
"Mau beli yang mana tas nya, sayang?" Tanya Ayyara, saat ini ketiga nya sedang berada di toko tas sekolah. Arsen terlihat kebingungan memilih antara dua tas yang sama-sama bergambar tokoh Marvel kesukaan nya.
Melihat Arsen yang kebingungan, Jayden pun mengambil inisiatif sendiri. Dia mengambil kedua tas itu dan membawa nya ke kasir lalu membayar nya.
"Daddy, tapi.."
"Kalau bisa beli dua, kenapa harus satu, boy?" Ucap Jayden, membuat Arsen terdiam.
"Sudah, Daddy memang seperti itu." Ayyara kembali menggandeng tangan putra nya, kali ini mereka beralih ke toko sepatu khusus untuk anak-anak.
"Permisi Tuan dan Nyonya, ada yang bisa di bantu?" Sapa staff toko sepatu branded itu dengan ramah.
"Putra ku membutuhkan sepatu untuk sekolah, carikan yang sesuai untuknya." Tegas Jayden, membuat staff itu tersenyum kecil lalu mengangguk.
"Baik, Tuan. Mari, boy." Ajak staff itu, Jayden memutuskan untuk menunggu di ruang depan, sedangkan Arsen dan Ayyara mengikuti langkah staff itu. Bukan tanpa alasan Ayyara memilih ikut, bisa saja staff itu bersikap tidak menyenangkan pada putra nya kan?
"Bagaimana kalau sepatu yang ini, boy?"
__ADS_1
"Terlalu sederhana, ganti." Jawab Ayyara, kali ini dia bersikap seperti Jayden. Dia ingin yang terbaik untuk putra nya. Tapi, staff itu malah menunjukkan sepatu-sepatu yang menurut Ayyara terlalu sederhana dan harga nya masih sangat terjangkau.
"Apa hanya ini yang toko kalian miliki? Tidak ada yang lebih bagus?" Tanya Ayyara, menyangkut kenyamanan putra nya dia tidak ingin main-main.
"Mom, yang itu saja sudah sangat baik untuk Arsen."
"Tidak, itu tidak cocok untuk anak orang kaya seperti kita, sayang." Jawab Ayyara.
"Baiklah, ada sepatu yang limited edition tapi harga nya mahal, bagaimana?"
"Perlihatkan saja!" Tegas Ayyara, dia kesal dengan staff yang meremehkan dirinya. Meskipun tanpa Jayden, dia sudah punya banyak uang bahkan dia memiliki kartu black card. Sekarang malah di tambah dia memiliki suami yang kaya tajir melintir, membuat uang nya takkan habis bahkan sampai tujuh turunan sekali pun. Sekarang, Ayyara memegang tiga black card sekaligus. Jadi, bayangkan saja seberapa kaya nya wanita itu?
"Kau mengira aku ini wanita bodooh hmm? Ini palsu!"
"Tidak, Nyonya. Ini bukanlah sepatu palsu, ini asli."
"Ada apa ini, Mom?" Tanya Jayden, dia datang pada istrinya karena mendengar ada sedikit cekcok antara istri dan staff yang melayani putra dan istri nya itu.
__ADS_1
"Ini staff nya gak bener, Dad. Ya masa aku di kasih sepatu kw sih, yang bener aja sekelas toko branded kayak gini tapi punya sepatu kw." Ucap Ayyara pada Jayden. Saat itu juga, Jayden mengepalkan kedua tangan nya dengan kedua mata yang menyalak tajam, wajah nya berubah merah padam akibat amarah.
"Apa maksud mu hah? Kau ingin melihat kemarahan ku atau kau ingin melihat aku menutup toko mu ini karena ulah kotor mu ini sialan?" Ucap Jayden datar, aura nya berubah. Bahkan sampai Arsen saja langsung bersembunyi di belakang tubuh Ayyara.
"Kau berpikir istri ku bodooh hmm? Karena tak bisa membedakan mana sepatu yang asli dan palsu, begitu hah?" Tanya Jayden lagi.
"Maaf, Tuan.."
"Aku tidak akan pernah memaafkan perbuatan congkak mu ini, lihat saja aku akan membalas dendam atas perbuatan mu ini. Kau sudah mempermalukan istriku!"
"Tuan, tidak seperti itu. Saya hanya.."
"Apa? Kau pikir aku tak mampu membayar sepatu seperti ini? Seperti nya kau belum tahu siapa aku bukan? Aku bahkan bisa membeli semua sepatu disini bahkan dengan toko nya sekaligus, atau aku bisa membeli dengan mall nya sekalian." Ucap Jayden membuat staff itu terkejut, dia benar-benar tidak menyangka kalau apa yang dia perbuat itu adalah sebuah kesalahan fatal dan dia melakukan hal ini pada orang yang salah.
"Tuan.."
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