
"Bibik hanya berharap, semoga kehidupan rumah tangga kalian semakin hari semakin indah."
"Bik, bawa lagi tas Londra kekamar, ini tidak boleh terjadi bik." ucap Chalondra
"Kenapa tidak boleh?" tanya Weslay yang ternyata sudah ada di diambang pintu.
"Saya permisi dulu den Ley, nona Chalondra." pamit bik Sam.
Weslay hanya memberi anggukan untuk bik Sam. Lalu segera menutup kembali pintunya. Weslay menatap tajam Chalondra, yang berhasil membuat Chalondra salah tingkah.
'Ya tuhan, tatapan tuan Ley, membuatku takut' batinnya. Weslay semakin mendekat kearah Chalondra.
"Tu.. tuaaan. Sebaiknya saya kembali kekamar saya" ucap Chalondra lirih dengan wajah yang menunduk begitu dalam.
"Kenapa? Kamu tidak suka pada saya?" tanya Weslay, yang sudah berada di depannya
"bukan begitu tuan, tapi memang saya belum siap untuk tinggal sekamar dengan tuan. Saya rasa saya memang harus keluar dari kamar ini." ucap Chalondra dan segera mengambil tas yang tadi di bawa oleh bik Sam
" apa Karena ini, kau menolak untuk tidur di kamarku, Chalondra?" ucap Wesley Seraya menunjukkan surat perjanjian yang baru saja didapat dari Papinya
Sreettt... terdengar suara sobekan yang bersumber dari kertas yang di bawa Weslay. Chalondra segera mengangkat wajahnya, lalu segera menatap kertas yang sudah menjadi dua.
" kok disobek sih tuan, itu kan surat perjanjian pernikahan kita." ujar Chalondra yang terlihat kecewa. Lalu segera mengambil kertas itu dari tangan Weslay.
"Saya tidak menginginkan perpisahan Cha, saya menginginkan keluarga yang normal bahagia. Kata papi begitu." ujarnya.
"Tuan, tapi bukan begini tuan. Tuan harus bisa menghargai saya, saya masih belum ingin terikat oleh siapapun." ujar Chalondra
"Saya tidak mengikatnya, buktinya saya tidak membawa tali." ucapnya.
Weslay segera meninggalkan Chalondra yang masih ingin mendebat tentang hubungan. dalam hatinya Weslay tertawa merasa mendapat mainan baru, jika sudah membuat Chalondra kesal.
"Tuan, berhenti tuan." seru Chalondra seraya mengejar Weslay yang hampir masuk kekamar mandi.
Aaakkk... Chalondra terpeleset dan hampir saja mendaratkan bokongnya diatas lantai, namun semuanya tidak terjadi saat tubuh Weslay yang sudah berada dibawahnya. Tadinya Weslay ingin menangkap pergelangan tangan Chalondra, namun pergerakan Chalondra begitu cepat. sehingga Weslay langsung tersungkur berada di bawahnya.
"Syukurlah tidak jadi jatuh." ucap Chalondra. Chalondra merasa lega ketika dirinya masih terselamatkan.
"Tuan, tuan kenapa?" tanya Chalondra dan segera duduk di sebelah lalu mengangkat kepala Weslay.
"Tuan, tuan bangun tuan.." seru Chalondra histeris.
__ADS_1
"Tuan.." panggilnya lagi. Chalondra segera memeluk Tubuh Weslay dengan deraian airmata.
...♡♡♡...
Landolfo mencari surat keterangan dari rumah sakit Jiwa. Landulfon mulai mengobrak abrik laci yang ada di dalam kamarnya. setelah dikeluarkan semuanya akhirnya landulfo menemukan yang dicarinya.
Landolfo mulai membuka lembaran demi lembaran. Dan sungguh terkejutnya jika didalamnya terdapat keterangan jika Weslay adalah alumni pasien rumaj sakit jiwa Kertala. Rumah sakit jiwa yang berada di batas kota.
Dan juga tertera jika Weslay sudah dirawat selama 2 th.
"Siapa yang sudah berani membuat laporan palsu ini, apa Irena? Itu tidak mungkin... Irena sangat menyayangi Weslay." gumamnya.
Landolfo segera mencari kontak Gisel didalam layar benda pipih setianya. Lalu segera melakukan panggilan.
