Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 70. Banyak Mobil Beriringan


__ADS_3

Chalondra segera membawa tas itu setelah memasukkan ponselnya kedalam saku dasternya.


Berjalan agak jauh, dan melewati beberapa petak sawah yang ternyata itu adalah milik om Tama. Semua pada melihat kehadiran Eva dan Chalondra. mereka pada menghormati keluarga om nya.


"Cha, sini.. " seru om Tama, Chalondra segera mendekat lalu menghampiri om Tama. "Ini teman ayahmu dulu, namanya bik Sarni." ucap Tama memperkenalkan.


Chalondra segera menyalami wanita yang mungkin seusia ayahnya.


"Ini anaknya Bahran, cantik sekali yaa." puji wanita itu.


"Iya siapa dulu pamannya." ucap Tama dengan jumawa.


"Halaahhh, kau ini, bahkan kau juga tidak terlalu tampan dari kakakmu." cibir wanita itu.


Chalondra hanya menanggapi dengan senyum saja.


"ya sudah, saya mau lanjut lagi turun." pamitnya, karena masih banyak yang harus di petik untuk di jual.


"eehhh, apa kau sedang hamil?" tanya wanita itu seraya menghentikan langkahnya.


"Iya," jawabnya seraya mengangguk.


"Sudah kelihatan besar sekali. pasti 6 bulan ya." tebak wanita itu. Eva dan juga Tama masih menyaksikan obrolan Chalondra dengan wanita itu.


"Iya juga, besar sekali kehamilannya " batin Eva. Eva mengelus perutnya sendiri yang begitu datar, padahal Eva juga sangat menginginkan menjadi seorang ibu yang memiliki anak dari rahimnya sendiri. tapi Tuhan tidak mengizinkan. itu karena sebuah kesalahan Eva yang pernah dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang.


"Baru mau jalan 4 bulan bik, ini karena disini ada bayi kembar." jawabnya dengan menyunggingkan senyum.


"Yang benar Cha?" tanya om Tama serta tante Eva bersamaan. Chalondra kembali mengangguk.


"ooh jadi ceritanya om akan memiliki cucu kembar Cha." sambung om Tama antusias.


"Iya om." jawabnya.


"Selamat ya, semoga mereka di beri kesehatan, begitu juga kamu ibunya." ucap wanita itu seraya mengelus perut Chalondra.


"Aamiin. terima kasih bik" sahut Chalondra


Bibik itu langsung pergi karena harus kembali melanjutkan memetik hasil tanamnya.


"Sini duduk di sebelah om." ucap om Tama.


Chalondra pun segera mengikuti perintah om nya.


"Om senang sekali, mendengar kabar itu. om berharap kau akan melahirkan disini, biar rumah om tidak sepi lagi." ucap om Tama seraya mengelus pucuk kepala Chalondra dengan penuh cinta.


Eva yang menyaksikan itu menjadi bahagia, karena sudah sangat lama Eva tidak melihat wajah ceria suaminya. semenjak kejahatan Eva di ketahui oleh suaminya, seolah hidup nya benar benar tidak berguna karena tidak bisa menemukan kakaknya yang pergi. di tambah lagi, Eva di nyatakan tidak bisa memilki keturunan.


Eva hanya menyesali perbuatan dulu. karena mau mencoba mengingat ingat nomer dan alamatnya begitu susah.


"Va, seandainya kita bisa memilki anak, pasti kehidupan kita begitu sempurna." ucap om Tama. setiap kali Tama membahas tentang anak, maka Eva akan merasa menjadi wanita yang kurang sempurna.


"Ceritakan pada om. bagaimana kau bisa kembali kesini tanpa suamimu? Apa suamimu itu seorang pria yang jahat?" tanya Tama


Chalondra menggeleng, "dia pria yang baik om, hanya ada salah paham yang berkepanjangan seperti ini, hingga membuat kami saling membenci." ucap Chalondra


"Jika kau menginginkan om untuk membantumu, om akan lakukan Cha, anggap saja om ini adalah ayah kamu sendiri." ujar om Tama


"Tidak om, Ocha kesini karena ingin menenangkan hati saja, nanti jika semua sudah tenang, Ocha akan kembali ke kota lagi." ucapnya. sontak saja pernyataan Chalondra begitu sanga memukul perasan Tama.

