
"Wanita itu yang sudah membuat kak Ley seperti orang gila." ucapnya lagi. Ronald kembali menoleh serta mengernyitkan keningnya.
"Iya," sahut Evellin. Hingga Evellin pun menceritakan segala yang ia tau, Evellin hanya tidak ingin, keluarga dokter Ronald menjadi korban selanjutnya.
"Sepertinya kau tau banyak tentang wamita itu " tebak Ronald.
"Dia juga yang membuat nenek kami meninggal dokter, sebenarnya kami akan memenjarakan dia, tapi kak Ocha kasian, dan akhirnya yang berhasil di penjajakan hanya adik wanita itu bersama anaknya yang bersama Nathan." ucap Evellin
"Nathan, siapa Nathan?" tanya dokter Ronald
"dia anak nyonya Iren, anak bersama suaminya yang dulu." jawab nya
"Apakah pria itu anak dari papaku.? Berarti anaknya sudaj seusiaku?" tanya nya
"saya tidak tau, kemungkinan sihh ia." jawab nya
...♡♡♡...
Sedangkan pak David kini sudah ada kafe bersama perawat dan juga Irena.
"Katakan Iren, Apa yang ingin kau sampaikan." ucap Pak David
"Selama ini saya mencari anda pak David. Saya akan mengatakan jika saya punya anak dari anda." ucap Irena seraya menundukkan wajahnya.
Hehhhh... Pak David menghela nafas. Lalu menatap Irena yang masih tertunduk. "Dulu Aku pernah bilang, jika kau mengatakan pada keluargaku tentang kedekatan kota," ucapnya
"Iya maafkan saya, saya sudah menghancurkan keluarga anda pak. Tapi saya ingin menuntut hak untuk anak saya juga sama dengan Ronald." ucap Irena.
Sontak saja pak David tertawa terbahak bahak. " kau ini lucu, kau sendiri yang bilang, jika kau tidak mengharapkan apapun dari hubungan kita waktu itu," ulang pak David
"Karena saya tidak tau, jika akan ada benih yang tumbuh." ucapnya
"Aku pernah bilang bukan, jika kau tutup mulut, maka aku akan memberikan semua yang kau minta, bahkan jika sampai kau menyimpan benihku.. Aku akan memberikan haknya. Tapi kau menolak waktu itu Iren, jadi.. apakah kamu tidak ji*ik menelan kembali ludah yang sudah kau buang." ucap Pak David.
"saya sudah mengaku jika saya salah. Makanya saya datang dan meminta hak anak saya, yang tidak lain anak anda juga " jawabnya
"Saya rasa, waktu yang saya berikan untuk anda sudah habis nyonya Wardhana. Uppsss,,, salah nyonya Irena " ucap Ronald tiba tiba. Tadi Ronald mendadak tidak nyaman kala mengingat papanya yang sedang pergi dengan wanita berbisa.
Ronald meminta pada Evellin untuk menjaga Cilla sebentar, setelah sampai di rumah Weslay. Karena sepulang sekolah Evellin akan langsung kerumah kakaknya, untuk menemani. Sedangkan Kenzo, Kenzo selalu pulang sore karena banyak kegiatan Exskul.
"Nyonya Wardhana?" gumam David.
"Yaa, Dia adalah mantan istri dari tuan Landolfo Wardhana." ucap Ronald
"Kau bilang selama ini kau mencariku? Tapi nyatanya kau sudah memilki suami yang jauh lebih kaya dariku. Lalu untuk apa kau datang padaku untuk meminta hak untuk anak mu." ujar David
"Karena dia anak anda, dan saya tidak memiliki anak dari pria itu pak David." sahut Irena.
"Tapi menurut hukum, anak yang lahir diluar perkawinan, maka anak itu tidak berhak mendapatkan warisan dari ayah biologisnya. Dia hanya bisa mendapat warisan dari anda sendiri nyonya Wardhana." ucap Ronald lagi.
"Nald, sudah sudah papa ingin pulang sekarang." potong David. Untuk hal ini, David harus konsultasi pada pengacaranya, karena harta milik David sudah di bagikan pada putrinya yang sudah meninggal dan Ronald sendiri. Kecuali jika Ronald mau dengan suka rela memberikannya.
