
"Mommy.." Teriak Arsen sambil berlari ke arah Ayyara yang terduduk di kursi roda sehabis berjemur bersama Jayden. Pria itu tersenyum saat melihat Arsen sudah membaik, hanya saja wajah nya masih sedikit pucat karena dia belum benar-benar sembuh.
"Jangan berlarian seperti itu, Boy. Nanti kamu jatuh lho." Ucap Jayden. Tapi Arsen tidak peduli dan tetap berlari ke arah Ayyara dan langsung memeluk nya. Membuat Ayyara sedikit meringis, karena luka jahit bekas operasi nya belum sepenuh nya sembuh.
"Aahss.."
"Mommy, sakit ya? Maafin Arsen, Mom." Ucap Arsen. Ayyara tersenyum kecil lalu mengusap rambut sang putra dengan lembut lalu mengecup kening Arsen dengan penuh kasih sayang.
"Tidak apa-apa, sayang. Kamu apa kabar?"
"Baik, Mom. Arsen sangat baik, apalagi setelah mendengar Mommy sudah sadar. Arsen sangat bahagia sekali, Mom. Terimakasih sudah bangun dan kembali pada Arsen. Jujur, Arsen sangat merindukan Mommy." Celoteh anak kecil itu dengan polos nya. Ayyara tersenyum kecil lalu mengecup punggung tangan sang putra dengan lembut.
"Benarkah? Apa Arsen nakal selama Mommy tidur?"
"Tidak kok, Mom." Jawab Arsen sambil menggelengkan kepala nya.
"Bohong, dia sudah makan dan harus di bujuk untuk minum obat." Celetuk Agnes membuat Arsen mendongakan kepala nya menatap wajah sang Nenek, lalu menundukkan kepala nya.
"Maafin, Arsen ya, Mom."
"Tidak apa-apa, Boy. Tapi jangan di ulangi ya, itu gak bagus. Arsen harus nurut sama Oma, Opa, Mommy, Daddy, Om Roy. Jadi, Arsen tahu kan harus bilang apa sama Oma?"
"Maaf, Oma."
"Tidak apa-apa, sayang. Yang penting sekarang kamu sudah sembuh." Jelas Agnes sambil mengacak rambut Arsen dengan gemas.
"Mana adik bayi, Mom?"
"Dia ada di ruang perawatan, tadi habis berjemur sama perawat nya." Jelas Jayden.
"Jay, bagaimana kalau kita menyewa baby sitter saja. Sebelum Ayyara benar-benar sembuh, dia pasti perlu menyesuaikan diri dengan keadaan baru nya."
"Iya, Jayden juga sudah mendiskusikan hal ini sama Ayyara. Luka nya juga masih belum kering, jadi dia belum bisa beraktivitas seperti biasa nya." Jelas Jayden sambil tersenyum.
"Bagaimana Ayya?"
"Apapun keputusan nya Daddy, Ayya ngikut aja. Soalnya dia pasti tahu apa yang baik buat Ayya, Ma."
"Baguslah kalau begitu."
"Kemari, sayang.." Ucap Ayyara, membuat Arsen yang sedari tadi hanya terdiam saat Agnes membicarakan tentang bagaimana ke depan nya Ayyara mengurus bayi nya, Arsen menatap polos ke arah nya dan Jayden.
"Kenapa diam? Arsen gak suka sama adik bayi?" Tanya Ayyara sambil mengusap rambut Arsen dengan lembut.
"Tidak, Mom. Arsen bahagia karena punya adik, jadi Arsen bakalan punya teman baik. Tapi, Arsen.."
"Kenapa, sayang? Bicara sama Mommy ya.."
__ADS_1
"Tidak apa-apa kok, Mom."
"Boy, kamu jangan menyembunyikan sesuatu dari Mommy dong."
"Maafin Arsen, Mom. Tapi Arsen benar-benar baik-baik saja kok."
"Kamu tidak berpikir kalau kami akan pilih kasih padamu dan Adik mu itu kan?" Tanya Jayden, membuat Arsen terdiam.
"Astaga, sayang. Mommy tidak akan seperti itu, Mommy sangat menyayangi kamu, sayang." Ucap Ayyara sambil meraih Arsen ke dalam pelukan nya.
"Maafin Arsen, Mom. Arsen takut Mommy bakalan lupa sama Arsen."
"Hey, kenapa bicara seperti itu, Boy. Tidak, maupun Daddy atau Mommy akan tetap sayang padamu, sayang." Ucap Ayyara sambil terus memeluk Arsen.
"Oma, Oppa juga akan seperti itu. Jangan khawatir, kasih sayang kami akan tetap adil pada mu, sayang."
"Iya, kamu juga putra Mommy dan Daddy. Tak mungkin kami berdua pilih kasih sama anak sendiri kan?" Ucap Jayden, dia berlutut sambil meraih Arsen ke dalam pelukan nya.
"Benarkah itu, Mom, Dad?" Tanya Arsen lirih.
"Tentu saja, Boy. Jangan pernah berpikiran seperti itu ya. Mommy gak suka denger kamu bicara seperti itu." Ucap Ayyara, membuat Arsen yang masih berada di dalam pelukan Jayden menatap wajah cantik sang mommy dan tersenyum kecil.
"Terimakasih, Mommy, Daddy.."
"Sama-sama, sayang. Kemarilah, mau ikut Mommy nengok adik bayi yuk?" Ajak Ayyara sambil tersenyum.
"Baby Zian Xavier Wiratama, Boy. Panggil saja Adik Zian ya, Boy."
"Nama belakang nya sama kayak Arsen ya, Mom."
