Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 63. Di Usir


__ADS_3

"Jauhkan tanganmu dari tubuhku Irena,." ucap Landolfo yang terdengar datar.


"Paapii, papi sudah bangun." sahutnya dengan wajah binar


"Sekali lagi, jauhkan tanganmu dari tubuhku, jangan pernah lagi sentuh aku." gertaknya


"Papi, papi jangan bercanda dehh. Papi masih mencintai mami kan?" tanyanya yang terlihat menghiba


"Itu dulu, tapi sekarang saya sangat jijik dengan sentuhanmu. " sahutnya


"Papi, bercandanya nggak lucu. Mami tidak suka." bantahnya. Landolfo hanya diam, namun tidak melihat sang lawan bicara.


"Papi, melihat ke mami, mami masih seperti yang dulu buat papi, perasaan mami ke papi tidak berubah. pasti papi juga begitu kan? papi masih mencintai mam..." ucapan Irena terpotong ketika Landolfo kembali berkata tegas


"Saya sedang tidak bercanda." balasmya. Tak berapa lama, pintu kamar rawat Landolfo kembali di buka dari luar. Dan nampaklah Weslay bersama pengacara yang selalu menangani kasus di keluarga Wardhana


"selamat malam tuan Ando, bagaimana keadaan anda?" tanya pengacara pria yang sering di panggil Joshep


"Sudah lebih baik tuan Joseph. " sahutnya.


"Maaf mengganggu tuan malam malambegini, saya hanya ingin masalah keluarga saya selesai." ujar Landolfo


"Saya tau, tadi tuan muda Weslay sudah cerita dan menyerahkan barang barang yang akan di butuhkan." sahutnya.


"Papi, ini ada apa? Jangan bilang papi ingin menceraikan mami." tebak Irena


"Mulai sekarang, semua urusan saya yang berkaitan dengan kamu langsung bersama Tuan Joseph." balas Landolfo


"Pi, papi jangan gegabah pi, ingat pi, kita sudah hidup bersama selama 22 th lebih. Jangan hanya kesalah pahaman itu, kita memutuskan dengan emosi pi." ujar Irena


"Tuan Joshep, sepertinya saya perlu istirahat lagi." ucap Landolfo sebagai kode, jika dirinya tak ingin berlama lama dengan Irena


Jujur Landolfo sangat kecewa atas perilaku Irena pada dirinya dan putra semata wayangnya. Kalau hanya memperlakukan buruk pada dirinya, Landolfo masih bisa memaafkan, walaupun tak lagi hidup bersama. Tapi ini menyangkut nama baik putra nya yang sudah di fitnah gila selama bertahun tahun.


"Sebentar pak Joshep, saya masih ingin bicara dengan suami saya." tolak Irena


"Tapi maaf bu Irena, sepertinya klien saya butuh istirahat. Jika ada yang ingin di tanyakan, saya persilakan anda untuk datang ke kantor saya." ujar Joshep.


"Pi..." ucapnya yang terdengar menghiba.


"Ley, tolong bantu mami untuk menjelaskan ke papi " mohon Irena pada Weslay. Weslay hanya diam, karena semenjak istrinya di fitnah, Weslay mulai abai atas adanya Irena di rumah.


"Ley." gumamnya. Irena segera keluar dari ruang rawat suaminya. Terlambat, dalam hatinya, Irena mulai merituki kebodohannya, sudah membawa foto foto itu masuk kerumah. Padahal Tian sudah meminta agar foto foto itu segera di musnahkan sebelum Landolfo tau.


Tapi karena Irena belum melihat keseluruhan foto yang ada di amplop, Irena malah menyimpan di kamar mereka berdua.


Setelah kepergian Irena, Landolfo segera menelpon Kenan untuk memblokir kartu kredit dan atm atas nama Irena. Dan meminta kang Gugun serta orang yang ada dirumah untuk membereskan pakaian Irena. Untuk saat ini Landolfo akan memberi pelajaran pada Irena. Sebelum Irena menguras habis uang yang di atm nya.


