Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 54. Dua bayi


__ADS_3

Tak berapa lama, Mang Yudi yang bertugas jaga malam di komplek datang.


"Bawa mereka pergi mang." titah Landolfo.


...♡♡♡♡...


Chalondra berjalan lunglai di sepanjang jalan besar menuju komplek. Rasanya percuma membela diri, jika masih ada Alfredo di sana. Entah dendam apa yang Alfredo tanam pada Chalondra. Sehingga Alfredo mampu menciptakan fitnah yang sangat besar padanya.


Chalondra kembali merasakan perut yang begitu sakit, apa lagi sehari ini, Chalondra belum makan. dan perutnya merasa sangat ingin makan sesuatu. tiba tiba ada rasa hangat yang sepertinya keluar dari jalan rahim.


"Datang bulan juga ahirnya." gumamnya. seraya merasakan perih pada kedua organnya, organ dalam dada dan organ pada rahimnya. tidak biasanya Chalondra akan mengalami sesakit ini ketika datang bulan.


Ouhhh... Desisnya. "Sakit sekali..." lirihnya.


Chalondra berhenti berjalan, karena rasanya tidak sanggup untuk kembali melangkah. "sakitttttt." tangisnya, air mata nya keluar mewakili rasa sakit yang tiada tara. Chalondra membungkuk sebentar untuk menahan sakitnya.


Brughhh. Tubuh Chalondra limbung karena tak bisa menahan kesakitan nya. Di tambah lagi darah yang keluar dari jalan rahim lumayan banyak.


Chalondra melihat ada mobil yang berhenti di depannya. Chalondra sudah tidak mengenali orang itu, karena pandangannya begitu gelap. Pria itu menghampiri Chalondra dan segera mengangkatnya di bawa kedalam mobil.


"Tuan..." lirihnya.


"Bertahanlah, saya akan membawamu ke rumah sakit." sahut pria itu. Chalondra sudah tidak bisa mendengar lagi apa yang pria itu bicarakan pada salah satu pria yang bersamanya.


...♡♡♡♡...


Di tempat yang berbeda.


Nathan tertawa puas bersama Tian, di sana juga ada Alfredo yang terlihat menyesal sudah menjebak Chalondra.


Semua nya ia lakukan demi gedung arjuna fitnes yang ia miliki. Beberapa hari yang lalu, ada kejadian yang sangat merugikan konsumen.


Alat fitnes milik Alfredo tiba tiba putus dan mengenai pengguna alat yang waktu itu sedang berlatih. Karena kelalaian Alfredo itulah sang pemuda tadi mengalami kebutaan karena alat tadi.


Nathan yang melihat ada keributan di tempat Alfredo, menawarkan bantuan agar Alfredo terlepas dari kasus yang menimpanya.


karena tidak ingin gedung ini di tutup, dan dirinya harus mengganti kerugian sekitar 30 juta. Ahirnya Alfredo menerima tawaran Nathan. tugasnya hanya meyakinkan agar keluarga nya percaya, jika Chalondra bukan wanita baik baik.


"Terimakasih Al, berkat kamu, kami bisa memenangkan ini semua." ucap Tian.


"Dan ini bayaran kamu, setelah itu pergilah yang jauh dan jangan sampai bertemu lagi dengan Weslay ataupun dengan Landolfo." ancam Tian.


Nathan hanya menyeringai, seraya menikmati vodka yang sudah di belinya.


Alfredo segera pergi meninggalkan kedua pria yang tengah menikmati kehidupannya. Alfredo harus segera kembali ke mansion yang di tempati Chalondra, jika Chalondra mau. Alfredo akan menampungnya untuk sementara waktu. Bagaimana pun, Alfredo sudah ikut andil menghancurkan kehidupan rumah tangga Chalondra.


"Om, lihatlah... Ini mami beneran kan? Kenapa mami berselingkuh dengan pria itu?" racau Nathan yang sudah banyak minum.


"Om juga tak habis pikir, kenapa mamimu itu bisa jatuh cinta dengan pria miskin seperti Oscar." sahutnya.


mereka Terjengkit ketika ponsel Tian berdering.


"Mamimu? Ada apa lagi dia menelpon kita." omelnya.


Sebelum Alfredo benar benar pergi, Alfredo memastikan terlebih dahulu untuk mengambil 2 lembar barang bukti yang berupa foto wanita yang tadi di temuinya.

__ADS_1


"Alfredo, kem ba likan itu..." suara Nathan yang terdengar sangat lemas, namun Alfredo tidak peduli.


Alfredo segera keluar dan segera melangkah menuju halaman apartemen milik Nathan.


Alfredo segera menyalakan mobil yang ia bawa. Setelah itu Alfredo segera menyalakan mesinnya dan melajukan kejalan raya. awalnya dirinya akan kembali ke mansion milik Weslay. Namun ia urungkan karena tidak ingin jadi penghianat.


Sedangkan Weslay.


Weslay masih belum keluar dari kamar nya. Dan dirinya benar benar tidak menyangka jika Chalondra tega berkhianat.


Weslay segera berdiri, lalu mengambil jaket kulitnya. Dan segera keluar dari kamarnya. Weslay mengambil kontak kendaraan roda duanya. Mengalami keraguan untuk mengendarai kuda besinya, ahirnya Weslay mengambil kunci mobil yang beberapa bulan ia beli. Dan tidak ada yang tau jika Weslay memilki mobil mewah.


