
"Kau kenapa sayang hmm?" tanya Oscar
"Kau bisa menjauh nggak, ini Tian yang telpon aku. Bisa bisa Tian akan tau kalau aku udah hianati Landolfo." ucap Irena.
"Biarkan saja mereka tau, karena sebentar lagi aku akan mengambil mu dari Landolfo." ancam Oscar
"Oscar, berhenti bicara omong kosong." desis Irena. Namun masih bisa di dengar oleh Tian.
"Kak, kakak sedang bersama Oscar?" tanya Tian.
"Kak, jangan bilang kakak sedang bersenang senang dengan dia." bisik Tian
"Tidak, ini tadi Landolfo yang meminta Oscar untuk datang, mungkin karena Landolfo sangat hawatir dengan keadaan kakak." balas nya
"Sekarang tidak perlu membahas masalah kakak dengan Oscar. Tapi kita harus bahas kenapa anak autis itu bisa di tempatkan di posisi yang seharusnya di tempati Nathan?" tanya Irena
"Itu dia kak, yang lebih parahnya. Aku diminta untuk membimbing anak tirimu yang idiot itu." sahutnya.
"Apalagi rencana Landolfo, setelah berhasil menikahkan anak itu dengan pengasuhnya, kini malah mereka berdua di tarik ke perusahaan." kesalnya.
"Nathan dimana?" tanya Irena
"Semenjak Nathan minta dana untuk usaha barunya, dia tidak pernah lagi datang ke perusahaan." balas Tian
"Dasar anak itu.. " geramnya
"Sudah sayang, jangan marah marah. Ntar cantiknya ilang." sahut Oscar.
"Diam kau Oscar, tak perlu kau ikut campur urusan keluargaku. Sekarang aku minta cepat pergi dari sini." gertak Irena. Emangnya siapa Oscar, Oscar adalah pria yang tidak suka di usir. Oscar malah menarik tangan Irena. Dan kembali menggauli Irena, padahal tadi sudah 2 x. Kini malah Oscar kembali menggaulinya, hingga beberapa kali Irena mendesis karena merasa sangat perih.
Irena meringis ketika rasa perih itu kembali menyerang, Air matanya lolos tanpa di minta.
"Sakit Oscar." desisnya
"Setelah ini, kita istirahat ya." bisik Oscar.
"Kau menyakitiku Oscar." gumamnya.
"Sekali lagi kau bicara kasar padaku, maka aku akan berlaku kasar padamu."
Sedangkan Tian, Tian langsung menutup ponselnya karena tidak ingin mendengar jeritan kakaknya.
"Dasar kak Iren, tidak bisakah puasa untuk tidak melakukan itu. Dulu juga begitu, hingga bapak harus menikahkan dengan pria yang tidak bertanggung jawab itu " gumamnya
"Tian, tolong kau dampingi Weslay ya sekarang, aku akan bersiap terbang." ucap Landolfo.
"Kakak mau kembali sekarang?" tanyanya
"Iya, perasaanya pingin segera kembali dan bertemu Irena. Sudah sangat rindu." sahutnya
"Ok kak, hati hati." pesan Tian.
...♡♡♡...
Landolfo sudah sampai di beijing, Landolfo sudah di tunggu oleh Oscar.
"Selamat datang kembali tuan." ucap Oscar.
"Bagaimana kabar mu Oscar?" tanya Landolfo.
"Baik Tuan." jawabnya
"Kau terlihat semakin cerah saja, kalau aku tidak disini. apa aku begitu menyebalkan jika memberi pekerjaan yang terlalu membuatmu stress?" tanya Landolfo
"Tidak tuan, hanya saja saya lebih santai dalam menjalani rutinitas saya." jawabnya
"Kenapa kau tidak menikah saja? dengan begitu semua kebutuhanmu ada yang nengurus." tegur Landolfo
__ADS_1
"Saya sihh sebenarnya sudah ingin sekali menikah. namun menunggu dia menyelesaikan urusannya dulu Tuan." sahut Oscar
"Jangan bilang, kau menyukai wanita bersuami." tanya Landolfo seraya memandang wajah Oscar yang tenang.
