Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 64 - Tingkah Bumil


__ADS_3

"Mom.." Panggil Jayden, dia menggoyangkan lengan sang istri. Tapi seperti nya wanita hamil itu tertidur dengan sangat lelap, meringkuk di sofa. 


"Mommy, Daddy pulang bawain pizza keju sama mango smoothies kesukaan Mommy. Bangun dulu ya, makan?" Lirih Jayden sambil mengusap-usap wajah cantik sang istri. 


"Enghh, Daddy bau.."


"Hah siapa yang bau, Daddy?" Tanya Jayden, dia terkejut saat mendengar istrinya mengatai dirinya bau. Padahal, Ayyara biasa nya sangat menyukai aroma tubuh nya. Meskipun dia tidak mandi dan berkeringat, wanita itu akan tetap saja nempel di pelukan nya. Jadi, Jayden cukup terkejut saat istri nya sendiri mengatakan hal itu, apa dia sebau itu ya?


"Iya, Daddy bau. Mandi dulu sana."


"H-aahh? Tapi Daddy sudah mandi sebelum ke markas." Ucap Jayden, dia memang sudah mandi tadi, lalu kenapa harus mandi lagi? Di markas pun dia tidak habis membunuh orang, tapi heran saja kenapa istrinya mengatai dia bau. 


"Bau, sana mandi ihhh." 


"Yaudah iya, Daddy mandi dulu. Jangan lupa pizza nya di makan, itu juga minuman nya seger." 


"Hmmm, iya. Sana cepet, Daddy bau nya bikin aku mual." Ucap Ayyara sambil menutup hidung nya dengan jemari nya. Jayden pun melangkah masuk ke dalam kamar untuk membersihkan tubuh nya. Dia membuka seluruh pakaian nya dan masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya dengan air dingin dari shower.


Sepanjang acara mandi itu, Jayden terus saja memikirkan, apa mungkin dia bau badan? Tapi kan kalau memang dia bau badan, sudah dari lama Ayyara mengatakan nya, atau bahkan illfeel mungkin. Tapi kenapa Ayyara baru mengatakan hal ini?


"Apa aku bau badan ya? Tapi biasa nya Ayyara nempel-nempel aja tuh, tapi kok aneh ya?" Gumam Jayden. Dari itu, dia pun langsung menggosok-gosok tubuh nya dengan sabun agar seluruh tubuh nya wangi. Semoga saja Ayyara mau berdekatan lagi dengan nya nanti, bahaya kalau dia tidak boleh tidur di kamar bersama istri cantik nya. 


Setelah di rasa cukup, Jayden pun keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Jayden menyisir rambut nya dengan rapih ke belakang, lalu keluar dari kamar. Dia terkekeh pelan saat melihat kotak pizza yang tadi dia beli itu sudah terbuka dan hanya tinggal separuh nya saja. 


Ayyara memakan pizza nya dengan lahap, dia benar-benar menyukai pizza keju. Kalau saja tidak di larang, pasti dia akan menghabiskan nya. Ini adalah kedua kali nya setelah hamil, Ayyara memesan pizza keju untuk nya. Tapi, dia memfavoritkan pizza itu setelah hamil. Sebelum nya, dia akan memilih pizza biasa di banding pizza rasa keju. 


"Mom, jangan di habiskan.." ucap Jayden sambil duduk di samping Ayyara, biasa nya bumil yang satu ini akan langsung bermanja dengan nya. Tapi sekarang, saat melihat Jayden duduk di dekat nya, Ayyara malah menjauh. 


"Mom, kok jauh-jauhan gini sih duduk nya. Padahal biasa nya kan kita dempet-dempetan gitu?" Tanya Jayden. 


"Daddy bau!"


"Lho, Daddy udah mandi lho ini, Mom. Daddy gosok tubuh Daddy pakai sabun, keramas juga. Masa masih bau sih?" Tanya Jayden, dia mencium bau tubuh nya apalagi di bagian ketiak. Tapi tidak ada bau apapun, kecuali aroma wangi dari sabun yang dia kenakan. Tapi kenapa Ayyara masih mengatai dia bau? Kan ngaco ya. 