__ADS_1
"Pak David, kalau pak David ingin melakukan tes dna saya bersedia mengabulkan nya." ucap Irena dengan lantang.
David hanya diam, karena dirinya sudah berjanji pada Ronald, jika dirinya mau di maafkan, harus menurut, Ronald sudah terlanjur sakit hati pada papanya karena penghianatan yang sudah di lakukakannya.
Setelah kepergian David, Irena duduk sambil memandang parkiran yang begitu ramai.
pandangan Irena tidak sengaja melihat wajah pria yang tidak asing di matanya.
"Itukan.. Itukan Oscar, siapa wanita itu?" gumamnya. Irena segera berdiri lalu segera menghampiri Oscar yang sedang bergandengan tangan bersama seorang wanita
"Apa kau tau nak, sekarang wanita itu sudah kehilangan semuanya." ucap Oscar dengan antusias.
"Sekar pikir Nathan bisa di andalkan pa. namun Sekar salah. Nathan hanya pria yang tidak berguna di keluarga itu. kenapa dulu tante Varia tidak mengenalkan aku pada pewaris utama di keluarga itu." protesnya.
"Yang penting, dendammu sudah terlaksanakan." sahut Oscar.
Sekar memang memiliki dendam pada Nathan. Nathan dulu yang sudah menghancurkan adiknya, Nathan memacari adiknya, lalu mengambil kegadisannya, setelah itu di tinggal pergi tidak tau kemana, itulah yang mengakibatkan Oscar dan juga Sekar begitu dendam. ingin menghancurkan kehidupan mereka, sebagaimana mereka juga menghancurkan keluarganya hingga sang adik harus mengakhiri hidupnya.
"Dendam, ada dendam apa kalian padaku dan Nathan?" tiba tiba Oscar dan Sekar di kafetkan dengan suara wanita yang begitu marah.
"Oohh, Irena... kau mendengar semua?" tanya Oscar yang seolah menyesal sudah di ketahui.
"Kau jangan pura pura Oscar, katakan ada dendam apa kau dengan kami. sehingga kau tega menghancurkan keluargaku." geram Irena
"Aku yang menghancurkan keluargamu... apa itu tidak salah Irena, bukankah kamu sendiri yang datang padaku waktu itu." ejek Oscar
"seharusnya kamu menolakku Oscar, bukan malah semakin memperdalam hubungan kita. " protes Irena
"Katakan, apa yang membuat kalian dendam padaku?"
"apa kau ingin tau? oohh iya... kau memang harus tau." ucap Oscar seraya berdiri dari duduknya.
"Kau mau tau bukan? karena putramu sudah membunuh putriku, putramu sudah menghancurkan kehidupan putriku, hingga putei depresi. kau mau tau... Putramu yang tol*l itu sudah merusak masa depan putriku." ucap Oscar seraya menekan rahang Irena
"Itu tidak mungkin, putraku tidak seperti itu.. " teriak Irena
"Terserah.. sekarang kau pergi.. tinggalkan kami, karena kami mau makan siang berdua saja, iya kan sayang." ucap Oscar.
...♡♡♡...
3 bulan sudah berlalu,
Dan Evellin kini sudah selesai masa pendidikan tingkat pertamanya. Evellin sedang mendaftar di tingkat atas untuk melanjutkan cita citanya
Chalondra sedang duduk bersama suaminya, menikmati makan malam hanya berdua, karena sang papa memutuskan pergi ke beijing setelah menikahi Gisel secara sederhana, dua bulan yang lalu.
"Oohh ya, katanya Evellin mau terima lamaran dokter Ronald." ucap Weslay tiba tiba.
"Iya, dokter Ronald berjanji tidak akan menghalangi Evellin untuk melanjutkan sekolahnya." balas Chalondra
"Aku kurang setuju, aku masih sanggup membiayai kedua adikku." ucap Weslay yang sudah menghentikan suapannya
__ADS_1
"Tapi Evel mencintainya, biarkan saja, asal dokter Ronald tidak mengabaikan pendidikan Evel. Lagian jika Evel tinggal sendiri di kontrakan aku yang tidak nyaman." jawabnya
Karena Evellin di ajak tinggal bersama Chalondra tidak mau, jadi Evellin lebih nyaman tinggal di kontrakan bersama Kenzo. Walaupun Kenzo sudah bisa menjaga kakaknya, tetap saja Chalondra tidak enak.