Landolfo yakin, jika Irena sangat lincah jika untuk sekedar memindahkan uang itu ke atm ibu atau Tian adiknya.

__ADS_1


"Ley, maafkan papi ya." sesalnya


"Papi tidak salah, papi juga tidak tau soal itu." sahut Weslay.


"Emily, duduk sini." panggil Landolfo.


Emily pun segera dudul di samping kiri Landolfo.


"Walaupun saya hanya mertua tiri kamu, tapi hubungan Nathan dan papi tidak ada masalah. Jadi kau bisa tinggal bersama kami." ucap Landolfo


"Terimakasih pi," jawabnya


"Kau pulang lah ke rumah istirahat, saya khawatir dengan kondisi kamu yang sedang hamil muda." ujar Landolfo.


"Tidak apa apa pi saya berjaga disini, papi dan...Weslay adalah orang baik." sahutnya.


...♡♡...


Irena sudah kembali kerumah nya, Irena segera turun dari mobil kesayangan miliknya. Setelah beberapa kali menyalakan klakson mobil untuk membuka gerbang, namun si penjaga pintu gerbang tidak kunjung membuka. Akhirnya Irena memutuskan untuk keluar.


"Kang Gugun, buka pintunya." teriak Irena


"Maaf nyonya, tuan besar melarang saya untuk membuka pintunya." jawabnya


"apa maksudnya?" tanya Irena yang mulai terlihat emosi.


"Tuan juga meminta untuk membereskan semua barang barang milik nyonya " sahut pak Budi yang ternyata juga sudah keluar dengan membawa beberapa koper milik Irena


Tiba tiba ada 2 pria dengan pakaian serba hitam yang mendekati mobil Irena yang masih menyala. Irena terlonjak kaget ketika mendengar pintu mobil di tutup.


"Hai kembalikan mobil ku, perampok.. Perampok .." teriak Irena yang berlari mengejar mobil miliknya.


Irena tengah engah setelah berlari mengejar mobilnya lumayan jauh. Namum mobil itu tetap melaju sesuka mereka yang membawa. Irena kembali kerumah dan Irena kembali di buat lemas, karena melihat koper koper miliknya sudah ada di luar. Dan pintu gerbang itu sudah di tutup kembali.


Tak punya pilihan lain, Irena segera menghubungi Nathan, namun anaknya itu malah tidak bisa di hubungi. Irena merasa jika Nathan berubah setelah memiliki dua wanita akhir akhir ini. Nathan sudah tidak pernah lagi mendatangi istrinya yang sedang hamil. Irena tau apa yang Nathan rencanakan dan apa yang di kerjakan. Nathan pernah cerita jika dirinya tengah dekat dengan seorang wanita. Dan rencananya memang Nathan akan segera menikahi Sekar. Irena juga mendukung rencana Nathan.


"Dasar anak durhaka." gumamnya.


Irena lalu menghubungi nomer Tian untuk menjemputnya. Lagi lagi nomer Tian tidak bisa di hubungi. Tian memang begitu, jika sudah malam, Tian akan mematikan data selularnya, karena tudak ingin kebersamaan dengan sang istri terganggu.


"Irena, kau kenapa masih di luar?" tiba tiba Irwna di ksgetkan dengan suara pria yang sangat dia kenal.


"Pergi, aku tidak butuh bantuanmu Oscar, semua ini gara gara kamu." ucap Irena dan segera berdiri melangkah menjauhi Oscar.


"Gara gara aku kenapa?" tanya nya


"Gara gara kamu sudah mengabadikan foto kebersamaan kita. Sehingga Landolfo tau dan ini akibatnya. Aku terusir daei rumah suamiku." ucap Irena.


