Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia

Gadis Nakal Kesayangan Om Mafia
Bab 52 - Berdamai?


__ADS_3

Jayden tersenyum saat melihat gadis nya tengah berdiri sambil menikmati semilir angin yang membuat rambut nya tertiup angin pelan. Sungguh demi apapun, pemandangan yang sangat menyejukkan bagi Jayden. Selain cantik, Ayyara juga memiliki proporsi tubuh yang indah, meskipun di lihat dari belakang. 


"Sayang, kenapa disini?" Ucap Jayden sambil memeluk Ayyara dari belakang. Dia juga menyandarkan dagu nya di pundak sang gadis. 


"Aku suka, angin nya menyejukkan sekali." Jawab Ayyara lirih.


"Hmmm, tapi udara ini tidak baik untuk mu, sayang. Kamu bisa saja masuk angin nanti." 


"Tidak apa-apa, kan ada Daddy yang akan mengobati ku, benarkan?" Tanya Ayyara, gadis itu tersenyum getir ke arah sang pria membuat Jayden mengernyitkan kening nya. 


"Kamu kenapa, sayang?" 


"Me? I'm fine, Daddy." Jawab Ayyara sambil tersenyum, tapi mata gadis itu tidak bisa berbohong. Dia bisa melihat rasa sakit yang di sembunyikan oleh gadis itu, Jayden tahu dari sorot mata nya. 


"Jangan berbohong, sayang. Itu akan sia-sia saja, Daddy mengetahui nya." Jayden membalik tubuh Ayyara dan membingkai wajah cantik gadis itu, dia mengusap lembut pipi Ayyara yang terlihat lebam karena tamparan Rendy kemarin. 


"Aasshh, Daddy.." Ayyara meringis saat tak sengaja Jayden mengusap nya terlalu keras. 


"Maaf, baby. Tapi, tolong jangan bohongi dirimu sendiri. Kamu punya masalah? Cerita pada Daddy. Jangan anggap Daddy orang lain, bukankah Daddy adalah rumah bagi mu?" 


"Yes, Daddy." Jawab Ayyara lirih, dia menundukan kepala nya. Tapi, dengan cepat Jayden mengangkat dagu sang gadis lalu mengecup singkat bibir tipis Ayyara yang masih terlihat pucat. 


"Jadi, ceritakan pada Daddy. Ada apa hmm? Apa yang mengganjal hati mu sekarang."


"Dad.."


"Yes, baby.." Jawab Jayden, Ayyara menatap wajah tampan sang Daddy lalu menumpahkan tangis nya di pelukan pria itu. Melihat hal itu, tentu saja Jayden merasa keheranan sendiri. Sebenarnya, ada apa dengan gadis nya? Padahal tadi, sebelum dia ke kamar mandi, gadis nya ini baik-baik saja. Bahkan sangat baik, tapi kenapa sekarang dia menjadi seperti ini? 


"Aku kotor kan, Dad?" Lirih Ayyara sambil menangis sesenggukan di pelukan Jayden. Kenapa Ayyara berpikiran seperti itu? Karena, dia baru ingat kalau saat itu Rendy tengah menjamah tubuh nya. Setelah itu dia tidak mengingat apapun lagi, karena tamparan pria itu membuat nya tak sadarkan diri. 


"Kotor? Tidak, sayang. Kenapa kamu berpikir seperti itu hmm?" Tanya Jayden, dia melerai pelukan sang gadis lalu mengusap air mata Ayyara dengan ibu jari nya, dia juga mengecup ujung mata sang gadis yang masih di genangi air mata yang menetes tanpa bisa di cegah. 


"Yang a-aku ingat terakhir kali, Rendy menjamah tubuh ku, Dad."


"Jadi, karena hal itu kamu jadi murung begini, sayang?" Tanya Jayden. Ayyara menganggukan kepala nya dengan perlahan. 


"Tidak, sayang. Dia belum sempat menyentuh mu, Daddy datang di saat yang tepat." 


"Really?"


"Yes, baby. Dia tidak sempat menjamah tubuh mu, hanya bagian atas saja." Jawab Jayden membuat Ayyara langsung meraba dada nya. 


"Daddy pasti jijik kan? Maafin Ayya karena gak bisa menjaga diri Ayya dengan baik, Dad." 


