
Mereka berjalan menuju makam yang di mana keluarganya di semayamkan. Chalondra mulai memasuki area makam. Chalondra terpaku pada sebuah nisan yang bertuliskan namanya.
"Cha, itu..." berang Ronald saat melihat nissan yang bertag nama Chalondra dan juga kedua adiknya.
Chalondra masih terdiam shok, Bagaimana bisa dirinya di nyatakan meninggal. Sedangkan dirinya dan kedua adiknya masih baik baik saja. menjalani kehidupan yang serba susah
"tega sekali orang yang memberi berita palsu ini dokter." gumamnya. rasanya airmata Chalondra sudah habis, karena hanya untuk meneteskan air mata saat ini sangatlah sulit.
"Cha, mungkinkah ini yang menyebabkan suamimu tidak mencarimu dan memilih untuk menikah lagi?" tanya Ronald yang mulai bisa membaca posisi rumah tangga Chalondra.
"APA mungkin dia mengunjungi makam kami dokter " lirihnya
"Bisa saja, jika Weslay benar benar mencintaimu. Tapi kenapa dia percaya begitu saja dengan berita bohong ini." cerca Ronald
Chalondra menatap gundukan tanah yang sudah mengering, mungkin sudah padat mengingat kejadian itu sudah lebih dari 1 bulan.
Yang membuat Chalondra tidak menyangka, jika semua keluarganya di nyatakan sudah meninggal.
"Cha, kau harus menjelaskan pada suamimu. Aku yakin dia juga salah paham tentang ini." usul Ronald, Ronald hanya ingin semuanya jelas. Walaupun Chalondra bukan siapa siapa Ronald. Tapi rasa ingin melindungi itu tetap ada, bahkan semenjak kejadian malam itu, di mana Chalondra pinsan di pinggir jalan dalam keadaa lemas karena tengah mengandung. Di tambah lagi saat mendapati keadan keluarganya yang waktu itu di usir karena sesuatu berita, yang di mana berita itu tidaklah benar. Ronald berjanji dalam hatinya akan melindungi Chalondra dan adik adiknya. Ronald yakin Chalondra adalah orang baik
"Setelah ini, aku akan menjelaskannya dokter. Tapi aku tidak enak dengan istrinya." lirihnya
"JADI KARENA PRIA INI KAU MSMBOHONGI KAMI CHA.." tiba tiba Chalondra dan juga Ronald di kagerlan dengan suara bariton seorang pria dari belakang.
Weslay bersama beberapa orang orang nya memang sengaja datang, karena ingin membongkar makam Chalondra.
"Tuan," gumamnya, Chalondra segera berbalik setelah Ronald lebih dulu yang berbalik.
"Kau jangan salah paham, ini bukan kemauan Chalondra." sahut Ronald. Yang melihat Weslay terlihat sangat marah.
Weslay pikir dirinya di bohongi oleh Chalondra dan keluarga nya.
"Siapa anda? Apa anda selingkuhan dia, apa karena pria ini, kau sudah memberita palsu pada keluargaku." Berang Weslay.
"Tuan, ini bukan kemauan saya." ucap Chalondra
"Semua sudah jelas, kau menginginkan perceraian kan? Ok aku akan kabulkan Cha." geram Weslay
Chalondra menggelengkan kepalanya. " Tuan salah paham pada ku." gumam Chalondra
"Tidak ada salah paham. Buktinya selama ini kau tidak ada niat untuk menjelaskan padaku, kau menghilang begitu saja dariku. Dan aku yakin, anak yang ada di dalam perutmu bukanlah..."
PLAAKKKK..."cukup Kau menghinaku, dan asal anda tau, saya tidak sebe**t itu tuan, saya menyesal sudah menikah dan memaafkan anda." ucap Chalondra. Lalu Chalondra segera pergi meninggalkan Weslay dan juga Ronald yang bersitegang atas sikap yang Chalondra perlihatkan.
__ADS_1
"CHAAA..." teriak Ronald.
"Kau salah besar atas penilaianmu pada nya, apa kau tau... Chalondra mungkin juga tidak percaya lagi padamu, karena yang Chalondra tau kau sudah menikah dengan wanita lain." ujat Ronald yang menatap bengis pada Weslay.
Ronald begitu berang pada sikap Weslay, bisa bisanya dia menilai Chalondra wanita yang tudak benar.
"Apa kau tau, Chalondra sudah berusaha menjelaskan padamu dan mendatangi tempat tinggalmu, tapi apa yang ia saksikan saat dia sampai, yaitu hari pernikahanmu dengan wanita lain, kau pikir dia tidak terluka disaat dia hamil dan butuh dukungan serta perhatian dari suaminya, tapi suami nya malah bercumbu pada istri keduanya. apa kau pikir dia baik baik saja dan hidup hanya bersenang senang dan melampiaskan na*su sepertimu, kau salah... Dia berusaha bangkit agar bisa hidup mempertahankan calon kedua anak kalian." Lagi lagi Ronald berkata yang berhasil membuat Weslay menyesal
"Dan perlu kau sesali lagi setelah ini. Karena mungkin kau akan kehilangan dia untuk kedua kalinya." ujar Ronald, setelah mengatakan itu, Ronald segera pergi meninggalkan Weslay.
Ronald segera mengejar Chalondra, Ronald pikir Chalondra mungkin belum terlalu jauh, mengingat dia tengah hamil.
Namun Setelah Ronald menelusuri jalanan yang ia lewati tadi, tidak menemukan jejak Chalondra.
Sedangkan Weslay, Weslay terduduk lemas saat dirinya juga sudah di duga telah menikah lagi.
