
Landolfo segera berdiri, lalu memberi salam pada nek Iroh begitu juga dengan Gisel.
"Kok tamunya nggak di buatkan minum to, Cha." tegur nek Iroh. Chalondra hanya menyunggingkan senyum lalu segera beranjak dari duduknya.
"Tidak usah, Londra. Kami hanya sebentar." tolak Landolfo.
"Ini siapa Cha?" tanya sang nenek. di saat Chalondra ingin menjawab. Landolfo lebih dulu memperkenalkan diri.
"Bu, saya adalah majikannya cucu ibu. Saya kesini karena ingin bertanggung jawab atas apa yang sudah putra saya lakukan." ucapnya
"Tanggung jawab? tanggung jawab. yang bagaimana?" tanya Nek Iroh, tanggapan nek Iroh sudah tidak seperti tadi pas masuk. nek Iroh mulai menampakkan kebenciannya.
"Nek, duduk dulu nek." bujuk Chalondra.
"Begini bu, Chalondra. Saya kesini ingin melamar Chalondra untuk Weslay putra saya." ucap Landolfo. setelah nek Iroh duduk
Chalondra tertegun dengan apa yang baru saja di sampaikan oleh mantan majikannya.
"Mak,, maksud tuan apa?" tanya lirih.
"Saya akan menikahkan Weslay denganmu, kuharap kau tidak keberatan." kata Landolfo kemudian
"Cucu saya masih waras untuk memilih pasangan," sentak nek Iroh. Chalondra mengelus lengan sang nenek.
"Saya melakukan ini, karena saya sangat peduli dengan Chalondra, bu. Saya tidak bisa bayangkan kehidupan Chalondra setelah di nodai putra saya. Bisa saja apa yang putra saya lakukan telah meninggalkan benih di sana. Apa ibu bisa menerima itu semua." ucap Landolfo. Walau dadanya di kuasai rasa amarah karena ucapan nek Iroh.
"Dan saya tidak ingin, keturunan saya hidup terlunta lunta." tambah Landolfo.
"Jika itu terjadi. Saya sudah siap dengan resiko yang akan saya hadapi, Tuan. Saya akan membesarkan dia dengan sepenuh jiwa saya. Daripada saya harus menikah dengan laki laki cacat." sahut Chalondra.
Wanita mana yang mau menikah dengan pria cacat mental. Apa yang akan Weslay berikan untuk menjamin kehidupan yang bahagia bersama istri dan anak, jika untuk memahami dirinya sendiri saja tidak bisa
"Saya akan..." Landolfo menggantungkan perkataanya ketika ponselnya berdering.
"Hallo ada apa bik Sam?" tanya Landolfo.
"Tuan. Den Ley kembali mencari Chalondra. Saya tidak tau harus jawab apa?" ucap bik Sam dari balik layar.
__ADS_1
Chalondra meringis ketika mendengar ungkapan bik Sam. Bahwa Weslay mencarinya.
"Iya bik, katakan saya sedang mengunjungi rumah Chalondra."
"Chalondra, Chalondra.. Kamu memaafkan saya kan?" tiba tiba suara Weslay terdengar dari layar ponsel.
Chalondra diam, tak menjawab apa yang mantan majikannya itu katakan. rasanya sangat sulit untuk menerimanya kembali, apalagi memaafkan.
"Chalondra, beri putra saya kesempatan sekali lagi. Saya akan menjamin semua kebutuhan nenek dan adik adikmu. Menikahlah dengannya. Saya sangat berharap kaulah wanita yang bisa membuat Ley berubah. Saya juga sangat menginginkan kaulah wanita yang kelak akan melahirkan cucu cucu saya." mohon Landolfo.
"Saya tidak bisa tuan, saya tidak bisa menikah dengannya." jawabnya lirih. dan terdengar parau. Chalondra berusaha menahan agar tidak terbawa emosi dari perasaan lembutnya.
"Tolonglah Chalondra, coba pikirkan lagi, selama Weslay di bawah pengasuhanmu, Dia sudah terlihat ada perubahannya. Mungkin tuhan memang mengirimmu untuknya. Saya berharap kau bisa memikirkan kembali." ucapnya.
Chalondra merasa bersalah ketika pria itu memohon dengan sungguh sungguh. Ada kesedihan dan harapan ketika Landolfo mengungkapkan itu. Entah itu filling Chalondra saja atau memang benar begitu.
Landolfo segera beranjak dari kursi lalu segera berdiri, tak berapa mohon pamit karena masih terpikirkan oleh Weslay yang terus menyebut nama Chalondra.
