
Chalondra segera berbalik, dan melihat tuan mudanya sudah mengenakan handuk di tubuh bawahnya. Chalondra bisa bernafas lega ketika kejantanan yang sudah pernah menyatu di tubuh bawahnya itu tertutup.
"Oohh iya, maaf tuan. Saya lupa" balasnya seraya menampakkan gigi putihnya
Chalondra segera mengambilkan celana pendek untuk tuan mudanya. Lalu segera memberikan pada nya.
"Ini tuan, saya pamit dulu harus mandi juga." ucap Chalondra.
Chalondra cepat cepat keluar dari kamar tuan mudanya, sedangkan Weslay hanya memandang aneh pada Chalondra.
...♡♡♡...
Di ruang makan, Chalondra beserta tuan mudanya tengah menikmati makan malam bersama, dengan di temani oleh pak Budi dan juga bik Sam.
"Tadi nyonya telpon, Londra." ujar bik Sam
"Nyonya?" ulang Chalondra memastikan, Pasalnya tadi siang tuan juga menelpon. "Ada apa?" tanya Nya lagi.
"Itu menanyakan tuan muda, sudah sampai rumah belum?" balasnya.
"Terus bicara apa lagi?" tanya nya.
"Berpesan sihh pada bibi, agar tuan muda jangan terlalu di beri kesibukan. Meminta untuk rutin memberikan obatnya, gitu aja sih " sahut bik Sam
"Oh," jawab Londra.
"Dan satu lagi. Kata nya tidak perlu di ikut kan les bahasa inggris gitu. Padahal mah kalau menurut bibik, nggak papa sih ya les bahasa inggris." ujar bik Sam
"Iya, kita itu memang harus menggali bakat tuan muda. Sebenarnya di usia tuan muda yang sekarang ini, seharusnya sudah pintar bik." ucap Chalondra seraya melihat Weslay, namun yang di lohat tak menggubris sama sekali. Dan tetap fokus pada menu makanan yang ada di piring nya.
Dulu sebelum Chalondra hadir, kehidupan Weslay hanya terfokus pada rutinitas yang sudah di tentukan oleh ibu tirinya. Dan bibik Arnetta pun nggak membantah, karena menurut bibik Arnetta, nyonya Irena itu adalah ibu yang baik.
"Bik, nanti Londra ada perlu sama bibik sebentar ya." ucap Chalondra.
Bik Sam langsung menghentikan suapannya yang sudah hampir masuk ke mulutnya. "Perlu apa?" tanya bik Sam
"Hmm.. Antar Londra ke gudang." ucapnya
__ADS_1
"Untuk apa? Kau ingin cari masalah dengan nyonya?" tanya bibik Sam yang mulai terlihat ada kekhawatiran.
"ya pingin tau orang tua kandung tuan muda aja." jawabnya
"Di antar saja buk, Londra ini penasaran sekali." sahut pak Budi yang berstatus suami bik Sam.
"Pak, bapak lupa pa gi mana sih. Wong nyonya Irena sudah melarang dengan sangat keras waktu itu." cebik bik Sam
"Yang penting jangan sampai tau buk," ujar pak Budi lagi.
"Ya sudah, nanti kita ke gudang, atau besok saja kalau siang." ahirnya bik Sam pun mau mengantar ke gudang.
Setelah selesai makan malam, Weslay segera masuk ke kamar, dan Chalondra tidak perlu menyiapkan segala kebutuhannya. Weslay sudah terbiasa melakukan apa apa sendiri sebelum tidur.
Weslay memasuki kamar, dan segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan gigi dari sisa sisa makanan yang menempel. "LONDRAA...." teriak Weslay dari ambang pintu. Weslay sangat terkejut, kala dirinya terpeleset karena banyak sampo yang tercecer di lantai.
Tak berapa lama,
"Tuan, ada apa?" tanya Chalondra, Chalondra yang belum masuk ke kamarnya dan tengah membantu bik Sam itu segera berlari ke kamar Weslay, ketika mendengar nama nya di seru.
"Ya tuhan," pekik Chalondra, dan tak berapa lama pak Budi dan juga bik Sam pun juga ikut masuk.