"Wil, bawa Galih dan orang orang nya ke markas. Buat mereka mengakui perbuatannya." perintahnya. Weslay pun juga memerintahkan untuk mencari data yang bersama Chalondra tadi. Weslay segera berdiri lalu segera mengendarai kendaraannya yang ia parkir tidak jauh dari makam.
Sama halnya Ronald, Weslay juga menyusuri jalanan yang ia lewati untuk menemukan Chalondra. "BODOHH... Dasar bodoh." Weslay merituki dirinya yang terlalu emosian.
Weslay masih berusaha mengitari jalanan utama dan jalan tembus dengan kampung tempat tinggal Chalondra.
Weslay semakin frustasi saat tidak menemukan jejaknya.
Ponsel Weslay berdering, dan ternyata nama orang yang memanggil ada William.
"Bos, dia adalah seorang dokter, yang praktek di tempat di mana papi anda di rawat. Pria itu sering di panggil dengan dokter Ronald, dokter spesialis anak." ucapnya
"Ok, apa kau tau alamat rumahnya." tanya nya. Weslay yakin, jika Chalondra tinggal bersama dokter Ronald. setelah ini Weslay akan langsung mendatangi kediaman dokter Ronald untuk meminta maaf pada Chalondra, dan menjelaskan jika dirinya belum menikah.
...♡♡♡♡...
Ronald sudah sampai di kontrakan yang di tingali oleh Evellin.
Ronald segera turun dan segera menghampiri pintu yang tertutup dari dalam. Ronald mendengar tawa renyah yang keluar dari bibir mungil putrinya. Cilla memang mudah bergaul. Buktinya dengan Evelin pun dia langsung nyaman.
Ronald tersenyum ketika mendengar Evellin bercerita tentang masa kecilnya yang dulu pernah nyengsep kesalah saat sedang belajar bersepeda., dan terdengar tawa Cilla yang terkikik geli.
Tok Tok tok..
"Ken, bukain tu siapa yang datang," perintah Evellin. Kenzo segera membuka pintunya dan melihat dokter Ronald yang sudah berdiri di depan pintu.
"Kak Ronald, di mana kak Ocha?" tanya Kenzo yang bola matanya melihat keluar mencari kakak nya.
__ADS_1
"emm boleh masuk dulu." ujar Ronald
"Ooh iya kak." jawabnya
"Kak Evel, ada papanya Cilla." teriak Kenzo
"Yeaaa papa sudah datang," girang Cilla.
Evellin pun segera keluar untuk menyambut tamu yang sudah menolongnya.
"Kak Ocha mana Ronald." tanya Evellin
"Duduklah, kakak akan cerita " sahut Ronald.
"Ada apa sih kak? kok kelihatannya serius sekali." sahut Evel yang segera menyusul duduk di lantai bersama Kenzo dan juga Ronald
"Begini, tadi kakak dan kak Ocha mengunjungi kampung kalian....." Ronald pun mulai bercerita perihal kejadian yang tadi di alami dan dilihat.
"Yang benar kak rumah kami di bakar. Dan kami di beritakan sudah meninggal?" ulang Evelin. Ronald mengangguk, rasanya tidak tega menoreh luka kembali pada keluarga Chalondra, Bagaimana jika mereka berdua tau kakaknya menghilang. Pasti mereka akan bertambah sedih.
"Ken, apa kau memilki saudara lain selain wanita yang bernama Arnetta?" tanya Ronald.
"Tidak ada kak, ada tapi dia tinggal di tempat yang sangat jauh. Itupun kami sudah lupa alamat tempat tinggal mereka." sahut Kenzo "Memangnya ada apa sihh kak?' tanya Kenzo
"Kakak kalian itu kan.. Tiba tiba menghilang, apa mungkin kakak kalian pergi kerumah saudara kalian yang jauh itu." tanya nya
"Maksud kakak, menghilang bagaimana? Kak Ronald tadi kan bersama kakak terus?" tanya Kenzo yang mulai panik.
Ronald kembali bercerita jika tadi sempat bertemu dengan Weslay dan terjadi kesalah pahaman yang sangat melukai Chalondra. sontak saja Kenzo sangat marah pada kakak iparnya yang sudah menyia nyiakan kakak kandungnya. Kenzo mengepalkan kedua tangannya. Kenzo berjanji akan memberi pembalasan pada Weslay nanti.
Bagaimana bisa Kenzo membiarkan kakak perempuannya itu pergi sendiri dalam keadaan hamil. Wajah Kenzo dan Evelin terlihat sangat sedih. Begitu juga dengan Ronald, Ronald sudah merasa bersalah karena tidak bisa menjaga wanita yang sangat ia sayangi. Tapi yang membuat sesal Ronald, Chalondra langsung menonaktifkan ponselnya.
"Maafkan kaka, kakak tetap akan mencarinya." ucapnya.
"Saya akan mencari sosial media saudara saya kak. Saya memang tidak ingat alamatnya, tapi saya akan mencari dengan bermodal nama saudara kami." ujar Kenzo
"Kita akan sama sama mencarinya Ken," sahut Evellin
"Pa, kenapa kak Ocha tidak pulang bersama papa?" tanya Cilla
"Kak Ocha sedang bersama saudaranya." sahutnya
"Semoga kak Ocha tidak di sandera oleh anak buah Galih." celetuk Evelin. Yang langsung mendapat respon dari Kenzo dan Ronald.
__ADS_1
"Siapa Galih?" tanya Ronald yang mulai tertarik untuk mengetahui nama itu.
"Dia adalah lurah di kampung kami kak, dia juga yang sudah menyebarkan poto majalah itu pada warga," jawabnya. Ronald memang tau kejadian itu, tapi Ronald tidak begitu mengenali situasi saat itu. Yang Ronald tau, Chalondra di usir karena poto majalah itu.