
Tepat pukul 12 malam, Jayden mendapat telepon dari Arka. Dia pun segera mengangkat nya dan mengatakan kalau dia akan segera datang kesana sekarang juga.
"Hallo, ada apa Bim?"
'Maaf, Tuan. Bisakah anda kesini sekarang?' Tanya Bima di seberang telepon.
"Ada apa memang nya? Apa pria itu membuat kekacauan?"
'Tidak, tapi sebaiknya sekarang saja agar pimpinan mereka tidak curiga kalau Ansel sudah tertangkap.'
"Ya, baiklah. Aku akan kesana sekarang bersama Jack." Jawab Jayden. Dia pun segera mematikan sambungan telepon nya, pria itu melepaskan tangan sang istri yang melingkar erat di pinggang nya dengan perlahan agar istri nya tidak terganggu tidur nya.
"Daddy harus pergi ke markas untuk menyelesaikan misi dulu ya, Mom. Sebentar, Daddy janji akan segera menyelesaikan tugas dan akan langsung pulang." Bisik Jayden, dia pun segera beranjak meninggalkan sang istri. Namun, seperti nya perasaan seorang istri tak bisa di bohongi.
Nyata nya, sepelan apapun gerakan Jayden, wanita itu malah terbangun. Dia menyipitkan kedua mata nya saat melihat suaminya sedang bersiap dengan jaket dan celana panjang nya.
"Lho, Daddy mau kemana?" Tanya Ayyara dengan suara serak khas bangun tidur nya. Wanita itu langsung beranjak dari tidur nya sambil menatap wajah tampan suami nya. Jayden berbalik dan melihat kalau istri nya tengah menatap nya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.
"Kok bangun, Mom?"
__ADS_1
"Jawab dulu pertanyaan aku, Daddy!"
"Maaf, Mom. Daddy harus ke markas sekarang, kalau tidak pimpinan musuh akan curiga nanti." Jelas Jayden membuat Ayyara terhenyak. Seketika kedua mata nya berkaca-kaca saat melihat suami nya akan pergi.
"Jangan menangis, Mom. Daddy akan cepat pulang, tidak ada lagi pertempuran sekarang."
"Benarkah? Apa ucapan Daddy bisa di percaya?" Tanya Ayyara. Jayden mendekat, lalu membingkai wajah cantik istri nya dan mengecup singkat kening wanita itu.
"Tentu saja, kapan memang nya ucapan Daddy yang di ragukan? Tidak ada kan? Daddy selalu pulang dengan keadaan baik, bukankah itu sudah cukup untuk menepati janji?" Tanya Jayden, Ayyara menganggukan kepala nya pelan, sejauh ini memang pria itu selalu menepati janji nya.
Tapi tetap saja sebagai seorang istri dan calon ibu, dia merasa khawatir kalau suami nya akan ingkar janji dan pulang dalam terluka atau paling buruk mungkin dalam keadaan tewas. Bisa saja kan? Karena Jayden adalah seorang pimpinan mafia yang memiliki banyak musuh dimana-mana dan siap menyerang suami nya kapan pun.
"Dad.."
"Hmmm, baiklah." Jawab Ayyara pasrah, meskipun rasanya dia berat untuk mengizinkan suami nya pergi.
"Mommy tidur di kamar Arsen saja ya?"
"Iya, Daddy." Jawab Ayyara, Jayden pun tersenyum kecil lalu mengusap lembut puncak kepala sang istri.
__ADS_1
"Daddy duluan ya, Jack sudah menunggu di luar."
"Iya, Daddy. Cepatlah pulang ya, nanti bawa jajanan ya?" Pesan istri nya sambil tersenyum.
"Baik, sayang ku." Jawab Jayden, dia mengecup kening Ayyara lalu segera berjalan keluar dari kamar. Pria tampan itu langsung pergi bersama Jack yang sudah menunggu sejak tadi.
"Lama bener dah, untung aja belum berlumut saya menunggu anda, Tuan Jayden."
"Diam, bini bangun jadi di bujuk dulu biar gak rewel." Jawab Jayden sambil berjalan lebih dulu, sedangkan Jack mengekor di belakang Jayden.
"Hmm, jadi pengen punya bini deh rasa nya."
"Makanya laki, ganteng-ganteng kok jomblo." Celetuk Jayden membuat Jack mendelik kesal. Ya, dia memang tampan tapi memang belum fokus untuk mencari pasangan karena dia sibuk dengan pekerjaan nya sebagai wakil mafia yang sibuk kesana kemari mewakili Jayden yang sibuk dengan perkara perbucinan.
"Gak ngeuh kayaknya, padahal gue begini kan gara-gara dia juga yang sibuk dengan drama percintaan nya." Gumam Jack sambil tersenyum kecil.
"Kau bicara sesuatu, Jack?" Tanya Jayden sambil menoleh.
"Tidak apa-apa." Jawab pria itu, kedua nya pun langsung pergi ke markas dengan Jack yang mengemudikan sendiri kendaraan beroda empat itu dengan kecepatan tinggi menuju ke markas.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