Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 55. Jangan Hawatir


__ADS_3

"Tuan..." lirihnya, tak berapa muncul gadis kecil yang dulu pernah bertemu dengan Chalondra.


"Kak Ocha." panggil Chilla dengan sangat antusias. pasalnya sudah beberapa bulan ini, Chilla merengek ingin bertemu dengan Chalondra. setiap sore hari, Chilla selalu merengek minta di antar ke taman agar bisa ketemu dengan Chalondra.


Chalondra masih belum ingat siapa nama gadis yang pernah bertemu dengannya. "kakak lupa sama Chilla.?" tanya nya


"Oohh iya, Chilla." sambutnya.


"Maaf, Chilla seperti nya sangat merindukan kamu. setiap hari dia minta di antar ketaman agar bisa bertemu denganmu.' ucap Ronald


"Oohh, maafkan saya. saya sudah tidak pernah lagi datang ketaman. karena kesibukan saya." sahut Chalondra


"Tidak apa apa." jawabnya


"Kak Ocha, kata papa di perut kakak ada adek bayi. Chilla seneng sekali punya adek.' ucap Chilla


"Ba... bayi?" ulang Chalondra, seraya menatap wajah pria dewasa di depannya.


"Iya, beruntung dokter masih bisa menyelamatkan mereka. jadi kau tak jadi kehilangan mereka." sahut Ronald


"Mereka?" tanya nya lagi


"Kau mengandung dua bayi. selamat ya." ucap Ronald.


tiba tiba wajah Chalondra berubah murung. ada kesedihan yang sangat mendalam ketika teringat nasib kedua anaknya.


"Kau jangan hawatir, saya akan mengantar mu pada keluargamu." ucap Ronald.


"Ti.. tidak tuan. saya tidak akan kembali pada mereka. saya akan buang bayi ini. karena saya tidak sanggup membesarkan mereka berdua sendirian." lirihnya, yang terlihat sangat sedih.


"Jangan bicara begitu. mungkin dengan adanya bayi di antara kalian, mereka akan menerimamu kembali." ucap Ronald.


Beruntung Ronald sudah tau keadaan Chalondra yang sesungguhnya, Ronald sudah menanyakan tentang Kenapa Chalondra bisa berada di jalan sendiri dalam kesunyian dan dinginnya malam. di tambah lagi keadaan Chalondra yang sangat menyedihkan.


Ronald membayar detektif untuk mencari tau tentang rumah mewah keluarga suaminya. dan ternyata Chalondra di jebak oleh seseorang. sehingga keluarga suami dan suaminya membenci lalu mengusirnya.


"Saya tidak akan kembali pada mereka, tapi saya juga tidak tega melihat pertumbuhan mereka tanpa kasih sayang seorang ayah." sahut Chalondra. bagaimana Chalondra akan kembali pada mereka, jika suaminya saja sudah tidak percaya padanya. yang ada luka itu akan kembali tergores, jika mereka mengatakan ini bukan anak suaminya. padahal sudah jelas jelas, Chalondra hanya berhubungan dengan suaminya saja.


"Kau bisa merawat mereka. saya akan membantunya, jangan hawatir." ucap Ronald


"Kak, biarkan adek bayi tetap disini. Chilla sangat ingin memilki adik bayi. papa tidak bisa memberi Chilla adek bayi." sahut Chilla.


Ronald menatap wajah sendu Chalondra, hingga pandangan mereka saling bertemu. Ronald mengangguk sebagai bukti bahwa dirinya mau membantu jika Chalondra butuh bantuan.


"Saya akan memberi pekerjaan, jika yang kau takutkan adalah tidak bisa memberi kehidupan yang layak untuk mereka nanti." ucap Ronald dengan yakin


"Terimakasih tuan, tapi saya tetap akan pada prinsip saya. saya akan membuang mereka." ucapnya


"Cha, jangan egois. mereka butuh hidup seperti kita kita. bagaimana jika anak ini adalah sumber kekuatan kalian, saya berjanji saya akan membantumu memberi pekerjaan." bujuk Ronald lagi.


