Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 42. Tidak ada suara


__ADS_3

Huuhh.. Chalondra mendengkus, lalu segera masuk kekamar. Dan disusul oleh Weslay yang langsung menutup pintu dan menguncinya .


Di kamar Nathan.


"Apa mungkin Weslay memilki gairah? Aahh rasanya tidak mungkin, jika punyapun pasti karena godaan pengasuh itu." gumam Nathan yang berada di kamarnya.


Selama ini, Insiden pemerkosaan yang di lakukan Weslay pada Chalondra memang di tutup rapat oleh Landolfo. karena menurut Landolfo itu adalah aib, lagipula selaama Weslay dan dirinya mau bertanggung jawab atas insiden itu. Landolfo akan menutup rapat hal memalukan ini.


Tuuttt... Tuuttt..


Nathan menelpon sang mami, yang ternyata kontak sang mami sedang sibuk. " mami telpon siapa sihh, ngeselin sekali. Padahal ini sangat penting." gumamnya.


"Masih ngobrol sama om mungkin." batinnya.


Nathan mencoba membuka buka video dirinya dan juga Emily, Nathan tersenyum nakal ketika melihat gerakan yang di lakukan Emily di layar benda pipihnya.


"Em, punyaku berdiri niihh.. " gumamnya. Nathan segera menghubungi Emily untuk bermalam di hotel.


Tuuttt... Tuuttt.. Tuuttt..


Srek. " Hallo." suara berat Emily yang terdengar begitu menggoda iman Nathan.


"hallo sayang, kau sudah tidur?" tanyanya


"Iya Nath, aku lelah sekali." ucapnya


"Duhh padahal aku mau kasih kamu hadiah, kok udah tidur." suara Nathan yang terdengar agak kecewa.


"Hadiah apa sih?" tanya Emily lagi


"Ada deh, di tempatmu ada siapa aja?" tanyanya


"Mama masih di rumah tanteku, papaku keluar kota. hanya ada pembantu dirumah." jawabnya


"emmm... Padahal aku mau ajak kamu keluar" sahut Nathan


"Besok aja ya." balas Emily


"Sekarang saja Em. besok aku harus kembali ke beijing." mohonnya


"Tapi aku ngantuk Nath," keluh Emily


"Ok, aku jemput." usulnya.


"Hmm.. ya deh." jawabnya. ahirnya Emily pun menyerah, karena sebenarnya Emily juga sangat mencintai Nathan.


namun Emily tidak tau, apa yang di rencanakan oleh Nathan.


Nathan segera mengambil jaket kulit berwarna hitam. malam ini Nathan akan mengajak Emily ke pinggir pantai. Nathan akan menyewa hotel disana.


Nathan segera keluar dari kamarnya. Dan berhenti sejenak ketika melewati depan kamar Weslay. namun sayang nya, Nathan tidak mendengar apapun dari dalam. Nathan berusaha menguping, sebelum ahirnya Nathan melihat Varia keluar dari ruang kerja papa tirinya.


...♡♡...

__ADS_1


DI ruang kerja Landolfo


"Bang, abang curiga nggak dengan Weslay." tanya Varia yang sudah masuk ke ruang kerja kakaknya


"Curiga apa? Dia putraku. Untuk apa aku curiga pada putraku sendiri." sahutnya kesal.


"bukan begitu bang, maksud ku itu, benar nggak Lay itu pura pura cacat?" tanya Varia. seketika Landolfo pun mengalihkan atensinya dan langsung menatap Varia dengan dada yang bergemuruh


"maksudmu apa Var? Kau menuduh putraku berbohong." sarkas Landolfo


"Bu... Bukan itu bang, maksudku ada yang janggal dari perilaku Weslay." sahutnya dengan suara terbata bata


"Dengar ya Var, Weslay berubah itu karena Chalondra. Jika kami tidak di pertemukan dengan gadis itu, aku tidak tau keadaan Ley sampai saat ini." balas Landolfo seraya menatap tajam Varia.


"Dan aku peringatkan padamu, berhenti ikut campur urusan Weslay bersama Chalondra. Karena kau itu sama sekali tidak pernah peduli padanya, kemana kamu selama ini, tidak pernah menjenguk putraku. Dan seolah kau itu tidak punya keponakan." sindir Landolfo


"Maaf bang, selama ini memang aku tidak pernah mengunjungi keponakanku sendiri, aku pikir Weslay bersama kalian di luar negeri. Jadi aku tidak pernah datang kesini." sesal Varia


"Sudah, sudah sekarang aku mau kerja. Kau istirahatlah, biar besok pak Budi yang mengantarmu ke bandara." ujar Landolfo


"Abang mengusirku?" tanyanya


"Karena aku juga akan pergi, setelah urusanku dengan perusahaan sini. Aku mau terbang ke beijing." balasnya


"Maafin aku ya bang, udah buat abang marah." ucap Varia.


"Tidak marah, hanya saja aku sangat menyayangkan dengan pertemuan ini. pertemuan yang seharusnya menjadi moment indah untuk kita satu keluarga, harusnya moment ini di habiskan dengan canda tawa antara kakak adik. Tapi kau malah merusak dengan pikiran negatif tentang Weslay." ungkap Landolfo kecewa


"Sudahlah, kau istirahat saja. Aku mau lanjut cek pekerjaan." ujarnya


Varia segera meninggalkan ruangan Landolfo dengan perasaan menyesal. "Seharusnya aku lebih peduli pada Ley, bukan pada Nathan. Tapi Ley sihh.. Pakai cacat segala." batinnya.


