Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 61 - Memanjakan Bumil


__ADS_3

Jayden tersenyum manis, dia bahagia saat melihat Ayyara masih tertidur di pelukan nya. Wajah istri nya terlihat sangat teduh saat tertidur. Kecantikan yang di miliki Ayyara benar-benar luar biasa, bukan hanya cantik secara fisik, tapi juga hati nya yang sangat cantik. Benar-benar cantik dan dia merasa sangat beruntung karena berhasil memiliki Ayyara. 


"You're so beautiful and i'm so lucky can i have you, my wife." Lirih Jayden sambil mengusap lembut rambut Ayyara. ( Kamu sangat cantik dan aku beruntung karena bisa memiliki mu.)


"Yeah, i'm so lucky." Gumam Jayden lagi, lalu mengecupi kepala Ayyara dengan mesra, dia juga beberapa kali mengecup kening sang istri. 


"Enghh, apa sih Dad? Dari tadi cium-cium terus." Ucap Ayyara sambil tersenyum kecil, dia mendongak menatap wajah tampan sang suami. 


"Tidak apa-apa, sayang. Daddy hanya bahagia karena saat Daddy terbangun, yang Daddy lihat pertama kali adalah dirimu." Jawab Jayden sambil menjawil mesra dagu sang istri. 


"Daddy gombal kan?"


"Tidak, Daddy tidak mengenal kata gombal, Mom." Jawab Jayden, dia memang berbicara tentang fakta nya. Dia bahagia karena bisa memiliki Ayyara di sisi nya. 


"Aaahh ya, baiklah aku percaya." 


"Kita mandi yuk, Mom?"


"Mandi bareng?" Tanya Ayyara, dia memicingkan mata nya menatap wajah tampan sang suami. Jayden memperlihatkan senyum mesuum nya, sudah jelas Ayyara mengetahui apa makna senyuman itu. Pasti tidak jauh-jauh dari sesuatu hal yang mesuum. 


"Of course, Mommy."


"Tidak, aku agak sedikit malas kalau mandi bareng Daddy. Nanti tangan ku keriput." Jawab Ayyara. Ya, nama nya juga mandi bareng ayang, pasti lama sampai tangan nya keriput saking lama nya. 


"Haha, kita bermain di luar saja, Mom. Jangan di bath up, agar tangan mu tidak keriput." Jayden mengatakan nya dengan santai, seolah tidak bersalah apapun. Tapi Ayyara menatap tidak percaya dengan pria itu, bisa-bisa nya dia tidak puas setelah tadi malam bermain hampir satu jam lama nya? 


"Apa Daddy tidak puas dengan permainan yang semalam?" Tanya Ayyara membuat Jayden terkekeh. Kalau soal berhubungan dengan penyatuan, Jayden selalu menyukai hal-hal yang ada di tubuh Ayyara, jadi tak akan pernah ada kata puas untuk menikmati tubuh sang istri. Bahkan dia memuja tubuh Ayyara yang membuat nya tergila-gila, benar-benar candu bagi nya. 


"Tubuh mu tidak pernah membuat Daddy puas, sayang." 


"Astaga, Daddy. Apa Daddy melupakan nasehat dokter tentang melakukan itu terlalu sering?" Tanya Ayyara membuat Jayden mengingat kalau sang istri tengah mengandung saat ini dan usia kandungan nya masih sangat rentan terjadi keguguran kalau terlalu kelelahan. 


Ya, meskipun saat bermain Ayyara akan berada di bawah tanpa bergerak sedikit pun, hanya menikmati nya dan sesekali mendesaah. Tapi tetap saja kegiatan itu membuat nya kelelahan apalagi dalam durasi yang lama. Itu benar-benar membuat Ayyara kelelahan.


"Oh my God, maafin Daddy. Kamu pasti kecapean ya kan?"


"Hmmm, sedikit. Tapi kalau nanti malem sih ayo-ayo aja, sekarang aku capek." Jawab Ayyara.


"Yaudah, beneran mandi doang. Boleh?" Bujuk Jayden, dia takkan melakukan apapun kecuali mandi. 


"Beneran nih cuma mandi, Dad?"


"Iya, mandi doang."