Chalondra terdiam, memikirkan apa yang di katakan oleh Dokter Ronald.


"Tuan, kalau boleh saya minta bantuan, tolong bantu saya agar bisa kembali ke kampung halaman saya. lebih baik saya hidup di desa, dengan kehidupan sederhana." ucapnya.

__ADS_1


"Saya akan mengantarkan kamu pulang. tapi pikirkan kembali keputusan kamu untuk membuang mereka adalah suatu yang di larang oleh agama." ucap Ronald lagi. Chalondra Hanya mengangguk.


Kruukkk....


"Kak Ocha, kakak lapar yaa?" tanya Chilla yang mendengar dengan jelas bunyi perut Chalondra.


Chalondra mengangguk dengan rasa malunya.


Ronald segera mengambilkan makanan yang sudah di bawa dari rumah. "Ini masakan papa Lo kak." bisik Chilla


"Hmmm.." gumam Chalondra


"Di rumah hanya ada perawat opa, jadi papa masak sendiri." imbuhnya


"Ayo makanlah Cha, ini rasanya tidak kalah sama masakan restoran yang sering kau kunjungi." canda Ronald.


"Terimakasih tuan, sudah repot repot mengurus saya." balas Chalondra.


Ketika mau memasukkan nasi kedalam mulutnya, Chalondra teringat kembali kejadian tadi malam. sehingga na*su makannya kembali hilang. rasanya perut mendadak kenyang.


"Makanlah, demi mereka yang tak berdosa. kau tak boleh egois dengan hanya memikirkan kehidupanmu saja,"


Chalondra kembali menangis, "tuan tolong jangan baikin saya terus. saya jadi sedih" ucapanya seraya menghapus air mata.


Ronald tertawa mendengar suara manja Chalondra. "Saya tidak baik sama kamu, saya hanya ingin berbaik pada mereka saja." jawabnya


...~~~~...


"PERGI KALIAN... DASAR KELUARGA PELA**R. PERGIII..." teriak Warga kampung yang sudah di kuasai amarah.


Kenzo dan juga Evellin tak bisa membantah, karena mereka tidak tau yang sesungguhnya.


"Nenek..." pekik Evelin ketika melihat neneknya ambruk. sang nenek tidak kuat melihat warga mengamuk atas berita yang tidak benar, mereka mengusir cucu dan juga dirinya. dan sang nenek pun seketika tak sadarkan diri.


"Nenek, bangun nek. Evel yakin berita itu tidak benar." teriak Evel, seraya menggoyang goyangkan tubuh neneknya. Kenzo segera mencari air untuk membasuh wajah neneknya agar segera sadar. dengan sangat lembut, Kenzo mulai mengusap dengan pelan. warga yang datang hanya menyaksikan dengan tatapan menghina dan benci.


"Evel, Ken... nenek yakin, kakak kalian tidak seperti itu. nenek yang merawat kakak kalian dari kecil." lirihnya setelah berhasil membuka matanya. nafasnya tersengal sengal karena jantungnya semakin melemah.


"Iya nek, Evel juga yakin bahwa kakak tidak seperti itu." jawabnya


"Cari kakak kalian. bantu dia agar tidak terlalu sedih, kuatkan dia. sudah cukup dia merasa kesulitan seperti saat ini." ucap sang nenek dengan terbata.


Warga mengamuk dan membakar rumah nek Iroh. Mereka melakukan itu bukan karena keinginan mereka, namun karena hasutan orang luar.


"Jangan, jangan bakar rumah saya." hardik Kenzo yang mulai bereaksi mendorong satu persatu warga yang sudah mulai menyalakan api.


Seorang pria langsung menyerang Kenzo. entah siapa dia, Kenzo tidak pernah melihat pria ini sebelumnya.