"Tidak, kenapa kamu bicara seperti itu, sayang? Daddy tidak jijik sama sekali, Daddy bahkan lebih mencintaimu sekarang." Jawab Jayden sambil kembali meraih Ayyara ke dalam pelukan nya. Pria itu mengusap-usap punggung gadis itu dengan lembut.


"Benarkah? Biasa nya, seorang pria akan merasa jijik kalau wanita nya di sentuh pria lain."


"Tapi itu tidak berlaku bagi Daddy, sayang. Daddy mencintai kamu apa adanya, Daddy tidak peduli apapun karena Daddy tulus." Jelas Jayden yang membuat Ayyara luluh seketika. 


"Apakah ini adalah salah satu bualan mu, Daddy?" Tanya Ayyara membuat Jayden gemas dan langsung mengecup bibir seksii Ayyara saking gemas nya. 


"Kamu mengira Daddy hanya membual, sayang? Hahaha, tentu tidak. Daddy serius, sayang." 


"Syukurlah, kalau begitu aku merasa tenang sekarang." Ayyara menduselkan wajah nya di dada bidang sang pria. Jayden juga memeluk erat tubuh sang gadis. Memeluk Ayyara tidak pernah membuat nya bosan, yang ada malah sebaliknya. Dia semakin candu dengan aroma tubuh Ayyara, bahkan kalau bisa dia ingin memeluk Ayyara 24 jam. 


"Jangan berpikiran hal-hal yang tidak penting, sayang. Itu hanya akan membebani mu saja."

__ADS_1


"Iya, Daddy. Aku rasa, tubuh ku sudah mulai membaik. Jadi aku ingin pulang, Dad." Ucap Ayyara sambil tersenyum, tapi berbeda dengan Jayden yang menunjukkan wajah asam nya. 


"Mari, Daddy antar sayang." Ayyara menganggukan kepala nya. Sialnya, Ayyara juga baru ingat kalau tas mahal yang kemarin di belikan oleh Jayden hilang, beserta semua isinya termasuk ponsel dan kartu identitas miliknya.


"Daddy.." panggil Ayyara, Jayden berbalik menatap gadis cantik nya. 


"Ada apa, sayang?"


"Tas yang di belikan Daddy kemarin.."


"Ada bersama anak buah Daddy, sayang. Lengkap dengan ponsel mu yang terus berbunyi, juga dompet dan beberapa kartu nya." 


"Huffttt, untunglah kalau begitu. Ayya udah takut banget kalau Daddy marah karena aku hilangin tas nya, padahal baru di beli kemarin." Ucap Ayyara sambil mengusap dada nya.


"Kenapa harus marah? Daddy bisa membeli dengan toko nya sekaligus, sayang. Mau?"


"Aaaa, tidak perlu Dad. Ayya gak ada niatan jadi tukang jualan tas, hehe." Ayyara cengengesan, sedangkan Jayden tergelak melihat tingkah gadis nya yang sangat menggemaskan. 


"Ya sudah, mari pulang." Ajak Jayden sambil mengulurkan tangan nya. Ayyara dengan senang hati menerima nya, lalu kedua nya pun pergi dari rumah sakit dengan tangan yang saling bertautan mesra ala sepasang kekasih yang romantis. 


Jayden membukakan pintu mobil untuk sang pujaan hati, setelah memastikan gadis itu duduk dengan tenang, barulah dia mengikuti langkah gadis itu. Dia duduk di bagian kemudi, pria tampan itu memasang safety belt nya. 


Tapi, beberapa detik kemudian kaca mobil nya terdengar di ketuk lirih dari luar. Sontak saja, hati Ayyara berdebar tak karuan. Dia takut kalau kejadian seperti beberapa hari yang lalu terulang lagi, meskipun Rendy sudah berhasil di tangkap, tapi tidak menutup kemungkinan kalau musuh Jayden di luaran sana masih berkeliaran dengan bebas. 


Jayden menurunkan kaca mobil nya, rupanya itu adalah anak buah Jayden. Ayyara menghembuskan nafas nya dengan lega setelah mengetahui hal itu. Jayden memberikan tas milik sang gadis, Ayyara pun langsung menerima nya. Dia penasaran, memang nya siapa yang menghubungi nya? Kenapa Jayden mengatakan kalau ponsel nya terus berbunyi?


Ayyara membuka ponsel nya, ternyata nomor sang ibu yang terus saja menghubungi nya dari tadi malam. Total ada 60 panggilan tak terjawab, banyak bukan? Tentu saja, karena tak ada yang berani menyentuh ponsel milik nya tanpa perintah Jayden.