"Hai, aku tidak pernah mengirim foto itu pada suamimu. Aku bahkan sudah menghapusnya." ucap Oscar

__ADS_1


"Lalu siapa yang sudah mengirim foto itu padaku." tanya Irena


"Aku tidak tau Iren, pasti ada orang lain yang mengetahui hubungan kita." sahutnya


Irena menghentikan langkahnya, lalu berbalik dan memandang wajah Oscar yang kini Irena sudah tidak ada rasa percaya lagi pada Oscar. " Aku tidak percaya," ucaonya. Lalu Irena segera masuk kedalam mobil taxi yang kebetulan lewat dan ia hentikan.


Oscar hanya memandang kepergian mobil taxi yang di tumpangi oleh kekasihnya. Oscar memang sengaja mendatangi kediaman Landolfo untuk memastikan keadaan Irena, Setelah siang tadi menghabiskan waktu bersama di sebuah villa yang lumayan jauh dari kediaman Landolfo.


Oscar tau, jika Landolfo sudah mengetahui perselingkuhan dirinya dengan Iren, namun buat Oscar itu adalah sesuatu yang membahagiakan. Karena pasti sebentar lagi Landolfo akan melepas Irena sebagai isteinya.


Oscar tau saat Gisel yang memberitahunya. Gisel saat ini yang tengah menemani Landolfo di rumah sakit, sedangkan Weslay mengantar Emily pulang karena harus istirahat.


Berbeda dengan wanita yang satu ini.


Setelah sampai di kota pukul 9 malam tadi, Chalondra langsung di sambut Cilla dengan pelukan rindu. Cilla benar benar merindukan sosok wanita yang bisa membuat ia nyaman seperti Chalondra.


"Kak Ocha, temani Cilla tidur ya." pinta Cilla.


"Cilla, kak Ocha baru saja sampai, kak Ocha pas.." ucapan Ronald langsung di potong oleh Chalondra


"Tidak apa apa dokter. Saya juga sekalian istirahat bersama Cilla." sahutnya


"tapi kau belum makan malam ini, biar Saya yang menemani Cilla tidur, kau makanlah sesuatu." ucap Ronald


"Tidak mau, Cilla maunya sama kak Ocha." tolak Cilla


Akhirnya Ronald pun mengalah, daripada semakin malam hanya mendebarkan sesuatu yang sangat sepele. Ronald segera pergi kedapur untuk mbuatlan sesuatu untuk Chalondra. Ronald melepas jasnya dan menggulung kemeja hingga kesiku, lalu mulai mencari sesuatu untuk bisa di santap Chalondra.


"Kak Ocha, adik Cilla kapan lahirnya?" tanya Cilla


"eemm.. 7 bulan lagi." ucapnya


"7 bulan itu berapa hari?" tanyanya.


"7 bulan itu.. Emm kak Ocha hitung dulu ya." ucap Chalondra.


"Eemmm.. Kalau ngak salah sekitar 210 hari." sahutnya. Cilla segera bangkit dari tidurnya. Lalu berjalan kearah kalender yang menggantung di dinding kamarnya. Cilla mulai melingkari hari dan tanggal saat ini.


"Nanti Cilla akan melingkari nya setiap hari kak Ocha." ucapnya seraya menatap wajah Chalondra yang masih melihat kalender


Cilla kembali ke tempat tidurnya dan segera menarik tangan Chalondra untuk memeluknya .


Ceklek.. Pintu kamar terbuka dari luar. Dan nampaklah wajah dokter muda itu dengan senyum yang mengembang, di tangannya membawa nampan makanan untuk Chalondra


"Cha, ayo makan dulu, kasian mereka belum di kasih makan dari tadi." ucap Ronald


"Dokter, tidak perlu repot repot, saya bisa membuat sendiri makanan di dapur." ucapnya basa basi


"Karena waktuku tersita untuk Cilla, jadi aku harus bertanggung jawab." ucapnya

__ADS_1


"Kak Ocha, kak Ocha makan dulu saja. Biar papa yang suapin." ucap Cilla


__ADS_2