Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 16. Membedakan gi mana?


__ADS_3

Plaakk.. Irena segera membungkuk ketika ada yang menyentuh kakinya.


"Buku tabungan?" gumamnya.


Atas nama Weslay Wardhana. Irena segera membuka buku dalamnya. Irena sangat terkejut, ketika di dalam buka tabungan itu ada angka dengan nilai yang tidak sedikit.


Dan jelas terlihat setiap minggu Landolfo mengirim uang itu di no rekening buku yang di pegang.


Ceklek...


Tanpa Irena sadari pintu ruangannya sudah di buka, Landolfo segera berjalan mendekati sang istri.


"Mi." panggilnya seraya menepuk bahunya sangat pelan.


"Pap.. pi.." balasnya.


"Mami ada apa, kok pucat begitu?" tanya Landolfo, seraya melihat buki rekening di tangan istrinya


"Pi, jelaskan.. Ini maksud papi apa?" tanya Irena dengan bibir gemetar.


"Apa gimana mi?" tanya Landolfo belum faham.


"Papi membuka buku tabungan baru atas nama Ley? Dan lihat nominal angka yang papi kirim untuk minggu ini 500 jt." protesnya


"Memangnya kenapa Mi? Ley itu anak kandung papi." ujarnya.


"Papi jangan membedakan Ley dengan Nathan dong, walau Nathan bukan anak kandung papi. Tapi dia sudah membantu papi cukup lama." ucap Irena tidak terima.


"Papi tidak membedakan Nathan dengan Ley, kemarin Nathan juga habis papi kasih 1M, buat modal. Membedakan di mana mi?" tanya Landolfo dengan pelan.


"Lagipula, Ley tidak bisa menggunakan uang itu. Pasti pengasuh itu yang akan menghabiskan." cerca Irena


"Mi, uang itu untuk kebutuhan Ley, Papi ingin Ley kembali seperti dulu pas usia 5 tahun. Pria yang cerdas dan normal. Karena perlu mami ingat, Ley adalah pewaris utama keluarga Wardhana." Landolfo kembali berkata dengan tegas, walau tetap masih pelan


"Pi, coba papi cek, sudah berapa banyak pengeluaran semenjak papi tinggal?" tanya Irena.

__ADS_1


Landolfo tentu tau berapa banyaknya uang yang sudah Chalondra pakai untuk kebutuhan putranya. Karena semua pengeluaran sudah masuk di pesan seluler milik Landolfo.


"Ya papi tau, tapi memang itu adanya." jawabnya. Landolfo juga tau jika Ley putranya, sekarang sering di ajak ke mall dan makan di restaurant. Itu semua juga atas perintahnya. Agar Ley tidak menjadi pria yang menutup diri seperti beberapa bulan yang lalu.


"Papi nggak adil. Masak Nathan yang sudah ikut kerja dengan papi cuma di kasih modal segitu.?" protes Irena


"Papi akan tambah lagi. Jika bisnis Nathan sudah ada Mi, sampai sekarang pun Nathan belum memberi laporan apapun pada papi." sahut Landolfo.


"Ya kan namanya juga baru pi, harusnya papi ngerti, apa kalau papi memang tidak membedakan antara anak kandung dan anak tiri, Papi harus menanyakan masih kurang apa, masih kurang dana berapa biar papi suntik in dana." ujar Irena.


"Kita bahas nanti lagi ya mi, Papi masih ada meeting di luar. Mami mau ikut sekalian makan siang." ucap Landolfo.


Huhhh... Irena menghela nafas. Rasanya percuma bicara dengan suaminya yang extra sabar.


"Ya udah, mami ikut papi. Tapi mami jangan di kacangan yaa." rajuk Irena


"Nggak, emangnya kapan sihh papi ngacangin mami? Nggak pernah tu papi ngacangin mami. Yang ada mami yang sering ngacangin papi ketika mami ketemu teman teman mami." ucapnya.


Hehe..." iya deh, maafin mami." lirihnya.


...♡♡♡...


