
Pyaarrr... Pyaarrr...
Pak Budi semakin panik ketika mendengar suara pecahan kaca dari dalam kamar Weslay.
"Tuan, sebaiknya anda pulang dulu. Tuan Weslay sepertinya sedang tidak baik baik saja." ucap pak Budi
"Lalu kemana Londra? Kenapa panggilan saya tidak di angkat?" tanya Landolfo semakin panik.
"Tuan, ponsel Chalondra ada di kamar tuan Ley. Saya mengiranya pasti ada sesuatu di dalam sana." ujar Pak Budi.
"Ya sudah, saya akan segera datang. Apa Nathan masih ada di situ?" tanya Landolfo
"Tuan Nathan sudah pergi sejak kemarin tuan." jawab Pak Budi
Setelah itu obrolan segera di putus oleh Landolfo
...♡♡...
"Mi, papi akan ke indonesia. Sepertinya Weslay sedang tidak baik baik saja." ucap Landolfo seraya jemarinya fokus pada benda pipih.
Irena terperanjat ketika mendengar jika Wesley sedang tidak baik baik saja.
"Oscar, siapkan helikopter sekarang juga. Saya akan melakukan perjalan ke indonesia." titah Landolfo pada sekertaris nya
"Apa maksud papi? Weslay kenapa?" tanya Irena yang ikutan panik.
"Makanya, papi akan keindonesia memastikan mereka berdua baik baik saja " jawab Landolfo
"Mereka berdua? Siapa pi?" tanya Irena lagi. Hawatir jika Ley mengamuk dan yang menjadi sasaran adalah Nathan. Mengingat Nathan sejak kemarin mengeluhkan tentang Ley
"Iya, Londra dan juga Weslay. Mereka seperti sedang ada masalah." ucapnya.
"Ya tuhan, tu kan apa yang mami khawatirkan. Pasti terjadi sesuatu. Pasti pengasuh itu berusaha menggoda Ley." cerocos Irena
"Sudah mi, kita tidak tau apa yang terjadi sebenarnya." sahut Landolfo
"Mami ikut pi, mami sangat hawatir dengan Ley." ucapnya.
"Tidak usah, kalau sama mami bakalan lama." ujar Landolfo
"Pi, papi, mami, kalian mau kemana?" tiba tiba Nathan datang dan langsung menghampiri kedua orang tuanya.
"Syukurlah, kau sudah datang, papi ingin kau sementara disini handle semua pekerjaan papi. Papi harus ke indonesia." ujarnya
"Ada apa pi? Apa ada masalah dengan perusahaan yang di sana?" tanya Nathan
__ADS_1
"Tidak. Biar mamimu yang ceritakan. Papi berangkat dulu karena sangat terburu buru." ucapnya.
Landolfo segera pergi ke bandara. Karena ini sudah sangat ingin tau keadaan putranya.
Di bandara, Landolfo tidak menemukan Oscar. Entah ke mana pria itu. " Tuan Landolfo, saya Gisel, saya yang akan menemani tuan terbang hari ini." ucapnya
"Oscar , Oscar kemana?" tanya Landolfo
"Tuan Oscar, tiba tiba tidak enak badan. Dan saya bersama dua rekan saya akan menemani anda." jawabnya.
Karena tak ingin terlalu berlama lama membuang waktu di bandara . Landolfo segera berjalan menuju helikopter yang sudah di siapkan.
"Tenang saja tuan, saya sudah menaklukkan udara cukup lama." ujar Gisel. yang di angguki oleh Landolfo serta menampakkan senyum.
Sedangkan di tempat yang beda
"Ada apa sih mi?" tanyanya
Irena tersenyum pada Nathan. " Kita menang..." serunya dengan expresi bahagia
"Menang dari apa mi.. menang undian apa,?" tanyanya
"Bukan undian. Weslay kembali ngamuk ngamuk.dan kamu tau itu artinya apa? Weslay akan di anggap gila. Dan setelah itu akan segera mendekam di rumah sakit jiwa." ujar Irena antusias
"Yakin dong.. Lihat saja, kita sebentar lagi akan menjadi orang kaya, dan kau pasti yang akan menjadi penerus perusahaan Food Fress." ucap Irena yakin.
"Mami.. Aku bahagia sekali mami.. Usaha kita tidak sia sia." ujar Nathan penuh semangat. Dan segera menggendong sang mami tercinta.
