Gairah Pria Autisme

Gairah Pria Autisme
episode 49. Bosan menjadi orang kaya


__ADS_3

"Kau harus bertanggung jawab Nath. Aku sedang hamil anakmu." ujar Emily


"Iya, tenang saja. Aku pasti akan bertanggung jawab." jawabnya.


"padahal aku sedang dekat dengan Sekar, apa yang akan ku katakan pada tante Varia. Sekar cantik, kaya dan sepertinya dia juga suka sama aku." batin Nathan.


Yaa beberapa minggu ini, Nathan memang sedang di dekatkan oleh Sekar, wanita blasteran India. Anak dari pengusaha textile yang terkenal di samarinda.


"Kapan kau akan menikahiku?" tanya Emily


"Sebentar ya Em, aku sedang menyusun rencana. Dan sebentar lagi, kita akan menguasai perusahaan Fresh food." ucapnya


"Yang benar? Apa yang ingin kau lakukan pada pria cacat itu? Bukankah dia sudah menikah." tanya Emily yang memberondong.


"Kau cukup ikuti rencana ku. Aku yakin ini akan berhasil." sahut Nathan. Emily tersenyum lalu segera memeluk Nathan.


"Aku pikir, kau akan meninggalkan aku." gumam Emily yang sudah berada di pelukan.


"Untuk saat ini tidak Em, aku masih butuh tubuhmu, Sekar sangat sulit menyerahkan gadisnya padaku. Padahal jika dia sudah memberikan itu padaku, dipastikan kami akan segera menikah. Dan aku akan meninggalkan kamu Em." batin Nathan, bibir Nathan menyeringai.


"Kapan kau akan menikahiku Nath?" tanya nya


"Sabar yaa, sebentar lagi." balas nya.


"Jangan lama lama, ntar perutku semakin besar, tapi kau belum ada kepastian." ucapnya lagi


"Tidak, setelah rencanaku berjalan dengan lancar, kita akan segera menikah." kilahnya


Sedangkan di tempat yang berbeda.


"Kau kenapa sihh? semenjak papi kembali kau tidak mau di sentuh." tanya Landolfo, saat ini mereka tengah berada di kamar. Dan hampir saja Landolfo minta haknya, sebelum ahirnya ponsel Irena berdering.


"Bukan begitu pi, mungkin karena kecelakaan itu, membuat hormon se* ku menurun, dan bahkan aku seperti tidak memiliki hasrat untuk melakukan itu." jawabnya dengan wajah yang terlihat sedih.


Bagaimana Irena akan melayani Landolfo, jika setiap saat dirinya bersama dengan Landolfo, Oscar selalu mengancam akan mengirim video mesummya pada Landolfo. Irena belum ingin miskin, Irena masih ingin berusaha menahan Landolfo untuk tidak pergi darinya. Irena selalu menolak ajakan Landolfo untuk melakukan hubungan suami istri.


"Kan papi sudah bilang. sebaiknya kita periksa ke dokter mi, masak iya, papi harus puasa seumur hidup." protesnya.


"Maafin mami pi, kemarin mami sudah mendatangi dokter. namun memang perlu proses." sahutnya.


Landolfo mulai bosan dengan alasan alasan yang selalu Irena berikan. Bisa saja Landolfo mencari jasa wanita, namun karena Landolfo masih ingat istri, tak ingin karena keegoisannya membuat hancur keluarga yang sudah di bangun selama 22 tahun itu hancur hanya karena na*sunya.


Landolfo segera keluar, lalu masuk keruangan kerjanya. setiap kali adalah persoalan ranjang yang tidak tertuntaskan, Landolfo akan bermalam di ruangan kerjanya.


"Maafin mami, pi. jika saja mami tidak bermain api. mungkin papi tidak akan seperti ini." gumamnya


Ponsel Irena berdering, Irena segera mengangkat telpon dari pria durhaka yang sudah membuatnya buruk di mata suami nya


"Ada apa lagi? kau puas membuat Landolfo kecewa padaku karena urusan ranjang?" geram Irena


"Tenang sayang, temui aku di apartement ku. kalau tidak aku beneran akan mengirim video kita." ancamnya lagi.