"Yaudah." Pasrah Ayyara, toh tidak akan terjadi apa-apa selain mandi, bukan? Kedua nya pun beranjak dari atas ranjang, Ayyara membelitkan selimut ke tubuh nya agar tidak terlalu polos. Ya, berbeda lagi dengan Jayden. Dia sama sekali tidak mempunyai rasa malu. Dia berjalan kesana kemari tanpa pakaian sehelai benang pun, bahkan sosis nya yang keriput itu gundal gandul kesana kemari. 


Ayyara menggelengkan kepala nya, suami nya ini memang tampan. Tapi, kok dia berubah menjadi pria yang tidak tahu malu begini ya? Padahal dulu, pria ini begitu cool. Berbeda jauh dengan sekarang. 


"Daddy isshh, tau malu dikit lah napa."


"Lho, memang nya kenapa? Kita kan sudah saling melihat tubuh masing-masing, kenapa harus malu? Lagian sekarang kita sudah resmi menjadi suami istri, Mom."


"Tapi dad.."


"Sudahlah, ayo Daddy gendong." 


Ayyara pun langsung merentangkan kedua tangan nya, Jayden dengan sigap langsung menggendong tubuh sang istri ala bridal style. Pada akhirnya, kedua nya tetap sama-sama polos tanpa sehelai benang pun, karena Ayyara tak mungkin membawa selimut ke dalam kamar mandi bukan? 


Jayden mengisi air di bath up dengan air hangat, menambahkan bath bomb dan beberapa tetes aromaterapi. Setelah selesai, kedua nya pun berendam bersama. Kedua nya saling bercanda ria di kamar mandi, membuat suara gelak tawa terdengar renyah. Pagi ini terasa lebih hangat dari biasa nya, bagi pasangan suami istri baru itu.


Setelah selesai dengan acara mandi bersama, Jayden dan Ayyara pun langsung berpakaian. Wanita hamil itu duduk di meja rias sambil menyapukan bedak tipis dan sedikit pewarna bibir, di belakang nya ada Jayden yang sedang mengeringkan rambut istrinya dengan hairdryer. 

__ADS_1


"Apa bumil mau jalan-jalan?" Tanya Jayden, membuat wajah Ayyara seketika berbinar cerah begitu mendengar kata jalan-jalan.


"Mau banget, Dad.." Jawab Ayyara, Jayden tersenyum lalu menepuk lembut puncak kepala sang istri. 


"Jalan-jalan kemana, Mom? Ke mall ya?"


"Boleh, Mommy pengen beli es krim." Wanita itu berbalik sambil tersenyum manis yang merekah di bibir nya. Jayden berlutut hingga posisi nya menyamai sang istri yang sedang duduk di kursi kecil.


"Tapi jangan banyak-banyak makan es krim nya ya?"


"Mau beli dua aja, boleh ya?"


"Tentu saja boleh, sayang." Jawab Jayden sambil mengusap perut rata sang istri yang masih rata. 


"Yeee, terimakasih Daddy." 


"Sama-sama, Mommy. Kita berangkat sekarang?" Tanya Jayden sambil membelai wajah cantik sang istri, lalu mengecup nya dengan mesra. 


"Sekarang saja, aku gak sabar ingin makan es krim. Sampai rasa nya mau ngeces."


"Gak boleh, pokoknya anak sama istri aku gak boleh ngeces. Jadi ayo, kita berangkat sekarang, Mom." Jawab Jayden, dia pun menggenggam tangan sang istri ke luar dari ruangan nya apartement itu. 


Dengan saling berpegangan tangan satu sama lain layaknya pasangan suami istri baru yang romantis. Kedua nya saling melempar senyuman manis, menunjukkan kalau kedua nya sama-sama bahagia.


Jayden merangkul sang istri dengan mesra, kedua nya berjalan menuju mobil milik Jayden yang terparkir di parkiran khusus. Jayden dan Ayyara pun masuk ke dalam mobil, lalu Jayden mengemudikan nya dengan kecepatan rata-rata. Sepanjang perjalanan, Jayden terus saja memegang tangan Ayyara, tak masalah meskipun dia menyetir dengan menggunakan satu tangan. Itu bukanlah masalah untuknya, dia sudah terbiasa menyetir seperti itu. 


Hanya setengah jam saja, akhirnya kedua nya pun sampai di salah satu mall terbesar di kota ini. Jayden dan Ayyara keluar bersamaan. Lagi-lagi, Jayden langsung menyatukan jemari besar nya dengan Ayyara. Kedua nya kembali bergandengan dengan mesra, terlihat benar kalau kedua nya baru saja menikah. 