__ADS_1


"Cha, coba kau pikirkan lagi, jika bersamanya tidak membuatmu bahagia, lebih baik kau tinggalkan dia. hidup di Sini bersama om. mengisi kesepian om selama ini bersama tante Eva." ucap Tama


"Ocha tidak bisa om. nanti jika suami Ocha benar benar sudah tidak menerima penjelasan Ocha. Ocha akan kembali pada om bersama kedua adik Ocha." jawabnya


"Ngomong ngomong sekarang kedua adikmu ada di mana? dengan siapa?" tanya nya lagi.


"Di sebuah rumah kontrakan om, karena rumah nenek sudah hangus di bakar orang." balas nya.


"Duuhh kasian sekali nasib keponakan om." lirihnya seraya menghapus air matanya.


"Kalau begitu, beri om alamatnya, biar om yang menjemput mereka." ucap Tama


"Bagaimana papa mau jemput mereka, papa saja belum pernah melihat wajahnya." celetuk Eva.


"Oohh iya, foto mereka mana Cha, biar om mudah mencari mereka.," ucapnya.


"Sebentar om, Ocha aktifkan dulu ponsel nya." jawabnya.


Chalondra segera mengaktifkan ponsel miliknya, setelah menyala, Ocha segera masuk kegalery yang banyak tersimpan foto keluarga nya. tapi ketika Chalondra mulai membuka aplikasi yang menyimpan banyak foto keluarga nya, foto fotonya tidak ada. malah nampak banyak foto dirinya bersama Weslay.


"Om, sepertinya Ocha salah ambil ponsel deh om." lirihnya. Yaa Ponsel milik Chalondra dan juga Weslay memang sama, itu karena Weslay yang meminta untuk memiliki cople ponsel.


"Ini, ini foto suami kamu?" tanya Tama yang langsung mengambil ponsel yang ada di tangan Chalondra.


Tanpa Chalondra sadari, ponsel milik Weslay sudah terhubung dengan gprs. karena waktu itu, ponselnya memang sedang mencari alamat William.


"Iya om." jawabnya


"Tampan loh, mah.. lihat nihh foto suami keponakan ku. cakep kan?" tunjuk Tama


"iya, cakep banget. kau pintar sekali sihh cari suami." puji Eva. Chalondra makin tersipu ketila tantenya juga memuji Weslay


Sedangkan di tempat yang berbeda.


Weslay tengah memberi pelajaran pada Galih dan anak buahnya. "katakan, siapa yang sudah membayar kalian?" geram Weslay.


"Dasar bocah kecil, memangnya dengan menyekap kami, kami akan takut?" sahut Galih yang tidak memilki rasa takut pada Weslay


"Kau pikir aku sekecil otakmu, hmmm" sahut Weslay seraya mencengkeram rahang Galih dengan begitu keras. sehingga Galih hanya meringis merasakan kesakitannya.


"lepaskan aku bocah kecil," geram Galih.


"Will, bawa kesini senjataku." perintah Weslay, William pun segera mengambil senjata milik bosnya yang masih tersimpan rapi di ruangannya


"Ini bos," ucapnya


Weslay segera mengambil, lalu mengeluarkan salah satu senjata andalan miliknya


"Katakan, atau ku buat hancur wajahmu." ancam Weslay, Galih tetap pada keyakinannya. tidak takut pada bocah ingusan seperi Weslay. Sedangkan Weslay, Weslay adalah pria yang tiada ampun pada lawannya. Weslay sedikit memberi goresan pada wajah Galih. yang membuat Galih meringis kesakitan.


"Katakan, atau kau masih ingin bermain main dengan senjata kesayanganku." ucap Weslay seraya memainkan senjata tajamnya pada bola mata Galih.


"Aku tidak takut dengan ancamanmu, lakukan sesukamu bocil." sahut Galih lagi.