"Kau mau kemana?" tanya Landolfo


"Ley akan cari angin pi." jawabnya


"Ley, papi ingin bicara sesuatu padamu. Apa kau ada waktu?" tanya Landolfo, Landolfo menciba menahan putranya untuk pergi. Landolfo hawatir Weslay akan melakukan sesuatu dalam keadaan hati yang kacau seperti ini.


"Besok saja pi, Ley ada urusan sebentar." jawabnya


"Ley, hati hati" pesannya. Weslay hanya mengangguk. saat berjalan, Weslay melihat ibu tirinya tengah mengotak atik ponselnya di taman depan.


Weslay mendadak membenci wanita itu sangat benci. Padahal wanita itu jauh lebih licik dan membahayakan.


Weslay kembali mengingat Chalondra. Chalondra wanita yang selalu memnersamainya setiap hari. "Lantas kapan Chalondra memilki waktu sendiri." gumamnya


Weslay mulai ragu dengan bukti foto foto milik Chalondra. Weslay kembali masuk untuk mengambil foto yang tadi berserakan di ruang keluarga. Namun setelah sampai di ruang keluarga. Foto foto itu sudah tidak ada. Weslay mulai mengobral abrik semua laci dan tumpukan buku buku yang ads.


"Kau cari apa Ley?" tanya Landolfo yang mampu membuat Weslay terjengkit


"Foto?" tanyanya


"Iya pi, foto yang tadi."


"Oh itu, mami sudah membakarnya."


"Apa?"


"untuk menyimpan aib Ley, biarkan saja mami yang membakar semuanya " jawabnya.


Weslay segera berlari keluar dan segera menghampiri ibu tirinya.


"Tante, tante kemanain foto foto itu?"


"Tan..teee? Kau menyebut mami tante.?" tanya Irena, baru kali ini Weslay memanggilnya tante pada dirinya


"Iya, saya tau. Ini pasti ulah tante. Tante yang sudah menjebak istri saya."


"Ley, kau sendiri yang membawa barang bukti itu pada kami. Kamu jangan menuduh saya begitu." bantah Irena


"Ada apa ini? Ley. "


"Pi, semenjak ada wanita murahan itu di rumah ini, Weslay jadi pembangkang pi," adu Irena


Entah kenapa Weslay merasa sakit hati ketika Chalondra di sebut wanita murahan. Weslay segera pergi meninggalkan ibu tirinya dan sang papi. Weslay masih mendengar tangis buaya yang di lakukan ibu tirinya.

__ADS_1


Weslay segera menuju mobilnya dan masuk ke ruang garasi yang lain. Di mana ada mobil mewah miliknya yang terparkir rapi


Weslay fokus mengendarai kendaraannya. Tujuannya sudah markas. Karena kecerobohan orang orang nya, kini malah rumah tangganya di buat hancur.


Chiitttt.... Weslay menghentikan laju mobilnya secara mendadak ketika melihat ada seorang wanita yang hampir tertabrak.


...♡♡♡...


"Dokter tolong pasien ini mengalami pendarahan." teriak seorang pria yang menggendong wanita berlumur darah di bagian kakinya.


"Dokter Ronald, baik dok." sahut perawat wanita yang bertugas jaga di UGD.


Chalondra segera di tangani oleh dokter ahli yang bertugas disini.


pria yang di sebut dokter Ronald itu adalah dokter spesialis anak di rumah sakit yang saat ini menangani Chalondra.


"Dokter, sepertinya wanita itu sedang mengandung." ucap dokter Hanny. setelah melakukan pemeriksaan.


"Mengandung? terus bagaimana keadaanya?" tanya Dokter Ronald


"Kami akan berusaha menyelamatkan keduanya dokter." jawabnya


"Keduanya?" ulangnya


"Seperti nya, dia mengandung dua bayi. tapi kami masih ingin memastikan. kami akan memanggil dokter Sani." ujar dokter Hanny


"Lakukan yang terbaik," sahutnya. yang langsung di angguki oleh dokter Hanny.


Ronald kembali duduk menunggu Chalondra siuman. Ponselnya kembali berdering. Ronald tersenyum melihat siapa yang sudah menghubungi nya.


"Hallo sayang" sapanya


"Papa kapan pulang?" tanyanya


"Sebentar lagi ya, papa punya kabar baik untukmu." jawabnya kemudian


"Papa nggak bohong kan?" tanyanya


"Iya, papa nggak bohong." sahutnya


"Ya udah papa tutup dulu." sahutnya.


🌞 Pagi begitu indah. mentari pagi yang setia menyinari alam tanpa lelah, sudah kembali menampakkan keindahannya, menghangatkan setiap jiwa yang baru saja terbangun dari tidurnya


Chalondra terbangun dan melihat sekelilingnya.


"Aku masih hidup?" gumamnya


"Tuan... Tuan.." panggilnya. semalam Chalondra seperti melihat tuan suami menolong. bibir Chalondra memperlihatkan gigi putihnya. membayangkan suaminya yang berada disisinya saat ini.


Cekleekkk..


pintu ruangan terbuka, dan nampaklah wajah pria dewasa yang berdiri di ambang pintu dengan senyum lebar di bibirnya


"Tuan..." lirihnya

__ADS_1


__ADS_2