"Masih bau, sana jauh-jauh. Bau nya bikin aku mual, tau gak!" Jawab wanita itu dengan ketus. Dia sama sekali enggan menatap ke arah suami nya. 


"Astaga, Mom.."


"Sanaan ih, minggir. Bau juga, mau deket-deketan mulu." Kesal Ayyara, dia pun mengambil kotak pizza dan manggo smoothies nya, lalu membawa nya ke kamar dan menutup pintu nya. 


Jayden menatap punggung istri nya dengan sendu. Dia heran, benar-benar heran. Kenapa bisa, dia sudah mandi sebersih mungkin. Tapi aneh nya kenapa istri nya masih bisa mengatai nya bau? Bahkan sekarang dia terkesan menghindari nya. 


Pria berwajah tampan itu berusaha membuka pintu kamar nya, tapi pintu nya di kunci dari dalam. Tentu saja itu membuat Jayden panik, dia mengetuk-ngetuk pintu sambil memanggil istrinya. 


"Mom, kenapa pintu nya di kunci?"


"Daddy tidur di kamar lain malam ini, aku mau tidur sendiri." Jawab Ayyara, membuat jantung Jayden seolah berhenti seketika. Mana bisa dia tidur tanpa memeluk istri dan berbicara dengan janin di perut nya. Bagaimana bisa?


"Mommy, gimana dong. Daddy gak bakalan bisa tidur tanpa meluk Mommy, ayolah Mom."


"Enggak mau, kecuali kalau Daddy udah wangi." Jawab Ayyara dari dalam sana, membuat Jayden kelimpungan sendiri. Dia sudah mandi, menggosok tubuh nya dengan sabun, tapi itu semua tidak berguna. Wanita cantik itu tetap saja mengatai dirinya bau, bahkan katanya bau tubuh nya membuat dirinya mual. 


"Tapi Daddy harus gimana? Mandi udah pake sabun, pake parfum juga udah, Mom. Harus gimana lagi?"

__ADS_1


"Terserah Daddy, pokoknya Mommy gak bakalan mau deket-deket sama Daddy kalau tubuh Daddy masih bau." Jawab wanita hamil itu. Jayden lemas seketika, masa sih dia bau ya?


Akhirnya, Jayden pun memilih ke ruang tamu dan duduk di sofa. Dia memikirkan kembali, kira-kira apa yang membuat dia bau badan? Tapi masa iya dia bau badan mendadak kayak tahu bulat sih? Kan biasa nya kalau bau badan itu ya karena kebiasaan, seperti jarang mandi. Tapi dia mandi teratur sehari dua sampai tiga kali, jadi tidak mungkin dia bau badan.


Lagi pun, Ayyara baru sekarang mengatakan itu. Sebelum nya, padahal Ayyara mengatakan kalau dia sangat menyukai aroma tubuh nya. 


"Ada-ada saja itu kelakuan bumil, tapi ini sangat merugikan bagiku." Gumam Jayden sambil menggelengkan kepala nya. Alamat tidur sendirian dia malam ini, entahlah apakah dia akan bisa tidur nanti atau tidak sama sekali.


Jayden memutuskan untuk pergi ke dapur dan membuat kopi, dia pun meminum nya secara perlahan. Pria tampan itu pun meminum nya sambil menonton televisi, dia melihat acara pertandingan sepak bola yang di siarkan secara langsung. Meskipun sebenarnya dia tidak terlalu suka menonton bola, tapi dari pada bosan begini, ya tidak buruk juga. Dia bisa menonton siaran itu. 


Beberapa kali, dia menghembuskan nafas nya dengan kasar saat mengingat kalau dia harus tidur sendirian malam ini. Tidak ada acara usap-usap perut dulu berarti, padahal itu adalah kegiatan kesukaan nya sekarang sebelum tidur. Tentu nya setelah bermain kuda-kudaan terlebih dulu, itu masih menjadi kegiatan paling favorit nya. 


"Mommy, tega banget sih sama Daddy. Beneran ini Daddy di suruh tidur sendiri? Miris sekali nasib ku." Gumam Jayden sambil membuat ekspresi sedih yang di buat-buat. Jelas sekali kalau saja Ayyara melihat nya, bukan nya iba dia malah akan menertawakan ekspresi wajah yang di buat oleh Jayden. Bukan nya bikin dia ikut bersedih, malah membuat nya tertawa. 