"Ini, ini kenapa tuan, ada apa ?" tanya pak Budi.
"Ini pak Budi , ada sampo berceceran di lantai" ucap Chalondra saat dirinya hendak menolong tuan mudanya, namun malah hampir terjatuh juga.
"Kok bisa, apa tuan tadi lupa menutup botolnya?'" tanya pak Budi
"Tidak mungkin pak, ceceranya banyak sekali, dan dari pintu masuk sudah ada ceceranya." ungkap Chalondra.
"Lalu siapa yang melakukan ini?" gumam pak Budi
"Kang Gugun, kang Gugun kan yang jaga pintu gerbang. Apa kang Gugun tidak melihat ada yang masuk kesini.?" tanya pak Budi
"Tidak pak Budi, saya juga tadi standby di sana, tapi tidak lihat siapa siapa yang masuk." jawab nya
Bik Sam segera membersihkan lantai itu. Sedangkan pak Budi dan Kang Gugun, segera cek cctv di setiap ruangan. Dan halaman yang sering di lalui.
__ADS_1
"Bik, kira kira siapa yaa?" tanya Chalondra
"Bibik juga tidak tau," balasnya
"Apa mungkin nyonya ya bik?" tanya Chalondra yang menerka nerka nyonya besar
"Kamu itu ada ada saja, nyonya kan tidak ada di negara ini. Mana mungkin bisa. Lagian nyonya sangat menyayangi tuan muda." jawab bik Sam
"Ya kan bisa saja nyonya membayar orang." sahut Chalondra
"Jangan seperti itu Londra, walau nyonya bukan ibu kandung tuan muda, tapi beliau sangat menyayangi tuan muda." ucap bik Sam masih membela majikan wanitanya.
"Iya, bibik saja yang tidak.." ucapnya terpotong. Ketika mengingat jika nyonya Irena sangat dekat denhan bik Sam. Bahkan mungkin nyonya Irena sudah membayar bik Sam untuk melenyapkan tuan mudanya.
"Tidak apa? bibik itu sudah lama mengabdi pada nyonya Irena. Jadi bibik tau hati nyonya." ucapnya lagi.
"Di cctv tidak ada yang terekam. Mungkin tuan muda lupa menutup botolnya Londra." ujar pak Budi setelah melihat cctv tidak ada yang mencurigakan.
"Ya sudah, mungkin tuan memang lupa menutup tutup botolnya." putus Chalondra. Mulai besok Chalondra akan mengecek kembali peralatan mandi tuan mudanya, siapa tau apa yang di bilang pak Budi dan bik Sam itu benar.
"Tuan, cepat buruan bersihkan diri. Saya cari pakaian ganti lagi." ujar Chalondra. Chalondra harus lebih waspada untuk menjaga tuan mudanya. karena disini Chalondra tidak tau mana yang benar benar tulus pada tuan mudanya. karena sepertinya bik Sam sulit untuk di percaya.
Wesley pun segera melepas semua pakaian yang di pakai. "Siapa yang berusaha memcelakai saya ya." batin Weslay sesaat setelah berada di kamar mandi. "Rasanya kok nggak mungkin saya lupa menutup botol sampo. karena itu bukan kebiasan saya.'" batin Weslay
Setelah selesai menyelesaikan ritual sebelum tidur, Weslay segera keluar, dan mendapati pakaiannya sudah di siapkan di atas tempat tidur. namun Chalondra sudah tidak ada.
Ceklek...
Weslay menoleh ketika mendengar handle pintu di putar. beruntung Weslay sudah selesai berganti pakaian. sehingga tidak ada drama teriakan Chalondra.
"Tuan, ini jendela mulai sekarang harus di kancing. jangan lupa." ujar Chalondra seraya menutup jendela yang tidak pernah di tutup.
Chalondra mengernyit kala melihat ada tangga di bawah jendela, lalu segera menoleh ke Weslay yang tengah sibuk mengacingkan bajunya.
"Tuan, kesini.. " panggil Chalondra
"Ada apa Londra,?" tanya nya
__ADS_1
"Tuan tau, sejak kapan ada tangga besi disini?" tanya Chalondra.