"Ayo, beli apapun yang kamu mau, Mom."


"Es krim.."


"Tak mau makan dulu?" Tawar Jayden, seketika Ayyara berbinar. Dia ingin makan sushi ala jepang, juga dengan ramen sekalian. 


"Mari, Mom." Ajak Jayden. Beruntung nya, mereka menemukan restoran yang menyajikan makanan khas dari jepang itu. Padahal biasa nya restoran nya berbeda-beda kan, sushi ya khusus menjual susu saja. Dan restoran ramen, ya hanya menjual ramen aja. Tapi sekarang kedua nya bergabung, hebat sekali. Jadi mereka tidak perlu jauh-jauh untuk makan ramen, lalu pergi ke restoran lain untuk makan sushi. Karena kedua nya tersedia di satu restoran. 


Ayyara dan Jayden memesan makanan yang mereka inginkan masing-masing. Wanita itu makan dengan lahap, hingga beberapa kali membuat pengunjung lain menatap Ayyara dengan tatapan sinis. 


Tapi, begitu melihat siapa pria yang duduk di depan nya, mereka langsung pergi dengan cepat. Terutama orang yang mengenal siapa Jayden sebenarnya, pasti langsung lari terbirit-birit. Siapa memang nya yang mau berurusan dengan mafia seperti Jayden? Rasanya tidak ada, kan? Sama aja bunuh diri. 


"Enak ya, Mom? Sampai lahap gini makan nya." Tanya Jayden, dia mengusap sudut bibir Ayyara yang belepotan terkena saus dengan ibu jari nya. 


"Enak banget, Dad. Apalagi yang salmon."


"Iya, kamu memang harus banyak makan salmon biar anak kita pinter kayak Daddy nya." Ucap Jayden sambil terkekeh.


"Oke, Dad. Tapi kalo keseringan nanti aku nya bosen."


"Di masak yang lain dong, jangan di makan mentah gini. Di bikin steak juga enak." Jayden menyelipkan rambut Ayyara ke belakang telinga nya. 


"Sebentar ya, Mom."


"Lho, Daddy mau kemana?" Tanya Ayyara saat melihat suami nya beranjak dari duduknya dan pergi ke toko accesoris. Ayyara keheranan, memang nya mau apa suami nya pergi ke toko seperti ini? Dia benar-benar tidak kepikiran suami nya akan membeli apa di toko itu. 


Hanya beberapa menit saja, pria itu sudah kembali dengan sesuatu yang dia genggam.


"Apa itu, Dad?" Tanya Ayyara sambil menunjuk tangan suami nya yang terkepal, seperti menggenggam sesuatu di dalam nya.


"Daddy beliin ikat rambut buat Mommy, soalnya dari tadi Daddy perhatiin tuh Mommy kayak gak tenang makan nya gara-gara rambut." 


"Astaga, Daddy.." Ayyara benar-benar terkejut, bahkan untuk hal semacam ini saja Jayden memperhatikan dirinya. Kurang beruntung apa lagi Ayyara bisa memiliki suami seperfect Jayden? Sudah tampan, perhatian dan pengertian juga. Jangan lupakan pula kalau dia pria kaya, tajir melintir. 

__ADS_1


"Hehe.." Jayden hanya cengengesan, dia pun mendekat dan mengikatkan rambut sang istri, agar dia lebih menikmati sesi makan nya. 


"Ikat rambut nya cantik sekali, Daddy." 


"Tentu, apalagi setelah kamu memakai nya. Cantik nya langsung bertambah berkali-kali lipat." Jawab Jayden membuat wajah Ayyara merona, bisa-bisa nya pria itu mengatakan hal semanis ini di depan umum. 


"Cieee, wajah nya merona."


"Isshh, Daddy.." Rengek Ayyara yang membuat Jayden terkekeh. Dia pun mengunyel-unyel pipi sang istri saking gemas nya, lalu mengecup nya.


"Lanjutkan makan nya, Mom. Makan yang banyak biar anak kita sehat dan tumbuh dengan baik di dalam sana."


"Oke, Daddy. Kalau masalah makan, pasti aku semangat, hehe." 


"Hahaha, sayangku. Baguslah kalau kamu tidak kehilangan selera makan setelah mengalami morning sickness." Ucap Jayden sambil tersenyum kecil. 