Akhirnya, malam itu Jayden hanya berguling-guling di atas kasur, dia sama sekali tidak bisa tidur. Pria itu benar-benar terbiasa dengan ada nya Ayyara di samping nya, dia akan memeluk wanita itu semalaman, terkadang juga Ayyara menolak untuk di peluk karena sejak hamil dia jadi lebih mudah berkeringat. 


Tapi ya Jayden tetaplah Jayden, dia adalah pria yang keras kepala. Jadi, percuma saja kalau Ayyara menolak, toh Jayden akan tetap memeluk nya lagi bahkan lebih erat dari tadi. 


Malam itu, Jayden tidak bisa tidur sama sekali. Dan pagi hari nya, dia mendapatkan lingkaran hitam di bawah mata nya, pertanda kalau dia sama sekali tidak tidur semalam. 


Pria itu keluar dari kamar, dia mencium aroma yang membuat perut nya seketika merasa lapar. Dia pergi ke dapur dengan langkah pelan karena nyawa nya belum sepenuhnya terkumpul, dia masih pusing karena semalam tidak tidur. 


Jayden tersenyum kecil saat melihat Ayyara sedang berdiri dengan tangan yang sibuk mengaduk-aduk wajan yang entah berisi apa. Di meja juga sudah tersedia roti bakar coklat dan secangkir kopi hitam yang masih mengepul. 


"Mom.."


"Ohh, Daddy sudah bangun?"


"Hmm.." Jawab Jayden lirih, Ayyara tersenyum saat melihat wajah bantal sang suami.


"Belum." Jawab Jayden lirih, suara nya terdengar serak. 


"Kebiasaan, cuci muka dulu sana." 


"Iya iya, istriku." Pria itu pun segera menurut dan mencuci muka nya di dapur, tepat nya di wastafel. 


"Di lap dong itu air nya, kamu mah udah dewasa juga kelakuan kayak anak kecil. Baju kotor bukan nya di simpen ke keranjang cucian malah berserakan dimana-mana." Omel Ayyara membuat Jayden terkekeh. Dia akan memilih diam saja tanpa menjawab. Toh melihat Ayyara mengomel adalah kesukaan nya setiap pagi. Dia merasa senang kalau Ayyara mengomel, tanda nya dia memperhatikan diri nya kan?


"Nyengir, mikir dong bukan nyengir doang!"


"Ughhh, cantik nya istriku kalau lagi ngomel gini." Ucap Jayden, tapi berbeda dari biasa nya. Kalau biasa nya, Jayden akan memeluk atau mengunyel-unyel pipi nya dengan gemas, tapi sekarang dia tidak melakukan nya, itu cukup membuat Ayyara heran sendiri. 


"Tumben gak meluk, Dad."


"Daddy takut kamu bilang bau lagi, apalagi sekarang Daddy belum mandi sama sekali." Jawab Jayden, seketika dia merasa tidak percaya diri dengan bau badan nya. 


"Hahaha, Daddy.." 


"Lho kenapa malah ketawa? Jangan bilang ini cuma prank?"


"Dih, siapa yang nge prank? Gak ada guna nya juga aku nge prank Daddy, bikin tidur gak nyenyak aja kurang pelukan." Jawab Ayyara. Jadi bukan Jayden saja yang kesulitan untuk tidur, tapi Ayyara juga tidak bisa tidur karena tidak di peluk oleh suami nya. 


"Jadi semalam kamu gak bisa tidur?" Tanya Jayden, Ayyara menganggukan kepala nya. Dia paling suka saat tidur dengan Jayden yang memeluk nya dari belakang. 

__ADS_1


"Daddy juga gak bisa tidur, Mom."


"Beneran?" Tanya Ayyara sedikit tak percaya, tadi nya tadi malam dia akan menyusul suami nya, tapi dia merasa malu karena dia sendiri yang meminta Jayden untuk tidur di kamar lain. 


"Iya beneran, Mom."


"Pantesan itu mata kamu kayak panda, haha." Jawab Ayyara sambil tertawa terbahak-bahak. 


"Sebel deh, Daddy gak bisa usap-usap perut kamu." 


"Habis nya Daddy bau."


