Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 53. Benci, Marah kecewa dan Cemburu


__ADS_3

"Apa apaan ini Cha..?" Murka Landolfo seraya menatap nyalang pada Chalondra.


Chalondra yang mendapat tatapan itu, seketika menjadi tegang.


"Tidak malu, hal seperti ini kau perlihatkan pada saya, kau benar benar tidak menghormati saya sebagai ayah suamimu." geramnya lagi.


"Ada apa pi?" tanya Irena, Irena mengambil beberapa foto yang memperlihatkan tubuh polos milik Chalondra dengan seorang lelaki.


"Ya tuhan.." gumam Irena seraya menutup mulutnya tidak percaya.


Weslay pun juga penasaran. Weslay segera mengambil bukti yang di berikan pada papinya. Weslay berharap apa yang ada di dalam amplop itu, bukanlah apa yang ada di otaknya.


Sama seperti papi dan Irena , Weslay juga sangat terkejut melihat foto Chalondra dengan pria yang sangat dia kenal. wajah Weslay langsung berubah menjadi merah


Semua mata tertuju pada Chalondra yang menjadi salah tingkah. " Ada apa tuan," paniknya.


"Apa ini Cha, jadi karena pria ini kau belum bisa mencintaiku.?" tanya Weslay lirih. jujur Weslay juga sangat kecewa


"Apa sih tuan, saya tidak tau apa yang kalian tuduhkan pada saya." tanya Chalondra dengan perasaan campur aduk.


Weslay segera melempar beberapa foto itu pada Chalondra, Chalondra yang merasa belum siap jadi gugup.


"Ya tuhan.. Apa ini.." lirihnya, seraya menggelengkan kepalanya.


"Kau keterlaluan Cha, kau menghianati putraku yang bermasalah. Apa salah putraku padamu, bukankah saya pernah bilang, dan saya terima semua perjanjian yang kau ajukan. Tapi kenapa kau tidak sabar menunggu nya." serang Landolfo


"saya .. Saya tidak melakulan itu Tuan. Saya bersumpah saya tidak melakukan itu semua." sangkal Chalondra


"Bagaimana foto foto itu bisa ada jika kau tidak melakukan itu." geram Landolfo


"Sejak kapan kau bermain di belakangku Cha," tiba tiba Weslay juga melontarkan pertanyaan yang meragukan kesetiaan Chalondra.


"Tuan juga meragukan saya, padahal setiap hari saya bersama tuan." jawab Chalondra


"Tapi bagaimana bisa ada foto kamu seperti itu."


"Tuan, percayalah... Saya tidak melakukan itu. Tuan ingat kan, kejadian itu waktu saya hampir kecelakaan, dan Alfredo yang menolong saya waktu itu. Kami tidak melakukan apa apa tuan." sahut Chalondra. yaa di foto itu juga ada beberapa Foto saat Chalondra bersama Alfredo. Alfredo yang waktu berada di bawah tubuh Chalondra karena, jika tidak seperti itu. Alfredo yang akan menindih Chalondra.


"Saya pikir kau adalah wanita yang setia, tapi kau justru mengotori rumah tanggamu yang baru seumur jagung. Tega kamu menghianati Weslay." kali ini Irena juga ikut membela Weslay.


"Tidak nyonya, saya tidak melakukan apapun, saya di fitnah." raung Chalondra

__ADS_1


"Pergi kamu Cha," usir Landolfo. Sedangkan Weslay masih terdiam karena sangat shock. Weslay sangat terpukul melihat foto foto itu yang menampakkan Chalondra tengah tersenyum bersama Alfredo, dan lagi beberapa foto yang tanpa sehelai benang berhasil di ambil nya.


Chalondra menunduk, perasaanya menjadi kacau. sungguh orang yang mengedit foto dengan wajahnya dan wajah Alfredo benar benar sempurna. sehingga mereka tidak menyadari jika itu hanyalah foto yang di edit oleh musuh suami dan mertuanya.


"Tuan, saya tidak pernah melakukan itu, pria itu adalah giru fitnes tuan suami. saya tid..."


"CUKUP CHA, SEKARANG KAU KELUAR DARI RUMAH INI. SAYA AKAN KABULKAN PERCERAIAN YANG KAU INGINKAN ITU. " kata Landolfo yang sudah tidak mau menatap wajah Chalondra lagi. Landolfo merasa Chalondra sudah menginjak injak harga dirinya sebagai orang tua.


"Tuan..." gumamnya. padahal Chalondra sudah tidak menginginkan perceraian dan perpisahan ini. Chalondra sudah bisa menerima suaminya, begitu juga dengan Weslay. Weslay begitu sangat mencintai Chalondra


"Tuan, ada tamu." ucap kang Gugun.


"Tamu, siapa?" tanya Landolfo


"Dia bilang temennya non Londra." ucapnya


"Teman, saya tidak memilik teman disini." sahut Chalondra


Tiba tiba seorang pemuda masuk dengan celana jeans dan kaos berwarna putih berkerah.


"Cha, kau belum siap?" tanya Alfredo


"Ada apa ini?" tanya Alfredo yang melihat ketegangan di ruang keluarga. Alfredo segera berjalan mendekati Chalondra.


