Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
Episode 22. Kehancuran


__ADS_3

"Sungguh Iren, bercerailah dengan Landolfo. dan kita segera menikah." mohon Oscar di tengah tengah permainan panas mereka


"Tidak mungkinhhh.. Oscarghh... aahhkuuhh... oohhh" Irena tak bisa melanjutkan kata katanya karena hujaman benda tumpul milik Oscar.


...♡♡♡...


Landolfo segera masuk rumah dan berlari menuju kamar Weslay.


"Selamat sore tuan, mohon maaf kami tidak berani membuka paksa pintunya." ujar pak Budi.


Landolfo menghentikan langkanya , lalu menatap pak Budi dan juga Gugun dengan tatapan tajam yang seolah ingin menelan mereka berdua hidup hidup.


Kedua orang itu segera menunduk tak berani membalas tatapan dari pria yang sudah lama memberi pekerjaan.


"Kalian ..." ucapnya yang terdengar menggeram karena kesal.


"Mohon maafkan kami." ucapnya


Landolfo segera berjalan setengah berlari, lalu segera menggoyang goyangkan handle pintu, tak lupa mulutnya menyebut nyebut nama Weslay. Landolfo segera pergi ke kamarnya dan segera mencari anak kunci yang lainnya.


Pak Budi serta Gugun hanya menunduk. Karena tak berani mengucap sepatah kata pun pada Tuan besarnya.


Setelah membawa beberapa kunci cadangan. Landolfo segera berlari kearah kamar Weslay. Segera mencoba setiap kunci yang ia temukan.


"Apa yang terjadi sebenarnya.?" tanya Landolfo yang tangannya masih sibuk dengan kunci kunci pintu yang lainnya.


Pintu kamar tak bisa di buka, karena di balik pintu itu masih terpasang dengan kunci yang lain.


"Pak Budi, cepat ambil alat pertukangan." titahnya. Pak Budi pun segera berlari kebelakang untuk mengambil alat pertukangan.


Tak berapa lama pak Budi sudah datang dengan membawa beberapa alat untuk membuka pintunya.


Braakkk ... Ahirnya Landolfo berhasil membuka pintunya. Dan betapa terkejutnya ketila melihat kamar Weslay sangat berantakan. Dan lebih terkejut lagi. Landolfo melihat putranya duduk meringkuk di pinggir tempat tidurnya.


"Ley," panggil Landolfo. Melihat Weslay seperti itu. Seperti melihat dirinya sendiri ketika di tinggal mati oleh istrinya. Ternyata putranya tengah mengalami kehancuran.


Landolfo segera berlari lalu segera mendekati Weslay. " Apa yang terjadi?" tanyanya.


"Maafkan saya, Londra. Maafkan saya.." lirihnya. Landolfo melihat sekitarnya dan mencari sosok wanita yang sudah mengasuh putranya.


"Pak Budi. Cari Chalondra di kamar mandi Weslay. Dan cari juga di kamarnya." titah Landolfo.

__ADS_1


"Aku tuan, Chalondra tidak ada di kamarnya, dan semua barang barang Chalondra juga sudah tidak ada." ucap bik Sami


"Apa maksudnya?" tanya Landolfo


"Jangan tinggalkan saya. Londra. Maafkan saya." lagi lagi Weslay menyebut kata maaf pada Chalondra.


Kini Landolfo tau, bahwa putranya telah melakukan sesuatu padaChalondra. " Apa yang kamu lakukan?" tanya lirih. Seraya menangkap wajah Weslay yang terlihat sangat memucat.


"Bik. Tolong ambilkan makanan untuk Weslay." titah Landolfo


Bik Sam segera mengangguk, lalu segera kekuar dan pergi medali untuk menyiapkan makan untuk tuan mudanya.


"Bangunlah nak," ucapnya seraya mengangkat lengan Weslay ke atas.


Namum Weslay tetap tidak mau bangun. Bahkan tenaga Landolfo pun sudah tak bisa mengalahkan Weslay. Landolfo mulai putus asa, Landolfo segera mengambil ponselnya dari kantong jasnya. Lalu segera menekan kontak Chalondra.


Ttuuutttt.... Tuuttt..