"Bau apa sih? Daddy udah mandi pake sabun wangi, bahkan di gosok. Tapi kamu masih aja bilang bau." Ucap Jayden dengan manja, dia berjalan dengan perlahan dan memeluk Ayyara dari belakang. Dia juga menyandarkan kepala nya dengan nyaman di pundak sang istri, pagi ini Ayyara tidak mengatai nya bau lagi. 


"Daddy wangi.."


"H-ahh? What? Daddy belum mandi lho ini, Mom."


"Gak tahu, tapi bagi aku sekarang ini Daddy wangi. Aroma nya lebih baik dari yang kemaren malem." Jawab Ayyara, benar-benar membuat Jayden kebingungan. Tak mungkin kalau dia tidak mandi hanya karena ingin berdekatan dengan istri nya kan? 


"Hidung kamu bermasalah ya, Mom? Kita periksa nanti ya."


"Gak ada tuh, mana ada hidung aku bermasalah. Baik-baik aja kok." Jawab Ayyara.


"Tapi kok masa Daddy belum mandi di katain wangi, tapi Daddy udah mandi di gosok sabun malah di katain bau. Apa gak aneh, Mom?"


"Lho iya ya, apa iya hidung aku bermasalah?" Gumam Ayyara, tapi dia masih bisa mencium aroma masakan nya seperti biasa. Jadi Ayyara merasa kalau tidak mungkin hidung nya ada masalah. 


"Nah kan, kamu yang biasa nya bawa hidung sampe gak sadar." Ucap Jayden sambil menyentil gemas hidung mancung sang istri. 


"Gak tahu lah, ini cobain dulu.." Ayyara mengulurkan sesendok masakan nya pada suami nya, meminta pria itu untuk mencicipi nya. 


"Sebentar, masih panas.." wanita itu mengipas-ngipas terlebih dulu makanan yang akan dia berikan pada suami nya. Dia juga meniup nya dengan perlahan, setelah itu barulah dia menyuapkan makanan yang dia buat pada suami nya. 


Jayden menerima suapan dari sang istri, dia mengunyah nya dengan perlahan. Ayyara menatap wajah tampan suami nya dengan tatapan khawatir, dia khawatir kalau masakan nya tidak enak. 


"Enak, Mom." 


Seketika Ayyara tersenyum manis, dia senang karena suami nya menyukai makanan yang dia buat. Jayden juga tersenyum karena istrinya selain cantik, dia juga jago memasak ya meskipun sering kali banyak drama. Tapi apapun yang di masak oleh Ayyara, pasti enak. Selalu. 


Jayden menduselkan wajah nya di pipi istri nya, inilah yang dia sukai saat berduaan dengan istri nya, dia bisa bermanja-manja dengan nya. Apalagi sekarang dia sudah menikah dengan Ayyara, jadi dia merasa lebih bebas untuk bermanja dengan nya tanpa harus petak umpet dengan kedua orang tua sang pujaan hati.


"Udah, sana duduk. Kita sarapan dulu ya? Itu kopi nya gak di minum? Dingin dong, Dad."


"Hehe, maaf Mom. Daddy lebih tergoda buah manja-manjaan sama kamu soalnya, gapapa deh kopi nya dingin, tetap Daddy minum kok." Jawab Jayden, dengan terpaksa dia melepaskan pelukan nya pada sang istri, lalu duduk di kursi. Dia mengambil cangkir kopi dan meminum nya, masih cukup hangat.


"Yakin? Mau itu aja atau di ganti, Dad?"


"Gapapa, Mom. Udah ini aja, masih hangat kok." Jawab Jayden dengan senyum manis nya. Ayyara pun menyajikan makanan di depan suami nya, kedua nya pun makan dengan lahap. Tapi, Ayyara kembali ke mode manja bawaan kehamilan nya, dia malah merengek ingin makan dengan di suapi oleh suami nya.


Jayden tidak keberatan sama sekali, dia pun menyuapi istri nya makan. Sesekali dia juga makan sambil menyuapi istri nya yang sedang kembali ke mode manja, tapi tak masalah karena dia suka saat istri nya manja seperti itu. Mereka pun makan sepiring berdua, terlihat lebih romantis bukan? Tentu saja.


.....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻



__ADS_2