"Jadi ini.. kau sudah berani mengandung selingkuhan mu di rumah ini, kau benar benar wanita tidak bermartabat." geram Landolfo


"Tidak tuan, kami tidak pernah melakukan apapun." sahut Chalondra


"Melakukan apa sih Cha?" tanya Alfredo. pandangan Alfredo jatuh pada satu lembar gambar yang menampakkan wajahnya berada di atas tempat tidur bersama Chalondra.


"Cha, jadi kau benar benar mengabadikan malam indah itu." ujar Alfredo


"Kau bicara apa sih Al, kita tidak pernah melakukan itu kan? Kenapa kau ikut ikutan menuduhku."


Weslay di buat tercengang oleh pengakuan Alfredo baru saja. pengakuan Alfredo berhasil meyakinkan ketiga orang yang ada diruangan ini.


"Kau bicara apa Al, kau jangan mengada ada seperti itu."


BUGHHH.... BUGHHH... Weslay langsung menyerang Alfredo tanpa babibu.


"Ley," pekik Landolfo ketika melihat kemarahan putra nya.

__ADS_1


"Ley, hentikan kau bisa membunuhnya." ucap Landolfo seraya menarik tubuh Weslay yang sudah berada di atas tubuh Alfredo. Namun sepertinya Weslay sudah di kuasai kemarahan , kebencian dan cemburu serta kecewa pada Chalondra jadi sulit di kendalikan oleh Papinya. semua yang ada di dadanya ia langsung lampiaskan pada Alfredo . beruntung Alfredo langsung datang ke rumah besar milik Weslay. Karena jika tidak, bisa saja Weslay menyerang Chalondra.


"Ley, kau jangan gegabah. Kemarahanmu bisa membunuh orang lain." ucap Landolfo.


Weslay segera berjalan menuju kamar nya. Namum sebelumnya Weslay berhenti dan memandang Chalondra dengan tatapan kecewanya.


Chalondra tak mampu berucap sepatah katapun. Chalondra juga sama sama hancur seperti Weslay. Chalondra lebih kecewa pada suaminya.


"Tuan, dengarkan saya. Saya tidak pernah menghianati tuan. Saya juga mencintai..." ucapan Chalondra langsung di potong oleh Weslay.


"Yaa aku tau, kau juga mencintai Alfredo kan. Cepat pergi dari sini Cha." ucap Weslay, lalu segera berjalan meninggalkan Chalondra yang masih berdiri didepan tangga


Aghhrrhhh... Teriak Weslay. dan di susul dengan suara pelemparan barang barang yang ada di kamarnya.


Chalondra tak bisa berbuat apa apa. percuma menjelaskan jika mata hati dan telinganya tengah di kuasai amarah.


"Kau sukses membuat putraku hancur, dan sekarang pergi tinggalkan rumah ini. Saya akan urus surat perceraian kalian." ucap Landolfo dengan angkuh.


"Tuan, tolong percaya sama saya. saya tidak menghianati putra anda." namun Landolfo sudah muak dengan semua pembelaan yang Chalondra katakan.


"Cha, sebaiknya kau pergi saja. suami dan putraku tidak mungkin mau mendengar pembelaanmu, lihatlah foto itu sudah menjadi bukti nyata perselingkuhan kalian." cemooh Irena. Irena segera pergi meninggalkan Chalondra yang masih lemas. tidak percaya jika semua ini benar benar nyata.


Chalondra terduduk di lantai. pandangannya fokus pada pintu kamar suaminya. Chalondra pikir suaminya sudah dewasa, nyatanya suaminya masih seperti anak kecil yang mudah marah.


Mungkin tuhan memang menakdirkan jika berjodoh dengan Weslay hanya sampai 2 bulan.


"Cha, ayo kita pergi." ajak Alfredo.


Chalondra menghentikan tangisnya, lalu segera mendongak dan menatap wajah pria yang sudah menjebaknya.


"Puas kau menghancurkan kepercayaan suamiku padaku . puas kau menghancur rumah tanggamu yang baru ku bangun, kenapa kau tega melakukan ini padaku Al, kenapa?" tanya nya yang sudah tak bisa membendung air matanya


"Karena apa yang aku katakan adalah kebenaran, Cha. aku tau kau menikmati permainan ku malam itu. lalu kenapa kau menyesali dan membantahnya. aku kecewa sama kamu Cha, setelah kau merasa puas dengan ku. kau tega mencampakkan aku." ucap Alfredo dengan yakin


"Belatung kau Al, kau sangat menjijikkan. pergi... aku benci lihat wajahmu." usir Chalondra.


Pengakuan Alfredo membuat Landolfo semakin yakin. Jika foto dan perilaku Chalondra adalah salah. Landolfo tidak bisa memaafkan Chalondra.


"Sebaiknya kau juga pergi Cha, kau juga sama dengan lelaki itu. Kalian sama sama belatung di mata saya. Pergi sekarang dan jangan ganggu putraku lagi." usir Landolfo


Landolfo segera menelpon seorang satpam untuk datang.

__ADS_1


"Mang Yudi cepat kesini. Dan bawa pergi dua manusia yang tidak punya malu ini dari rumah saya"


Tak berapa lama, Mang Yudi yang bertugas jaga malam di komplek datang.


__ADS_2