"Ya tuhan. Pantas saja panggilanku tidak di angkat, ponselnya tertinggal disini." gumamnya


"Dari semalam Chalondra perginya tuan, setelah kami makan malam. Den Ley dan Chalondra ngobrol di gudang dengan di temani istri saya, den Ley bilang sangat merindukan maminya." ucap pak Budi. Tidak tega saja jika berkata jujur bahwa Chalondra yang menginginkan. Karena Chalondra hanya pengasuh yang tidak ada hak untuk ikit campur atau. Ingin tau masa lalu keluarga Landolfo.


Landolfo percaya saja, karena di samping Weslay ada foto pernikahan dirinya bersama Sharoon.


"Saya pernah kesana tuan, semoga saja saya tudak lupa.," balasnya


"Tuan, ini makanannya sudah siap." ucap bik Sami


"Teeima kasih bik, terimakasih kalian sudah menjaga Ley selama ini." ucapnya. Landolfo terlalu di sibukkan oleh urusan pekerjaan dan istri keduanya. Jadi tidak pernah sempat menyibukkan dirinya untuk Weslay.


"Tuan jangan berterima kasih pada kami, seharusnya kami yang berterima kasih pada Tuan. Karena sudah memberi kami pekerjaan dan juga kepercayaan. Jika tuan tidak percaya pada kami. Pasti tuan sudah membawa den Ley pergi." ucap bik Sami.


"Ayo nak, makan dulu. setelah itu cerita pada papi apa yang sudah terjadi." ucap Landolfo


"Chalondra, saya mau Chalondra disini." lirihnya lagi dengan tatapan kosong.


Landolfo memang harus mengunjungi Chalondra, karena jika melihat Weslay seperti ini. Sudah pasti Weslay sangat terpukul dan kehilangan.


"Makan dulu, biar papi bawa Chalondra kesini." ucapnya.


"Chalondra, Chalondra , Jangan pergi." ucapnya lagi

__ADS_1


Landolfo segera menyentuh kening Weslay. " Ya tuhan.. Badan Ley sangat panas." ucapnya.


"Pak Budi, tolong panggilkam ambulan. Kita bawa Weslay ke rumah sakit."


"Baik Tuan. "


"Bik Sami, tolong bereskan kamar Ley." ucapnya


Hingga 15 menit kemudian. Mobil ambulan yang di panggil sudah tiba, Weslay benar benar sangat lemas, sejak dari pagi. Weslay belum makan apa apa. Hatinya hancur karena seorang wanita.


"Pak Budi, saya minta tolong berkunjunglah kerumah Arnetta. Dan minta di antar kerumah Chalondra. Bawa kembali Chalondra kesini." ucapnya


Weslay segera di bawa ambulan, namun sebelumnya Weslay di pasang jarum untuk cairan infus, agar tidak dehidrasi.


Jalanan yang lumayan padat hingga membuat ambulan tidak bisa cepat , karena bersamaan dengan waktu pulang para pekerja. Weslay masih merancau menyebut nama Chalondra, namun matanya masih terpejam.


...♡♡♡...


"Chalondra, ceritakan padaku. Kenapa kau pulang tiba tiba.?" tanya Rania. Chalondra terdiam, ingin bercerita atau di pendam sendiri.


"Aku takut bercerita Ran, aku hawatir kau akan menjauhiku." balasnya. Saat ini Chalondra dan Rania tengah jalan jalan sore. Menikmati udara sore yang sangat mereka rindukan.


"Ceritakan saja, kita kan berteman tidak hanya 1 minggu 2 minggu. Kita sudah dari kecil berteman. Ceritakan saja, siapa tau aku bisa membantumu." ujar Rania


"Tapi kau tidak akan cerita pada siapapun. Termasuk keluargamu dan nenek kan?" tanya nya memastikan


"Tenang saja, aku akan jaga rahasia." ucapnya


"Aku tidak tau. Harus mulai cerita dari mana Ran, aku benar benar bingung." balasnya


"Jika kau belum siap, bagaimana jika kita lanjutkan besok saja. kamu kan masih disini untuk waktu yang lama." ucap Rania


"Iya, aku akan bekerja di tempat yang kau tawarkan. apa madih butuh tenaga kerja?" tanya Chalondra


"Oohh itu ya. coba nanti aku tanyakan pafa sepupuku. soalnya yang punya toko itu sepupuku." sahut Rania


"Iya, tidak apa apa." sahutnya


"kak Londra, ada tamu nyariin kakak." teriak Kenzo sambil berlari lari


"Tamu, siapa tamunya?" batin Chalondra

__ADS_1


"Tidak tau, dia bersama bibik Arnetta." ujar Kenzo


__ADS_2