Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 91 - Mencekam


__ADS_3

"Bagaimana perkembangan tugas yang aku berikan? Kalian sudah melakukan nya dengan baik?" Tanya pria bertubuh tinggi besar dengan bekas luka di sebelah wajah nya.


"Berjalan sesuai rencana, Tuan." 


"Baguslah, lakukan dengan cepat. Aku tak sabar ingin menyaksikan sendiri bagaimana hancur nya Jayden saat dia menerima kenyataan kalau anak nya mati di tangan ku!" Ucap nya sambil mengepalkan kedua tangan nya. Dia memiliki dendam pribadi pada Jayden, hingga berniat untuk menghancurkan pria itu melalui putra nya, Arsen.


"Tapi, apakah Tuan yakin kalau Jayden akan bersedia menukar semua yang dia miliki hanya demi anak angkat?"


"Anak angkat?" Tanya nya.


"Ya, Arsenio adalah anak angkat Jayden. Dia hanya anak jalanan yang tak sengaja bertemu dengan Jayden dan pria itu mengambil nya dari jalanan."


"Jadi dia hanya gelandangan tak berguna? Ckkk, sialan. Jadi apa lagi kelemahan Jayden selain anak sialan itu?" 


"Istri nya, Ayyara." Jelas pria itu membuat seseorang itu berbalik dan menatap bawahan nya dengan tajam. 


"Ayyara? Nama yang tidak asing bagiku, siapa dia?"


"Putri semata wayang David Argantara dan Agnesia Marrol." Jelas nya, membuat pria itu menyeringai. Dia juga memiliki dendam kesumat pada David. 


"Bukankah itu sangat bagus, Tuan? Anda bisa melumpuhkan dua orang musuh dengan satu kali tembakan." 


"Ya, kau benar." Jawab pria itu, dia tersenyum smirk. Akhirnya dia menemukan cara untuk membuat kedua orang musuh berat nya hanya dengan satu rencana saja. 

__ADS_1


"Jadi, kapan kami harus melakukan nya?"


"Malam ini, kacaukan markas the black wolf, dengan begitu aku yakin kalau Jayden akan keluar dari rumah nya itu dan pergi ke markas. Dengan begitu, Ayyara akan sendirian di rumah dan saat itu adalah waktu yang tepat untuk melancarkan aksi kita. Kau mengerti?"


"Baik, Tuan. Kami akan melakukan nya malam ini juga." 


"Lakukan dengan cepat, aku harus memastikan kalau misi ini berhasil. Ini menyangkut keamanan ku dan kita semua, Jayden bukan orang sembarangan jadi tetaplah berhati-hati." Ucap nya. Pria itu pun segera undur diri untuk menjalankan misi jahat nya. 


Pria itu tersenyum jahat sambil melihat pemandangan kota di malam hari ini. Dia yakin kalau rencana nya ini akan berhasil.


"Aku tak sabar melihat mu hancur sehancur hancur nya, Jay." Gumam pria itu. 


Di mansion milik Jayden, pria itu merasakan ada nya bahaya yang mengintai. Jadi dia menghubungi banyak anak buah nya untuk berjaga di rumah nya, dia juga memanggil Jack, Arka, Bima dan Roy. Sebagian besar lagi berada di markas dengan pimpinan dan kemampuan masing-masing. Jayden yakin kalau sasaran mereka adalah istri atau anak nya, bukan dirinya. 


"Bagaimana Jack?"


"Musuh terdeteksi di markas, Jay." Jelas Jack, membuat Jayden mengepalkan kedua tangan nya. 


"Ada beberapa juga yang menuju kesini."


"Ya, ini jelas jebakan, Jack!" Ucap Jayden, Jack menganggukan kepala nya. Dia setuju dengan ucapan Jay. 


"Ckk, lagu lama. Taktik seperti ini untuk mengelabui ku? Orang bodooh!" Lirih Jayden, dia tersenyum ke arah Jack, Arka, Bima dan Roy. Mereka langsung mengerti dan pergi untuk melakukan tugas masing-masing. 

__ADS_1


Jay bersiap-siap, dia mengenakan pakaian anti peluru nya lengkap dengan persediaan senjata.


"Daddy.."


"Apapun yang terjadi, tetap disini bersama Arsen. Ingat itu." 


"Tapi Dad.."


"Aku akan kembali dengan baik-baik saja, Mom. Aku mencintai kalian berdua." Ucap Jayden, dia mengecup kening sang istri dan puncak kepala Arsen dengan lembut.


"Do'akan Daddy mu ini, Boy. Kunci pintu nya, Mom. Aku akan pergi sekarang."


Setelah mengatakan hal itu, Jayden pun langsung pergi keluar. Ayyara berusaha mengejar kepergian suami nya, tapi Arsen langsung mencegah langkah sang Mommy.


"Mommy, jangan mengejar Daddy. Ingat kata Daddy, jangan seperti ini. Daddy akan marah karena Mommy seperti ini, ingat disini ada adik bayi yang harus Mommy lindungi." Ucap Arsen, membuat Ayyara terdiam seketika. Apa yang di katakan oleh Arsen benar, sangat benar. Jayden akan sangat marah kalau dia tidak menurut dan ceroboh menjaga kedua anak nya.


"Hati-hati, Daddy. Pulanglah dengan selamat, aku mohon." Gumam Ayyara sambil memeluk Arsen dengan erat. Air mata nya perlahan meluruh begitu saja, dia benar-benar tak bisa seperti ini. Dia mencintai Jayden dan ini adalah hal yang paling dia takuti selama menjadi istri seorang mafia. 


"Daddy pasti baik-baik saja, Mom. Kita harus percaya sama Daddy kan?" 


"Iya, Boy." Jawab Ayyara lirih sambil mengusap-usap kepala Arsen dengan lembut.


......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2