
"Daddy.." Panggil Ayyara, Jayden tersenyum lalu melangkah mendekat ke arah gadis cantik yang memakai pakaian haram berwarna hitam itu.
"Kamu terlihat sangat menggairahkan, baby." Bisik Jayden dengan suara serak nya, dia menarik pinggang ramping sang gadis, membuat tubuh mereka menempel tanpa jarak sedikit pun. Jayden membelai wajah Ayyara, lalu tangan itu turun ke leher dan menurunkan tali kecil yang ada di pundak gadis cantik itu.
Tanpa ragu, Jayden langsung menyesap nya dengan kuat, hingga meninggalkan bekas kemerahan disana. Ayyara mengusap lembut kepala pria itu, dia tersenyum karena seperti biasa nya, Pria itu selalu memperlakukan nya dengan sangat baik.
Jayden menggendong Ayyara ala bridal style dan meletakan nya secara perlahan di atas kasur empuk berukuran besar nya itu. Jayden melakukan nya seolah Ayyara adalah kaca yang mudah pecah. Pria itu merangkak menaiki tubuh sang gadis, dia mengecupi setiap inchi tubuh Ayyara, dia memuja tubuh gadis cantik itu.
"Aaahhh, pelan-pelan saja, Dad.." Pinta Ayyara, tapi Jayden sudah sangat bernafssu sejak tadi tidak menghiraukan nya, tanpa banyak bicara dia menarik pakaian tipis itu sedikit kasar, membuat Ayyara terkejut. Pakaian mahal itu robek sudah.
"Daddy, mahal lho ini. Seenaknya aja di robek kayak gini."
"Daddy bisa membeli bersama toko nya sekalian." Jawab Jayden membuat Ayyara mencebikan bibir nya, dia sebal mendengar pria itu membanggakan kekayaan nya, tapi benar juga sih kalau Jayden itu memang kaya. Apa benar kayak tujuh turunan itu ada? Seperti nya ada, Jayden salah satu nya.
"Di larang mencebikan bibir mu seperti itu pada pria mu, baby!"
"I'm so sorry, Daddy." Ucap Ayyara sambil tersenyum kecil.
"No problem, baby." Jawab Jayden, pria itu tersenyum lalu kembali menenggelamkan kepala nya di leher Ayyara, dia menyesap nya dan meninggalkan banyak tanda kepemilikan disana. Ayyara meringis, meskipun rasa nya geli-geli enak, tapi tetap saja meninggalkan sedikit rasa perih karena Jayden menyesap nya dengan kuat.
"Ssshhh, Daddy sakit.."
Ayyara mendesis pelan saat Jayden mulai memainkan dada nya, dia meremaas nya lalu menyesap puncak nya dengan kuat seperti bayi yang kehausan.
Jayden merasa kepanasan, dia pun membuka semua pakaian nya, kedua nya sudah sama-sama tanpa pakaian saat ini. Jayden kembali menindih tubuh Ayyara, dan puncak nya saat Jayden berusaha menerobos pertahanan Ayyara, pria itu menekan senjata nya di pintu masuk milik Ayyara yang terasa lebih sempit.
"Sh*tttt, kenapa milikmu semakin sempit, baby?" Tanya Jayden, dia merasakan miliknya di jepit manja di dalam sana. Rasa nya benar-benar sempit dari terakhir kali saat dirinya memasuki nya.
"Aaaahhh, Daddy.." Ayyara mendesaah tertahan saat senjata milik Jayden masuk sepenuh nya, bahkan mentok sampai ujung nya. Jayden memejamkan mata nya, menikmati sensasi nikmat di dalam sana, serasa di pijit-pijit manja disana. Sensasi yang tidak bisa dia dapatkan dari wanita lain, hanya dari Ayyara lah yang bisa memijat miliknya seperti ini, nikmat sekali.
"Ngilu.." Rengek Ayyara, baru saja dia selesai menstruasi, baru saja kemarin dia selesai sekarang malah di masuki senjata sebesar milik Jayden.
"Daddy akan pelan-pelan, sayang."
"Ya, memang harus pelan-pelan. Tapi Ayya gak percaya sama Daddy, soalnya lama kelamaan pasti Daddy bakalan main kasar." Jawab Ayyara dengan kesal, membuat Jayden terkekeh. Dia pun memulai gerakan maju mundur nya dengan perlahan. Benar memang, awalnya akan perlahan, tapi setelah beberapa saat, gerakan nya akan semakin cepat.