Bukan tanpa alasan kenapa Jayden tidak memberikan ponsel nya sejak tadi, tapi Jay ingin Ayyara fokus saja beristirahat. Semalaman dia tidak sadarkan diri, pasti kepala nya terasa pusing pagi-pagi tadi. Jadi dia tidak ingin Ayyara di pusingkan dengan suara-suara telepon. 


"Siapa yang nelponin kamu, sayang?" Tanya Jayden.


Padahal, bukan tidak ada. David hanya merasa gengsi, jadi dia menggunakan nomor istrinya untuk menghubungi nomor putri nya. 


"Dia pasti khawatir sama kamu, sayang."


"Iya, syukurlah. Aku senang melihat nya." Jawab Ayyara sambil tersenyum kecil. Jayden juga melemparkan senyuman manis nya. Dia ikut bahagia kalau sang gadis juga bahagia. 


Jayden pun mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang, gadis itu juga anteng dengan ponsel nya. Dia membalas beberapa pesan dari sahabat nya yang menanyakan kabar nya. 


"Sayang, sudah sampai." Ucap Jayden, Ayyara melirik ke arah luar. Benar, ini adalah rumah nya. Ayyara menghela nafas nya, lalu bersiap untuk pulang. Gadis itu melepaskan safety belt nya, tapi saat akan membuka pintu mobil, tangan nya di cekal oleh Jayden.


"Kenapa, Dad?"


"Tidak, tapi apa kamu yakin baik-baik saja, sayang?" Tanya Jayden, Ayyara terkekeh pelan. 


"Sudah, Dad. Aku baik-baik saja sekarang, terimakasih sudah merawat aku semalaman." Jawab gadis itu sambil tersenyum. Jayden mengusap wajah cantik Ayyara, lalu menyusupkan tangan nya ke tengkuk Ayyara dan menarik nya hingga bibir mereka bersentuhan.


Jayden melumaat dan memaguut mesra bibir Ayyara, rasa nya dia tidak ingin berpisah dengan Ayyara, dia ingin setiap detik membersamai sang gadis. Tapi tidak bisa untuk saat ini. Kedua insan itu masih saling membalas ciuman, mereka terlihat sangat menikmati ciuman nya. Mereka bertukar saliva dengan nikmat nya. 


Jayden juga beberapa kali menggigit bibir sang gadis dengan gemas, saat bibir gadis nya terbuka dengan cepat Jayden menelusupkan lidah nya dan mengajak sang gadis untuk beradu lidah. 


Beberapa menit kemudian, mereka pun menyudahi sesi ciuman panas mereka. Gadis itu terlihat kesulitan mengambil nafas nya, ciuman yang singkat namun sangat berkesan. Ciuman yang terasa lebih nikmat dari biasa nya, padahal Jayden biasa nya akan mencium Ayyara dengan brutal. Tapi kali ini, tidak sama sekali. Dia mencium nya dengan perlahan, lembut, mesra dan penuh kasih sayang. 


"Terimakasih, sayang.."


"Sama-sama, aku keluar dulu ya? Besok kita bisa bertemu kan, Dad?"

__ADS_1


"Ya, Daddy siap bertemu dengan mu 24 jam." Jawab Jayden sambil tersenyum manis. Ayyara juga tersenyum, dia mengecup singkat kedua pipi Jayden, lalu keluar dari mobil. Gadis itu pun menutup pintu nya. Dia berdiri di dekat pagar sambil melambaikan tangan nya saat mobil yang di kendarai oleh Jay mulai melaju menjauhi rumah nya. 


Ayyara masuk ke dalam rumah dengan langkah pelan, dia berusaha menutupi wajah nya yang lebam karena tamparan Rendy kemarin malam. 


"Sayang.." Ucap Agnes sambil menghambur memeluk putri nya dengan erat, David juga ada di ruang tamu. Dia langsung beranjak dari duduknya begitu melihat putri nya pulang. Dia juga ingin melakukan hal yang sama seperti Agnes, tapi lagi-lagi dia terhalang oleh rasa gengsi. Pria itu terlalu gengsi hingga membuat nya jauh dari sang putri. 


"Kamu kemana saja hmm? Mama menghubungi kamu berapa kali, tapi kenapa gak kamu angkat, sayang? Mama khawatir sama kamu."


