Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 44. Tuan Papi


__ADS_3

...♡♡...


Di bawah, tepatnya di ruang makan.


Landolfo sudah terlebih dahulu duduk di kursi yang biasa ia tempati, lalu menyusul Varia yang ikut menyiapkan sarapan bersama bik Sam.


Sedangkan Gisel, Gisel sudah pergi terlebih dahulu, karena tuan besarnya menginginkan keterangan hari ini juga.


Landolfo menoleh ketika mendengar detak langkah dua pasang kaki menuruni anak tangga. Tadi sebenarnya Landolfo ingin bicara secara terbuka dengan Weslay, namun melihat anak dan menantunya itu tengah ngobrol, Landolfo pun mengurungkannya, dan lebih memilih menyimak obrolan mereka berdua.


Landolfo mengamati putranya begitu khusyuk, hingga tak mendengar teguran dari Varia.


"Bang," tegurnya lagi. Varia mengikuti arah tatapan abangnya. Hingga Varia tau, sang kakak ternyata tengah memandang menantu dan anaknya.


"Segitu bahagianya abang punya menantu Chalondra." celetuk Varia. yang mampu menghentikan langkah Weslay dan juga Chalondra.


"Pi," tegur Weslay.


"ooh iya nak," balas nya dengan suara tergagap.


Landolfo tersenyum pada Weslay, lalu pada Chalondra. " Jika Sharoon masih hidup. Mungkin dia juga akan bahagia memilki menantu seperti Chalondra, dan mungkin juga Weslay tidak akan seperti ini." batinnya


Ponsel Landolfo berdering, Landolfo segera melihat siapa yang menelponnya pagi begini.


"Irena." gumamnya.


"Kalian makan aja duluan, papi akan ngobrol dulu sama mami." ucapnya


...♡♡♡...


Di tempat yang beda.


"Kau tidak menelpon suamimu?" tanya Oscar


"Untuk apa?" sahutnya


"Kok untuk apa, ya jelas buat bukti cintamu pada dia." balasnya


"Dia sudah tau, jika aku cinta sama dia. Makanya dia percaya banget." balasnya.


"Jangan seperti itu, kau harus menelponnya. Bagaimana jika dia mendadak kembali, dan melihat keadaan mu tidak apa apa." ujar Oscar


"Oohh iya, kemarin ibu juga bilang seperti itu." sahutnya.


"Kalau begitu buruan di telpon." bujuk Oscar.


"ok." balasnya


Tuutt... Tuuttt... Tuuttt


Srekkk klek.


"Hallo mi, syukurlah ahirnya papi tau keadaan mami." sahut Landolfo


"Hallo pi, maaf... Mami baru sempet telpon papi. Ini baru ganti ponsel." jawabnya.


"Tidak apa apa, Nathan juga udah kasih tau papi, jika ponsel mami tidak bisa di paksi dan harus ganti ponselnya."


"Bagaimana keadaan mami. Ada yang serius nggak pasca kecelakaan itu." Tambah Landolfo


"Nggak pi, cuma tangan aja yang patah. Tapi sudah lebih baik kok pi."


"Oohh ya kapan papi pulang?" tanya .


Setelah tidak ada obrolan yang serius, Landolfo menutup ponselnya. Lalu segera menghubungi Oscar. Untuk menemui istrinya yang sedang sakit dirumah.

__ADS_1


Ponsel Oscar berdering, Oscar segera melihat layar benda pipih.


"siapa sih?" tanya Irena yang terdengar mende*h.


"Suamimu." jawab nya, lalu menghentikan aktifitasnya dari Irena


"Jangan di lepas." rengek Irena


"Tidak enak di dengar suamimu." balasnya


"Bodoh, dia tidak akan tau siapa yang tengah bersamamu." bujuk Irena. Dan langsung meraih kejantanan milik Oscar.


Ooshhh... Des*h Oscar, seraya ngobrol dengan Landolfo.


"*Oscar, kau di mana?" tanya nya


"ohh iya tuanshh, sayahh sedang ber.... Shhh*."


"Ok, maaf sudah menganggu." ucap Landolfo, lalu segera menutup ponselnya.


"Kau selalu mancing birahiku, kalau suamimu yang telpon." ucapnya. dan langsung menggendong Irena keatas ranjang, seraya memagut bibir Irena begitu rakus.


"Entah kenapa, aku tidak suka kau bicara dengannya." sahut Irena


"Jangan seperti itu, setiap dia menelponku, pasti aku sedang bercinta denganmu. aku tidak suka suamimu menganggapku pria tukang jajan." ucap Oscar


"Tapisshhh... kauuhh tidak seperti itu kan?" tanya Irena


"Kadang kadang, jika aku tidak bisa bertemu denganmu, maka aku akan mencari jasa untuk melampiaskan hasratku." balasnya


"Siaall..." umpat Irena, lalu segera mendorong tubuh Oscar dari penyatuan keringat


"Haii kau kenapa?" tanya Oscar.


"Apa salahnya, kau memilki suami. dan kau bisa bercinta dengan suamimu kapanpun kau menginginkan itu, Iren" sentak Oscar


"Dengar ya Oscar, bukan karena aku cemburu pada wanita yang menjual jasa padamu. Tapi aku takut, kau akan membawa penyakit menular untukku." ujar Irena. seraya memunguti semua pakaiannya dan segera berjalan kekamar mandi. entah sudah berapa kali Irena melayani Oscar, sejak pertemuannya kembali.