"Aaaahhh, pelan-pelan, Dad. Sesak, jangan di tekan-tekan gitu."
"Kalau gak masuk semua, gak bakalan enak."
"Tapi lihat-lihat dong, ukuran nya punya Daddy. Ini terlalu panjang, gede juga. Masa di masukin semua nya sih?" Kesal Ayyara membuat Jayden mengernyitkan kening nya. Padahal kan, biasa nya juga masuk semua, lalu sekarang kenapa Ayyara baru protes.
"Kan biasa nya juga masuk semua, Bby."
"H-aahh? Apa iya? Tapi kemarin-kemarin gak sengilu ini deh."
__ADS_1
"Mana rela kalau si junior gak masuk semua." Jawab Jayden, tanpa menghentikan gerakan tubuh nya. Pria itu begitu bersemangat bergerak maju mundur di atas tubuh Ayyara yang polos.
Setelah hampir satu jam kemudian, Ayyara sudah merasa lemas karena dia sudah beberapa kali dia klimaaks. Sedangkan Jayden, dia masih belum apa-apa. Senjata nya masih berdiri tegak dengan gagah nya.
"Aaahhh, cukup Daddy.." Ayyara menjerit saat Jayden bergerak dengan brutal di atas tubuh nya.
"Kenapa, sayang?"
"Sa-kit, aaasshhhhh.." Ayyara meringis pelan saat merasakan miliknya benar-benar sakit.
"Sakit? Apa Daddy terlalu dalam saat menekan nya, atau gerakan Daddy terlalu cepat, sayang?" Tanya Jayden.
"Dua-duanya, udah tahu ini aku masih sensitif, Dad. Kemarin baru aja selesai datang bulan, malah main kasar!"
"Ya maaf, Daddy kan gak tahu, Bby."
"Udah aahh, lepasin." Pinta Ayyara, Jayden yang mendengar hal itu tentu saja tak terima. Dia belum mendapatkan pelepasan nya, masa udahan sih?
"Sebentar lagi Daddy meledak, Bby. Gapapa deh cuma satu ronde aja, biarin yang tiga ronde nya anggap aja sebagai hutang kamu sama Daddy."
"Astaga, perhitungan banget jadi laki." Ucap Ayyara dengan ketus.
"Ya jelas, kalo untuk masalah jatah, Daddy akan perhitungan, sayang. Beda kalau sama uang."
"Dihh, makin lama kok Daddy makin aneh ya. Biasa nya kan kalo laki-laki tuh suka perhitungan kalo masalah duit, ini kok beda." Ucap Ayyara. Jayden terkekeh, dia bosan melihat uang. Berbeda dengan melihat tubuh indah Ayyara yang selalu membuat nya berhasraat.
Tapi, sebentar yang di maksud Jayden itu apa berbeda ya? Soalnya, dalam hal ini sebentar nya Jayden dengan sebentar nya Ayyara jauh berbeda.
"Katanya sebentar, ini udah setengah jam kok belum udahan juga sih?" Tanya Ayyara.
"Sebentar, sayang."
"Enggak aahh, udahan. Sebentar nya Daddy lama." Jawab Ayyara membuat Jayden langsung bergerak cepat di atas tubuh Ayyara, membuat gadis itu terguncang hebat karena gerakan Jayden.
"Aaarghhh.." Jayden berhasil mendapatkan pelepasan nya, dia menekan si junior sedalam mungkin, kepala nya terdongak ke atas menikmati sensasi yang terasa begitu nikmat. Urat-urat syaraf di tubuh nya terasa luruh seketika saat dia berhasil mendapatkan klimaaks setelah seminggu berpuasa karena Ayyara yang kedatangan tamu bulanan nya.
"Terimakasih, sayang." Bisik Jayden di telinga Ayyara.
Setelah berhasil menetralkan nafas nya, Jayden pun turun dari tubuh sang gadis, dia berguling ke samping lalu menarik tubuh Ayyara ke dalam pelukan nya.
"Baby.."
"Hmmm, iya Dad. Ada apa?"
"Kamu sedang dalam masa subur sekarang, bukan?"
__ADS_1
"Iya, Dad."
