Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 45 - Kekuasaan Jayden


__ADS_3

Setengah jam kemudian, Ayyara dan Jayden pun sampai di depan sebuah mall terbesar. Tapi tunggu, kenapa mall ini nampak sepi pengunjung. Bahkan beberapa store nya nampak tutup.


"Dad, mall nya tutup deh. Kita balik lagi aja yuk?" Ajak Ayyara saat melihat mall nya tutup, karena tak ada satu pun pengunjung kecuali beberapa staff yang hilir mudik.


"Diamlah, ayo cepat kita masuk." Ajak Jayden sambil menarik tangan Ayyara, tapi gadis itu memberikan perlawanan. Dia malas kalau harus memaksa masuk ke mall padahal sudah jelas mall nya tutup. Dia merasa tak enak nanti nya. 


"Baby.."


"Apa, Dad? Aku gak mau masuk ke mall yang udah tutup."


"Kamu pikir mall ini benar-benar tutup, sayang?" Tanya Jayden. Ayyara menganggukan kepala nya, lagi pun kalau tidak ada pengunjung seperti ini artinya mall nya tutup bukan. Mengingat ini adalah mall terbesar, tak mungkin rasanya jika tidak ada pengunjung yang datang bukan? Berarti memang mall ini sudah tutup.


"Iya lah, sepi gini gak ada pengunjung. Artinya tutup kan? Biasa nya mall ini penuh sesak sama orang belanja, tapi sekarang kok sepi. Berarti emang tutup, Daddy." 


"Bukan nya lebih bagus kalau gak ada orang ya? Kamu lebih leluasa buat belanja tanpa harus ngantri atau berdesak-desakan dengan pelanggan lain." Ucap Jayden membuat Ayyara mendengkus pelan.


"Iya, tapi mall nya udah tutup Daddy!"


"Mall nya gak tutup, sayang. Trust me, dear." Jawab Jayden sambil tersenyum, dia pun menarik tangan gadis nya ke dalam mall. Benar, tidak ada satu pun pelanggan kecuali beberapa orang berseragam serba hitam yang hilir mudik kesana kemari dan juga beberapa orang staff dari toko-toko brand ternama. 


"Daddy.."


"Yes, baby.."


"Ini semua orang-orang Daddy kan?" Tanya Ayyara, Jayden hanya tersenyum simpul sebagai jawaban. Akhirnya, Ayyara paham kalau mall ini memang tidak tutup. Tapi, dia melupakan siapa Jayden. Dia bisa melakukan apa saja dengan semua kekuasaan yang dia miliki. Ya, termasuk mengosongkan mall sebesar ini dalam waktu beberapa jam saja. 


Orang sekelas Jayden, hal yang di anggap segelintir orang mustahil pun bisa dengan mudah dia lakukan. Andai saja Ayyara meminta di buatkan candi, pasti Jayden akan bisa memenuhi nya.


"Huffftt, aku lupa kalau pria ini bisa melakukan apa saja." Gumam Ayyara sambil menggelengkan kepala nya. Dia dan Jayden pun menaiki lift untuk menuju ke lantai tiga, disana lah surga nya bagi wanita terletak. Ada puluhan store dengan brand ternama, mulai dari merk tas, sepatu, jam tangan, pakaian. Semua nya dengan brand ternama, tentu nya harga mereka tidak main-main. 


"Tas merk apa yang kamu inginkan, baby?" Tanya Jayden. Ayyara tersenyum kegirangan, dia pun menarik tangan Jayden ke salah satu store tas dengan brand ternama. 


"Hallo, Nona dan Tuan. Apa ada yang bisa kami bantu?" Tanya salah satu staff yang sedang bertugas. Wanita yang terlihat sangat ramah dengan pakaian seragam rapih. 


"Keluarkan tas yang kemarin lusa baru saja launching." Perintah Jayden, membuat staff itu langsung berhamburan ke gudang penyimpanan barang limited. Setelah waktu itu Jayden membelikan tas limited edition dengan harga yang fantastis, harga nya menyentuh angka satu milyar lebih. 


"Ini, Tuan.." Staff itu langsung membawakan beberapa tas yang baru saja di luncurkan lusa kemarin. 


"Silahkan pilih, sayang."


"Terimakasih, Daddy." Jawab Ayyara, dia menggelayut manja di lengan besar Jayden. Pria itu melirik Ayyara dengan senyum manis nya, lalu mengacak pelan rambut gadis itu. 

__ADS_1


Ayyara melepaskan tangan nya dari lengan berotot milik pria nya. Dia pun melangkah dan melihat-lihat satu persatu tas yang di perlihatkan oleh staff itu, juga mencoba nya. 


"Yang ini gimana, Dad? Bagus gak?" Tanya Ayyara sambil mencoba tas berwarna biru wardah itu. 


"Bagus, tapi terlalu sederhana." 


"Iya, tapi harga nya tidak sesederhana penampilan nya, Daddy!" Jawab Ayyara membuat salah satu staff itu terkekeh pelan. Tapi, saat Jayden menatap nya tajam dia langsung terdiam seketika. 


"Bagaimana kalau yang ini, Dad?" Kali ini, Ayyara mencoba tas berwarna hitam. 


"Ini lebih bagus, baby."


"Tapi Ayya juga suka yang tadi, Dad." 


"Beli saja kedua nya, sayang." Jawab Jayden dengan enteng, seolah mengeluarkan uang sebanyak itu untuk dua tas saja bukanlah masalah bagi Jayden. Apalagi untuk membahagiakan gadis cantik nya, itu tidak seberapa. 


"Boleh?" Tanya Ayyara, lagi-lagi dia lupa kalau Jayden adalah pria kaya raya. 