...♡♡...


"kenapa tante Varia mukanya sedih." batinnya.


Nathan pun melihat sekilas pintu kamar Weslay. Lalu segera turun untuk menemui Emily.


"Tante, tante kenapa?" tanya Nathan, sedikit memberi perhatian pada tantenya


"Tidak ada Nath, tante hanya sedang merindukan keluarga tante yang dulu." jawabnya


"Oohh tante, kan ada papi tan." sahut Nathan


"Iya, papi sibuk bekerja, ya udah tante mau kekamar. mau istirahat. kamu mau kemana?" tanya Varia


"Nathan mau cari angin tan. nggak enak denger ******* pengantin baru." celetuknya seraya menyunggingkan senyum


"Kau ini, tenang saja. tante akan kenalin adik temen tante" jawab nya


"Siap tante. saya akan ikuti mau tante." jawab nya


Nathan segera pergi setelah berpamitan dengan Varia. lalu segera mengambil kendaraan roda dua. Nathan membuka garasi yang ada di sebelah garasi mobil. Nathan melihat ada kendaraan roda dua yang lain.

__ADS_1


"Ini, ini punya siapa?" gumamnya.


"Kereenn.. apa papi membelikan aku kendaraan ini? tapi kok nggak bilang. atau milik Weslay." gumamnya.


"Aahh anak itu, apa bisa mengendarai kendaraan roda dua. mobil saja paling tidak bisa." ejeknya lagi.


Nathan mencoba menaiknya dan mencari kunci motor yang baru dilihatnya. Tapi Nathan tidak menemukan kunci itu. "Atau ini memang milik Weslay? tapi apa dia bisa?" gumamnya.


karena tidak ingin terlalu lama menebak nebak milik siapa, Nathan segera mengambil kunci motor yang memang miliknya. karena motor yang satunya memang milik Weslay, dan kuncinya pun, Weslay yang menyimpan


Nathan segera keluar dari garasi, dan segera menyalakan motornya, setelah mesin menyala, Nathan segera keluar dari halaman rumah besar milik ayah tirinya.


Sedangkan dari atas, Weslay hanya melihat sekilas kepergian Nathan. .


"Jangan sampai. papi dan yang lain tau keberadaan kendaraan itu. bisa bisa aku ketahuan sebelum aku benar benar mengumpulkan bukti atas perbuatan mami." gumamnya. Weslay melihat wanita yang sudah terlelap di atas tempat tidur. mungkin karena kelelahan melayani suaminya yang hyper se*.


Weslay menghampiri Chalondra sebentar. " Aku keluar dulu, jangan mencari." bisiknya, lalu mengecup kening Chalondra dengan begitu dalam.


Weslay segera masuk ke walk in kloset untuk mengambil jaket dan juga kunci motor. Lalu memakai sepatu dan juga membawa helm keluar, Weslay segera keluar dari kamar, dan berjalan menuju garasi motor


Weslay segera menekan kontak Willy.


✍"Temui aku di markas." pesannya. dan pesan itu masih ceklist abu abu. Weslay keluar dari pintu belakang. seperti yang selalu ia lakukan. kalau malam begini, kang Gugun tidak berjaga, karena sudah ada satpam lain di pintu masuk komplek.


Setelah itu Weslay segera mengunci pintunya dari luar, karena hawatir akan ada yang masuk dan mendapati sang istri hanya memakai selimut untuk menutup tubuh polosnya.


Weslay segera menyalakan kendaraannya. dan segera melajukan menuju jalan raya. Weslay melihat keatas siapa tau ada yang melihat nya. Namun Weslay melihat jika ruang kerja papinya masih menyala.


"Tenang pi, Lay akan segera menolong papi dari wanita jahat itu. Setelah papi tau kelicikan mami. Ley harap papi segera ceraikan mami. agar papi tidak gila kerja." batinnya saat melihat jendela kaca ruang kerja papinya.


...♡♡♡...


Weslay menggeliat ketika cahaya mentari menembus indera penglihatannya. Lalu segera mencari sosok wanita yang sudah menemani tidur dan bertukar peluh tadi malam.


"Cha,." gumamnya


Weslay menyapu pandangan ada sudut ruangan. Mencari sosok wanitanya. " Kau sudah bangun rupanya." gumamnya


Weslay segera beranjak dari tidurnya, dan melihat pakaian untuk dirinya sudah di siapkan di tempat yang biasa.


Weslay segera pergi kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Di dapur


Chalondra tengah membantu bik Sam menyiapkan sarapan. "Nona tidak perlu ikut membantu bibik." ujar bik Sam


"Kenapa bik? Sudah seharusnya seorang istri menyiapkan kebutuhan suaminya kan?" tanya Chalondra


"Tapi nanti den Ley marah." sahut bik Sam.


"Tidak akan bik. Udah ayo bik siapin sarapannya." ucap Chalondra bersemangat


"Selamat pagi, Nona Chalondra. Selamat pagi bik Sam." sapa seorang wanita. Yang mampu mengalihkan atensi kedua wanita beda generasi itu.

__ADS_1


__ADS_2