"Dia itu mantan pacar saya, Tuan. namun karena sebuah insiden dia harus menikah dengan pria lain." jawabnya
"Walau begitu, kau tidak seharusnya mengganggunya." sela Landolfo
Oscar terdiam, dalam hatinya berkata. "Telat tuan, kami sudah menjalin hubungan ini semenjak di pertemukan lagi. kau akan pinsan jika mengetahui dia adalah istri kesayanganmu."
"Kita langsung kerumah. saya sudah merindukan istri saya." ucap Landolfo.
"Baik Tuan." jawabnya.
"bagaimana pekerjaan disini. semuanya lancar kan?" tanya Landolfo
"Semuanya lancar tuan," jawabnya
"Syukurlah, apa kau tau ternya Gisel sangat cekatan dalam bekerja. teeima kasih ya. kau sudah mengirim wanita yang bisa di andalkan." ucap Landolfo.
Oscar hanya m menanggapi dengan anggukan. padahal dia tidak mengirim Gisel, Oscar mengirim seorang yang lain. Tapi kenapa jadi Gisel, pantas saja semuanya berjalan dengan lancar.
Tak berapa lama, mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki komplek mewah yang di huni oleh para pengusaha dan pegawai negara.
Landolfo segera turun, setelah Oscar membuka pintunya. Tak berapa lama Irena keluar dan langsung menyambut kedatangan Landolfo. Irena segera berhambur kepelukan Landolfo.
"Lihatlah Oscar, ternyata dia juga merindukan aku." ucap Landolfo yang sudah menyambut pelukan istrinya.
"Bagaimana dengan tanganmu, apa masih sakit." tanya Landolfo.
"Sedikit, tapi ada yang lebih sakit." rajuknya
"Apa,?" tanya.
Oscar sebenarnya sangat cemburu melihat keaktifan Irena dalam menyambut suaminya, ingin rasanya mengatakan jika Irena bukanlah wanita yang setia.
Setelah itu mereka berdua segera masuk, Oscar hanya menatap hampa Irena. Oscar segera mengambil ponselnya. lalu segera menghubungi Irena.
"Sebentar pi, ada telpon." ucap Irena
"Sayang, ini loh suami baru pulang, telponnya di nonaktif dulu." ucap Landolfo
"I.. iya pi." jawabnya. Irena melihat kebelakang dan mendapati Oscar yang menggelengkan kepalanya, untuk jangan melakukan itu padanya.
...♡♡♡♡...
"Bagaimana Tuan, apa pekerjaan hari ini melelahkan?" tanya Chalondra.
Saat ini mereka sudah di rumah. dan Weslay tengah duduk di taman menikmati teh hangat yang di siapkan oleh Chalondra.
"Seperti ini, aku terlihat pria sempurna tanpa cela. Chalondra dan Gisel belum menyadari perubahanku." batinnya
"Saya sedikit lelah Cha. apa kamu bisa membuat saya hilangkan rasa lelah ini?" tanya nya, dengan suara lembut.
"Kalau begitu. tuan harus mandi dulu. setelah itu saya pijitin ya di dalam saja." ucapnya.
Weslay memandang Chalondra dengan binar, "Ya tuhan. terimakasih kau sudah mengirim wanita baik ini untukku." batinnya. "Saya berjanji akan mengatakan semuanya, jika Dia sudah menerimaku apa adanya." batinnya lagi
"Tuan ayo." ajak Chalondra. Weslay segera berdiri lalu bergelayut manja pada bahu Chalondra.
"Berat tuan," ucap Chalondra
"Saya suka kamu," sahut Weslay
"Iya, saya sudah tau. tuan sudah mengatakannya beberapa kali." ucapnya.
"Tapi, kamu tidak pernah mengatakan pada saya." protes Weslay.
__ADS_1
"Saya, saya belum punya perasaan itu Tuan, tapi tidak tau mungkin saya juga akan memiliki rasa yang sama seperti tuan. untuk saat ini, saya hanya menjalankan tugas seorang istri terhadap suaminya." ucap Chalondra
"Kenapa belum punya,?" tanya Weslay
Chalondra menghentikan langkahnya. lalu berbalik memandang Weslay sedikit mendongak. "Karena tuan bukan tipe pria yang saya impikan. Saya masih berkeinginan memilki suami sehat jasmani dan rohani, maafkan saya tuan, jika belum bisa membalas perasan tuan." ucap Chalondra
"Saya sehat kok. ini saya sehat Jasmani saya, saya juga sehat Rohaninya. apa kamu tidak percaya?" tanyanya.