Weslay tengah melakukan fitnes dengan dampingi oleh Alfredo. Awalnya Weslay takut dengan otot Alfredo yang terlihat kekar itu. Weslay memang tidak pernah melihat bentuk tubuh atletik seperi Alfredo. Namum karena melihat Chalondra begitu akrab dengan pria yang bernama Alfredo. Weslay menjadi membuka pertemanan dengannya. mencoba menerima orang orang baru di sekitarnya


"Bagaimana boy? Apa kau lelah?" tanya Alfredo


Chalondra dengan sigap segera mengangsurkan air mineral pada tuan mudanya. Mungkin karena sangat kehausan Weslay segera meneguk hingga keringat itu kembali keluar lebih banyak. Chalondra menatap tuan mudanya tanpa berkedip. 'kenapa terlihat se*i sekali sih Weslay ' batin Chalondra


"Chalondra," tegur Weslay lagi dengan sedikit bentakan. "Ohh.. i..iya tuan," sahutnya tergagap. Chalondra segera mengambil botol minum yang serahkan.


Setelah istirahat sekitar 5 menit, Weslay kembali melakukan aktifitasnya. "Sepertinya Weslay sangat menyukai kegiatan ini." gumamnya. Chalondra segera mengambil ponselnya dan mengambil gambar Weslay yang masih asyik dengan alat alat beratnya. Setelah di dalam jepretan yang bagus, Chalondra segera mengirim ke kontak tuan Landolfo.


Belum ada tanggapan dari nomor yang di tuju, Chalondra kembali mengambil gambar dengan berbagai pose.


Sesuai yang di ucapkan tadi. Jika kegiatan ini hanya memakan waktu 1 jam. Chalondra segera keluar bersama Weslay dan menuju mobil yang terparkir di halaman gedung.

__ADS_1


"Pak Budi, sudah yuk kita pulang." ajak Chalondra.


"Sudah yaa.. Padahal bapak baru saja memejamkan matanya." sahut pak Budi


"Hehe.. Maaf pak. Atau kita makan dulu pak, mungkin bapak lapar." balas Chalondra.


"emmm.. Tidak usah non, bik Sam sudah menyiapkan makan siang katanya." timpal pak Budi


Ahirnya merekapun langsung pulang, karena sepertinya Weslay sangat kelelahan.


Sampai di rumah, Chalondra segera menyiapkan pakaian ganti untuk tuan mudanya, setelah itu segera keluar dan segera berganti dengan pakaian rumahan, sejak saat itu, Chalondra tidak pernah lupa untuk mengunci pintu terlebih dahulu. Hawatir akan ada yang lihat seperti beberapa hari yang lalu.


...♡♡♡...


Chalondra keluar dari kamar dan segera menuju ruang makan, di sana sudah ada Weslay bersama Nathan.


"Kapan pria itu akan pergi dari sini.?" batin Chalondra.


Nathan mendongak lalu memandang Chalondra yang sudah ada di ruang makan. Sebenarnya Nathan pun juga sangat menginginkan kehancuran Weslay. Namun karena gara gara ada Chalondra yang pernah memergoki dirinya dan sang mama waktu itu ketika di taman, Nathan harus berpura pura menjadi pria yang sangat peduli dengan saudara tirinya itu.


"Duduklah, mami bilang tidak apa apa kita menjadi saudara. Ya walaupun kau hanya seorang pengasuh tapi kau sangat berarti buat Ley adikku." ucap Nathan tiba tiba.


Chalondra mengerutkan keningnya, 'baru pagi tadi pria itu menyebalkan tapi kenapa sekarang tiba tiba berubah.' batin Chalondra.


"Yaa mungkin kau memikirkan perubahanku kan? Maafkan aku, aku hanya tidak ingin kau mempengaruhi Ley, pikiran dia itu belum di isi oleh yang namanya keburukan. Jadi aku tidak ingin kau mempengaruhinya." ucapnya. Nathan tau apa yang ada di dalam pikiran Chalondra.


Beruntung Emily tadi memberi saran untuk bersikap baik pada Weslay dan juga orang orang yang dekat dengan Weslay, agar jika ada sesuatu yang harus disingkirkan, Landolfo akan mudah di pengaruhi dan akan lebih percaya jika yang dikatakan Nathan adalah kebenaran.



Tadi ketika bertemu Emily


"Em, aku tidak tau. Apa yang ada dalam otak Ley. Masak iya dia menyamakan kami dengan para pelayan di rumah. Ley meminta *mereka makan di tempat yang sama dengan kita. Semua itu pasti gara gara pengasuh Ley yang baru." ucapnya


"Maksudmu? Pengasuh Ley sudah bukan wanita tua yang sering kau ceritakan itu?" tanya Emily memastikan

__ADS_1


Nathan mengangguk, lalu beberapa saat ada keheningan di antara mereka. Emily sibuk dengan rencana yang akan ia berikan. Sedangkan Nathan sibuk bagaimana caranya bisa menyingkirkan Chalondra dari Ley*.


__ADS_2