"Kalau begitu ya terserah saja. Yang penting Evel bahagia." imbuh Weslay
"Oohh ya, katanya mami Irena di rawat di rumah sakit ya tuan." tanya Chalondra
"Iya, di RSJ tadi pagi aku sudah menengoknya. Ternyata yang di sebut hanya om Oscar. rupanya dia sangat mencintai om Oscar." imbuh Weslay
"Oohh iya nyonya istri, kapan cek dokter lagi, sudah tidak sabar menyambut kehadiran mereka " ucap Weslay seraya mengelus perut sang istri yang terlihat sangat membuncit.
"besok, dokter bilang, akan menjadwalkan operasinya, tuan. saya takut sebenarnya melahirkan caesar" ucap Chalondra dengan sendu
"Jangan takut, aku akan selalu disini, aku akan menemani semua proses itu. Jangan takut yaa" bujuk Weslay
Weslay segera berdiri untuk mengambilkan minum buat istri tercintanya. Semenjak kehamilan 7 bulan, Chalondra sudah malas melakukan sesuatu. Yang di kerjakan hanya jalan pagi, dan senam ibu hamil. Itupun terkadang sangat malas. Karena kehamilan pertamanya yang sangat berat itu membuat seperti enggan untuk berdiri lama lama.
"Tapi tetap ada rasa takut tuan." sahutnya
"Iya Nyonya, saya tau itu.. Cupp" sahutnya serta mengecup pipi sang istri.
"Sudah selesai, mau jalan jalan dulu sebentar, atau rebahan di depan televisi?" tanya Weslay
"Aku pingin melihat taman belakang, tadi katanya lak Budi membuatkan ayunan disana." sahut Chalondra
"Ok, ayuk"
Weslay menggandeng tangan sang istri berjalan beriringan menuju taman belakang. Ternyata benar, pak Budi sudah selesai menggarap pekerjaan yang di inginkan nyonya mudanya. Semenjak Chalondra kembali lagi kesini, segala sesuatu yang di ingini selalu di penuhi oleh sang suami, apa lagi jika mengingat istrinya yang sedang hamil dengan dua bayi kembarnya.
Chalondra duduk di atas ayunan, lalu sang suami segera mengayunkan dengan sangat pelan. "Tuan, jika kedua orang tua kita masih hidup, mungkinkah mereka akan merestui pernikahan kita?" tanya Chalondra
"Apa yang kau katakan Nyonya istri, jodoh itu di tangan tuhan. Bukan di tangan kedua orang tua kita." sahut Weslay yang kurang menyukai pertanyaan sang istri. Walaupun mungkin orang tuanya masih ada dan tidak merestui. Tapi Weslay tidak menyukai itu.
"jangan bicara seperti itu nyonya istri, karena sesungguhnya suamimu ini tudak suka berandai andai." imbuhnya. Chalondra hanya mengangguk.
...♡♡♡...
Chalondra sudah berbaring di atas brangkar rumah sakit.
Hari ini dokter nya sudah menyarankan untuk melakulan tindakan sekarang, mengingat kedua bayinya sudah saatnya untuk di lahirkan.
Weslay menemani dengan duduk di samping hingga Chalondra di bawa masuk keruangan oprasi. Ada William juga yang ikut menjaga, walau menjaga di luar, namun tetap antusias menunggu kehadiran keponakannya.
"Bapak nya tidak boleh masuk." ucap seorang perawat yang langsung mencegah Weslay ketila akan memasuki ruang oprasi
"Saya harus tetap ada di sampingnya, karena saya yang bertanggung jawab atas keadaan mereka " sahut Weslay.
"Tapi dokter melarangnya."
"Saya tidak peduli. Saya suami nya, dan saya adalah ayah dari kedua anak saya yang akan lahir."
__ADS_1