Weslay sedikit menekan senjatamya pada bola mata Galih, Tekan lagi hingga sedikit masuk kedalam..


"Ok, ok.. aku akan katakan." serunya saat kembali merasakan perih di kelopak matanya.⁰


"Katakan sekarang, karena aku tidak punya banyak waktu." tekan Weslay.

__ADS_1


"Dia ... dia adalah Nyonya Irena, wanita itu yang sudah menyuruh kami untuk membakar rumah nek Iroh, dan memberi berita kematiannya." ucapnya dengan bibir gemetar.


Sreettt...


Aaakkk ... teriak Galih, ketika Weslay kembali menekan senjatanya pada kelopak matanya


Ponsel Weslay berdering.


Weslay segera mengangkat panggilan Zacky.


"Katakan, ada perkembangan apa?" tanya Weslay tanpa basa basi.


"Tuan, nomer anda sudah kembali aktif. Dan ini berada sangat jauh dari kota." ucapnya.


"Apa kau yakin, kira kira berada di mana?" tanya nya


"Ada di jawa tengah. Sepertinya berada di lereng gunung, tuan."


"Apa kau yakin" tanyanya lagi. Perasaanya mulai tidak karuan, khawatir jika Chalondra di bawa musuhnya kesana.


"kirim padaku lokasinya saat ini."


"Will, cepat kumpulkan teman teman, dan segera kita siapkan mobil oprasi." perintah Weslay, setelah mendapat kiriman lokasi terbaru Chalondra. William segera menyiapkan teman teman nya dan mobil untuk operasional.


...♡♡♡...


Weslay dan bersama dengan anak buahnya, tengah melakulan perjalanan dengan mobil, awalnya mau memakai pesawat, namun mengingat Weslay membawa banyak orang, di tambah lagi saat nanti setelah sampai tempat. Weslay butuh kendaraan yang tidak sedikit.


dengan 6 mobil, masing masing berisi 7 orang mereka segera melakukan perjalan yang sangat jauh.


Weslay sangat mengkhawatirkan keadaan Chalondra, siapa tau saja, saat ini anak buah Nathan atau Irena tengah merencanakan sesuatu.


perjalanan di tempuh sekitar 12 jam lewat darat. Dengan modal alamat yang di beri Zacky lewat titik lokasi yang tidak begitu jelas, akhirnya sampai tepat pukul 06 pagi.


Sedangkan Chalondra


Chalondra tengah melakulan jalan jalan pagi bersama Fatia anak angkat om Tama.


"Kak Ocha, suami kak Ocha tampan sekali loh." puji Fatia


Chalondra tersenyum, " Dia memang tampan, sangat tampan." ucapnya dengan bangga.


"Apa sih kak rahasianya, biar bisa mendapatkan suami tampan seperti kak Ley." tanya nya lagi. Chalondra pun sudah mengatakan, jika nama suami nya itu Weslay pada om dan tantenya.


"Kakak lupa. Yang jelas dulu kakak sangat membencinya." ucapnya seraya mengerucutkan bibir


"Kak, kita duduk disini." ajak Fatia, mereka istirahat sebentar untuk menikmati udara pagi yang begitu segar. Om Tama pagi pagi sekali pergi ke kota bersama dengan dua orang ajudannya. Mereka akan menjemput Kenzo dan Evelin.


"Oohh ya kak, itu kenapa ada mobil banyak beriringan begitu. Padahal tidak ada hajatan loh di desa ini." tunjuk Fatia yang melihat ada beberapa mobil sedang berjalan ke arahnya.


Chalondra pun juga penasaran, Chalondra ikut mengawasi beberapa mobil yang mulai dekat.


"kakak juga tidak tau," jawab nya, lalu mereka kembali duduk dengan memandang kolam ikan yang banyak penghuninya.


"Kak Ocha, lihat itu ikannya hadiah dari papa saat aku ulang tahun." ucaonya seraya menunjuk ikan yang berwarna orange dengan perut buncit.


"Perutnya seperti perut kakak ya hihi." ucap Chalondra.


"Cha,"

__ADS_1


__ADS_2