Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 6. Jangan benci saya


__ADS_3

Setelah dengan permainannya, Mereka segera masuk kedalam. karena langit menampakkan warna hitam pekat yang menandakan jika sebentar lagi akan turun hujan.


"Tuan muda langsung mandi saja, biar Londra siapkan pakaian yang bersih." ucap Chalondra


Weslay pun mengangguk dan segera masuk kekamar mandi. Wesley melepas semua pakaiannya di dalam kamar mandi. walau agak sedikit terganggu cara kerja otaknya, namun Wesley sudah terbiasa melepas pakaian di kamar mandi. Dulu Arnetta sering menasehati agar selalu menjaga aset pribadinya supaya tidak di pertontonkan, apalagi bentuknya yang sudah berbeda dari sebelum di hitan. Semenjak usia 12 tahun, Weslay sudah mulai menerapkan semua nasihat Arnetta.


Setelah selesai menyiapkan pakaiannya, Chalondra segera keluar dari kamar tuan mudanya. Chalondra pun bermaksud untuk segera membersihkan tubuhnya mumpung belum hujan. karena jika sudah hujan, Chalondra malas mandi.


Chalondra segera masuk kamar mandi. hanya dengan membawa handuk. Chalondra melepas semua pakaiannya. Setelah terlepas semua, Chalondra segera menyiram tubuh sedikit sedikit dengan air dari bawah, lalu mengambil lagi satu gayung di siramkan pada bagian dada, dan yang terahir Chalondra menyiramkannya pada bahu. Setelah membiarkan beberapa detik, Chalondra mengguyur semua nya sebelum mengaplikasikan sabunnya.


Duaarrr...


Chalondra terkejut ketika mendengar petir yang begitu menggelegar, Chalondra segera menyudahi permandianya. lalu segera mengambil handuk dan segera keluar dari kamar mandi.


Chalondra segera mengeringkan seluruh tubuhnya dengan handuk di dalam kamar, Chalondra pikir ia sudah menutup pintu dengan rapat, makanya begitu tenang melepas tanduknya.


Ley segera berlari keluar mencari Chalondra ketika mendengar petir begitu keras. Ley memang sangat takut dengan suara petir yang begitu menggelegar.


Ley segera menuju kamar Chalondra, namun tidak di sangka, Ley melihat Chalondra tengah melepas handuk dari tubuhya karena habis mandi. Mungkin Chalondra lupa menutup pintu, sehingga pergerakan Chalondra di rekam dengan jelas oleh memory kepala Ley.


Ley tak melepas pandangan yang langka ini. Ley kembali teringat pada video yang sering ia lihat. Namun beberapa minggu ini, semenjak Chalondra hadir, Chalondra mampu mengalihkan kegiatan 1 itu pada tuan mudanya.


Ley melihat dengan jelas dada Chalondra yang begitu kencang, walau tidak terlalu besar seperti yang ada di video, namun dada itu mampu membuat milik Ley menegang. Ley kembali melihat Chalondra yang masih sibuk dengan handuknya, kini Chalondra terlihat sedang mengeringkan pangkal pa*a nya.

__ADS_1


Tubuh Ley semakin di buat panas dingin dengan pergerakan Chalondra. Dadanya bergemuruh tidak karuan, ada keinginan untuk menuntaskan pada Chalondra. Namun Ley tidak punya keberanian.


Sedangkan Chalondra masih belum menyadari jika ada sepasang mata yang mengawasinya. Chalondra berjalan kearah almarinya, baru Chalondra menyadari saat melihat pantulan cermin menampakkan tubuh menjulang tinggi di belakangnya.


"Tu..tuan.." gumamnya lirih.


Tubuh tinggi dan gagah itu sudah memeluk Chalondra dari belakang, entah dorongan dan keberanian dari mana, Ley memaksa masuk dan mendekati tubuh Chalondra. " Saya sakit, Saya sakit. Sembuhkan saya Londra." ujar Ley seraya memeluk erat tubuh polos Chalondra.


"Iya, tapi lepaskan saya tuan. Saya akan mencoba mengob..." ucapan Chalondra terhenti ketika merasakan benda tumpul itu menyentuh pantat Nya.


Deru nafas Ley begitu cepat, Chalondra Mendengar dengan jelas detak jantung Ley yang sangat cepat. Chalondra pun sama, Chalondra juga merasakan jika jantungnya tidak berfungsi dengan semestinya.


Chalondra takut jika terjadi sesuatu pada dirinya. takut jika Tuan mudanya akan melakukan sesuatu yang tak terduga pada dirinya, Chalondra berusaha melepas tangan Ley yang masih mendekapnya.