"Tuan, sudah yaa tidak usah membahas tentang perasaan. karena pasti akan berakhir dengan kekecewaan." putus Chalondra.
Weslay teringat dengan perjanjian itu. Weslay segera mengejar Chalondra yang sudah berjalan lebih dulu. Weslay segera mencekal pergelangan tangan Chalondra, lalu segera memeluknya.
"Walaupun kamu tidak menyukai saya, saya akan membuat kamu tetap bertahan disisi saya, Cha." bisiknya. Weslay segera membawa Chalondra kekamar mereka. hanya ini cara Weslay untuk mempertahankan Chalondra. membuat Chalondra hamil.
"Tuan, sebaiknya kita mandi saja dulu." ucap Chalondra yang sudah berada di bawah tubuh Weslay.
"Tidak, saya maunya sekarang." tolaknya.
...♡♡♡...
Hari demi hari sudah di lalui oleh Weslay dan juga Chalondra, menghabiskan waktu selesai dari belajar langsung ke kantor. Dan tidak terasa, ternyata mereka sudah memasuki sekitar 1 bulan mengganti posisi papinya
Weslay memang sebenarnya tak usah di ragukan kemampuannya mengelola perusahaan papinya. Namun terkadang Weslay memang sering memancing kesabaran Tian.
Seperti siang ini, Weslay meminta hasil rekap pengeluaran keuangan dari 2 tahun yang lalu, semua itu karena laporan Kenan yang membuat Weslay mulai ragu pada Tian.
"Aku tidak tau,Ley. bukan aku yang mengelola keuangan. tapi om kamu Kenan." bantah Tian
"Saya hanya ingin tau saja Om. Om bisa kan membawakan pada saya." ucapnya.
"Om masih sibuk. kau saja yang datang pada Kenan." sahutnya
"Om, saya bisa saja membuat Om kehilangan pekerjaan jika tidak menuruti tugas dari atasannya." ancam Weslay
"Kurang ajar, sekarang Weslay sudah berani menggertakku. lihat saja, apa yang akan aku lakukan padamu setelah ini." batinnya dengan mengepalkan kedua tangannya.
Sedangkan di luar ruangan Weslay
"Cha, kau mau kemana?" tanya Gisel yang melihat Chalondra sudah bersiap keluar.
"Oohh iya mbak, nggak tau nih. Saya pingin keluar membeli sesuatu yang segar segar. Mbak Gisel mau? biar sekalian saya bawakan." ucapnya.
"Tidak usah Cha, saya nanti akan di kantin saja. Kau hati hati ya." ujar Gisel.
"Siap mbak," sahutnya
"Kau tidak berpamitan dengan Suami kamu?" tanyanya
"Sedang sibuk." jawabnya
Untuk hubungan Weslay dan Chalondra, Chalondra mulai terlihat ada benih benih cinta pada Weslay. Setiap pulang kerja, Chalondra selalu merajuk pada Weslay. meminta sesuatu yang Weslay sendiri tidak tau dan belum pernah tau.
Seperti siang ini, Chalondra meminta Weslay untuk mencarikan yang segar segar. namun Weslay segera menjawab jika dirinya sedang sibuk. mau merekap semua pengeluaran dari dua tahun yang lalu. Ahirnya Chalondra harus pergi sendiri.
Chalondra segera menuju mobil yang sering ia tumpangi.
"Non, mau kemana?" tanya pak Budi yang masih nongkrong dengan satpam dipos satpam.
"Pak. antar saya kesini ya." tunjuknya
Pak Budi melihat tempat yang akan dituju oleh Chalondra, lalu mengangguk.
Mereka segera masuk ke mobil, dan pal Budi segera menyalakan mesin mobilnya.
Tak butuh waktu lama, mobil yang mereka tumpangi sudah memasuki outlet yang menyediakan aneka rujak. Chalondra segera turun dan segera berjalan menuju pintu masuk. namun entah kenapa Chalondra tidak melihat ada motor yang melaju dengan sangat cepat..
"CHAAAA...." teriak seorang pria. dan langsung menariknya.
__ADS_1