
"Dokter, dokter mau minum apa?" tanyanya.
"Terserah Ev, seadanya saja." Jawabnya
"Teh atau kopi?" tanyanya
"Kopi aja Ev."
"eemmm... Tapi kopinya, kopi hitam, soalnya karemelnya habis." sahut Evellin
"Ya udah kopi hitam ngak papa." sahut dokter Ronald.
"Teh aja ya dok, soalnya takutnya dokter nggak suka terlalu pahit." sahutnya.
"Iya udah terserah kamu saja." balas dokter Ronald.
"Kok terserah sihh.. Kalau begitu air mineral aja deh kalau terserah." sambung Evellin, lalu segera masuk
"Ya ampun.. Kalau ujungnya hanya air mineral, untuk apa menawari mau minum apa?" gumam dokter Ronald.
Tak berapa lama Evellin keluar dengan membawa dua cangkir kopi. Dokter Ronald mengerutkan keningnya.
"Tadi, bukannya mau bawakan air mineral ya, Ev?" tanya dokter Ronald
"Hehehe.. Soalnya dokter biar nggak ngantuk nanti saat di jalan." balas Evelin dengan nyengir
"Dan saya juga biar betah melek." imbuhnya
"Kenapa tingkah bocah satu ini, setiap hari semakin menggemaskan saja, ingin rasanya ku bungkus dan ku bawa pulang." batinnya
"Dokter tadi mau bilang apa?" tanya Evellin
"apa? Kayaknya nggak ada deh." jawabnya
"Itu tadi.. Dokter bilang Cilla dan papa.. itu kenapa?" tanya Evellin
"Oohh iyaa itu.. eemmm.. Ev." ucapnya agak gugup.
"Iyah." sahut Evellin yang masih asyik menikmati lumpia nya.
Dokter Ronald segera mengambil lumpia yang ada di tangan Evellin. "inj serius Ev." ungkap dokter Ronald
"i..iya, a..apa do..dokter." kini Evellin yang di serang penyakit gagap gara gara keseriusan dokter Ronald.
"Maukah kamu menjadi menantu papaku?" tanya dokter.
Evelin mengerutkan keningnya belum paham. "maksud dokter apa?" tanyanya
__ADS_1
"Maukah kamu menjadi ibu sambung Cilla, dan menjadi istriku.?" tanyanya lagi.
"Dok..dokter.. Saya kan masih sekolah. SMA saja belum selesai." jawab Evellin
"Aku tidak akan melarang kamu untuk melanjutkan pendidikanmu, aku ingin melamarmu sebelum kau memilki lebih banyak teman lelaki. Aku ingin mengikatmu dengan benang pernikahan. Maukah kamu menikah denganku.. Menghabiskan sisa umur bersamamu Ev?" tanya nya lagi.
"Saya belum bisa menjawab dokter. Tunggu saya selesai ujian sekolah." jawab Evellin
"Aku akan menunggumu, semoga penantianku nanti mendapat jawaban yang aku tunggu." ucap dokter Ronald.
Evellin kembali mengangguk, lalu segera menarik tangannya dari genggaman dokter Ronald.
hening... hanya terdengar ada deru nafas mereka mereka berdua yang tidak terkontrol.
Evellin jadi tidak ada niat untuk belajar lagi, karena lamaran dadakan dari Ronald, membuatnya hilang konsentrasi belajarnya.
"Ev, ayo di minum lagi." tegur Ronald yang mampu membuat Evvelin terlonjak.
...♡♡♡...
Satu bulan setelah Ronald melamar Evellin, hubungan mereka semakin dekat.
Kini Evellin, Ronald ajak cek up kesehatan papa David. Sehabis sekolah, Evellin langsung mendatangi rumah sakit di mana dokter Ronald dan papa David berada.
"Ini dia calon menantu papa." ucap Pak David. Yang membuat Evelin jadi tersipu.
"Pa. Jangan bicara seperti itu, dia pasti malu." tegur Ronald.
"Dokter, Cilla..." tanya Evellin setelah memegang kursi roda pak David.
"Cilla kita jemput sekalian yaa.." usul Ronald.
Brughhh...
"Ma... Aafff.." ucap seorang wanita yang tidak sengaja menabrak Evellin
"Tidak apa apa nyonya," jawab Evellin.
pak David menatap wanita yang baru saja datang dan menabrak calon menantunya.