"Kalau seandainya, benih yang aku semai tumbuh di dalam rahim mu, bagaimana?" Tanya Jayden. Jujur, dia memang sangat ingin memiliki keturunan, tapi kembali lagi dengan kesiapan Ayyara yang akan mengandung juga melahirkan sang buah hati. Dia tidak ingin memaksa Ayyara untuk mau mengandung juga melahirkan pewaris nya kelak, tapi dia sangat berharap kalau Ayyara menjawab dengan bijak.
"Kenapa bertanya seperti itu, Dad? Mau bagaimana pun, dia tumbuh atas keinginan kita berdua kan? Jangan menyakiti nya, justru aku akan sangat menyayangi nya, aku akan menjaga nya dengan sepenuh hati, Daddy. Kenapa, apa Daddy meragukan aku?" Tanya Ayyara.
"Tidak, Daddy yakin kamu adalah gadis yang bijaksana, sayang. Terimakasih, karena sudah mau mengandung anak ku."
"Sama-sama, jangan pernah bertanya seperti itu lagi. Dengan menanyakan hal seperti itu, sama saja dengan Daddy meragukan aku." Jawab Ayyara.
"Tidak, Daddy tidak pernah meragukan dirimu, baby. Daddy janji takkan pernah menanyakan hal itu lagi."
"Baiklah, Dad." Ayyara tersenyum manis, lalu dia memeluk tubuh besar Jayden.
"Daddy akan sangat bahagia kalau dia tumbuh di rahim mu, sayang."
"Tentu, aku juga akan sangat bahagia, Daddy."
"Apa kamu tidak takut, sayang?" Tanya Jayden. Jujur saja, sebenarnya Ayyara merasa sedikit takut. Takut apa? Kemarahan sang ayah. Ya, dia tidak melakukan kesalahan apapun dia suka marah-marah, apalagi kalau sampai dia hamil tanpa di luar nikah? Tapi, Ayyara yakin kalau semua nya akan ada jalan nya.
"Tidak, selama ada Daddy aku takkan takut apapun." Jawab Ayyara sambil tersenyum, Jayden terkekeh lalu mengeratkan pelukan nya. Dia sangat mencintai Ayyara, ya dia yakin kalau apa yang dia rasakan pada Ayyara adalah cinta. Bukan sekedar rasa nyaman semata, tapi ini cinta. Jayden yakin akan hal itu, ini juga bukan obsesi.
Sedangkan di suatu tempat, seseorang menatap beberapa orang yang berhasil selamat dari ke kejaman seorang Jackson. Kepala mereka semua tertunduk, mereka takut akan tatapan tajam mengintimidasi yang di berikan oleh pemimpin mereka.
"Bagaimana bisa gagal hah? Anggota kita juga banyak yang menjadi korban!"
"Ada Jack disana, Tuan. Jayden bisa kami tumbangkan saat dia lengah, tapi Jack datang. Kami juga hampir berhasil membawa target, tapi lagi-lagi ada Jack yang langsung melesatkan tembakan, Tuan." Ucap salah satu anak buah nya.
"Boddoh! Harusnya bukan Deri yang mati, tapi kau!" Hardik nya membuat tubuh pria itu terhenyak.
"Maaf, Tuan. Kami akan kembali berusaha mendapatkan target."
"Aku beri waktu, paling lambat lusa. Dia harus ada disini, mengerti?" Tanya nya.
"Baik, tuan."
"Bubar! Lakukan tugas kalian masing-masing."
Mereka pun pergi dari ruangan itu, meninggalkan seseorang yang terdiam, sendirian di tempat yang gelap dan sunyi. Pria itu mengangkat sebelah kaki nya ke atas meja, dia mengambil rokok dan menyesap nya. Asap mengepul, memenuhi ruangan serba hitam itu.
Pria berwajah tampan itu menatap tajam, lurus ke depan. Dia tersenyum smirk, yang membuat siapa saja akan merinding melihat nya. Aura nya terasa sangat dingin, tapi masih belum ada apa-apa nya di bandingkan Jayden.
"Ckkk, berani sekali dia berurusan dengan ku. Lihat saja akibat nya nanti." Ucap pria itu, dia meremaas rokok yang tadi sedang dia sesap itu lalu melempar nya. Dia tidak merasa kepanasan sama sekali.
Siapa pria itu?
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