
Sontak saja Weslay langsung mengambil ponsel yang di bawa papinya. Ada kebinaran di wajah Weslay. "Chalondra, jangan pergi. Maafkan saya." lirihnya seraya tangannya berusaha menyentuh foto yang ada di layar benda pipih itu.
Landolfo melihat ada getaran yang sangat kentara pada Weslay. "Weslay menyukai nya. Apakah Dia juga menyukai putraku ?" batin Landolfo
Landolfo segera mengambil ponselnya dari tangan Weslay. "Papi,, jangan ambil Chalondra saya , kembalikan papi." raungnya.
"Tuan, sepertinya putra anda menyukai gadis itu?" bisik Gisel. Landolfo pun membenarkan ungkapan Gisel dengan anggukan.
"Papi akan pertemukan kamu dengan Chalondra. Tapi ceritakan pada papi, apa yang sudah kamu lakukan padanya?" Landolfo hanya ingin memastikan saja. Biar tidak salah langkah, siapa tau apa yang dikatakan Irena sang istri itu benar.
"Gis, bisa tinggalkan kami" ucapnya yang lebih pada perintah.
"Baik Tuan." jawabnya
Setelah tidak ada Gisel, Landolfo kembali mendekat, lalu segera membawa Weslay duduk di sofa. "Sekarang ceritakan pada papi. Apa kamu benar benar sudah menghancurkan kehidupan Chalondra?" tanyanya
Weslay terdiam, tak tau harus menjawab apa. "Kenapa papi sama halnya dengan Chalondra, papi mengatakan saya menghancurkan Chalondra. Begitu juga dengan Chalondra yang mengatakan hal sama dengan papi." ucapnya. Yang membuat Landolfo terkejut.
"Weslay sudah bisa merangkai kata dengan sempurna. Apakah benar jika Weslay adalah autisme? Itu tidak mungkin, aku memang menginginkan Weslay menjadi pria yang sehat seperti yang aku harapkan." batinnya seraya memandang Weslay dengan begitu dalam. batinnya berkecamuk antara percaya bahwa ini Chalondra atau hanya kepura piaraan Weslay selama ini.
Weslay sadar, apa yang sudah ia ucapkan sudah membuat ayahnya ragu, jika dirinya hanya pura pura cacat. tapi Weslay memang harus melakukan ini. Weslay kembali salah tingkah. Dengan cepat Weslay segera memainkan ujung kaos yang melekat di tubuhnya.
Landolfo bergumam begitu lirih. "Chalondra benar, jika putraku sudah menodainya. walaupun tidak bicara terus terang tapi ungkapan Weslay itu sudah meyakinkan."
"Papi, papi bicara apa?" tanya Wesley.
"Papi harus keluar sebentar. Tapi papi akan memastikan kau makan terlebih dahulu." ucap Landolfo
...♡♡♡...
"Kau tau, Landolfo sudah menghubungiku berkali kali." ucap Irena
"Kenapa tak kau angkat sayang?" tanyanya
"Malas, biarkan dia mengurus putranya. dan aku mengurus dirimu disini." jawabnya
"Kau nakal.." ujar Oscar seraya mencubit pinggang Irena yang masih memakai handuk
Ponsel Oscar berdering, dan terlihat nama pemanggil.
"Siapa sayang?" tanya Irena
"Suamimu." jawabnya
Oscar segera mengangkat telpon dari Landolfo.
"iya tuan," ucap Oscar
"Apa kau belum baikan Oscar?"
__ADS_1
"Saya masih di rumah sakit tuan." jawabnya
"Sayang sekali, saya ingin kau memantau Nathan. Apa dia sudah bekerja dengan baik. Selama saya tinggal. Ya sudah, cepat lekas sembuh Oscar. Mohon maaf saya tidak bisa mengunjungimu karena masih di indonesia."
"Tidak apa apa tuan, saya mengerti kok." jawab nya
"Apa Nathan bisa di andalkan?" tanya Oscar seraya merekatkan tubuhnya dengan tubuh Irena
"Tentu saja, dia sudah memilki pengalaman di perusahaan Landolfo. Yang kita harus lakukan sekarang melupakan semua urusan yang ada di luar hubungan kita." rajuk Irena seraya mengelus dada bidang Oscar.
"Kau selalu menggodaku Iren," Cup.. Cup.. kecupan yang di berikan Oscar kembali merang*ang mereka berdua. mereka kembali melakukannya lagi. Hingga Oscar meluncurkan air cintanya untuk 2 kali di hari ini.
hh..hh.. terdengar deru nafas mereka berdua yang saling bersahutan. Irena kembali merebahkan tubuhnya di bawah tubuh Oscar. Cup.. Cup.. setelah memberi kecupan, Oscar turun dari tubuh Irena.
"Kita jalan jalan" ajak Oscar, setelah mereka membersihkan diri dari keringat.
"Ayuk." jawabnya.