"Irena, kau jangan egois. aku pria normal yang butuh pelampiasan. kalau masalah penyakit menular, tenang saja. aku tidak sebodoh itu. aku pakai pengaman sayang." ucap Oscar, lalu segera menarik kembali Irena pada dada bidangnya


"Tapi aku ingin, mulai saat ini jangan pernah temui aku. aku tidak suka dengan pria yang hobi jajan." sarkasnya


"Kau tidak bisa lari dariku Iren, karena aku akan mengikatmu setelah ini." ancam Oscar


"Apa maksudmu, Oscar." tanya Irena


"Ini, jika kau berani menolakku. maka video ini akan aku kirim kesuamimu." ancamnya, seraya menunjukkan video mesum mereka berdua.


"Kau." desisnya, "Kau benar benar jahat." ujar Irena sangat emosi


"Sekarang, layani aku sampai suamimu kembali." permintaan Oscar membuat Irena semakin jijik pada pria satu ini.


"Kau keterlaluan, Oscar."


"Ok, aku akan melayanimu, tapi hapus dulu video itu." tawar Irena


"Itu tidak mungkin. kau sudah masuk diperangkap ku, jadi mana mungkin aku akan menghapusnya." bisiknya.


"Oscar..." seru Irena


"Jangan membentakku Iren, atau aku akan mengirim foto kita berdua pada Landolfo suamimu." ancamnya lagi.


Irena sudah terjebak dalam lubang nya sendiri. kini Irena tidak bisa melepaskan diri dari Oscar. kecuali jika Irena berhasil menyingkirkan Oscar untuk selama lamanya.


...♡♡♡...

__ADS_1


Sedangkan Landolfo, Landolfo kembali memasukkan ponsel kedalam kantong celana.


"Dasar, pria buaya. Jam segini masih saja bercinta dengan jala*gnya." Gumam Landolfo. Yang mengatai Oscar sebagai pria buaya.


Hampir setiap saat. Ketika Landolfo menelpon Oscar, pasti tengah bermain permersatuan,


"Kenapa tidak menikah saja sihh.." gumamnya lagi.


"Siapa pi?" tanya Nathan yang sudah berada di belakang papinya.


"Eehh Nath, kau nguping papi ya?" tanya Landolfo.


"Hahaha.. Papi ini ada ada aja, kalau Nathan nguping papi. Pasti Nathan tidak akan bertanya pada papi, sekarang bocorkan pada Nathan, siapa yang papi omelin itu." tanya Nathan, seraya menggoda Landolfo layaknya ayah kandungnya sendiri.


"Itu Om Oscar, daripada cuma nyewa jasa wanita. Mending nikah saja, kan bisa tiap hari dan tidak menimbulkan masalah kedepannya." ujar Landolfo


"Oohh, om Oscar. Jujur Nathan kurang suka dengan pria itu pi, kenapa tidak papi pindah aja. Agar tidak selalu nampak di mata Nathan." usul Nathan


"Tidak mungkin, dia itu sahabat mamimu sejak masih remaja." ungkap Landolfo


"Kok papi tau?" tanya Nathan. Jujurnya Nathan memang tidak tau menahu soal hubungan Oscar dengan maminya. Nathan hanya tidak suka dengan mata genit yang selalu mencuri pandang pada maminya.


"Sahabat?" tanya Nathan


"Mami kamu tidak cerita?" Landolfo pun balik bertanya. Yang langsung dijawab gelengkan kepala.


"Tuan, kami berangkat dulu." Chalondra dan Weslay sudah selesai sarapan, dan kini mereka tengah bersiap untuk berangkat mengantar Tuan suaminya menuntut ilmu.


"Panggilannya, memang tak bisa di rubah Cha?" tanya Landolfo.


"Oh.. Tuan papi." jawabnya.


"Tuannya di hilangkan." canda Landolfo


"Eehh jangan. Ntar siapa yang memberi saya uang belanja jika tidak punya tuan." balas Chalondra dengan nada canda juga.


"Hehehe.. Kau ini.. Pintar juga bercanda, pantas putra saya sangat tergila gila padamu." goda Landolfo.


Chalondra langsung menundukkan wajahnya, untuk menyembunyikan pipi udangnya.


"Ya sudah hati hati." ucap Landolfo.


Nathan dari tadi tidak teralihkan pandangannya dari Chalondra, Nathan baru menyadari jika Chalondra sangat menarik dan tidak membosankan untuk di pandang berlama lama.


'Beruntung sekali pria idiot itu, bisa mendapatkan wanita secantik Chalondra.' batinnya.


"Ayo Nath, temenin papa sarapan." ajak Landolfo.


"Ok pi."


"Oohh iya pi, papi beli kendaraan baru lagi?" tanya Nathan tiba tiba. Sontak saja pertanyaan itu mengalihkan atensinya kedua pria beda generasi yang sedang berdiri di ruang keluarga.


Weslay ingin sekali menyimak obrolan papinya dengan kakak tirinya, namun Chalondra sudah menarik pergelangan tangan Weslay.


Beruntung, Weslay sudah mengungsikan kendaraan itu, sebelum papinya tau keberadaan kendaraan mewah yang Weslay beli pakai uang kantor.


Selamat ini Weslay bekerja sama dengan pemegang keuangan yang ada di perusahaan papinya yang ada disini. Pemegang keuangan itu bernama Qenan, pria yang berusia sekitar 50 tahun itu merupakan saudara dari Sharoon. atau masih paman Weslay. Qenanpun tau yang sebenarnya keadaan Weslay. Hanya dia yang memberi dukungan Weslay selama ini.


"Kendaraan apa?" tanya Landolfo yang sempet menghentikan langkahnya.


"Pi. Tadi malam di garasi motor, Nathan melihat ada kendaraan mewah. Nathan pikir itu punya papi untuk Nathan." sahut Nathan


"Papi tidak membeli barang itu, Nath. Kau mimpi kali." ucap Landolfo.


"Papi nggak percaya, nanti Nathan tunjukkan pada papi." ujar Nathan.

__ADS_1


__ADS_2