Dia senang karena Ayyara sama sekali tidak mogok makan sekarang, terbukti dia makan banyak dan lahap. Ayyara memang sempat tidak suka makan, tapi sekarang seperti nya nafssu makan nya sudah kembali seperti sedia kala. 


"Iya, Dad." Ayyara pun kembali melanjutkan makan nya, begitu juga dengan Jayden. Meskipun seringkali dia malah menatap wajah cantik sang istri dari pada menyuap makanan di mangkuk nya. Jayden merasa wajah istri nya lebih mengenyangkan dari pada makanan yang ada di depan nya. 


Setelah selesai dengan makan, akhirnya apa yang Ayyara idam-idamkan sejak tadi pagi berhasil dia dapatkan. Ya, es krim rasa green tea dengan vanilla, membuat nya terbayang-bayang bahkan hampir membuat nya ngeces tadi. 


Jayden yang mengantri dan Ayyara menunggu di meja sambil ngemil jajanan yang sempat dia beli tadi, tahu pom-pom yang di beri taburan bubuk keju kesukaan nya.


Tak lama kemudian, Jayden datang dengan membawakan satu cup es krim rasa green tea dan vanilla. Ayyara langsung menyambut nya dengan antusias. Dia langsung menyendok es krim nya dan memakan nya, dia memejamkan mata nya sambil merasakan saat es krim itu perlahan meleleh di mulutnya. 


"Enak ya, Mom?"


"Iya, enak banget Dad. Makasih udah nurutin ngidam aku."


"Sama-sama, Mommy. Kamu ngidam juga kan karena Daddy. Jadi, apa pun yang kamu mau, selama Daddy masih bisa mengabulkan nya, pasti akan Daddy berikan." Jelas Jayden membuat Ayyara tersenyum lalu menganggukan kepala nya.


"Mom, ada tas yang baru launching lho." Ucap Jayden sambil tersenyum kecil.


"Mbuhlah, masa setiap minggu beli tas? Bosen aku, di rumah juga gak kepake semua. Jadi penunggu lemari." Jawab Ayyara, dia tidak berminat untuk membeli tas lagi. Waktu itu juga habis beli dua kan? Belum ada seminggu itu. 


"Yuk beli."


"Enggak mau, Dad." Jawab Ayyara acuh, di rumah saja masih ada beberapa tas yang belum dia pakai sama sekali, lalu sekarang suami nya meminta nya untuk membeli lagi? Astaga, iya sih memang uang nya banyak, tapi masa terus di beliin tas. Apa tidak ada barang yang lebih berguna untuk di beli begitu?


"Kenapa, kok gak mau?"


"Bosen, aku mau beli yang lain." Jawab Ayyara, sambil fokus memakan es krim nya. 


"Kalo tas gak mau, gimana kalau sepatu? Atau baju, semacam dress gitu atau pakaian ibu hamil." 


"Hmmm, yang terakhir boleh deh." Putus Ayyara. Kalau jalan-jalan dengan suami nya, pasti harus selalu membeli sesuatu. Kalau tidak, pasti Jayden akan memaksa nya dan berakhir dengan perdebatan kecil. Cewek nya gak mau, cowok nya maksa. Wkwk. 


Pasutri baru itu pun ke toko pakaian yang menjual beragam jenis pakaian. Ayyara melihat-lihat dan tatapan nya langsung tertuju ke arah dress selutut dengan motif mengembang di bawah nya. Ada juga yang model span tapi akan sangat lucu jika di kenakan nanti, apalagi setelah perut nya buncit nanti. 


"Mau yang ini aja?" Tanya Jayden, karena sedari tadi dia memperhatikan tatapan  istri nya yang hanya menatap ke satu arah. Ke dress berwarna biru navy, dress yang sangat cantik memang. Apalagi kalau di pakai oleh istri nya. 


"Sama yang itu, Dad." Tunjuk Ayyara, Jayden pun mengangguk. 


"Oke, sayang." Jawab Jayden. Dia pun memanggil staff nya dan segera membayar nya. Setelah itu, kedua nya pun memilih masuk ke salah store toko pakaian khusus laki-laki. Ya, Jayden akan membeli celana boxer katanya. 


Ayyara cukup malu mengantar pria yang akan membeli pakaian seperti itu, tapi karena dia tak mungkin jalan-jalan sendirian karena situasi nya yang tidak memungkinkan, bisa-bisa saja dia di culik musuh suami nya nanti. Jadi, mau tak mau pun dia harus ikut. 


.......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1



__ADS_2