalu sibuk mengurus ibu mu yang masih belum juga sadarkan diri." Jelas Jayden sambil mengusap wajah tampan putra nya, sesekali dia mengusap lalu mengecup kening sang putra. 


"Maaf, Tuan. Siapa nama nya? Biar kami memberikan gelang nama."


"Nama orang tua?" Tanya perawat itu sambil menulis gelang nama di sebuah kertas. 


"Jayden dan Ayyara."


"Baik, Tuan." Jawab perawat itu, dia pun melingkarkan gelang nama itu di kaki putra tampan nya, bernama Zian. Nama yang dia pilih untuk putra nya, dia juga sudah mendiskusikan nama ini bersama istri nya dan dia setuju. 


"Boy, doakan Mommy mu semoga dia segera bangun ya. Kakak mu juga sekarang ini sedang sakit, dia demam." Gumam Jayden, tak terasa melihat bayi mungil itu membuat air mata nya menangis. Andai saja disini ada Ayyara, pasti dia takkan merasa serapuh ini. Akan ada sosok wanita cantik yang selalu mendampingi dan menguatkan nya, tapi sekarang? 


Keadaan Ayyara saat ini membuat dirinya seolah kehilangan semangat hidup nya. Dia benar-benar tidak ada apa-apa nya jika tanpa Ayyara, istrinya. Sosok wanita yang paling dia cintai. Bahkan rasa cinta nya pada Ayyara, mengalahkan semua rasa cinta Jayden pada apapun di dunia ini. 


"Tidurlah, Boy." Ucap Jayden. Dia pun pergi dari ruangan itu dan masuk ke dalam ruangan dimana sang istri di rawat. Wanita yang saat ini terlihat lemah, bahkan wajah nya terlihat pucat seperti darah nya sudah menghilang dari tubuh nya. 

__ADS_1


"Mom, kapan Mommy akan bangun? Zian membutuhkan Mommy, begitu pun dengan Daddy dan Arsen."


"Apa Mommy tahu? Arsen sakit sekarang, dia demam. Kata dokter, dia terlalu shock dan kelelahan membuat imun tubuh nya menurun." Gumam Jayden, dia mengadu pada sang istri yang hanya terdiam saja. Tak merespon apapun. 


"Mom, Daddy sangat merindukan Mommy. Bangunlah." 


Benar saja, sebuah keajaiban datang. Tangan wanita itu bergerak merespon genggaman tangan sang suami. Jayden yang melihat itu terkejut, namun sedetik kemudian dia tersenyum kecil. 


"Ya, aku yakin dan percaya kalau kamu adalah wanita yang baik, istriku sayang." Gumam Jayden, dia menggenggam tangan sang istri lalu langsung memeluk wanita itu begitu dia melihat kedua mata berbulu mata lentik itu terbuka secara perlahan. 


"Daddy.."


"Iya, Mom. Syukurlah, Mommy sudah bangun."


"Mana Arsen, Dad?" Tanya Ayyara, bukan bayi yang dia lahirkan yang dia tanyakan atau dirinya, tapi Arsen. 


"Di rumah, Arsen sedang demam, Mom."


"Demam?" 


"Iya, sayang. Sebentar, Daddy akan menghubungi Mama dan mengajak nya kemari." Jawab Jayden. Ayyara menganggukan kepala nya perlahan.


"Mommy ingin bertemu dengan putra kita dan meminta maaf pada nya." Lirih Ayyara, membuat Jayden terdiam. Sebegitu sayang nya kah Ayyara pada Arsen? Hingga sesaat setelah dia bangun, Ayyara langsung menanyakan Arsen. 


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2