"Iya dong, karena kamu juga putra Daddy. Wiratama adalah nama belakang Daddy, jadi Daddy wariskan untuk kedua putra Daddy. Jadi, kamu percaya kan kalah Daddy memang menyayangi mu dengan tulus, Boy?" Tanya Jayden, Arsen menganggukan kepala nya. Dia percaya pada ucapan sang Daddy. Jujur, dia senang dan bahagia karena di sayangi oleh sosok baik hati seperti Ayyara dan Jayden.
"Terimakasih, Mommy." Jawab Arsen sambil tersenyum kecil. Dia pun kembali berjalan dengan menggenggam tangan Ayyara dengan erat, sedangkan Jayden berjalan sambil mendorong kursi roda istri nya.
Mereka pun sampai di sebuah ruangan tempat baby Zian di rawat. Bayi mungil itu sedang tertidur dengan nyenyak, kedua mata Arsen berbinar melihat bayi tampan itu.
"Hidung nya mancung sekali, dia sangat tampan ya, Mom?" Tanya Arsen, Ayyara menganggukan kepala nya. Putra nya itu tidak melepaskan genggaman tangan sang ibu sama sekali. Dia sedikit berjinjit untuk bisa melihat adik nya itu. Jayden gemas dan dia menggendong Arsen agar putra nya bisa melihat dengan jelas adik bayi nya.
"Dad.."
"Tidak apa-apa, biar kamu jelas lihat adik bayi nya." Jelas Jayden. Arsen mengecup singkat pipi kanan sang Daddy.
"Terimakasih, Daddy."
"Sama-sama, sayang." Jawab Jayden. Keluarga itu pun nampak bahagia sekali melihat bayi kemerahan yang baru lahir itu dengan raut kebahagiaan yang terpanca dari mereka semua. Termasuk Agnes, sekarang dia berstatus nenek dengan dua cucu.
"Dia terbangun, Dad.." Arsen menunjuk bayi kecil yang sedang menggeliat kecil karena suara yang cukup bising.
__ADS_1
"Iya, ayo sapa dia boy." Ucap Jayden. Ayyara pun segera menggendong Zian ke dalam pelukan nya, dia akan belajar menyusui nya dan menggendong nya sebagai langkah utama status nya sebagai seorang ibu.
"Hey, Adik bayi. Ini kakak Arsen.." Ucap Arsen sambil menoel-noel pipi kemerahan nan lembut sang adik dengan gemas nya.
Zian langsung merespon dengan memegang jemari Arsen yang tengah menyentuh pipi nya.
"Wah, dia langsung merespon. Dia tahu kalau kamu yang sering mengajak nya bicara saat dia masih berada di dalam kandungan Mommy ya. Jadi nya, dia langsung mengenali suara Kakak nya." Ucap Ayyara sambil tersenyum.
"Adik bayi sangat tampan, tumbuhlah dengan sehat ya. Nanti kakak bakalan jagain adik Zian, kita main bola sama-sama ya." Ucap Arsen sambil mengecup lembut kening adik nya.
"Eehh, apa bayi baru lahir boleh di cium, Mom? Maafin Arsen."
"Tidak apa-apa, sayang." Jawab Ayyara.
Keesokan hari nya, Ayyara sudah di perbolehkan untuk pulang. Arsen pun menyambut kepulangan sang Mommy dan adik bayi dengan senyum manis nya. Dia langsung menghambur memeluk kaki sang Mommy. Ayyara tersenyum lalu menyerahkan Zian pada perawat yang sengaja Jayden sewa selama satu minggu sebelum dia mendapatkan baby sitter yang sesuai untuk putra nya.
Jack dan Roy sedang mencari nya saat ini, jadi untuk sementara waktu Jayden menyewa perawat dari rumah sakit.
"Selamat datang, Mommy."
"Terimakasih, Boy. Sudah pulang sekolah?"
"Sudah, Mom. Tadi pagi, Arsen di anterin sama Om Ansel, soalnya Om Roy lagi pergi sama Om Jack."
"Iya, sayang. Bagaimana sekolah nya?"
"Lancar kok, Mom."
"Syukurlah, sayang. Jangan sungkan kalau kamu mau cerita sama Mommy ya, boy?"
"Iya, tentu saja Mom." Jawab Arsen. Mereka pun masuk ke rumah dengan Jayden yang mengambil alih Zian dari perawat itu. Dia akan berjemur bersama putra nya di taman belakang.
Jayden tersenyum sambil menimang-nimang bayi mungil di dalam pelukan nya, rasa nya sampai sekarang dia masih belum percaya kalau dia sudah menjadi seorang ayah sekarang ini. Ayyara mewujudkan semua yang dia harapkan.
"Terimakasih karena sudah hadir dan melengkapi hidup Daddy, Boy." Gumam Jayden sambil mengecup kening sang putra dengan lembut.
"Daddy, ayo masuk. Disini angin nya terlalu kencang, tidak baik untuk bayi kita."
"Baik, Mom." Jawab Jayden, dia pun langsung masuk ke dalam rumah menyusul sang istri.
Perjalanan hidup yang panjang dan penuh rintangan membawa Jayden pada kehidupan yang indah. Dimana, dia memiliki dua orang putra, istri dan masih banyak hal indah lain nya yang dia dapatkan setelah bertemu dengan Ayyara. Wanita cantik pelengkap hidup nya, dia benar-benar berterimakasih pada Tuhan karena sudah mempertemukan nya dengan Ayyara malam itu.
Ya, itulah akhir dari sebuah perjalanan hidup King Jayden Wiratama. Mafia yang terkenal akan ke ke kejaman dan kesadisan nya akhirnya tunduk pada seorang wanita. Cinta bisa mengubah orang bahkan iblis sekalipun bisa luluh karena cinta. Dan Jayden merasakan itu semua dari Ayyara, wanita cantik yang selalu menerima dirinya apa adanya.
-TAMAT-
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