"Of course, baby. Mau beli sama toko nya sekalian juga boleh."


"Dihh, aku gak mau beli sama toko nya, Daddy. Mau dua aja, yang ini sama yang tadi. Ya?" Tanya Ayyara lagi, Jayden tersenyum manis. Lalu mengusap rambut Ayyara dengan mesra. 


"Yes, baby."


"Nanti aja cium nya di rumah, baby. Malu tuh di liatin sama orang."


"Eehh, hehe.." Ayyara tersenyum canggung sambil menggaruk pelan tengkuk nya karena malu. Ya, dia benar-benar merasa malu saat ini, bisa-bisa nya dia lupa kalau saat ini bukan hanya ada dirinya dan Jayden tapi ada beberapa orang. 


Para staff wanita yang melihat hal itu tersenyum menggoda, membuat Ayyara semakin malu. 


"Jadi, beli tas nya yang ini dua?"


"Iya, Daddy." Jawab Ayyara. 


"Baiklah, baby." 


"Tunggu apalagi, bungkus sekarang!" Tegas Jayden, mereka pun langsung pergi untuk membungkus tas yang sudah di pilih oleh Ayyara, tak lupa mereka membungkus kedua tas itu dengan cantik. 


Setelah selesai, mereka pun langsung memberikan tas itu pada Ayyara, sedangkan Jayden mengurus pembayaran nya. Tentu nya, pria itu membayar kedua tas yang di inginkan Ayyara dengan kartu sakti miliknya. 


"Masih ada yang ingin kamu beli? Pakaian, sepatu atau yang lain nya?" Tanya Jayden lagi. Ayyara terlihat berpikir, belakangan ini dia sedang mengincar crop top. Tapi rasa nya akan percuma saja dia membeli nya, karena Jayden akan melarang nya memakai pakaian itu di depan banyak orang. Dia hanya boleh mengenakan pakaian terbuka seperti itu di depan nya saja.

__ADS_1


"Kenapa diam, Bby?"


"Mau beli tangtop, sama crop top. Hot pants juga, boleh ya?"


"Boleh, tapi jangan di pakai di depan banyak orang. Kamu hanya boleh memakai pakaian seperti itu di depan Daddy, bagaimana?" Tanya Jayden. Jawaban yang sudah Ayyara duga sedari tadi. Kalau sudah begini bagaimana? Ya sudahlah ya, dari pada dia mati penasaran karena ingin punya crop top itu kan.


"Oke, Ayya gak bakalan pernah pake baju terbuka di depan banyak orang, paling cuma di rumah doang atau di depan Daddy."


"Good girl." Jayden mengusap rambut Ayyara, lalu mengajak gadis itu untuk membeli crop top yang di inginkan oleh Ayyara. 


"Yang mana, ambil saja." 


"Oke, Dad." Jawab Ayyara, gadis itu pun berkeliling mencari crop top yang dia inginkan, juga tangtop dan beberapa hotpants keluaran terbaru. 


Setelah mendapatkan nya, Ayyara mencoba nya tapi dia tidak menunjukkan nya di depan Jayden. Biarlah, lagian dia malas karena Jayden suka berkomentar ini dan itu, menyebalkan bagi Ayyara. 


"Sudah?"


"Sudah, Dad." Jawab Ayyara sambil tersenyum, dia menunjukkan dua crop top, dua tangtop dan empat hotpants. Itu saja belanjaan nya hari ini.


"Ini saja? Kenapa tidak mencoba nya dulu?"


"Lagi males aja, Dad. Udah yuk?"


"Oke, Daddy bayar dulu ya." Jawab Jayden, dia pun membayar semua belanjaan Ayyara dan setelah selesai mereka berdua pun mampir di salah satu food court untuk makan siang. 


Disaat sedang asik makan, Ayyara malah kebelet ingin pipis. Tapi, Jayden sudah merasakan ada yang aneh dengan dua orang yang duduk di belakang nya. Mereka terlihat mencurigakan, meskipun pakaian mereka sama seperti orang-orang nya, tapi dia merasa tidak mengenal mereka berdua. 


"Daddy ikut, sekalian mau pipis."


"Ayo, Dad." Ajak Ayyara, kedua nya pun pergi ke kamar mandi. Saat Ayyara tengah berada di dalam bilik kamar mandi, Jayden menghubungi anak buah nya untuk membawa kedua orang itu ke markas nya. 


"Pastikan mereka berdua tetap hidup, mungkin saja kita butuh informasi mengenai pemimpin mereka alias dalang dari semua ini, paham!" Perintah Jayden di telepon. 


'Baik, Tuan Jay.' Setelah selesai, Jayden mematikan sambungan telepon nya secara sepihak. Dia benar-benar marah saat ini, dia benar-benar tidak bisa bernafas lega saat ini karena dia terus di ikuti oleh orang-orang yang entah siapa. Tapi yang jelas, mereka tidak punya niat yang baik. Niat mereka sudah pasti buruk, mencelakakan Ayyara adalah tujuan mereka. 


Sedangkan kedua orang tadi, mereka mengumpaat kasar saat melihat Jayden malah mengikuti Ayyara ke kamar mandi. Tadi nya, mereka berencana untuk menculik Ayyara saat dia berada di kamar mandi. Tapi, sialnya Jayden malah ikut kesana juga. Seperti nya, mereka memang sudah di curigai oleh Jayden.


Belum selesai mereka dengan umpataan mereka, kedua nya kembali di kejutkan oleh beberapa orang berbadan tinggi besar yang langsung menyeret mereka dengan paksa. 


"Seperti nya kita ketahuan, artinya nyawa kita sedang berada di dalam bahaya." Gumam salah satu dari mereka. 

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2