Tuuttt...Tuuttt... Tuuttt ... Belum ada jawaban. Landolfo kembali melakulan panggilan.
"Kenapa tidak ada sahutan." gumamnya.
"Pi," panggil Nathan. Landolfo segera menutup kembali ponselnya, ketika mendengar ada yang memanggil. Landolfo segera membuka pintu dan wajahnya memandang Nathan yang sudah berada di depan kamarnya dengan menyunggingkan senyum lebarnya.
"Kau, kau sama siapa Nat?" tanya Landolfo.
"Sendiri pi, kebetulan Nathan ada lanjutan meeting tadi." balasnya
"Ada, Weslay di kamar dengan istrinya." jawabnya.
"Mami kamu? Bagaimana keadaanya.?" tanya Landolfo
"Mami baik pi," jawabnya.
"Nathan, kau sudah sampai sini. Di mana Mami kamu?" tanya Varia yang baru saja keluar dari kamarnya.
"Tante, tante juga disini." bukannya menjawab. Nathan malah balik bertanya.
"Iya, kasian Weslay pernikahnya nggak ada yang hadir." ucap Varia
"Maafin Nathan ya pi. Nggak bisa datang. Sebenarnya tadi mau datang. Tapi meetingnya sangat penting pi." jawabnya
"Tidak apa apa. Sudah selesai juga acaranya." sahutnya
"Tuan, tuan... Bangun tuan..."
__ADS_1
Semua yang duduk di ruang tengah saling memandang, ketika mendengar jeritan Chalondra dari kamar.
"Weslay, apa yang terjadi?" gumam Landolfo. Landolfo segera berlari dan meninggalkan map dari rumah sakit. Begitu juga dengan Varia. Varia juga ikut berlari menuju kamarnya.
Nathan membuka map yang bertuliskan Rumah sakit Kertala. "inikan rumah sakit jiwa yang dulu pernah Weslay kunjungi bersama mami." gumamnya. Nathan segera mengamankan dulu map itu, sebelum ahirnya Nathan juga ikut berlari menuju kamar Weslay.
"Ley kenapa Cha?" tanya Landolfo panik.
"Tadi menolong saya, tapi malah tuan Weslay yang jatuh dan tertimpa saya tuan." balasnya.
"APA...!?"
"Weslay menolongmu?" tanya Varia dan juga Nathan bersamaan
Chalondra jadi menciut, Chalondra langsung tertunduk karena takut.
"Kita harus bawa kerumah sakit bang, Weslay. Takut terjadi apa apa." ujar Varia dengan wajah yang panik.
"Nathan, cepat kau panggilkam ambulance sekarang." titah Varia
"Tidak perlu Varia, Weslay tidak apa apa. Mungkin hanya pingsan saja." sahut Landolfo.
"Nath, kita angkat Weslay keatas ranjang." ajak Landolfo. Nathan pun segera berjalan dan segera menolong Weslay
"Varia, kau tolong minta pada bibik untuk membuatkan teh hangat untuk Weslay." titah Landolfo
"Kok aku, seharusnya dia yang menjadi istrinya." protes Varia
"Biarkan dia menjaga suaminya." ucapnya.
Varia segera melangkah meninggalkan kamar Weslay. Dengan langkah kaki yang di hentak hentakan, sehingga membuat Landolfo hanya menggelengkan kepalanya.
"Sudah tua juga, Nggak berubah. Pantas saja belum punya suami lagi." gumamnya. sontak membuat Chalondra harus memandang ayah mertuanya.
Landolfo tersenyum melihat wajah Chalondra yang masih dengan wajah cengo. "Maafkan tantemu ya, dia memang seperti itu." ucap Landolfo.
"Tuan, tuan Weslay kenapa?" tanya bik Sam yang sudah berada di kamar Weslay dengan nafas yang terdengat ngos ngosan.
"Hanya pingsan bik, bibik bawakan apa?" tanya Landolfo
"Ini tuan, minyak kayu putih." jawabnya.
__ADS_1
Tak berapa lama, Weslay terbangun saat hidungnya mencium minyak kayu putih yang di oleskan pada bawah hidungnya.
Weslay membuka matanya. Lalu melihat sekelilingnya. Weslay langsung duduk ketika melihat Chalondra duduk di sampingnya.