"Maafin Ayya bikin Mama khawatir ya, tapi sungguh. Ayya baik-baik saja kok." Jawab Ayyara pelan. 


David menatap putri nya, dia ingin sekali memeluk putri nya. Kalau dia ingin melakukan nya, artinya dia harus menomor duakan rasa gengsi nya agar putri nya bisa dia rangkul seperti saat dia masih kecil dulu. 


"Ayya.." David berjalan mendekat, lalu dia memeluk Ayyara. Gadis itu terlihat terkejut, dia tidak menyangka kalau pada akhirnya dia bisa mendapatkan pelukan hangat ini lagi. Ayyara memejamkan mata nya, andai saja ini mimpi. Maka dia tidak ingin bangun, dia ingin menikmati kehangatan dari pelukan sang ayah untuk beberapa saat. 


"Papah.."


"Kemana saja kamu hmm? Kamu membuat kami khawatir." Tanya David membuat Ayyara tersenyum kecil. Dia bahagia karena sedikit demi sedikit perhatian orang tua nya sudah kembali, meskipun tidak seposesif dulu. 


"Ada sedikit masalah kemarin, tapi Ayya gapapa kok."


"Rendy juga gak bisa di hubungi, kemana dia ya? Bawa anak gadis orang, tapi pulang nya gak di anterin." Ketus Agnes, membuat Ayyara tersenyum getir. Mereka belum tahu saja kalau pria itu adalah wujud dari monster yang mengerikan. Bahkan jauh lebih mengerikan dari pada hantu. 


"Hmmm, Ayya gak tahu."


"Kok bisa gak tahu, kalian pergi bersama kan kemarin?" Tanya Agnes dengan keheranan, begitu juga dengan David. Ayyara tersenyum sinis, tapi sedetik kemudian dia meringis karena luka di sudut bibir nya terasa sakit apabila dia tersenyum atau bicara. Tadi, dia masih bisa menahan nya dengan baik agar tidak memancing kecurigaan.


Tapi sekarang, dia tidak bisa lagi untuk berpura-pura. Rasa nya benar-benar sakit hingga membuat Ayyara meringis kesakitan. 


"Sayang, kamu kenapa?"


"Aaa, tidak kok Ma. Ayyara baik-baik saja." Jawab Ayyara, tapi sepertinya David mencurigai sesuatu. Jadi dia menyibak rambut Ayyara dan seketika itu juga kedua nya terkejut begitu melihat lebam di pipi Ayyara, juga terdapat luka di sudut bibir bahkan ada plester di beberapa tempat yang baru mereka sadari.


"Astaga, apa ini, Nak?" Tanya Agnes, dia menutup mulutnya dengan kedua tangan.


"Ha-nya.." Ayyara kebingungan mencari alasan yang tepat, tapi David malah menyadari kalau itu bukan luka biasa. 


"Ini bekas tamparan, katakan siapa yang melakukan nya hah?" Tanya David. Dia memang sering menghukum putri nya dengan cara menampar nya, tapi dia tidak terima saat ada orang lain yang berani melakukan nya. 


"Iya, ini bekas tamparan, Nak. Siapa yang sudah melakukan nya?"


"Rendy.." Jawab Ayyara yang membuat kedua nya terlihat terkejut setengah mati. 


"H-aahh.."


"Apa kalian tidak percaya?"


"T-tapi dia kan kekasih mu, Nak. Bagaimana bisa dia melakukan hal sekasar ini padamu? Apa kalian bertengkar?" 


"Tidak, aku sama sekali tidak bertengkar dengan nya, hubungan kami baik-baik saja. Tapi.." Ayyara pun menceritakan semua nya dari awal, membuat kedua orang tua nya terkejut berkali-kali. Sungguh demi apapun mereka tidak menyangka kalau Rendy adalah sosok yang mengerikan seperti. 


Mereka menyesal karena sudah mempercayai ucapan pria itu kemarin saat dia mengajak Ayyara pergi, dan inilah yang dia dapatkan. Andai saja dia tidak di tolong tepat waktu, pasti masa depan Ayyara sudah hancur. Meskipun begitu, mereka belum mengetahui kalau putri mereka sudah tidak virgin lagi karena pria lain yaitu pria yang sudah menyelamatkan Ayyara dari Rendy.


"Siapa pria itu, Nak?" Tanya David yang seketika membuat Ayyara gelagapan sendiri. 


"D-dia.."


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2