"seperti pernah melihat." batinnya.
"Pak David.. " pekik Irena.
"Kau mengenaliku?" tanya pak David. Maklum dia sudah banyak lupa dengan masa lalunya, karena kecelakaan itu.
"saya Irena, apa pak David melupakan saya?" tanya Irena lagi.
__ADS_1
"Irena,Irena.."
"Irena yang dulu bekerja dengan bapak di restoran milik bapak." jawabnya
"Oohh.. Iya, saya ingat ingat dulu." ucapnya.
"Jadi nyonya yang dulu pernah menghancurkan keluarga orang tua saya?" sarkas Ronald, Evellin mulai merasa akan ada hawa panas di sini.
"Dokter, kita tinggalkan wanita ini dulu. Agar papa tidak terlalu shock." ucap Evellin.
"Oohh yaa,, aku ingat. Kau adalah Irena yang.." ucapan pak David menggantung lalu menelisik Irena dari atas kebawah.
"saya harus bicara sama bapak, ada yang harus bapak tau setelah itu." ucap Irena.
"Tidak, saya tidak ijinkan anda untuk membawa papa saya, papa masih dalam pemulihan, jadi tolong jangan bebani papa saya dengan masa lalu nya." tegas Ronald. Walaupun Ronald tau masa lalu papanya yang pernah menghianati sang istri. Tapi di hati papa David ada penyesalan yang begitu dalam. Karena pak David begitu sangat mencintai sang istri.
"Ronald, ijinkan papa untuk mendengar kan apa yang ingin dia ungkapkan." mohon. Pak David
"Tidak pa, Ronald tidak akan pernah ijinin." ucapnya tegas, lalu segera mendorong kursi roda yang di duduki oleh papa nya.
"Kalian tidak boleh menelantarkan anggota keluarga kalian yang lain, saya memilki anak dari pak David, jadi lak David haris bertanggung jawab." ucap Irena yang berhasil menghentikan langkah mereka.
"A..nak." gumam pak David.
Irena segera berjalan mendekati pak David, lalu berdiri di depannya. " Saya memiliki anak dari anda pak, jadi saya mohon jangan kau buang anak kita." ucap Irena
"Dengar nyonya, walaupun dia anak papa, tapi dia tidak memiliki hak atas apa yang akan anda minta. Anak anda lahir di luar pernikahan, dan anda tau jika anak yang lahir di luar pernikahan maka statusnya dia anak yang tidak Sah." tekan Ronald. Lalu segera mendorong kursi roda papanya.
"Ronald, tolong hentikan nak, jangan jadi pendendam. Papa tau kau sangat membencinya, tapi ingat, kau memilki adik dari wanita itu." ucap Pak David berusaha menghentikan anaknya agar tidak menjadi pria yang jahat.
"Tapi papa taukan, jika Ronald tidak akan menerima dia sebagai adikku." ucap Ronald dengan intonasi yang begitu datar.
"Papa tau, bahkan papa tau apa yang harus papa lakukan. Papa hanya ingin mendengarkan dia saja." balas pak David.
"Ok, kalau begitu, papa perginya dengan di antar pak Supri, biat Ronald yang naik taxi bersama Evel dan Cilla." ucapnya.
"Terimakasih ya nak," ucapnya, Ronald kembali mendorong kursi roda papanya, berjalan dengan diiringi oleh perawat papanya dan juga Evellin. Mereka sudah sampai parkir mobil,
"Sus, tolong di jaga papa saya, pak Supri tolong yaa.. " ucap Ronald
"Siap mas.." jawab Pak Supri
Evellin dan juga Ronald segera masuk taxi yang sudah ada di depan rumah sakit. Mereka akan menjemput Cilla.
"wanita itu adalah ibu tirinya kak Ley." ucap Evellin tiba tiba. Yang langsung membuat Ronald menoleh pada Evellin. Evelin juga menoleh sehingga pandangan mereka saling bertemu.
"Kau mengenalnya?" tanya Ronald yang sudah menyandarkan kepalanya pada senderan jog belakang.
__ADS_1
"Wanita itu yang sudah membuat kak Ley seperti orang gila." ucapnya lagi. Ronald kembali menoleh serta mengernyitkan keningnya.
"Iya,"