"kalian harus pergi dari sini. karena kalian tidak pantas berada di antara orang orang baik di desa ini." gertak pria itu, yang seolah membela warga kampung.


"Kenzooo... nenek Ken." teriak Evellin.


Kenzo segera berlari menghampiri Evelin dan neneknya. Kenzo melihat neneknya sudah tak bergerak lagi.

__ADS_1


Semua warga menghentikan aktifitasnya, dan mulai mendekati Kenzo dan juga Evelin.


"Semua ini gara gara kakakmu Chalondra, jika saja dia tidak berulah. kami tidak akan mengusir kalian. dulu kakakmu menggoda anak pak lurah, dan pria cacat yang sekarang jadi suaminya, kini dia tidur dengan pria lain. sungguh sangat memalukan prilakunya. kami tidak menerima kehadiran kakakmu dan kalian. cepat pergi dari sini." usir pak lurah yang ternyata juga sudah berada di antara mereka.


"Kakak kami tidak seperti itu, itu hanya fitnah." teriaknya


Mereka di usir dengan cara diseret lalu di dorong.


Chiiitttt....


Aksi mereka terhenti ketika ada mobil yang berhenti di depan mereka.


Chalondra segera keluar dari dalam mobil, dan segera mendekati kedua adiknya


"Evel, Kenzo. ini ada apa?"


"Kak, mereka mengusir kita." jawabnya


"lihat ini.. ini perbuatanmu yang membuat warga marah. sekarang kalian pergi dan tinggalkan desa ini." sahut pak Galih, seraya menunjukkan foto yang menampakkan wajah Chalondra


"Ini bukan saya, saya di fitnah." teriak Chalondra.


percuma Chalondra menjelaskan semuanya. karena sudah ada orang luar yang menghasut


"Cha, kita bawa pergi adik adikmu dari sini." bujuk Ronald yang ikut keluar dari mobil


"lihatlah, benar apa yang di beritakan di majalah itu. kini terbukti dia pulang membawa lelaki yang lain lagi." celetuk wanita tambun yang seperti tetangga dekat Chalondra


"Ayo kita pergi." ucap Ronald.


"Tapi nenek." lirih Evellin


"nenek di mana nenek?" tanya Chalondra seraya kepalanya celingak celinguk mencari keberadaan sang nenek.


"Nenek sudah tidak ada kak. Baru saja nenek menghembuskan nafas terakhirnya." ucap Kenzo.


"biarkan kami mengurus nenek untuk yang terakhir kalinya pak bapak." mohon Chalondra


"Tidak perlu,biar warga yang mengurusnya.' tolak pak Lurah


"Anda siapa? Anda sebagai lurah bukannya mengayomi warga, menenangkan warga. Tapi anda malah menyulut emosi warga. biarkan kami mengurus jenazah neneknya. Setelah itu kami akan pergi dari sini. Kalau anda masih kekueh menolak, saya bisa saja melaporkan anda pada pihak berwajib karena kelalaian anda, hingga mengakibatkan seorang kehilangan nyawa." sahut Ronald yang sudah mulai emosi.


Ahirnya mereka membiarkan Chalondra dan adik adiknya mengurus jenazah sang nenek. Dengan du bantu beberapa warga yang masih mau membantunya.


...♡♡♡...


Di tempat yang beda,


Weslay tengah berdiri di ambang pintu ruang kerja papinya. Weslay yang hendak masuk pun ia urungkan, ketika mendengar penuturan dari Gisel orang yang menjadi mata mata papinya.


"Saya berani jamin tuan, jika nona Chalondra tidak seperti yang di tuduhkan oleh foto foto itu. Saya yang setiap hari seruangan dengan dia." ucapnya.


"Dan saya merasa ahir ahir ini, nona Chalondra berbeda, dia lebih manja dan banyak makan. Saya rasa nona sedang mengandung?" ucap Gisel lagi.

__ADS_1


__ADS_2