"kami permisi dulu bu, Londra." ucapnya. Setelah itu segera keluar.
Chalondra melihat Gisel mengangsurkan sapu tangan dari tasnya untuk Landolfo.
"Saya... Saya bersedia memberi satu kesempatan lagi untuk tuan Weslay." ucap Chalondra.
Landolfo segera menghentikan langkahnya. Lalu berbalik dan memandang dengan haru pada Chalondra.
"Benarkah?..(Hening, Chalondra mengangguk ) Terimakasih Londra, terima kasih.. sekali lagi. Kau memang gadis yang baik." ucapnya. Lalu menghampiri Chalondra.
"Tapi saya berharap, semoga keputusanmu adalah apa yang ada dalam hatimu. Saya tidak ingin kau terpaksa menerima lamaran saya." ucap Landolfo.
"Saya hanya ingin menjadi pengasuh nya saja. tidak menjadi istri, tuan." ucapnya. padahal Landolfo sangat berharap Chalondra mau menerima lamarannya. Karena Landolfo hawatir Ley akan kembali menggaulinya tanpa ada ikatan yang sah.
Tak berapa Kenzo dan juga Evelin pulang sekolah.
"Kak, Dia siapa?" tanya Kenzo lirih.
"Dia,"
__ADS_1
"mereka adik adik saya tuan," Chalondra segera memperkenalkan kedua adiknya pada Landolfo.
"Oohh.. Sesuai janji saya, saya akan menjamin semua kebutuhan keluargamu." kata Landolfo lagi.
"Tidak tuan. Saya masih bisa membiayai mereka." tolak Chalondra.
"Saya berharap kau mau menikah dengan Ley. saya yakin kau adalah calon istri yang baik."ucap Landolfo.
Setelah ada pembicaraan yang tidak selesai selesai ahirnya nek Iroh kembali mempersilahkan tamunya untuk masuk.
Nek Iroh pun sebenarnya juga punya pikiran yang sama dengan Landolfo. mereka sama sama hawatir hal itu akan kembali terulang. namun jika sudah menjadi pasangan suami istri yang sah. mereka tidak mempermasalahkan.
"Saya.... Saya bersedia menikah dengan tuan Weslay." ucap Chalondra ditengah keheningan mereka. Setelah ada titik terang dan wejangan dari neneknya Ahirnya Chalondra menerima lamaran Tuan Landolfo. Walaupun hatinya ragu untuk satu keputusan berat ini.
"Terima kasih Londra, kini saya bisa lebih tenang dengan keadaan kalian. saya lebih mantap melepaskan Weslay bersamamu." ucapnya kemudian.
Setelah selesai obrolan yang sedikit basa basi dari mereka. Ahirnya Landolfo benar benar pamit pulang. karena sudah tidak sabar untuk menyampaikan berita baik ini untuk putranya.
"Apa tuan tidak ingin memberi kabar gembira ini pada nyonya Irena?" tanya Gisel di dalam mobil yang hening.
Landolfo menoleh dan menatap Gisel yang terlihat dari samping. Gisel memang tengah fokus menyetir, karena Landolfo sudah lama tidak memegang stang yang berbentuk lingkaran itu. Masih ada trauma ketila dulu pernah kecelakaan dan mengakibatkan dirinya harus di rawat di rumah sakit. Dan harus istirahat selama 5 bulan.
Ada desiran hangat ketika melihat Gisel yang fokus menyetir.
Glukk.. Glukk. keterpakuan Landolfo di buyarkan oleh jalan yang tidak rata.
"Nanti saja, saya menelponnya. bahkan bukan hanya kemarin saya menghubunginya. bahkan lagi tadi sempat menghubungi, namun lagi lagi nomernya tidak aktif." jawab nya.
"Oscar yang menjadi andalan, juga belum sembuh." jawabnya lagi.
"Nathan, anak muda sekarang kalau tidak penting banget malas angkat telpon. Mungkin karena Pekerjaan kantor yang banyak, sehingga Nathan tidak sempat memegang handphone" tambah nya lagi.
Tiba tiba saja hatinya di rundung rasa gelisah, ketika teringat istrinya . " Kenapa tiba tiba mendadak tidak nyaman ya, Irena semoga kau baik baik saja." batunya.
...♡♡♡...
Landolfo sudah memasuki ruang rawat putranya, Landolfo melihat Weslay tengah melamun di atas brangkar yang di tempati.
__ADS_1
"Seandainya mami kamu masih disini, pasti kamu tidak akan kekurangan kasih sayang, Ley." batin Landolfo. Tak terasa airmata Landolfo mengalir begitu saja di pipi.