"Dasar bia*ap. Aku tidak bisa." sahutnya


"Terserah, jika ada sesuatu dengan kehidupanmu selanjutnya. jangan salahkan aku." ucapnya

__ADS_1


" Aku tidak takut, kita akan hancur sama sama, Oscar." sahut Irena sebagai gertakan.


"Ok, aku masih bisa hidup susah. tapi kamu.. apa kamu bisa hidup serba susah sayang. bagaimana tas branded yang sedang kau pesan.?"ancamnya lagi.


"Tidak peduli. silahkan saja jika kau ingin menghancurkan hidupku." balasnya. Irena langsung menutup ponselnya.


Dada Irena semakin berdebar tidak karuan, keringat dinginnya keluar, takut jika ancaman Oscar benar benar nyata.


Treiingh...


Irena segera menoleh, dan mendapati ponsel suaminya yang di tinggal di kamar. Irena segera mengambil dan membukanya notifikasi yang baru saja di masuk.


"Kurang ajar, ini benar benar bukan ancaman saja. tapi dia memang ingin menghancurkan dirinya dan juga aku." gumamnya. Irena segera menghapus foto yang baru saja Oscar kirim pada ponsel suaminya, sebelum sang suami melihatnya


Irena langsung menelpon Oscar, "Apa yang kau inginkan Oscar?" tanya Irena dengan suara yang terdengar sangat marah


"Aku ingin kau ke apartemenku sekarang, sebelum video itu benar benar aku kirim. kecuali jika kau memang sudah bosan hidup menjadi orang kaya." ucap Oscar.


Irena segera menutup ponselnya, lali segera mengambil cardigan dan memakainya. Irena berjalan keluar kamar, lalu segera mengambil kunci mobil yang selalu ia bawa.


Sebenarnya Irena memang belum siap jika harus kehilangan segalanya, sebelum Oscar membuka semua penghianatan dirinya, Irena sudah berhasil menguasai hartanya


Ponsel Irena berdering, dan Irena segera mengecek siapa nama pemanggilnya.


"Nathan, ada apa dia telpon malam malam begini." gumamnya.


"Hallo Nath, ada apa?" tanya nya


"Mi, Nathan sudah mempunyai rencana mi, kapan mami pulang ke indonesia?" tanya Nathan.


"Tenang saja mi, ini rencananya memang sedikit mengeluarkan dana yang lumayan besar. tapi Nathan yakin ini pasti berhasil." ucapnya


"Ok, mami akan segera ke indonesia bersama papi, biar papi juga tau." sahut Irena, setelah Nathan membocorkan rencananya.


"mami mau kemana sih? Kenapa mami selalu pergi malam malam begini. " tanya Nathan


"Nanti jika rencanamu berhasil, mami punya tugas untukmu." ucapnya


"sayang, bagaimana dengan penampilan malam ini.?"


Irena mengerutkan keningnya, ketika mendengar suara perempuan sedang bersama putranya.


"*Cantik sayang, kau suka dengan hadiah yang aku beli Em?" tanya Nathan.


"Suka sekali, teeima kasih ya aa... Aku semakin cinta sama kamu." ucap Emily


"Terimakasih ya servisan malam ini. kau terlihat sangat bergai*ah." puji Nathan. dan Irena masih mendengar obrolan anaknya dengan seorang wanita*.


"Apa Nathan juga mengikuti jejakku?" gumamnya


"Mungkin karena kehamilanmu, kau jadi semakin menggai*ahkan." puji Nathan lagi.


"APA tadi... hamil? apakah Nathan juga seperti ayahnya? menghamili lalu di tinggal pergi.?" gumamnya


Irena kembali teringat masalalunya dulu.

__ADS_1


◇Irena memang memilki kekasih namanya Oscar, hubungan mereka sangat sangat dekat, dan sebentar lagi Oscar berniat akan melamar Irena sebagai istrinya.