"Tuan lepaskan tangan Tuan, biarkan saya memakai pakaian dulu, setelah itu saya akan membantu mengobati tuan." kata Chalondra lagi dengan bibir gemetar.


"Ouuhh tuanhh jangan lakukan ini.." mohonnya ketika merasakan sensasi geli geli hangat pada dirinya.


Ley segera membalikkan tubuh Chalondra dan segera meraup dada Chalondra yang mencuat. seperti bayi yang mendapatkan asi, Ley begitu rakus mengh**apnya seperti ingin menelan dada itu..


Chalondra sadar jika yang terjadi ini tidak benar, Chalondra segera mendorong tubuh Ley dari tubuhnya. Namum sia sia, Chalondra yang mengira jika tuan mudanya ini adalah pria lemah, namun kenyataannya Ley adalah pria perkasa jika sedang dalam keadaan seperti ini.


"Tuanhh.. sshhh.." lagi lagi suara laknat itu keluar dari bibir Chalondra.

__ADS_1


Ley segera meraup bibir Chalondra, menguasai permainan lidahnya, apa yang Ley lakukan hanya karena na**u nya yang sudah di ubun ubun, tidak ada dalam pikirannya dampak dari perbuatannya. Semua gerakan dan sentuhan yang Ley salurkan pada Chalondra, hasil dari fantasi yang ada di kepala Ley tentang video video yang sering ia tonton.


Tidak ada yang bisa menggagalkan Ley, hal yang Chalondra takut pun ahirnya terjadi juga. Chalondra melihat jika yang di tubuh tuannya ini bukanlah arwah tuannya. melainkan arwah orang lain yang berusaha menguasai tubuh Ley. itu karena Chalondra melihat kekuatan Ley tidak seperti biasa yang lemah.


"Tuan..Aaa sshhh" jeritnya ketika benda tumpul itu berhasil memasuki milik Chalondra. air matanya terus mengalir, membayangkan keburukan keburukan setelah kejadian ini.


Berdurasi sekitar 5 menit, permainan itu selesai, Ley mencabut miliknya setelah pelepasan pertamanya memasuki rahim milik Chalondra. Ley terkejut ketika melihat darah yang menempel pada senjatanya, Ley ketakutan lalu melihat milik Chalondra dengan wajah pucat pasi seperti mayat, menatap nanar darah yang keluar bersamaan cairan putih miliknya.


"Londra, maafkan saya." lirihnya seraya mendekati Chalondra yang masih terisak.


"PERGIII... AKU BENCI KAMU LEY... PERGIIII....!" teriak Chalondra, Chalondra benar benar hancur.


Ley segera berlari meninggalkan Chalondra di kamarnya. Ley menutup pintu kamar dengan keras. "jangan.. jangan benci saya, Londra... jangan" gumamnya lirih. tak bisa membayangkan jika tidak ada Chalondra. Ley terduduk lesu di belakang pintu. tubuhnya kembali bergetar Karena rasa takut yang tak kunjung hilang.



Chalondra menangis sepanjang malam, Chalondra sudah berusaha menolak dan melawan. Namum nyatanya tenaganya tidak sebanding dengan tenaga tuan mudanya.


Hingga pagi menjemput pun, Chalondra masih berdiam diri di kamar, rasanya Chalondra ingin mati saja. Mahkota yang selama ini di jaga untuk suaminya nanti, malah di renggut oleh majikannya, jika majikan nya pria yang normal secara mental. Sudah pasti Chalondra akan menuntutnya secara hukum, namun... Majikannya adalah pria cacat yang memiliki na**u


Begitu juga dengan Ley, setelah kejadian itu, Ley pun mengurung diri di kamar nya. Pintunya di kunci dari dalam. Sejak dari tadi malam Ley pun tak bisa memejamkan matanya.


Bayangan Chalondra ketika menolak dan memohon dengan deraian air matanya yang berada di bawah kungkungan tubuhnya membuat Ley merasa bersalah. "Tidak, tidak.. JANGAN tinggalkan saya Londra, saya takut sendiri." racaunya dengan menggeleng gelengkan kepala.

__ADS_1


"TIDAAAKKKK....HENTIKAN LONDRA, HENTIKANNN.. JANGAN BERTERIAK TERIAK, SAYA TAKUT.!" Ley berteriak histeris di kamar nya, ketika mengingat Chalondra menangis seraya meminta untuk di lepaskan


Ley terduduk dengan tangan memeluk lutut, wajahnya ia taruh di atas kedua lutunya.


__ADS_2