"Ternyata Arnetta dan juga pengasuh kampungan itu bodoh." ucap Nathan, setelah itu Nathan menurunkan maminya.
"Ya sudah kau cepat ke kantor. Pastikan semua beres." ucap Irena.
Setelah itu Irena segera mengangkat panggilan dari seseorang.
"Kau di mana?" tanyanya.
"Ok, aku segera kesana" ucap Irena. Setelah mendapat jawaban dari lawan bicaranya.
Irena segera mengambil kunci mobil dan juga tas. Lalu segera keluar untuk menemui seseorang.
Sedangkan Nathan, Nathan tengah bersiap untuk pergi ke kantor.
Irena segera turun. Setelah sampai di depan hotel. Mobil nya langsung di parkir ke tempat parkir yang aman.
"Selamat pagi nyonya."
__ADS_1
"Pagi saya Irena Geraldine." ucapnya.
"Oohh silahkan saya antar ke kamar 306." ucap Seorang pelayan hotel pria. mereka segera memasuki lift menuju lantai 3. tak berapa lama. lift yang membawa mereka berdua sudah sampai di lantai 3. Dan Irena segera di antar ke kamar nomer yang tadi di sebut
Ceklek... Pintu sudah terbuka dari dalam.
"Hai sayang," ucap pria itu. Lalu segera menutup kembali setelah Irena masuk.
"Sudah lama menunggu?" tanya Irena.
"Tidak. Baru tadi aku mau telpon. Tapi kau sudah telpon duluan." ucap Pria itu
"Aku merindukanmu sayang. Kau selalu acuh jika ada Landolfo." ucapnya seraya tangannya menelusup kedada Irena dan berselancar mere*as dada kenyalnya.
"Kau tau sendiri, ahir ahir ini aku kesal dengan dia. Kau tau aku kemarin di tampar oleh pria itu." adunya
"Kok bisa? Memang kenapa?" tanya Pria itu.yang terlihat panik.
"Nanti saja ceritanya. Aku sudah tidak sabar bercinta denganmu." goda Irena, seraya melepas kancing kemeja milik Pria yang berada di depannya
Pria itu segera menyerang bibir Irena dengan rakus. Karena sudah 5 hari tidak mendapat asupan darinya.
tangannya tak melepas dada kenyal milik Irena. Lalu segera menyingkap dres itu keatas hingga terlepas. Pria itu melepas bra yang menutupi dada kenyal milik Irena.
Percintaan mereka sungguh sangat panas.
Kriingg... Kriingg... Ponsel Irena berdering. Namun Irena enggan untuk menjawab karena masih menikmati permainan panas dengan selingkuhannya.
Permainan mereka berdua selesai setelah memakan waktu sekitar 15 menit. Irena merebahkan tubuhnya di samping Pria itu. Lalu dadanya ia busungka pada mulut pria itu.
"Kenapa kau tidak menemani Landolfo?" tanya Irena
Namun Pria yang ia ajak bicara itu tidak segera menjawab karena mulutnya masih menikmati dada kenyal milik Irena.
"Karena aku ingin menghabiskan waktu ini hanya bersamamu sayang, aku tidak tau berapa lama Landolfo di indonesia. Jika aku selalu menemaninya. Lalu kapan kita akan melakukan kayak gini." balas Oscar
Yaa pria itu adalah orang kepercayaan Landolfo. Pria yang memilki nama lengkap Oscar Ricardo. Orang yang sudah sangat lama mengabdi pada keluarga Landolfo.
"Aku pikir, kau sudah melupakan aku, Oscar?" ucap Irena dengan begitu manja.
"Tidak mungkin sayang. Aku masih sangat mencintaimu. Bahkan saat aku tau kau menikah dengan Ayahnya Nathan. Aku pun tetap masih sangat mencintaimu." ucapnya. "walau dulu aku sangat kecewa padamu. demi pria kaya itu. Kau tega meninggalkanku." keluh Oscar lagi.
"Maafkan aku.. Aku tidak punya pilihan lain, selain harus menuruti kata ibuku." sesalnya. Irena kembali memeluk tubuh kekar Oscar dengan sangat erat. Oscar pun segera mengecup kening Irena begitu dalam.
"Kita main lagi, aku sungguh tidak tahan berpuasa jika ada di sisimu." ujar Oscar. Irena mengangguk. Mereka pun kembali mengulang permainan panas mereka.
__ADS_1