Ponsel Irena kembali berdering, " Siapa lagi ini?" gumamnya
"Hallo Nath, ada apa?" tanya Irena.
"Mami kemana sih?"
"Mami sedang liburan."
"Mami papi menghubungi mami terus? Kenapa nggak di angkat?"
"Papi sebenarnya mau minta pendapat mami, tapi nomer mami susah di hubungi." ujar Nathan
"iya nanti mami telpon papi jika sudah ada di rumah." sahutnya.
"Ya udah mami mau lanjut jalan." obrolan segera di akhiri, Irena kembali melanjutkan langkah bersama Oscar begitu mesra.
"Apa kau juga begini, ketika bersama suamimu?" tanya Oscar
"Tidak, dia itu membosankan sekali." keluhnya.
"Oh ya...? Membosankan tapi kau masih bertahan saja." ejek Oscar
"Aku belum siap miskin. Kecuali kau mau memberikan apa yang aku butuhkan secara lebih, seperti yang Landolfo berikan" ucapnya
"Aku akan memberiku kekayaan Iren, kau selalu tak percaya padaku." keluh Oscar
"Aku belum siap Oscar, setelah aku menguasai hartanya. Aku akan meninggalkan dia" ucapnya
"Apa maksudmu?" tanya Oscar
"Aku ingin kau membantuku, Oscar." ucap Irena
__ADS_1
"Tunggu.. Tunggu.. Kenapa jadi serius begini sih?" tanya Oscar. Lalu mereka segera berhenti dan duduk di bangku taman.
"Sekarang anak Landolfo sedang dalam keadaan tidak baik baik saja. Dan ku pastikan anak Landolfo sebentar lagi pasti di rawat di rumah sakit jiwa. Kau tau, jika perusahaan itu yang memegang Weslay. Pasti akan cepat bangkrut. Dan mungkin Landolfo akan meminta Nathan untuk mengelola nya." ucap Irena panjang lebar.
"Apa kau yakin?" tanyanya
"Iya, aku sangat yakin." jawab nya
"Kalau begitu kau telpon suamimu, tanyakan keadaan Ley. Biar Landolfo tau jika kau sangat peduli dengan anaknya." ucap Oscar
"Begitu?" tanya Irena tidak yakin
"Yakin, seharusnya kau angkat telpon dari dia, biar dia tidak curiga." ucap Oscar lagi
"Tapi aku malas." jawab nya
"Terus nanti kalau di tanya, kenapa telponnya tak di angkat gi mana?" tanya Oscar
"Sudah, tidak usah di pikirkan. Ayo kita lanjut bersenang senang." ucap Irena
Merekapun kembali melangkah menuju pantai. Hari ini mereka akan mengelilingi laut dengan kapal pesiar yang sudah disewa.
"Kau menyukai nya?"
"Tentu saja sayang, Kau tak pernah berubah padaku." ucap Irena.
Irena memeluk Oscar begitu posesif, begitu juga dengan Oscar. Oscar berkali kali mencium bibir Irena.
"Ini namanya CLBK, cinta lama belum kelar." bisik Oscar.
"Oohh.." lirih Irena. Lalu segera memeluk Oscar lagi.
...♡♡♡...
Landolfo meminta Weslay untuk istirahat, dengan di temani oleh bik Sami. Sedangkan Landolfo tengah mengunjungi perusahasnnya yang ada di sini, perusahaan yang di kelola oleh adik iparnya
Gisel saat ini menggantikan posisi Oscar, karena Oscar sedang sakit. Gisel memang yang selalu menjadi pengganti Oscar. Kemampuan Gisel tidak di ragukan lagi. Selain menguasai dunia bisnis. Gisel juga dulu pernah sekolah di penerbangan, namun karena cita citanya ditentang oleh orang tuanya. Gisel ahirnya mencoba melamar menjadi pegawai di Food Fresh.
"Bagaimana? Apa semuanya lancar?" tanya Landolfo pada Tian, Tian yang memiliki nama Bastian Artama itu adalah adik kandung Irena. Dirinya memang di beri kepercayaan untuk mengurus perusahaan yang ada disini
"Lancar semuanya kak." jawabnya
"Oohh ya, tadi aku mampir kerumah kakak. Katanya Weslay di rumah sakit?" tanya nya
Tian memang jarang sekali mengunjungi Weslay, mengingat terahir dirinya mengunjungi Weslay, yang ada Weslay malah bersembunyi karena tidak mengenal. Sebenarnya salah Tian juga, karena terlalu sibuk dengan saudara sendiri. Tak pernah peduli pada keponakannya.
"Iya, tapi tidak apa apa. Mungkin besok sudah boleh pulang." jawabnya
"Maafkan Tian kak, tidak pernah sempat mengunjungi Weslay." ucapnya
__ADS_1
"Tidak masalah," jawabnya
"Apa Weslay di bawa kerumah sakit... emm psikiater?" tanyanya agak ragu.