Namun siapa sangka, Irena malah masuk keperangkap bosnya di kantor tempat Irwna bekerja.


Irena memang wanita bi*al, cara berpakaian selalu mengoyak keimanan lawan jenisnya. Irena selalu menggoda karyawan karyawan lainnya dengan postur tubuhnya yang serba montok.


suatu hari, Irena di minta menemani bos nya yang sedang ada pekerjaan lembur. pria yang memiliki nama David, sudah memilki istri dan anak. David adalah bos yang selalu royal pada karyawan wanitanya yang ia sukai, termasuk Irena. Irena beberapa kali di belikan perhiasan dan juga tas branded yang baru keluar.


"Irena, bisa kau temani saya lembur malam ini?" tanya nya


Irena yang sedang memoles wajahnya karena sudah bersiap ingin pulang pun segera menoleh dan melihat bosnya tengah menatapnya


"Emmm.." Irena sedikit berpikir


"Nanti saya tambahin uang jajannya." balasnya seraya menoel pipi cubby milik Irena


"pak bos nggak bohong?" tanyanya


"Kapan saya berbohong padamu." sahutnya


Irena kembali mengingat ingat. "Belum pernah sih bos " jawabnya. Irena terlihat menggerak gerakkan dadanya agar kancing kemejanya paling atas terlepas.


"Ok, saya tunggu di ruangan saya ya." ucapnya. David terpaksa harus menyudahi obrolan dengan Irena, ketika melihat pergerakan Irena yang seolah tengah menggodanya. jujur David memang sudah sangat lama ingin mencicipi tubuh montok milik Irena. namun karena memang keduanya sangat sibuk. David jadi belum sempat.


Dan malam ini, David berharap keinginan itu segera terwujud.


Karena merasa usahanya gagal, Irena segera membuka setengah kancing atasnya, biar jika sekali gerak kancing itu akan segera terlepas.


Irena segera menata dada kentalnya agar terlihat lebih mencuat. setelah itu sedikit menaikkan rok mininya lebih keatas. Irena berjalan memasuki ruangan bos nya. Terlihat semua ruangan sudah gelap karena ini memang sudah jam pulang.


tok tok tok...


"Masuk." ucapnya yang terdengar begitu berat.


Irena membuka pintu lalu segera masuk, Irena melihat bosnya tengah terlentang di atas sofa, tangannya terlihat fokus pada bawahnya yang terlihat sudah mengeras.


"Bo.. bos" gumam Irena. sebenarnya Irena ingin segera menghampiri bosnya yang sudah mengeluarkan senjata andalannya. namun tak ingin terlihat murahan Irena pura pura ingin keluar.


"Jangan keluar Iren, tolong bantu saya melemaskan junior saya." ucapnya


"Saya.. saya harus ngapain bos? bukannya bos ada lemburan?" tanya nya


"Iya, lemburannya ini." jawabnya. Lalu segera berdiri dan menghampiri Irena yang masih berdiri di ambang pintu.


"Aku tidak tahan melihat kemontokan dada kamu yang selalu kamu pamerkan." ucapnya, seraya tangannya melepas satu persatu kancing kemeja yang di pakai Irena.


David segera melepas asal kemeja yang di pakai Irena, Lalu melepas kaitan branya yang terlihat mencuat karena tidak muat bra yang di pakainya. David begitu takjub melihat dada kenyal milik Irena, lebih besar dari milik istrinya yang tidak ada daya tariknya.


David segera meraup bulatan dada kenyal milik Irena. lalu menghi*ap dan menggigit dengan rakus bulatan kecil yang belum terjamah oleh siapapun.


Tttiiiiinnnnn.... Irena terkesiap ketika ada klakson yang di suarakan tepat di belakang mobilnya.


"Yaa Tuhan, bagaimana kabar David? apakah dia masih hidup?" batinnya. Irena kembali melajukan mobilnya menuju apartemen yang di huni oleh Oscar.


"Bagaimana ini jika Oscar tau milikku sudah basah" batinnya. setelah memasuki area apartemen.

__ADS_1


__ADS_2